
Setelah menghabiskan Lima botol arak Hang Zhou, Lu Sun pun berjalan masuk kedalam ruangan dengan wajah merah.
Meski merasa langkahnya menjadi ringan dan sedikit melayang-layang, tapi Lu Sun masih dalam keadaan sadar.
Lu Sun kembali ke tempat duduknya dan berkata,
"Bagaimana sudah puas ? kalau sudah bagaimana bila kita kembali kerumah istirahat..?"
Sesuai pesan nenek Lu tadi, Giok Lan pun berkata,
"Sun ke ke kamu baru habis minum sebaiknya aku saja yang menyetir.."
"Kak Xue Xue aku titip kedua pengasuh Dan er dan Fei er ya.."
"Biar San er saja yang ikut dengan kami.."
Xue Yen mengangguk dan berkata,
"Baik gak masalah.."
Giok Lan pun menggandeng tangan Lu Sun, meninggalkan tempat tersebut, saat melewati kasir Giok Lan meninggalkan kartunya dan berkata,
"Nanti kartunya berikan pada Rombongan di belakang kami."
Kasir mengangguk dan berkata,
"Baik Bu.. terimakasih banyak..selamat jalan sampai tujuan.."
Giok Lan mengangguk kecil, kemudian menggandeng lengan Lu Sun menuju kendaraan mereka.
Giok Lan dan Lu San duduk di depan, dia membiarkan Lu Sun berbaring bebas seorang diri di kursi penumpang.
Saat tiba di rumah, Giok Lan menggandeng tangan Lu Sun masuk kedalam rumah.
"Sayang kamu mau istirahat di mana ? kamar ku ? atau kak Xue Yen ?"
tanya Giok Lan dengan suara lembut.
Lu Sun menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Tidak.. aku ke kamar rahasia saja.."
"Makasih sayang,.. jangan khawatir..kamu pergilah istirahat.."
ucap Lu Sun lalu dia sendirian masuk ke dalam kamar rahasia sambil menjinjing bungkusan berisi makanan dan dua botol arak Hang Zhou.
Lu Sun di hadapan peti mati Ying Ying, dia membuka dua bungkusan makanan yang beraroma wangi.
"Sayang di sini cuma ada kita berdua, dulu sewaktu di Yi Hua, aku salah paham pada mu."
__ADS_1
"Sehingga tidak menemani mu makan dengan baik, kemudian karena kita masing-masing terlalu sibuk sehingga tidak sempat kembali kesana.."
"Hari ini biarlah aku menemani mu makan dengan puas, datanglah, ... ayo kita makan bersama dengan puas."
ucap Lu Sun sambil menyumpit sepotong daging ikan menunjukkan kearah peti.
Baru dia menyuapkan kedalam mulutnya sendiri dan makan dengan lahap.
Lu Sun tidak menyadari, di sisinya hadir roh Ying Ying yang duduk di sebelahnya, dan terus menatap semua gerak-gerik Lu Sun sambil tersenyum sedih.
Roh ini tidak pernah pergi meninggalkan dunia, dia bersemayam di kalung biru, yang di kenakan oleh Ying Ying.
Setiap Lu Sun berkunjung ketaman rahasia, dan berbicara seorang diri di sana, dia selalu muncul dan diam-diam menemani Lu Sun di sana.
Waktu itu Lu Sun bermimpi bertemu Ying Ying saat tidur ditaman rahasia, adalah roh inilah yang muncul dan menghibur Lu Sun dalam mimpinya.
Roh ini memilih tidak pergi, karena dia masih terikat dengan perasaan cinta yang mendalam terhadap Lu Sun.
Dia ingin menemani dan memastikan Lu Sun suaminya baik-baik saja.
Kalau perlu dia sesekali akan muncul di dalam mimpi menghibur Lu Sun.
Setelah masakan di hadapannya habis, Lu Sun, duduk bersandar di peti mati tersebut sambil terus minum arak.
Roh Ying Ying yang tidak tahan melihat Lu Sun minum arak memabukkan diri, berulang kali ingin menahan tangan Lu Sun agar tidak terus minum.
Akhirnya dia hanya bisa menghela nafas dengan sedih dan terus menatap kearah Lu Sun dengan tak berdaya.
Sampai Lu Sun menghabiskan seluruh arak Hang Zhou nya, dan Lu Sun tidur di atas tanah berbantalkan lengan nya.
Roh itu membungkuk mencium Lu Sun, setelah itu dia pun kembali ke tempat bersemayamnya, di dalam batu kalung biru.
Dia memilih membiarkan Lu Sun tidur dengan tenang, dan tidak memunculkan dirinya menganggu tidur Lu Sun yang lelah lahir batin.
Menjelang malam saat sinar bulan yang terang menimpa wajahnya, Lu Sun baru tersadar dari tidurnya.
Saat membuka matanya, Lu Sun merasa kepalanya sangat sakit.
Dia pun bangun duduk bersila, perlahan-lahan asap tipis keluar dari kepalanya.
Saat merasa kesadarannya sudah pulih, rasa sakit di kepala sudah hilang.
Lu Sun pun berdiri menatap kearah jasad Ying Ying yang seperti sedang tertidur pulas.
"Sayang kamu istirahat lah dengan tenang.."
"Aku harus keluar melihat dan memastikan mereka semua baik-baik saja.."
"Besok aku baru kembali menemui mu..bye sayang aku mencintaimu.."
__ADS_1
Lu Sun kemudian memutar tubuhnya bergerak meninggalkan tempat tersebut.
Setelah meninggalkan ruang rahasia, Lu Sun langsung pergi mengunjungi kamar Xue Yen.
Saat masuk kedalam kamar Xue Yen, Lu Sun tidak menemukan Xue Yen di ranjang, setelah mengedarkan pandangannya.
Akhirnya Lu Sun melihat Xue Yen duduk termenung di balkon kamar, sambil menatap kearah bulan yang bersinar indah.
"Bulan ohh bulan hanya kamu yang tidak pernah berubah."
"ku kira setelah mengikuti Sun ke ke pindah ke jaman ini, kami bisa meneruskan kebahagiaan kami seperti dulu.."
"Ternyata tidak.. melihat Sun ke ke seperti sekarang hati ku sungguh sakit.."
"ingin rasanya aku pergi menggantikan Kak Ying Ying agar Sun ke ke tidak perlu hidup dalam keadaan seperti ini.."
"Ohh bulan tahu kah kamu, aku sungguh rindu dengan kehidupan di lembah yang tenang dan bahagia.."
"Kalau waktu bisa berputar kembali,.aku pasti akan melarangnya untuk keluar dari lembah melawan monster itu.."
"Sun ke ke tahukah kamu, aku sungguh rindu dengan kehidupan di lembah.."
Lu Sun yang mendengar semua keluh kesah Xue Yen, dia berdiri di balik pintu dan mendengarkan semua dalam diam.
"Xue Yen maafkan aku ya, aku yang membawa mu kemari, tapi tidak membersihkan kebahagiaan penuh pada mu."
ucap Lu Sun sambil melangkah keluar dari balik pintu.
Kemudian duduk di sisi Xue Yen dan memeluk pinggangnya dengan mesra dan menciumi leher Xue Yen yang putih dan halus.
"Ehh Sun ke ke kamu ada di sini sejak kapan ?"
tanya Xue Yen kaget sambil buru-buru menghapus air matanya.
Xue Yen berusaha tersenyum menatap Lu Sun.
"Cukup lama untuk mendengar keluh kesah mu terhadap bulan.."
ucap Lu Sun lembut
"Maafkan aku, mulai besok aku akan lebih berusaha untuk menjadi suami yang baik bagi mu.."
"Sekarang sudah malam, udara diluar juga mulai dingin, mari kita kedalam.."
"Aku akan menemani mu beristirahat malam ini."
ucap Lu Sun lalu dengan lembut dia menggendong Xue Yen kedalam kamar.
Xue Yen melingkarkan sepasang tangannya di leher Lu Sun, sambil menyandarkan kepalanya di dada Lu Sun.
__ADS_1