KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
LU SUN VS TAN SIM HOUW 3


__ADS_3

Lu Sun terpaksa memiringkan lehernya dan menerima serangan tersebut dengan bahunya.


Energi golok hitam tepat mendarat di bahu Lu Sun, tapi yang menjerit kaget bukan Lu Sun.


Tan Sim Houw lah yang menjerit kaget, karena tiba-tiba saja energinya yang harusnya melukai Lu Sun.


Malah terserap kedalam tubuh Lu Sun, tenaga dalam nya sendiri merembes keluar tak terkendali.


"Apa-apaan ini ?"


pikir Tan Sim Houw dalam hati.


"Bocah ini tadi secara mengejutkan ingin mengendalikan dan meledakkan energi ku."


"Kini dia malah ingin menyedot tenaga dalam ku, ini benar-benar gila."


batin Tan Sim Houw dalam hati.


Tan Sim Houw menggunakan Jarinya menotok beberapa jalan darah di tubuh Lu Sun untuk menghentikan hawa hisap tenaga yang Lu Sun lancarkan padanya.


Tapi Tan Sim Houw kembali harus menelan pil pahit, jarinya tidak mengenai jalan darah Lu Sun yang sudah di pindahkan ke tempat lain.


Dengan ilmu menutup hawa memindahkan jalan darah.


Jari Tan Sim Houw hanya mengenai daging lunak, kemudian jari itu pun ikut menempel, tidak dapat ditarik kembali.


Tenaganya merembes keluar tak terkendali, Tan Sim Houw adalah jagoan tanpa tanding di era lalu.


Sudah sangat banyak pertandingan yang dia hadapi, berbagai ilmu aneh-aneh pun pernah dia hadapi.


Jadi meski terkejut, dia tetap bersikap tenang.


Tidak terlihat panik sama sekali.


Tan Sim Houw teringat dengan lawannya yang berasal dari Gunung Xu, dulu juga ada yang menggunakan ilmu seperti ini.


Sambil tertawa dia merubah tenaga Chi menjadi tenaga kasar.


Sehingga otomatis jarinya yang menempel pun terlepas, karena tidak ada Chi yang bisa di sedot.


Sedangkan kuncian tangannya juga sama, dia menggunakan tenaga kasar menahan pergelangan tangan Lu Sun.


Sebelum Lu Sun sempat melepaskan diri dari cekalan tangan Tan Sim Houw, Tan Sim Houw sudah mengeluarkan golok maut dengan tangan lainnya, lalu menebas kearah leher Lu Sun dengan tenaga kasar.

__ADS_1


Begitu Golok tercabut terdengar suara meraung-raung yang menggetarkan seluruh arena pertarungan.


Hawa pembunuh yang sangat kental menekan Lu Sun dengan sangat kuat.


Lu Sun melepaskan aura naga nya sambil melepaskan jurus ke 8 dari 18 Tapak Penahluk Naga.


Terdengar suara raungan Lu Sun yang dahsyat hingga angin yang keluar dari rongga mulutnya yang terbuka lebar.


Membuat Tan Sim Houw seperti diterpa angin topan, terpental kebelakang belasan meter menjauh dari Lu Sun.


Golok yang dia tebaskan tidak mengenai sasaran, tapi hawa golok itu berhasil merobek baju Lu Sun hingga menimbulkan robekan besar di bagian dada sampai ke perut.


Lu Sun tidak terluka karena di lindungi oleh Im Yang Sen Kung.


"Ha...ha...ha...ha... bagus semakin menarik, kamu bukan saja mewarisi ilmu si tua Bangka Fu Si .


"Kamu juga mengerti cara memindahkan jalan darah, kini malah menggunakan Se Ce Hou Kung.(Raungan Singa ) mukul mundur aku."


"Bagus...bagus...hari ini sungguh gembira...bisa bertemu lawan yang menjadi gudang ilmu silat."


"Mari kita lanjutkan..."


ucap Tan Sim Houw lalu menerjang kearah Lu Sun dengan Golok di tangan.


Tapi berkat Qian Kun Ta Lo Ih ( Ilmu pembalik Alam Semesta )


Lu Sun selalu berhasil mematahkan jurus serangan tenaga kasar Golok Maut


Meski berhasil menahan serangan Golok Maut, tangan Lu Sun yang terkena goresan hawa golok mulai terluka dan mengucurkan darah.


Melihat situasi ini, tanpa berani menunda lagi, Lu Sun pun mengeluarkan senjata Dewa legendaris nya untuk menahan keganasan golok maut.


Dengan mengeluarkan Senjata Dewanya,. Lu Sun perlahan-lahan mulai bisa mengimbangi pergerakan Golok Maut.


Lu Sun mulai memainkan ilmu Tombak Pembunuh Naga mengimbangi ilmu golok maut yang dahsyat.


Tombak dan Golok beberapa kali mengalami benturan keras di udara yang menimbulkan bunga api berpijar dan suara yang memekakkan telinga.


Masing-masing bergerak mu Dur kebelakang setelah senjata mereka beberapa kali berbenturan.


Saat mendapati senjata mereka masing-masing dalam keadaan baik-baik saja.


Mereka kembali melesat saling serang, lenyap menjadi dua gulung sinar merah melawan biru.

__ADS_1


Gulungan merah berasal dari senjata Dewa Lu Sun, sedang kan gulungan biru berasal dari si Golok Maut Tan Sim Houw


Kedua gulungan sinar saling berbelit, berpisah, kemudian kembali saling Belit dan berpisah, hal itu di lakukan secar ulang-ulang tanpa jeda.


Bunga api berpijar setiap kedua senjata mereka bertemu di udara.


Hawa di sekitar arena pertarungan sebentar terasa panas seperti neraka, sebentar sedingin es di daerah kutub.


Perubahan hawa yang silih berganti ini sedikit banyak mulai mempengaruhi kelincahan pergerakan Tan Sim Houw.


Tapi hal ini belum bisa membuat Tan Sim Houw terdesak, pengalaman tempurnya yang sangat banyak.


Membuat dia tidak semudah itu, bisa Lu Sun kalahkan.


Melihat situasi ini, Lu Sun mulai memainkan ilmu Tombak yang lebih dahsyat lagi, yaitu ilmu Tombak pemusnah dewa dan Iblis.


Ilmu ini dia peroleh dari guru Sun, dengan gencar tombak diputar-putar seperti Toya mulai melakukan serangkaian serangan dahsyat yang sambung menyambung.


Tan Sim Houw mulai terdesak hebat oleh ilmu andalan Sun Wu Kung yang dahsyat ini.


Sinar merah berkelebatan menembaki tubuh Tan Sim Houw yang terus bergerak mundur menghindar sambil memutar goloknya seperti kitiran menangkis serangan yang Lu Sun lancarkan secara bertubi-tubi.


Sebuah sabetan tombak dengan sekuat tenaga dari atas kebawah, inilah jurus Tay San Up Teng ( Runtuhnya gunung Tay ) yang sangat kuat dan berbahaya.


Tan Sim Houw mengangkat goloknya menahan serangan tersebut.


Tekanan dari atas yang begitu besar, membuat Tan Sim Houw harus jatuh bertekuk lutut dengan kaki sebelah.


Sambil menggunakan goloknya menahan serangan tersebut.


Saking dahsyatnya hantaman tersebut, tanah di bagian kaki Tan Sim Houw mengalami retak-retak.


Lu Sun yang melayang di udara menambah tenaga untuk menekan Tan Sim Houw yang bertahan di bawah.


Merasa tekanan semakin kuat sehingga goloknya perlahan-lahan bergerak turun, hampir menimpa bahunya sendiri.


Tan Sim Houw buru-buru menahan punggung golok, dengan tangannya yang lain dan berusaha memberikan dorongan sekuat tenaga keatas, agar ujung goloknya menjauhi bahunya.


Saat mereka sedang saling menekan dengan kekuatan mereka masing-masing.


Tiba-tiba Lu Sun mengangkat tekanan tombaknya, lalu berbalik dengan ujung tombak yang lain menyontek golok Tan Sim Houw keatas udara.


Mendapatkan Sontekan secara tiba-tiba,.tanpa bisa di pertahankan lagi golok pun terlepas dari pegangan tangan Tan Sim Houw.

__ADS_1


Tanpa melepaskan kesempatan Lu Sun menghujamkan mata tombak kearah jantung Tan Sim Houw.


__ADS_2