
lontaran harga dari Ahmed Husein membuat pria Rusia itu kembali harus tertunduk lesu dan kembali duduk di kursi sofa empuknya.
Tapi setelah beberapa saat termenung saat ketukan palu pertama terdengar, dengan wajah tidak puas orang Rusia itu berteriak dari kursi sofa nya tanpa berdiri.
"80 juta USD...!"
Begitu mendengar teriakkan tersebut, pangeran Ahmed Husein yang tadinya sedang tersenyum kearah Xue Xue.
Terpaksa menoleh keruangan sebelahnya dengan wajah kesal, tanpa banyak pikir dia berteriak,
" 90. juta...!"
Kali ini pria asal Rusia itu tidak bisa bersuara lagi.
Melihat hal ini Lu Sun memberi kode ke Xue Xue untuk kembali mengacau emosi pangeran berdaster itu.
Xue Yen mengangguk senang dengan bangga dia berdiri dari berteriak,
"100 juta USD ...!!"
Suaranya yang nyaring dan lembut langsung menggemparkan seluruh ruangan lelang.
Tapi tentu saja pangeran Ahmed Husein tidak Sudi kalah begitu saja, dia kembali menimpa harga yang di lontarkan Xue Yen sambil tersenyum menantang.
Ketika harga mencapai 150.juta, Xue Xue kembali ketempat duduknya dan memilih diam.
Sesuai kode dari yang Lu Sun berikan.
Dengan demikian jamur langka itupun kembali jatuh ke tangan pangeran itu.
Pihak panitia kembali membuka penawaran ke 9 nya yang berupa sebuah mutiara mustika pancawarna yang berasal dari kerajaan India kuno.
Sekali harga pembukaan yang di mulai dari 50 juta, kembali mendapatkan sambutan meriah dari para kolektor penghuni lantai dua.
Tapi kali ini pangeran Ahmed dari awal hingga akhir memilih diam, mungkin dia sedang menyimpan bom terakhirnya untuk barang terakhir.
Akhirnya mutiara kuno itu laku dengan harga 100. juta harga yang masih di bawah harga barang ke 3.
Panitia kini mengeluarkan barang terakhir yang paling di nantikan oleh semua peserta lelang.
Barang terakhir ini adalah sebuah kotak kayu kuno dengan bantalan kain kuning di dalam nya, sebagai wadah bagi 3 butir obat panjang umur milik Kaisar Chin Shi Wang yang belum sempat dia konsumsi.
__ADS_1
Karena dalam perjalanan menuju istana, di tengah jalan telah di rampas oleh Ching Ke yang disembunyikan di bawah makam kuno.
Obat Mestika tersebut di buka dengan harga yang sangat mengagetkan yaitu 200. juta USD sebagai harga pembukaan nya.
Begitu lelang di buka, Pangeran Ahmed Husein sambil tersenyum kembali mulai melontarkan tawaran 250.juta USD.
Para peserta lantai dua kembali mulai bersaing harga dengan pangeran Ahmed Husein secara mati-matian, karena mereka semua tidak ada yang tidak tertarik dengan ketiga butir obat tersebut.
Bahkan mereka mulai saling bekerja sama membentuk kelompok-kelompok yang terdiri dari 3 orang.
Sehingga mereka lebih memiliki kekuatan keuangan untuk bertarung penawaran melawan pangeran Ahmed.
Mereka lebih baik mendapatkan satu butir pil Mestika tersebut daripada tidak sama sekali.
Saat harga mencapai 500 juta USD, tidak ada yang sanggup lagi menandingi pangeran sombong tersebut yang sedang tersenyum pongah dengan penuh percaya.
Saat palu mulai di ketok pertama, senyumnya semakin lebar, dia kemudian mengambil sebotol air mineral membuka tutup botolnya, bersulang kearah Xue Xue dan Ying Ying .
Lalu mulai minum dari botol tersebut, baru saja air masuk ke tenggorokannya terdengar suara dari arah Lu Sun.
Di mana kini Lu Sun yang berdiri dari tempat duduknya dengan sikap tenang dia berkata,
"1 Miliar poundsterling.."
Setelah batuknya reda dengan wajah merah padam pangeran Ahmed Husein menatap kearah asal suara dengan sangat marah.
Saat melihat yang menantangnya adalah Lu Sun, emosinya semakin meledak, dengan wajah merah padam dia berteriak,
"1,1 Miliar poundsterling..!"
Lu Sun menanggapinya dengan tersenyum tenang dan berkata,
"1.2 Miliar poundsterling..."
Meski Lu Sun hanya berucap santai, tapi karena suaranya di dukung oleh tenaga Chi .
Hasilnya suara Lu Sun terdengar sangat jelas di masing-masing telinga para peserta lelang.
Mereka seolah-olah mendengar suara yang di sampaikan langsung di dekat telinga mereka.
Lu Sun terus melayani panggilan harga dari pangeran Ahmed Husein, hingga tembus harga 1,5 miliar poundsterling.
__ADS_1
Sampai di sini, tiba-tiba Lu Sun tersenyum dan memberikan tanda jempol Kearah pangeran Ahmed Husein.
Lalu memberi kode mempersilahkan nya memenangkan persaingan barang terakhir tersebut.
Pangeran Ahmed Husein tersenyum gembira, akhirnya dia berhasil mengalahkan rival berat terakhirnya ini.
Obat itu memang asli dan tidak palsu, dan Lu Sun yakin sekali obat itu pasti di buat dengan bahan baku kualitas terbaik dari bahan bahan langka di jamannya.
Tapi efektif atau tidak khasiat barang itu Lu Sun sendiri tidak yakin, Lu Sun lebih yakin dengan keabadian yang diperoleh lewat kultivasi.
Makanya saat Lu Sun harus tewas di jamannya, dia sama sekali tidak mencoba menggunakan pil ini, karena dia tidak yakin.
Lu Sun justru khawatir bila di makan malah akan menimbulkan efek samping lain yang tidak terduga dan bisa membahayakan yang lainnya.
Makanya Lu Sun mengeluarkan barang itu untuk di lelang.
Selagi Pangeran Ahmed Husein sedang gembira merayakan kemenangan nya.
Lu Sun diam-diam sudah mengajak Xue Yen dan Ying Ying bergandengan tangan meninggalkan tempat tersebut kembali ke kamar hotel mereka.
Lu Sun sengaja melakukan hal itu untuk memperkecil masalah yang tidak perlu, dengan pangeran kerajaan setempat yang memiliki kuasa besar di negara ini.
Ajakan Lu Sun di sambut dengan positif oleh kedua istrinya, Ying Ying ingin kembali melihat Lu San anaknya.
Sedangkan Xue Xue dia ingin melanjutkan olahraga nya yang tertunda di kamar mandi sebelum berangkat ke acara pelelangan.
Dia tidak mau kalah dengan yang lainnya, karena kini hanya tinggal dia yang belum memiliki anak dari Lu Sun.
Sehingga sering di jadikan bahan candaan oleh Giok Lan yang memang suka bercanda dan kurang serius.
Lu Sun mampir sebentar kekamar Ying Ying, menjenguk anaknya Lu San yang sudah tertidur pulas bersama Giok Lan dan kedua pengasuhnya.
Setelah memastikan mereka semua baik-baik saja Lu Sun baru kembali ke kamar Xue Yen.
Xue Yen tadi langsung kembali ke kamarnya duluan tidak ikut mampir.
Keesokan paginya rombongan Lu Sun pagi-pagi sudah berada di lokasi water park di mana kemaren sore Giok Lan sudah membawa Lu San main kesini.
Tapi karena belum puas dan belum sempat menikmati semua wahana ditaman air tersebut.
Mereka kini melanjutkannya kembali datang ke wahana taman air tersebut pagi-pagi.
__ADS_1
Baru saja Lu Sun dan ketiga istrinya duduk bersantai di pinggir kolam menikmati sinar mentari pagi.
Mereka berempat terbelalak tak percaya menatap pria berdaster yang sedang berjalan menuju tempat mereka bersantai.