KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
KEMBALI BERKUMPUL BERSAMA


__ADS_3

Lu Sun memutar pinggul gadis itu agar menghadap ke dirinya tanpa melepaskan ciuman mesra penuh rasa rindu itu.


Gadis itu kini tidak meronta dan berusaha melepaskan diri lagi, dia kini membalas ciuman Lu Sun dengan penuh kasih sayang.


Sepasang tangannya melingkar dibelakang leher Lu Sun.


Lu Sun mengangkat tubuh gadis itu keatas, sambil menahan tubuh gadis kecil itu dengan kedua lengannya yang kekar.


Gadis itu sedikit terkejut tapi dia tidak menolaknya, dia melingkarkan sepasang betis indahnya dibagian belakang pinggang Lu Sun.


Tapi sesat kemudian dia buru-buru melepaskan ciumannya dan berkata,


"Sayang mie goreng ku,.."


Lu Sun tersenyum sambil menahan pinggul gadis itu dengan satu tangan, dia menggunakan tangan yang lainnya mematikan kompor.


Kemudian dia meneruskan ciumannya, sambil menggendong gadis itu meninggalkan dapur menuju lantai dua, di mana kamar gadis itu berada.


Hanya laptop yang sedang menyala itu yang menjadi saksi bisu tingkah kedua orang dewasa tersebut.


Lu Sun terlihat bertelanjang dada sambil membelai punggung gadis itu yang sangat putih dan halus.


Butiran keringat kecil halus menghiasi bagian punggung nya yang putih mulus.


Gadis itu tidur terlungkup diatas kasurnya dengan kepala miring.


Wajahnya sedikit tertutup oleh rambutnya yang hitam lurus sedikit acak-acakan.


Tapi justru itu menambah kesan S*xy yang menggoda.


Gadis itu terlihat kelelahan dan tertidur pulas tanpa memperdulikan pergerakan Lu Sun yang membelai punggungnya.


Lu Sun tersenyum puas dan berbisik di telinga nya,


"Selamat tidur sayang..."


"Aku ke bawah dulu membereskan mie goreng mu yang belum selesai."


"Nanti aku keatas lagi.."


"Emphhh..."


gumam gadis itu lirih menanggapi bisikan Lu Sun.


Lu Sun kembali ke dapur, hari sudah menjelang malam.


Tapi baik Ying Ying maupun Xue Yen belum juga terlihat, kemana kedua orang itu pergi sepulang dari kantor, pikir Lu Sun sambil mengolah masakan mie Giok Lan yang hampir selesai itu.


Setelah mencicipinya dengan sendok kecil, Lu Sun merasa cukup puas dengan rasanya.


Baru dia mematikan kompor.


Meletakkan sebagian diatas meja, dia membawa sepiring kecil sesuai porsi makan Giok Lan dan segelas susu hangat kesukaan istri ke 3 nya itu.

__ADS_1


Sampai di kamar Lu Sun masih mendapati Giok Lan masih tertidur pulas dengan posisi yang masih sama.


Lu Sun meletakkan makanan dan minumannya di meja nakas dekat ranjang.


Lalu dia pergi ke kamar mandi menyiapkan air mandi hangat untuk istrinya.


Lu Sun kembali ke kasur melihat Giok Lan masih asyik tidur, dia duduk di samping Giok Lan memijat-mijat punggungnya, sambil mengalirkan Chi miliknya, ketubuh Giok Lan.


Membantunya memulihkan tenaganya yang terkuras akibat terlalu rindu dan bersemangat melayaninya.


"Mmmphh..!"


Giok Lan bergumam nikmat, aliran hangat dari tangan Lu Sun membuatnya merasa jauh lebih segar.


Tubuhnya yang tadinya terasa pegal-pegal dan sakit kini berangsur-angsur hilang dan puluh kembali.


Melihat keadaan Giok Lan mulai membaik Lu Sun baru menghentikan pijatannya.


"Sayang makanan dan susu hangat sudah siap, minum dan makanlah sedikit dulu.."


Giok Lan mengangguk kecil dengan mata terpejam, perlahan-lahan dia membalikkan badannya sambil menarik selimut menutupi bagian dadanya yang terbuka.


Giok Lan sambil tersenyum bahagia, membuka matanya menatap Lu Sun yang sedang duduk di sampingnya.


"Makasih ya sayang udah repot-repot membawa makanan ke kamar.."


Lu Sun tersenyum dan membenarkan anak rambut yang jatuh menutupi wajah Giok Lan dan berkata,


"Tidak repot sama sekali, aku siapin ya ?"


"Tidak usah aku bisa sendiri, "


Giok Lan bangun dari kasurnya, tangan yang satu memegang selimut yang menutupi tubuhnya yang mulus.


Sedangkan tangan satunya lagi menggandeng lengan Lu Sun dengan mesra duduk di sisinya, untuk menemaninya makan sambil ngobrol.


Sambil makan dan minum susu, Giok Lan bertanya.


"Sayang kamu dari mana aja,? sekali pergi hampir sebulan baru pulang.."


Lu Sun sambil memperhatikan Giok Lan makan dia pun menceritakan pengalamannya, yang pergi ke pulau kosong menyelidiki harta Karun keluarga Xie.


Giok Lan mendengarkan cerita pertualangan suaminya dengan antusias sambil makan.


Tentu saja Lu Sun melewatkan cerita tentang Shanti Dewi, yang hanya akan menghilangkan nafsu makan istrinya.


"Sayang aku sudah siapkan air hangat untuk mu, bila ingin mandi."


ucap Lu Sun setelah dia menyelesaikan ceritanya.


Giok Lan tersenyum manis kemudian mencium pipi suaminya dan berbisik


"makasih sayang, aku mandi dulu kalau begitu.."

__ADS_1


"Sebentar lagi mungkin Ying Ying dan Xue Yen pulang, mereka sedang ke mall belanja keperluan bulanan.!"


teriak Giok Lan memberitahu Lu Sun dari arah kamar mandi.


"Ya sayang, mandilah dengan santai tak perlu buru-buru, aku tunggu di bawah ya...?!"


balas Lu Sun sambil berjalan meninggalkan kamar tanpa menunggu jawaban Istrinya.


Lu Sun duduk santai diruang tengah iseng-iseng dia mengeluarkan buku pemberian kakek Thian San.


Lu Sun membacanya selembar demi selembar, terkadang dia menggerakkan kedua tangannya kedepan kebelakang keatas kebawah.


Tak lama kemudian Lu Sun menyimpannya kembali dan bergumam sendiri.


"Terlalu rumit nanti saja, kapan-kapan baru dipelajari lagi lebih mendalam."


Lu Sun mendengar bunyi mesin mobil di garasi,


"Nah itu mereka sudah pulang.."


Lu Sun berjalan menuju pintu samping dekat dapur, yang terhubung dengan garasi.


Pintu penghubung terbuka dari luar saat Lu Sun tiba dekat sana.


Dua gadis cantik yang sedang asyik ngobrol sambil tertawa-tawa, sangat terkejut melihat pria yang berdiri sambil tersenyum di hadapan mereka.


Tanpa di komando, keduanya langsung meletakkan barang belanjaan mereka di lantai.


Dan lari menghambur kedalam pelukan Lu Sun.


Lu Sun memeluk mereka sejenak melepaskan kangen setelah itu Lu Sun berkata,


"Sayang kalian berdua sudah makan belum ?"


Mereka berdua dengan kompak menggelengkan kepalanya sambil menatap Lu Sun.


"Di meja ada mie goreng, kalian bisa makan dulu baru mandi, belanjaan ini biar saya bantu urus."


Kedua gadis itu tersenyum senang dan berkata,


"Makasih ya sayang,.."


"Sun ke ke setelah beres susul kami ke meja makan ya, aku ingin tahu Sun ke ke kemana saja hampir sebulan ini.."


ucap Ying Ying sebelum berjalan kearah meja makan.


Lu Sun tersenyum dan mengangguk kan Kepalanya.


Lalu mulai sibuk membereskan semua barang belanjaan bulanan kedua istrinya satu persatu, barang belanjaan itu cukup banyak.


Tapi karena Lu Sun bisa bergerak cepat, tangannya juga bisa memanjang, tanpa kesulitan berarti sebentar saja semua sudah beres disusun ditempatnya.


Kini hanya tersisa beberapa bungkus barang belanjaan Xue Xue dan Ying Ying.

__ADS_1


Lu Sun memisahkan dengan hati-hati, agar tidak tercampur barang belanjaan Ying Ying dan Xue Yen.


__ADS_2