
Melihat kedatangan Paman Mao yang diikuti oleh sekretaris Fang yang berjalan di belakangnya dengan kepala sedikit tertunduk.
Lu Sun berdiri menyambutnya dan berkata,
"Selamat datang Paman Mao maaf hanya bisa menjamu anda ditempat sederhana ini."
Paman Mao tersenyum lebar maju menyambut uluran tangan Lu Sun dengan hangat dan berkata,
"Anda terlalu sungkan tuan Lu, bagaimana kabar mu dan keponakan ku yang cantik dan manja itu.?"
"Apakah dia ada menyusahkan mu ?"
tanya Paman Mao sambil tersenyum.
"Paman Mao ayo silahkan duduk, kabar kami baik."
"Maaf telah membuat paman khawatir, paman tenang saja Giok Lan adalah istri yang sangat baik paman tidak perlu cemas."
"Bisa bersama nya adalah keberuntungan ku, paman."
Sambil berkata Lu Sun melambaikan tangannya kearah 10 orang di belakang Paman Mao sambil tersenyum.
Mereka menganggukkan kepalanya sebagai balasan atas sapaan Lu Sun.
Lu Sun memberi kode agar pelayan cafe datang menawarkan menu ke tamu-tamunya.
Pelayan cafe itu merespon cepat isyarat dari Lu Sun, mereka dari tadi juga sudah bersiap .
Hanya saja mereka tidak berani bergerak sebelum mendapatkan ijin dari Lu Sun dan tamunya.
Kedatangan tamu-tamu Lu Sun yang terlihat sangat tidak biasa ini, membuat mereka berpikir ulang untuk maju menawarkan menu.
"Silahkan semua nya kita makan minum dulu sebentar, sambil ngobrol-ngobrol."
Paman Mao mengangguk setuju, ke 10 orang itu baru berani duduk mengambil kursi yang tidak jauh darinya.
Sekretaris Fang terlihat diam tidak bersuara.
Lu Sun juga tidak terlalu memperdulikan nya, Lu Sun malas berbicara dengan orang birokrasi yang banyak bermuka dua.
Dan suka berbelit-belit bila bicara, dengan niat ada udang di balik batu.
"Tuan Lu Paman tidak akan bertele-tele lagi, tujuan kedatangan kami adalah atas perintah Presiden Xi, mengundang mu ke kediaman nya."
"Presiden Xi ingin berbincang-bincang langsung dengan anda."
/Lu Sun tersenyum melirik sekretaris Fang dan berkata,
__ADS_1
"Maaf Paman... presiden Xi orang sibuk, aku hanya rakyat biasa mana berani menganggu waktunya yang berharga."
Sekali ini sekretaris Fang langsung mengangkat kepalanya dan berkata,
"Tuan Lu anda orang besar harap tidak mengambil hati dengan orang kecil seperti saya."
"Tolong maafkan sikap saya yang sebelumnya, saya sudah menyampaikan keinginan anda ke presiden Xi."
"Kini presiden Xi sedang menunggu kedatangan anda, kami sudah merescedule ulang seluruh acara presiden Xi yang padat."
"Harap maafkan saya.."
Lu Sun tersenyum dan berkata,
"Sekretaris Fang terlalu sungkan, anda tidak perlu meminta maaf, anda cuma menjalankan tugas saja."
"Saya tidak sepicik itu, bukankah semuanya hanya karena benda ini."
ucap Lu Sun sambil mengeluarkan sebuah kotak persegi panjang dari gelangnya dan meletakkannya di hadapan Sekretaris Fang dan Paman Mao
"Presiden Xi dan anda tidak perlu sampai merubah schedule penting hanya untuk bertemu dengan orang tidak penting seperti saya."
"Bawalah benda ini serahkan kepada Presiden Xi, sampai kan permintaan maaf ku telah menganggu waktunya."
Sekretaris Fang memandang kearah Paman Mao, meminta bantuannya membujuk Lu Sun, bila dia tidak berhasil mengundang Pemuda ini hari ini.
Paman Mao mengangguk mengerti, kemudian dia menatap Lu Sun dan berkata,
"Tuan Lu anggap saja sekali in beri muka ke paman Mao yang sudah tua ini."
"Lain kali paman Mao akan mengundang mu untuk minum teh bersama, kapan pun tuan Lu punya waktu, bagaimana ?"
Lu Sun mengaduk coffe didepan nya sebentar, Coffe susu di hadapannya kini berubah menjadi Ice Cream.
Sambil menghela nafas Lu Sun berkata,
"Paman sudah berkata begitu, yang muda ini mana berani menolaknya lagi."
"Marilah kita selesaikan minum kita, setelah itu kita segera berangkat agar presiden Xi tidak menunggu terlalu lama."
Paman Mao dan sekretaris Fang kini bisa bernafas lega setelah mendengar ucapan Lu Sun barusan.
Paman Mao memberi kode ke anak buahnya agar membantu membawa kotak persegi panjang itu.
Di dalam hati paman sangat terkejut, ternyata suami keponakannya itu bukan orang biasa.
Coffe susu yang panas itu bisa dirubah nya menjadi Ice Cream.
__ADS_1
Ini menunjukkan kemampuannya sangat tinggi, bahkan lebih tinggi dari orang yang mengubah air menjadi es.
Kejadian ini hanya di sadari oleh Paman Mao saja, karena sesaat kemudian Lu Sun sudah merubah minuman nya menjadi normal kembali.
Tak lama kemudian mereka pun meninggalkan cafetaria tersebut pergi menuju kediaman pribadi Presiden Xi.
Kedatangan Lu Sun di sambut oleh presiden Xi yang merangkulnya dengan akrab dan berkata,
"Mari masuk tuan Lu, tolong jangan ambil hati dengan kebodohan sekretaris ku, yang tidak mengenal tingginya langit tebalnya bumi itu."
Lu Sun tersenyum dan berkata,
"Presiden Xi terlalu sungkan, sekretaris Fang hanya menjalankan tugas saja."
Presiden Xi mengangguk sambil tertawa mempersilahkan Lu Sun masuk ke kediaman nya.
Dia langsung membawa Lu Sun dan rombongannya mengikutinya masuk kesebuah ruang makan dengan meja berukuran besar yang bisa memuat 20 orang.
Meja besar itu terisi penuh dengan berbagai macam jenis masakan.
Setelah berkenalan dengan istri presiden Xi dan anaknya, dan ngobrol-ngobrol secara kekeluargaan Lu Sun baru tahu.
Ternyata semua masakan di atas meja yang tertata rapi dan terlihat menarik itu adalah hasil karya istri presiden Xi sendiri.
Sambil menikmati makan malam bersama tersebut Lu Sun tiada henti memuji kelezatan masakan di hadapannya.
Istri presiden Xi sangat senang dengan pujian-pujian yang dilontarkan Lu Sun secara berulang-ulang dan sangat tulus dan apa adanya.
Istri presiden Xi terlihat tanpa henti menambahkan berbagai macam lauk ke piring Lu Sun.
Lu Sun yang pada dasarnya sangat kuat makan dengan senang hati dia menikmati dengan lahap semua masakan yang tersaji yang menurutnya sangat luar biasa itu.
Selesai bersantap Lu Sun baru berbicara dengan serius,
"Presiden Xi kedatangan ku hari ini selain ingin mengembalikan pusaka negara ini."
"Saya sebenarnya ingin menyerahkan data ini untuk di tangani dengan baik.
"Menurut ku masalah ini hanya bisa presiden Xi dan biro Rahasia Paman Mao lah, yang bisa menanganinya dengan baik."
ucap Lu Sun seperti sulap, tiba-tiba mengeluarkan sebuah flashdisk dan mendorongnya kehadapan presiden Xi dan Paman Mao.
Presiden Xi memandang paman Mao sejenak kemudian berkata,
"Ayo tuan Lu dan kakak Mao, ikut dengan saya kita bicarakan di ruang kerja saja."
Presiden Xi menerima flashdisk dari Lu Sun, kemudian dia mengajak Lu Sun dan Paman Mao ikut dengan nya, menuju ruang kerjanya yang terletak di lantai dua.
__ADS_1