
"Baiklah mari kita mulai, aku sudah tahu siapa kalian ini, kalian adalah keturunan Bagero sama dengan Nagato itu.."
"Kebetulan aku sudah cukup lama gak hajar orang Jepang, majulah.."
ucap Lu Sun tersenyum mengejek.
Tentu saja Ikeda sangat marah di katakan turunan Bagero oleh Lu Sun.
Tanpa banyak cakap lagi dia langsung melesat kearah Lu Sun dengan sepasang tinjunya yang mengeluarkan cahaya kemerahan, karena terisi tenaga sakti.
Lu Sun dengan tenang menghindari serangan tersebut dengan langkah ajaibnya,
Sambil coba mengamati serangan yang Ikeda lepaskan padanya.
Setelah mengamati beberapa saat Lu Sun mulai melakukan serangan balasan dengan jari matahari, menotok sambungan persendian Ikeda untuk melumpuhkannya.
Ikeda yang melihat serangan balasan Lu Sun, dia hanya menjenguk dingin, tidak menanggapi atau berusaha menarik serangan nya.
Totokan jari matahari Lu Sun tepat mengenai sasaran, yaitu di sambungan siku Ikeda, tapi Lu Sun harus kecewa.
Totokan nya yang special dan tidak pernah meleset karena memiliki hawa panas yang sangat kuat.
Kini harus menelan pil pahit, totokan Lu Sun hanya mengenai otot dan daging yang lunak dan sangat dingin, sehingga tenaga panasnya keredam.
Akibat dari kegagalan itu Lu Sun harus membayar mahal dengan dadanya menerima terjangan tinju beruntun dari Ikeda.
Dan Ikeda juga membarengi dengan sebuah tendangan putar kearah wajah Lu Sun.
Untungnya serangan kedada hanya membuat Lu Sun terdorong mundur tanpa cedera, karena tenaga sakti Im Yang Sen Kung bergerak otomatis melindungi area yang di serang oleh lawannya.
Dan melakukan penolakan kembali, tenaga yang datang.
Sedangkan tendangan keras yang dilepaskan oleh Ikeda berhasil tertahan oleh lengan Lu Sun yang terangkat secara reflek melindungi wajahnya.
Saking kuatnya tinju dan tendangan itu, sampai membuat Lu Sun terhuyung-huyung.
Lu Sun memang tidak cedera, tapi baru satu gebrakan Lu Sun sudah terkena dua kali serangan, ini cukup mengejutkan dan memalukan.
Lu Sun mulai bersiap dengan kuda kuda 18 Tapak Penahluk Naga.
Terdengar suara raungan naga dan warna merah biru membentuk dua ekor naga disekitar tubuhnya.
__ADS_1
Melihat jurus yang di mainkan oleh Lu Sun, Ikeda tersenyum mengejek.
Dia juga melakukan jurus pembukaan miliknya, terdengar pekik dahsyat bayangan dan suara burung Phoenix, yang berputar-putar disekitar tubuhnya.
Saat Lu Sun melepaskan Jurus Kang Lung You Hui kearah Ikeda.
Ikeda juga melakukan cara yang sama melepaskan serangan burung Phoenix menyambut serangan Naga Lu Sun.
Kedua energi bertemu di udara menimbulkan ledakan yang mengguncang area disekitar mereka seperti gempa kecil.
Baik Phoenix dan Naga sama sama terpental mundur, kemudian melakukan serangan kedua dengan kekuatan dua kali lipat.
Terjadi ledakan yang jauh lebih dahsyat hingga getarannya membuat alarm mobil Lu Sun dan mobil lainnya berbunyi.
Tanpa menghiraukan hal itu, Lu Sun dan Ikeda kembali saling serang dengan jurus masing-masing dan saling tekan.
Tapi hasilnya selalu imbang, baik Phoenix maupun naga tidak ada yang kalah dan menang.
Mereka selalu sirna secara bersamaan.
Bahkan saat Lu Sun mencoba menggunakan raungan dahsyat jurus kedelapan Zhen Jing Bai Li.
Saat Lu Sun mengeluarkan jurus ke 18,Naga menabrak pembatas.
Di mana dengan pengerahan seluruh kekuatan Lu Sun berubah menjadi seekor Naga yang melesat kearah Ikeda.
Ikeda pun sama sambil mengeluarkan pekik dahsyat, dia pun berubah menjadi seekor Phoenix merah menyambut terjangan Lu Sun dengan sepasang cakar dan paruhnya.
Cakar adalah kedua tangannya yang membentuk cakar, sedangkan paruh adalah tandukan kepalanya yang dialiri tenaga dahsyat.
Pertemuan dahsyat meledak di udara, dengan kesudahan baik Lu Sun maupun Ikeda kedua nya sama sama terpental ke belakang.
Baik Lu Sun maupun Ikeda merasa kepala mereka sama sama pusing.
Perbedaan mereka hanya terletak pada kekuatan tenaga sakti Lu Sun yang jelas masih jauh mengungguli Ikeda.
Sehingga dia hanya mengalami pusing saja dan jarak pentalkan pun hanya mundur beberapa meter ke belakang.
Berbeda dengan Ikeda yang kepala benjol sebesar telur ayam, dan dia terpental mundur puluhan meter kebelakang.
Setelah menyadari perbedaan kekuatan di antara mereka, Ikeda mulai mengandalkan kelincahan nya.
__ADS_1
Dia bergerak cepat menekan dan menyerang Lu Sun dari berbagai arah, dengan sepasang tangan membentuk paruh burung, untuk mematuk jalan darah penting ditubuh Lu Sun.
Tapi Lu Sun masih mampu mengimbanginya, tubuh Lu Sun muncul dan menghilang sehingga menyulitkan Ikeda untuk menyerang nya, Lu Sun menggunakan ilmu ringan tubuh Wu Song yang ajaib.
Bila tidak di perhatikan dengan baik, orang akan mengira Lu Sun bisa berpindah-pindah tempat sesuka hati.
Setelah kecepatan juga gagal, Ikeda kembali merubah pola serangannya.
Dia kini mulai menunjuk nunjuk Lu Sun dengan jari pedang nya yang melesat kearah Lu Sun dalam bentuk transparan dan mengeluarkan angin tajam yang bisa memotong apapun.
Lu Sun terkesiap dengan ilmu jari pedang yang di mainkan oleh Ikeda sangat mirip dengan Wu Xiang Cien Chi miliknya.
Dengan penasaran Lu Sun mengeluarkan Wu Xiang Cien Chi mengimbangi permainan jurus Ikeda yang sangat tajam dan cepat.
Mereka berdua tidak berani berayal, mereka hanya mengandalkan pendengaran mereka untuk menangkap serangan mereka masing-masing.
Karena dengan mata mereka tidak bisa melihat energi yang bergerak tanpa Wujud itu.
Mereka hanya bisa menggunakan pendengaran dan insting mereka untuk menghindari serangan yang sangat tajam.
Tapi sedikitpun tidak terlihat dan sulit dideteksi, setelah bertukar serangan beberapa saat, akhirnya Lu Sun mengganti serangan nya dengan energi Chi dan mengurangi suara energinya bergesekan dengan udara, dengan mengurangi kecepatan lesatan serangan nya.
Hal ini cukup efektif, dada punggung pipi dan perut Ikeda mulai berhasil di lukai oleh Lu Sun dan mengucurkan darah.
Tapi hal itu tidak berlangsung lama, sesaat kemudian luka itu dengan cepat sudah menutup kembali.
Ikeda yang merupakan seorang berbakat dalam bela diri, dalam waktu singkat sudah dapat meniru cara menyerang Lu Sun.
Sehingga pakaian Lu Sun mulai robek sana sini, tapi tubuhnya yang tergores tidak sampai berdarah karena terlindungi oleh tenaga saktinya yang sudah berada di tahap sulit di ukur kekuatan nya.
Ikeda tiba-tiba tubuhnya bersinar keemasan, sebuah lonceng emas terbentuk melindungi seluruh tubuhnya dari serangan Wu Xiang Cien Chi Lu Sun.
Setiap serangan Lu Sun yang membentur pelindung itu akan mengeluarkan bunyi
"Cringgg... Cringgg... Cringgg...!"
Seperti bunyi logam beradu dan mengeluarkan bunga api.
Lu Sun mencoba dengan Liu Mai Sen Cien untuk mendobrak pertahanan Ikeda tersebut.
Tapi hasilnya hampir sama.
__ADS_1