KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
KEMATIAN TRAGIS NAGATO PUTRA YAMAMOTO


__ADS_3

Pengurus Ma menggertakkan gigi nya dan berkata,


Kamu..kamu.. berani kamu ? membuat onar di sini.."


Lu Sun mengambil sebuah pistol pendek di lantai membuka kuncinya lalu mengokangnya sekali dan diarahkan kepala pengurus Ma sambil berkata,


"Kini bukan masalah aku berani atau tidak, kini masalahnya kamu masih ingin melihat matahari pagi besok atau tidak ?"


Pistol ditempelkan oleh Lu Sun di tempelkan di kening pengurus Ma.


Pengurus Ma wajahnya yang tadi geram dan marah kini berubah pucat, melihat senyum dingin dari Xie Lung .


Tubuh pengurus Ma gemetaran ketakutan, dia cepat-cepat menghubungi kantor polisi, memberitahu semuanya ke polisi kemudian menutup telponnya.


Menatap Xie Lung dengan penuh ketakutan.


Lu Su menotok pengurus Ma lalu melempar tubuhnya ke dekat para pengawal yang bergelimpangan tidak bisa bergerak.


Lu Sun menoleh kearah gadis-gadis cantik, yang berdiri merapat ke dinding terlihat ketakutan.


"Jangan takut di sini ada surat penting bukti penggadaian diri kalian, ambil lah dan bakar saja.'


"Saat polisi datang nanti, kalian boleh jelaskan yang kalian alami ke polisi."


Setelah memberi penjelasan Lu Sun melempar tas itu kearah mereka.


Sedangkan sisa tas yang ada di meja, dia masukkan semua kedalam gelangnya.


Lu Sun berjalan santai meninggalkan ruangan tersebut sambil tersenyum puas.


Saat keluar dari klub itu, Lu Sun mendengar suara sirene mobil polisi yang sedang menghampiri tempat itu.


Lu Sun melesat ke udara berubah menjadi seekor burung merpati putih terbang meninggalkan tempat tersebut.


Lu Sun teringat dengan kondisi ViVi pegawai bank tadi, dengan sedikit khawatir dia terbang ke kantor Ying Ying.


Merpati putih itu hinggap disebuah jendela kantor yang sedikit terbuka tepat di.lantai 25 di mana gedung kantor Ying Ying berada.


Lu Sun yang berubah menjadi seekor merpati, diam tidak bergerak didepan jendela tersebut terus memperhatikan suasana di dalam ruangan kantor tersebut.


Ruangan tersebut adalah sebuah ruangan rapat yang berukuran tidak terlalu besar, di sana terlihat seorang pria Jepang berusia 40 tahunan berkepala botak, ditemani oleh seorang asisten pria yang masih muda dengan wajah penuh jerawat.

__ADS_1


Sedangkan dari pihak kantor yang menawarkan produk, hanya terlihat Ying Ying seorang diri, yang berdiri memberikan penjelasan tentang produk yang dia tawarkan.


Melalui sebuah mesin proyektor yang menyorot ke sebuah layar yang tertempel di dinding ruangan tersebut.


Ying Ying terlihat menjelaskan dengan penuh semangat, sedangkan pria Jepang berkepala botak itu, sama sekali tidak memperhatikan apa yang Ying Ying jelaskan.


Dengan sepasang matanya yang buas seperti.mata serigala, dia terus memperhatikan kearah bagian dada dan bokong Ying Ying yang bulat padat.


Meski sudah beranak satu Ying Ying yang pada dasarnya sangat cantik, setelah punya anak pun tetap terlihat sangat cantik dan menawan.


Ying Ying tentu menyadari sikap pelanggannya itu, tapi dia tidak berdaya.


Ini proyek penting bagi perusahaan barunya, dia tidak bisa melepaskan nya begitu saja.


Selain dia yang menginginkan proyek ini, perusahaan lain juga sangat banyak yang berlomba-lomba untuk mendapatkan proyek ini.


Pria botak itu bernama Nagato dan asisten nya bernama Akira.


Nagato adalah penanggung jawab proyek investasi peternakan ikan Koi terbesar di Nan Jing.


Nagato adalah putra pemilik proyek besar ini yang bernama Yamamoto, Yamamoto adalah salah satu konglomerat asal Jepang yang terkenal.


Ying Ying terus memberikan penjelasan tentang produk pakan ternak miliknya sampai selesai, meski hatinya sebenarnya sangat risih.


Melihat-lihat sejenak kemudian berkata,


"Nona Ying Ying aku kurang mengerti tentang penjelasan disini apa maksudnya."


Ying Ying berjalan menghampiri Tuan Nagato, memperhatikan kalimat yang ditunjuk oleh jari tuan Nagato.


Ying Ying melihatnya dengan heran, menurutnya tidak ada yang aneh dengan kalimat di sana, semuanya sangat jelas.


Ying Ying baru menyadarinya saat tangan Nagato dengan nakal menyelusup kedalam roknya meremas bokongnya dan menyentuh bagian sensitif nya.


Ying Ying secara spontan berteriak kaget,


"Aihh..! kamu mau apa lepaskan..!"


Ying Ying berusaha menahan tangan Nagato yang kekar dan besar dengan kedua tangannya yang kecil putih halus.


Ying Ying berusaha menjauhkan tangan tersebut dan ingin bergerak mundur menjauh.

__ADS_1


Tapi lengannya dipegang oleh lengan Nagato yang lainnya, sekali sentak Ying Ying langsung terjatuh kedalam Pangkuan dan pelukan tuan Nagato.


Sedangkan Akira, sejak Ying Ying berjalan mendekat ke Nagato, dia mundur menjauh pura-pura memberi tempat kepada Ying Ying.


Dia langsung menuju pintu ruang meeting dan mengunci pintu dari dalam, dia menatap kearah Nagato yang sedang memeluk dan berusaha melecehkan Ying Ying dengan senyum cabulnya.


Lu Sun hanya diam memperhatikan dengan sepasang mata berkilat-kilat penuh kemarahan, melihat apa yang hendak di lakukan oleh pria Jepang itu.


Tapi saat melihat Ying Ying sudah menangis tak berdaya sedang dilecehkan oleh tangan si bangsat itu secara kasar.


Lu Sun masuk melalui jendela berubah menjadi seekor rajawali raksasa mencakar dan mencengkram dengan erat.


Menanamkan kuku jarinya ke bahu pria botak itu, kemudian membawanya menerobos jendela kantor terbang tinggi ke angkasa.


Lalu melemparnya dari ketinggian kearah jalan raya, terdengar teriakan ngeri dan ketakutan dari Nagato.


Tubuhnya meluncur deras jatuh kebawah menghantam aspal batu yang keras.


Kepalanya pecah berantakan tubuhnya .menjadi seonggok daging tak bergerak lagi.


Akira dan Ying Ying yang menyaksikan dari jendela kantor terbelalak ketakutan, mereka sangat kaget dan syok dengan kejadian yang terjadi begitu cepat didepan mereka.


Dari Nagato mendadak diserang seekor burung rajawali raksasa yang tidak tahu bagaimana ceritanya bisa nyasar ke kantor tersebut.


Kemudian membawa dan melemparnya ke jalan raya hingga tewas mengenaskan.


Ying Ying merasa bersyukur, dirinya terlepas dari pelecehan yang mungkin bisa berujung pemerkosaan.


Bila hal itu sampai terjadi, dia sudah tidak tahu bagaimana akan menjelaskan kepada Lu Sun kejadian menyedihkan dan memalukan yang menimpa dirinya.


Bila dia merahasiakan nya, hal itu sama saja dia telah berbohong dan menghianati kepercayaan Lu Sun padanya.


Ying Ying sangat bersyukur, dirinya tidak sampai mengalami nasib yang mengerikan itu.


Tapi di samping itu dia juga menyesal, proyek penting itu kini hilang dengan tewasnya Nagato.


Lu Sun sangat marah setelah membunuh Nagato dia langsung terbang pulang kerumahnya.


Mengunci diri di dalam kamar, hari ini bila dia tidak ada di sana entah apa jadinya nasib Ying Ying.


Jangan-jangan selama dia cacat sampai dia mengejar Jack, Ying Ying sudah tak terhitung dilecehkan oleh pelanggannya.

__ADS_1


Jadi selama ini dia hidup dari uang hasil istrinya menjual diri.


Semakin pikir semakin marah, hampir saja Lu Sun meledakkan seluruh rumah.


__ADS_2