
"Ini... ?"
tanya nenek yang terlihat heran dan kaget.
Lu Sun tersenyum lebar melihat reaksi Nenek,.dia lalu berkata,
"Nek jangan heran, ke 12 jurus itu memang bukan ilmu biasa, bahkan jagoan yang sudah hidup 3000 tahun malang melintang di dunia."
"Juga harus kehilangan nyawanya saat menghadapi pedang itu dan kedua belas jurus tadi"
"Itu tadi Ying Ying menyimpan rapat-rapat energinya, agar taman tidak rusak dan kita tidak terkena dampaknya."
"Ahh..."
ucap nenek terbelalak lebar.
Dia benar-benar tidak menyangka dalam sesaat mantunya yang selalu menolak berlatih, lebih suka ngurus yayasan perusahaan dan anak anak, kini berubah menjadi seorang kultivator yang tingkatannya tidak terukur lagi.
Bahkan Giok Lan yang sudah pulih kembali kekuatan nya, menatap ngeri kearah Ying Ying.
"Kalian jangan menatap ku seperti itu, aku bukan monster, aku tetap Ying Ying yang sama seperti dulu.."
ucap Ying Ying sambil tertawa melihat reaksi nenek dan Giok Lan.
"Sun ke ke ini gara gara kamu, lihat semuanya jadi pada ketakutan gini.."
"Aku gak mau berlatih ilmu silat lagi lah, lebih baik ke salon dan shoping aja.."
ucap Ying Ying sambil tersenyum nakal.
Lu Sun merangkulnya dengan mesra dan berkata,
"Kamu ini,.. orang lain mati Matian berlatih berharap bisa punya kemampuan tinggi."
"Kamu yang di beri kesempatan memilikinya, malah banyak ngeluh."
"Dasar nakal lihat bagaimana aku menghukum mu.."
ucap Lu Sun langsung menggendong Ying Ying dan berjalan meninggalkan taman di ikuti Giok Lan dan anak yang tersenyum senyum di belakang.
"Sun ke ke aih...jangan seperti ini...malu di lihat anak anak...hei turunkan aku..!"
"Kamu mau bawa aku kemana..!"
teriak Ying Ying panik sambil memukul lengan Lu Sun.
Tapi Lu Sun tidak memperdulikan nya, sambil tertawa-tawa dia terus menggendong Ying Ying dalam pelukannya.
Dan terus melangkah menuju kamar pribadinya yang juga merupakan kamar pribadi Ying Ying.
__ADS_1
Giok Lan mengalihkan perhatian kedua anaknya untuk pergi main ketaman samping rumah.
Sedangkan Lu San yang sudah mulai dewasa, dia memilih kembali ke kamar pribadinya,
Melihat tidak ada yang mengikuti mereka lagi, Ying Ying dengan mesra menyandarkan kepalanya kedalam dada Lu Sun dan tersenyum bahagia.
Melihat reaksi istri yang sangat di rindukan nya ini, Lu Sun tersenyum bahagia.
Setelah masuk kedalam kamar dan mengunci pintu, Lu Sun membawa Ying Ying menuju kearah kasur mereka membaringkannya dengan lembut.
Setelah itu dia pun ikut berbaring sambil memeluk Ying Ying dengan lembut.
"Sun ke ke apakah kamu ada merindukan ku, ? selama 6 tahun ini.."
ucap Ying Ying manja sambil mengeratkan pelukan tangan Lu Sun pada dirinya.
Padahal di dalam hati Ying Ying juga tahu dengan jelas, Lu Sun sangat mencintainya.
Hampir setiap waktu saat sendirian Lu Sun tidak pernah melupakannya.
Karena dia mendapat tahu semua hal dari roh yang berdiam di dalam kalungnya.
Tapi dia tetap ingin mendengar nya langsung dari mulut Lu Sun.
Dia ingin menikmati rasa itu, rasa kepuasan yang selama 6 tahun ini dia kehilangan kesempatan menikmatinya.
"Sayang dulu aku tidak menyadari, sepenting itu kamu dalam hidupku."
"Agar mereka tidak cemas dan ikut sedih.."
"Tapi yang sebenarnya, tidak pernah sedetikpun aku bisa melupakan mu, di saat sedang seorang diri, di saat memejamkan mata, bayangan mu pasti akan muncul."
"Hanya saat minum arak itulah, aku bisa menghilangkan perasaan kehilangan ku."
"Aku bisa tidur dengan nyenyak, dan berharap bisa bertemu dengan mu di dalam mimpi ku."
"Tapi setelah pengaruh arak hilang, dan aku menemukan bahwa diriku ternyata hanya sendirian.'
"Dan kembali ke kenyataan pahit dimana kamu sebenarnya telah pergi dan tidak pernah akan bisa kembali lagi kedalam pelukan ku."
"Aku pasti akan duduk termenung menangis seperti anak kecil yang kehilangan ibunya."
ucap Lu Sun pelan, tanpa terasa air beningnya jatuh membasahi punggung Ying Ying.
Ying Ying dengan kaget segera membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Lu Sun, lalu dengan lembut dia menggunakan jarinya menghapus sisa air bening di.mata Lu Sun.
"Sayang aku berjanji, mulai saat ini aku tidak akan pernah pergi lagi meninggalkan mu seorang diri."
"Kalaupun terpaksa pergi, di kehidupan berikutnya dan seterusnya aku hanya akan menjadi istri mu seorang.."
__ADS_1
"Aku akan terus menunggu kemunculan mu untuk kembali menjadi suami ku.."
ucap Ying Ying sambil tersenyum lembut.
Lu Sun memegang wajah Ying Ying dengan lembut dan berkata,
"Aku juga berjanji pada mu, di kehidupan berikutnya dan selanjutnya aku hanya akan menikahi mu seorang."
"Aku akan dengan sekuat tenaga mempertahankan ingatan tentang kita."
"Siapapun tidak akan ku biarkan untuk mengambil ingatanku tentang kamu, tidak Meng Po, tidak raja neraka atau siapa pun.."
ucap Lu Sun penuh tekad.
Ying Ying tersenyum gembira, kemudian dia tiba-tiba bertanya dengan bibir cemberut.
"Lalu bagaimana dengan Giok Lan dan Xue Yen, bukankah kamu juga mencintai mereka.."
Lu Sun terlihat termenung sejenak kemudian berkata,
"Mereka berdua adalah istri yang sangat baik setia penuh perhatian layak di cintai.."
"Tapi ku rasa ikatan tali perjodohan kami hanya akan sampai jaman di kehidupan ini berakhir saja."
"Giok Lan setelah ini, ada kemungkinan bila batas waktunya tiba, dia akan kembali ke kahyangan menjadi seorang putri."
"Kebersamaan kami saat ini, hanya akan menjadi kenangan indah baginya.."
"Sedangkan Xue Yen, kurasa perjodohan kami sudah berakhir sekarang, semoga di kehidupan berikutnya, dia akan bertemu dengan pria yang hanya bersetia kepada dirinya seorang."
"Aku bukan suami yang cocok untuknya, karena dari awal di hati ku sudah terisi oleh kamu..Siau Ching ku tercinta.."
"Bila bukan karena sikap ku yang keras kepala dan mau mendengar, dan menuruti permintaan mu dari awal, maka kita pun tidak perlu terpisahkan oleh maut secara berulang kali.."
ucap Lu Sun penuh penyesalan.
Ying Ying tidak kuat lagi menahan perasaan untuk maju memberikan ciuman lembut pada suaminya.
Mereka berdua sama sama meluapkan perasaan rindu di hati mereka masing-masing.
Hingga nafas mereka sama-sama terengah-engah mereka baru menghentikan ciuman mesra mereka.
"Sayang maafkan sikap ku yang egois, ingin memiliki mu sendirian.."
"Aku.."
ucap Ying Ying pelan.
Lu Sun menghentikan ucapan Ying Ying dengan menutup bibirnya dengan kedua jarinya dengan lembut dan berkata,
__ADS_1
"Jangan di katakan lagi..kamu tidak perlu minta maaf dalam hal ini aku lah yang bersalah padamu.."