KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
KEANEHAN DI TOILET WANITA


__ADS_3

Dan dia sendiri tidak terlalu suka mendengarkan cerita mistis gosip gosip menyeramkan, yang hanya akan membuat dirinya kesulitan untuk tidur maupun pergi ke kamar mandi.


Hidupnya yang sebatang kara di kota Nan Jing tanpa siapa siapa, yang menemaninya sudah cukup menyedihkan.


Tentu saja dia tidak ingin menambah beban pikirannya dengan gosip gosip tidak jelas seperti ini.


Begitu mereka bertiga meninggalkan ruangan pak Ma, Giok Lan pun berkata,


"Sebenarnya ada masalah apa? kenapa cuma ke toilet perlu di antar oleh dua orang,? dan ku lihat kalian berdua sepertinya agak takut, terutama guru Ciu ? sebenarnya apa yang terjadi ?"


"Maaf aku sedikit kepo dan cerewet ?"


ucap Giok t sambil tersenyum.


Guru Ciu yang melihat senyum Giok Lan diam diam di dalam hati, dia harus akui Giok Lan sangatlah cantik bila diperbandingkan dirinya jelas kalah jauh.


Satu satunya kelebihan dirinya adalah wajah dia dan Ying Ying istri Lu Sun yang lain sangat mirip, seperti dirinya adalah bayangan Ying Ying.


Guru Ciu tidak menjawab dia malah sibuk dengan pikirannya sendiri, adalah Guru Lin yang menggantikan Guru Ciu memberikan penjelasan.


"Di sekolah ini ada larangan sebelum jam 7 dan sesudah jam 3 sore tidak ada yang boleh beraktivitas, apalagi berkeliaran seorang diri."


"Terutama area belakang sekolah, yang kebetulan berbatasan dengan Toilet wanita khusus para guru."


"Itulah makanya Pak Ma meminta kami, berdua menemani nyonya Lu ketoilet."


Mendengar penjelasan Guru Lin, Giok Lan pun kini mengerti, ternyata sekolah ini termasuk angker dan di kuasai oleh mahluk gaib.


Tapi Giok Lan tentu saja tidak takut, dia adalah Putri kaisar langit, bahkan raja neraka harus berpikir dua kali berurusan dengan nya.


Apalagi cuma hantu kecil di dunia fana, dengan pusaka Xuan Yuan ditangan jangankan hantu penasaran bahkan iblis ribuan tahun sekalipun bisa dia musnahkan dengan sangat mudah.


Giok Lan menanggapinya dengan tenang dan berkata,


"Oh begitu ternyata, terimakasih guru Ciu informasi nya, tapi kalian berdua tenang saja."


"Kita tidak melakukan kesalahan, tidak ada yang perlu di takutkan.."


Mereka bertiga berjalan santai sambil saling ngobrol dan mengenal lebih dekat diri masing-masing.


Terutama Guru Ciu, dia dengan penasaran menanyakan cerita awal perkenalan Giok Lan hingga bisa menjadi istri Lu Sun.


Giok Lan dengan riang menceritakan nya, hanya saja bagian dia putri miliarder pemilik kapal pesiar mewah, sengaja di lewatkan.

__ADS_1


Karena Asyik bercerita, tanpa di sadari, mereka telah mendekati area toilet wanita.


Tapi sebelum mereka masuk ke area kawasan belakang, mereka berpapasan dengan paman Lau.


"Guru Lin Guru Ciu, ini sudah lewat jam larangan, sebaiknya jangan ke area belakang sana."


ucap Paman Lau yang sedang merapikan tanaman.


"Makasih paman kami hanya sebentar kok, mau mengantar nyonya lu ketoilet."


jawab guru Ciu sopan.


"Terserah kalian, resiko tanggung sendiri, yang penting saya sudah mengingatkan."


ucap Paman Lau sambil melirik kearah Giok Lan sekilas.


Kemudian dia kembali melanjutkan pekerjaannya, tapi sesaat kemudian dia dengan penasaran kembali menoleh melihat kearah Giok Lan.


Di mata paman Lau yang bisa melihat hal hal gaib, dia melihat dari seluruh tubuh Giok Lan memancarkan cahaya keemasan yang lembut.


"Ahh siapa dia ? kenapa di dunia fana, bisa ada manusia yang mengeluarkan aura seperti ini ?"


gumam paman Lau seorang diri.


Saat memasuki area toilet wanita yang sedikit remang remang dan sangat sepi.


Seluruh badan Guru Lin dan Guru Ciu, terasa merinding.


Tapi tidak dengan Giok Lan, dia dengan tenang masuk kedalam Toilet untuk buang air kecil.


Sementara Giok Lan sudah masuk kedalam kamar mandi, Guru Ciu dan Guru Lin yang merasa merinding, mereka mengedarkan pandangannya mereka kearah sekitarnya.


Setelah memastikan tidak ada sesuatu yang ganjil, mereka pun bisa bernafas dengan lega.


Tapi tidak tahu kenapa mereka merasa tubuh mereka semakin merinding dan kedinginan.


Tanpa sadar kedua orang itu memeluk lengan mereka sendiri sambil menggosok gosok nya dengan telapak tangan mereka sendiri.


Tubuh mereka berdua sedikit menggigil, menyadari kondisi yang agak aneh ini, kedua orang itu saling pandang.


Mulut mereka berdua mulai berkomat Kamit membaca doa, untuk menenangkan diri mereka yang mulai ketakutan.


Sesaat kemudian mulai terdengar suara tangisan wanita yang sayub sayub datang dari halaman belakang sekolah.

__ADS_1


Tapi kemudian semakin lama semakin dekat dan terus mendekat ke area dimana guru Ciu dan Guru Lin berdiri.


Mereka mengedarkan pandangannya melihat sekitar dan mencoba mencari asal suara yang menyeramkan juga menyedihkan itu.


Tiba-tiba mereka melihat seorang gadis yang mengenakan pakaian seragam sekolah berjongkok menghadap sudut tembok.


Gadis itu berjongkok sambil merangkul lututnya sendiri, kepalanya tertunduk ke bawah, dari gadis itulah suara tangisan itu berasal.


Guru Ciu dan Guru Lin saling pandang dengan wajah pucat.


Tadi mereka jelas jelas tidak melihat ada siapa siapa di sana.


Kenapa bisa tiba-tiba muncul ada gadis berpakaian SMA menangis di sana.


Sudah sesore ini, semua murid sudah pulang, setelah pertandingan Wu Shu berakhir, kenapa tiba-tiba sekarang ada satu yang tertinggal ditempat ini.


Selain heran penasaran, Guru Ciu dan Guru Lin juga semakin merasa aneh dan mulai semakin ketakutan.


Tiba-tiba gadis yang berjongkok menangis di sudut itu berdiri, perlahan-lahan dia mulai memutar tubuhnya menghadap kearah Guru Ciu dan Guru Lin.


Guru Ciu dan Guru Lin menjerit kecil, dan saling berpelukan ketakutan, saat gadis SMA itu berdiri dan mulai menghadap ke arah mereka.


Wajah gadis itu, tertutup oleh rambutnya yang panjang dan terurai kedepan menutupi wajahnya yang terus menunduk kebawah.


Perlahan-lahan dia mengangkat kepalanya menatap kearah guru Ciu dan Guru Lin, yang langsung menjerit ngeri ketakutan.


Di saat bersamaan Giok Lan juga membuka pintu kamar mandi dengan buru-buru saat mendengar jeritan Guru Ciu dan Guru Lin.


Mereka bertiga kini bisa melihat sebentuk wajah cantik muda, tapi sangat pucat untuk ukuran manusia normal.


Di area kantung matanya terlihat sedikit menghitam, dari sudut matanya mengalir airmata darah.


Di sudut bibirnya mengalir darah merah.


"Aku sangat kesepian....hu.hu...hu..malangnya nasib ku...hu.hu..hu..hu..!"


"Kalian bertiga temanilah aku di sini...jangan pergi tinggalkan aku lagi...hu...hu...hu..hu...!"


ucap gadis pucat itu yang suaranya bisa terdengar dengan jelas oleh mereka bertiga.


Tapi anehnya saat dia berbicara, mulut dan bibirnya tidak bergerak sam sekali, seakan-akan suara itu datang bukan berasal dari dirinya.


"Hu..hu...hu..hu...hu...aku ingin pulang....aku ingin pulang.. tolonglah aku....!"

__ADS_1


__ADS_2