KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
DATA TUJUH TETUA XIE


__ADS_3

Lu Sun yang melihat Xue Yen masih cemberut segera maju memeluknya dari belakang dan berkata,


"Maafkan aku ya ? telah bercanda kelewatan dan membuat mu keki."


Xue Yen masih cemberut dan berkata,


"Sudah sana siapkan sarapan buat Ying Ying tidak usah pedulikan aku yang kurus dan jelek ini."


Lu Sun langsung menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, mampus kelihatannya aksinya semalam membuat Xue Yen yang pada dasarnya dibalik sikap dinginnya.


Sangat perasa dan pencemburu menjadi marah, sekali ini gawat pikir Lu Sun.


"Sayang di antara kalian bertiga semua sama cantiknya, tidak ada yang gemuk ataupun kurus, tidak ada yang jelek ataupun cantik."


"Di mata ku kalian semuanya sama, aku sangat mencintai kalian dan tidak rela bersedia kehilangan satu pun dari kalian."


"Sudahlah tidak ada usah banyak bicara muluk-muluk, lepaskan tangan mu."


"Aku mau ke kamar sekarang, tidak ada mood mendengar ocehan mu."


Lu Sun terpaksa melepaskan pelukannya dan tidak bisa berkata apa-apa.


Lu Sun berpikir sebaiknya saat ini,


Lebih baik biarkan dia tenang dulu, kelihatannya emosi Xue Yen masih labil, bila dipaksakan hanya akan menimbulkan masalah baru.


Melihat bayangan punggung Xue Yen yang berjalan pergi Lu Sun sedikit merasa menyesal dan tidak enak hati.


Dia pun menyiapkan sarapan pagi yang diletakkan di sebuah nampan kemudian membawanya kekamar Ying Ying.


Masuk kedalam kamar Lu Sun melihat Ying Ying masih asyik tidur dengan hati-hati dia meletakkan nampan berisi sarapan di meja nakas sebelah tempat tidur mereka.


Lalu Lu Sun mulai membuka File yang di berikan Cindy kepadanya, lembar-lembar file yang ada di dalam tas kulit adalah data pribadi ke 7 tetua beserta foto terbaru mereka.


Tetua pertama bernama Xie Ding Feng


umur 70 tahun


Hoby Wanita dan Uang.


Tempat yang sering di kunjungi, Club' Malam Royal Palace.


Bidang usaha utama, perdagangan wanita dan pembunuh bayaran.


Bidang usaha pendukung Night Club', Diskotik,


Rumah pelacuran, bar dan hotel.


Tetua kedua Xie Ding Li


usia 67 tahun


Hoby barang antik


Tempat yang sering di kunjungi Museum dan pameran barang antik.


Bidang usaha Toko barang antik dan perhiasan.


Tetua Ketiga Xie Ding San.


usia 65 tahun


Hoby Senjata

__ADS_1


Tempat yang sering di kunjungi pameran senjata dan bursa perdagangan senjata gelap.


Bidang usaha Pabrik persenjataan dan riset tehnologi.


Tetua keempat Xie Ding Kang.


Usia 50 tahun


Hoby Ilmu beladiri.


Tempat yang sering di kunjungi, arena pertandingan ilmu beladiri Mix Martial art.


Bidang usaha promotor pertandingan, pencari bakat, pensuplai bodyguard, pembunuh bayaran, tentara bayaran.


Tetua kelima Xie Ding Lin


Usia 45 tahun


Hoby wanita


Tempat yang sering dikunjungi gedung pusat Genk Hati Merah, dan semua cabangnya.


Bidang usaha renternir pelacuran kasino, penarik pajak perlindungan keamanan.


Tetua kelima Xie Ding Hong


usia 40 tahun


Hoby uang


Tempat yang sering di kunjungi Kantor pusat Group Xie dan tempat Massage.


Bidang usaha semua bidang usaha Groups


Tetua ke enam Xie Ding Tang


Hoby wanita.


Tempat yang sering di kunjungi Hotel mewah dan apartemen pribadi.


Bidang usaha pengurus keuangan Group Xie .


Tetua ke tujuh Xie Lung


usia 35 tahun


Hoby. .....


Tempat yang sering di kunjungi Groups Xie keseluruhan.


Bidang usaha Presiden direktur dan dewan komisaris group Xie.


Di dalam file itu juga tertera alamat lengkap tempat tinggal dan keluarga mereka masing-masing.


Hanya tetua ke 7 yang serba misterius, tidak punya tempat tinggal juga tidak punya keluarga.


Seakan-akan dia lahir dari dalam sebuah batu.


Setelah melihat data diri mereka Lu Sun menyalakan Laptop nya dan memasukkan flashdisk pemberian ke lubang colokan di samping laptop.


Lalu Lu Sun membuka file di dalam ternyata Flashdisk berisi data transaksi dan bisnis ke 7 orang tersebut.


Data kekayaan mereka di bank maupun simpanan mereka di brangkas semua bisa terlihat jelas.

__ADS_1


Dari ke 7 orang hanya orang ke 7 yang diperkirakan paling kaya dan memiliki asset paling banyak tapi tidak diketahui dengan jelas berapa kekayaannya yang sebenarnya


Di dalam flashdisk juga ada data jadwal transaksi bisnis yang akan mereka jalankan 3 bulan kedepan.


Setelah melihat-lihat semua data dalam flashdisk itu, Lu Sun, pun mematikan laptopnya. Dia sudah memiliki bayangan apa yang akan dia lakukan hari ini dan hari-hari selanjutnya.


Bertepatan dengan laptop Lu Sun tutup, terlihat Ying Ying yang tidur dengan posisi tengkurap dalam selimut mulai bergerak merenggangkan badannya yang pegal-pegal.


Lu Sun segera menghampiri dan duduk di sampingnya memberikan pijatan ringan dan lembut di bagian belakang tubuh istrinya.


Ying Ying mendesah nikmat dan berkata dengan suara sedikit serak,


"Sayang sudah lama ya kamu bangun ?"


"Jam berapa sekarang ?"


Lu Sun membungkuk dan memberikan ciuman hangat kemudian berkata,


"Sudah dari pagi tadi jam 6 pagi."


"Sekarang jam 9.30 "


"Apa..!"


teriak Ying Ying kaget dia langsung melompat bangun dari kasurnya.


Kemudian menggunakan kain sprei selimut menutupi tubuhnya yang polos, sambil berlari kearah kamar mandi dia berkata,


"Mati aku jam 10 ada ketemu klien penting di kantor gimana ini..!"


Ying Ying terlihat panik dan terburu-buru masuk ke kamar mandi.


Lu Sun jadi merasa kasihan dengan Ying Ying, Lu Sun segera berganti pakaian rapi, lalu dia membungkus beberapa roti dengan tisu dan mengisi juice kedalam botol air mineral yang kosong.


Semua dia simpan kedalam gelangnya, lalu Lu Sun berdiri santai di balkon menunggu Ying Ying.


Tidak lama kemudian terlihat Ying Ying yang hanya melilitkan handuk di badannya keluar dari kamar mandi buru-buru.


Berganti pakaian didepan Lu Sun tanpa malu-malu lagi, karena waktu sudah mepet.


Setelah menguncir rambut nya sekedar pake bedak tipis, dia pun berkata,


"Sayang aku pergi dulu..!"


Lu Sun pun berkata,


"Sayang biar aku mengantar mu, aku jamin tidak akan telat sampai di kantor mu."


Ying Ying menatap Lu Sun dengan heran.


Lu Sun tidak membiarkan Ying Ying bergerak lebih lama, dia langsung muncul di samping Ying Ying menggendongnya.


Kemudian mereka melesat melalui balkon kamar,


"Aihh..!"


teriak Ying Ying kaget.


Lu Sun tidak ambil pusing, dia menggunakan Jin Tou Yun melesat kearah kantor Ying Ying.


Tak lama kemudian mereka mendarat ringan di puncak sebuah gedung tinggi.


Tak lama kemudian mereka menggunakan lift turun ke lantai 25 di mana kantor Ying Ying berada.

__ADS_1


Sampai di kantor Ying Ying tepat jam 9,50 menit, di depan pintu masuk ke kantor Ying Ying Lu Sun berkata,


"Perlu aku temani sayang ?"


__ADS_2