
Lu San bersikap tenang menghadapi serangan yang di lepaskan oleh Michiko.
Lu San menjatuhkan diri nya bertiarap hampir menempel diatas tanah, menghindari serangan Michiko.
Ini adalah jurus ke 4 Qian Lung Wu Yung. jurus ini adalah jurus menghindari serangan musuh, yang akan di sambung dengan jurus lainnya memberikan serangan balasan.
Tapi Lu San belum mau membalas serangan Michiko, dia ingin mengalah 3 jurus baru melakukan serangan balasan.
Lu San setelah menghindari serangan Michiko, dia tetap dalam posisi seperti seekor naga yang meliuk-liuk di atas tanah menjauhi Michiko.
Michiko kembali meneruskan serangan kedua seperti seekor burung Hong sedang menyambar seekor ular di atas tanah dengan kedua cakarnya.
Tubuh Michiko melayang di udara sambil melepaskan cakarnya mencengkram kearah tubuh Lu San.
Tapi tubuh Lu San yang meliuk-liuk di atas tanah, sulit ditebak pergerakannya dan sulit di serang.
Serangan kedua Michiko pun gagal, setelah berhasil menghindar dari menjauhi Michiko.
Lu San kembali berdiri bersiaga menghadapi serangan berikutnya dari Michiko.
Melihat perubahan kemampuan Lu San, Michiko tidak berani lagi, meremehkan Lu San.
Pada serangan Ketiga, dia mulai melakukan serangan yang lebih serius.
Dia melepaskan pukulan jarak jauh kearah Lu San, dua ekor burung Hong melesat cepat menerjang kearah Lu San.
Lu San segera bergerak menghindar dengan jurus ke 6 Feng Jian Yu Lu, tubuh Lu San mendadak masuk kedalam tanah bergerak mengejar kearah kaki Michiko.
Michiko sedikit terkejut dia segera melompat terbang mundur, menghindari serangan mendadak yang bisa saja di lancarkan oleh Lu San dari bawah kakinya.
Tapi saat Lu San tidak berhasil menarget kedua kaki nya, dia tiba-tiba Bergerak terbang keatas seperti seekor naga, ini adalah jurus ke 7 Tu Ru Ji Lai.
Setelah berada di udara Lu San meneruskan jurus kedua nya, melakukan serangan balasan dengan jurus Fei Lung Cai Thian.
Seekor Naga mas, merah melesat dengan sangat cepat menuju ke arah Michiko sambil mengeluarkan Raungan dahsyat.
Michiko menyambutnya dengan melepaskan seekor burung Hong melesat menerjang ke atas
Dua tenaga raksasa' bertemu di udara, bertumbukkan dengan keras.
Baik bayangan naga dan burung Hong sama sama menghilang dari pandangan.
__ADS_1
Tubuh Michiko terlempar terhuyung-huyung kebelakang dengan kuda kuda goyah, dari sudut bibirnya mengalir rembesan darah tanda dia terluka dalam.
Melihat hal itu Afei langsung berteriak dari pinggir lapangan,
"Kakak San,..! Michiko,...! kalian berdua cepat hentikan pertarungan ini...!"
"Berbahaya,...!!"
Tapi Lu San tidak memperdulikan teriakan Afei, dia langsung melanjutkan serangan berikutnya Lung Can Yu Ye, jurus ketiga dari 18 tapak Penahluk Naga.
Michiko yang belum siap terlihat kelabakan dan agar terdesak oleh sepasang cakar Lu San yang bergerak cepat mengejarnya dengan serangan berantai tanpa putus.
Michiko menendang tanah kemudian mundur menjauh, seperti seekor burung Hong sedang melayang mundur.
Melihat hal ini, Lu San langsung mengangkat kedua tangannya dari bawah keatas hingga sejajar dengan bahu nya, lalu kedua tangannya ditarik kedalam, lalu di dorong kedepan.
Inilah jurus kedua Kang Lung You Hui, seekor Naga mas merah kembali melesat kearah Michiko sambil mengeluarkan raungan dahsyat.
Michiko mengangkat kedua tangannya melakukan tangkisan sambil bergerak mundur menjauh untuk mematahkan serangan dahsyat tersebut.
Akhirnya serangan tersebut, berhasil ditangkis oleh Michiko.
Setelah itu Michiko langsung melepaskan serangan balasan kearah Lu San.
Michiko pun bisa mendarat ringan di atas tanah sambil menghela nafas lega.
Tapi ternyata hanya sesaat saja, karena Naga Mas merah setelah melewati dirinya, kini bergerak membalik dengan kekuatan 3 kali lipat, dari serangan awal tadi.
Serangan itu terlalu kuat untuk di hadapinya secara langsung, kekuatan Im Yang Sen Kung level 25 tidak bisa di buat main main.
Pukulan itu meledakkan tanah, tempat posisi Michiko berdiri.
Sedangkan Michiko tubuhnya sudah berputaran indah membentuk seekor burung Hong yang mengitarinya, terus melesat keatas udara.
Tubuh Michiko menghilang dari tempat tersebut dan kini dia muncul melayang di udara, memberikan serangan balasan kearah Lu San.
Seekor burung Hong, melesat ke arah Lu San, di susul dengan seberkas cahaya laser biru yang melesat dengan kecepatan tinggi sebagai serangan susulan.
Lu San, kembali melepaskan Kang Lung You Hui. menyambut serangan Michiko, dan menyusulnya dengan menembakkan Liu Mai Sen Cien menghadapi serangan susulan Michiko.
Baik Naga dan burung Hong setelah bertumbukkan di udara mereka berputar arah kemudian kembali saling bertumbukkan huni akhirnya lenyap kedua bayangan tersebut.
__ADS_1
Sedangkan laser biru bertemu laser merah di udara saling menekan, akhirnya sama meledak di udara.
Kedua belah pihak tidak ada yang mau saling mengalah, setiap kali terjadi benturan, Michiko selalu terpental, ini membuktikan dia masih kalah tenaga di bandingkan Lu San.
Tapi Michiko unggul dalam kematangan latihan dan pengalaman bertarung, dalam dua hal ini Lu San kalah jauh darinya.
Sehingga Lu San tetap tidak berhasil untuk menumbangkan Michiko, dia hanya bisa mendesaknya selangkah demi selangkah menuju jalan buntu.
Michiko yang kalah tenaga dan kecepatan, terpaksa main mundur, tidak kuat menerima serangan Lu San yang dahsyat dan menderu-deru.
Lu San yang kurang pengalaman bertarung tidak menyadari Michiko yang kelihatannya sedang terdesak, sebenarnya sedang berusaha menguras tenaganya.
Jurus 18 tapak Penahluk Naga, memerlukan energi dan Tenga besar untuk memainkannya.
Semakin garang dan semakin ganas jurus yang di mainkan, tenaga yang terkuras pun akan semakin cepat.
Dan ini di pahami betul oleh Michiko, sehingga dia terus melayani Lu San dengan pertempuran reli.
Saat dia terpojok, tubuh Michiko melayang melewati atas kepala Lu San, kemudIan dia kembali melesat menuju ke tengah lapangan.
"Mau kemana kamu,...?!"
teriak Lu San sambil bergerak mengejar.
Dan kini dia melepaskan Liu Mai Sen Cien serangan jarak jauh kearah Michiko.
Ilmu ini juga merupakan ilmu yang sangat menguras energi.
Seharusnya menghadapi cara bertempur seperti Michiko saat ini adalah dengan menggunakan Qian Kun Ta Lo Ih Sin Fa yang meniru gerakan Michiko mengurangi pemborosan tenaga.
Serta menggunakan Xi Xing Ta Fa menyedot kekuatan Michiko, sayangnya Lu San masih kurang matang latihannya.
Pengalaman tempur juga minim, mentang mentang dapat mendesak Michiko, dengan jurus yang dia gunakan.
Dia terus saja menggunakan ilmu itu dan terus menerus menambah kekuatan dan kecepatan.
Tanpa dia sadari nafasnya mulai memburu.
Tenaganya juga mulai menyusut.
Saat Lu San menyadarinya semua sudah terlambat.
__ADS_1
Karena tidak punya pilihan lain, Lu San berharap dengan jurus ke 18 naga menabrak pembatas, dia bisa merubah keadaan.