
Lu Sun dengan santai berjalan menuju kelas berikutnya, tidak menghiraukan kehebohan di belakangnya.
Saat tiba di kelas tempat dia mengajar, Lu Sun mendengar suara yang sangat heboh dan berisik di kelas tersebut.
Lu Sun melirik jam di tangannya, dia memang terlambat 10 menit dari jadwal, pantas saja begini heboh pikir Lu Sun dalam hati.
Lu Sun melangkah masuk kedalam kelas, suasana yang tadi heboh mendadak sunyi.
Mereka semua menatap heran Kearah Lu Sun, di mata mereka Lu Sun terlihat aneh, di bilang tua tidak tua, di bilang muda rambutnya putih semua.
Di tambah dengan rambut panjang yang di biarkan terurai begitu saja, terlihat sangat aneh.
Semua murid pria di sekolah ini, di larang berambut panjang.
Kini di sekolah mereka malah ada guru berambut panjang di biarkan begitu saja.
Hal ini tentu membuat mereka mulai berbisik-bisik dengan heran.
Lu Sun memakluminya dan berkata,
"Maaf anak anak apa kabar kalian semuanya.."
"Baik pak.."
jawab mereka kompak.
"Bagus...anak anak semua nya, kenalkan nama ku Lu Sun, aku adalah guru olahraga kalian yang baru.."
ucap Lu Sun sambil menulis namanya di papan tulis.
Lalu dia mengulang penjelasan soal arti dari olahraga, setelah itu dia mengajak semua muridnya keluar dari kelas.
Menuju lapangan terbuka, meski matahari terik mulai muncul membuat lapangan terbuka terasa lebih panas.
Tapi angin dingin yang berhembus kencang, membuat mereka merasa nyaman, ketimbang terus duduk dalam kelas yang membosankan.
"Anak anak aku tahu sebagian dari kalian lebih suka berada dalam kelas.."
"Sebagian lagi memang tidak suka berada dalam kelas, tapi di jam olahraga ini.."
"Kalian harus mengolah tubuh kalian di luar kelas, biar lebih sehat dan bugar.."
"Untuk mendapatkan tubuh yang kuat dan sehat, seharusnya tiap hari.
Tapi karena tuntutan jaman, terkadang seminggu sekali pun sulit."
"Tidak apa-apa, setidaknya dengan bertemu dengan saya seminggu sekali aku akan membantu kalian menjadi lebih sehat."
"Sekarang kalian semua berlari lah 3 kali keliling lapangan, kalau ada yang tidak kuat tolong yang kuat saling bantu.."
ucap Lu Sun memberi pengarahan.
Maka semua murid kelas dua itu mulai membentuk barisan lalu mereka mulai berlari mengelilingi lapangan sesuai instruksi Lu Sun.
Setelah berlari 3 kali berkeliling lapangan, hampir 3/4 siswa terlihat duduk dan berbaring diatas rumput dalam kondisi nafas tidak beraturan.
__ADS_1
Terutama murid yang bertubuh gemuk, dan murid wanita.
Mereka terlihat yang paling kelelahan.
Lu Sun membiarkan mereka beristirahat sekitar 5 menit setelah itu, dia meminta mereka satu persatu maju untuk melempar lembing dan cakram.
Kemudian jaraknya di ukur dan di catat oleh Lu Sun di daftar absensi mereka.
Setelah menemukan beberapa murid yang memiliki kekuatan lemparan terjauh.
Lu Sun mengumpulkan semua muridnya dan berkata,
"Selain Tomy Lee, Sudha, Antony Wang, dan Susi Pai."
"Yang lain boleh beraktivitas bebas, tapi tidak boleh meninggalkan sekitar lapangan ini, kalian mengerti ?"
"Kami ngerti pak.."
jawab mereka patuh.
Lu Sun memberi kode kearah Tommy Lee, Sudha, Anthony Wang, dan Susi Pai untuk mengikutinya.
Menuju tempat lempar Lembing dan cakram, lalu Lu Sun mengajari mereka cara menghimpun nafas untuk memperoleh kekuatan sebelum melakukan lemparan.
"Nah sekarang kalian boleh mencoba, melemparkan cakram atau lembing kalian sekuat tenaga.'
"Di saat kalian merasakan adanya aliran tenaga yang mengalir ke tangan kalian.."
"Nah sekarang cobalah, Tommy kamu duluan.."
Tomy mengambil sebuah cakram, setelah mengatur nafasnya sesuai ajaran Lu Sun.
Lalu dia melakukan gerakan berputar-putar tiga kali lalu melempar cakram di tangannya ke arah depan.
Hasilnya sungguh di luar dugaan dia berhasil melempar dua kali lipat lebih jauh ketimbang sebelumnya.
"Nah Tommy kamu coba juga dengan lembingnya,"
ucap Lu Sun.
Tommy menurut mengikuti petunjuk Lu Sun.
Setelah keberhasilan pertamanya, Tommy semakin yakin dengan petunjuk yang Lu Sun ajarkan.
Tommy mulai mengambil ancang-ancang dengan mengangkat lembing yang akan dia lemparkan di bahunya.
Setelah mengatur pernafasannya berulangkali, seperti petunjuk Lu Sun, dia mulai berlari sambil terus mengatur nafasnya.
Hingga di garis batas Tommy baru mengerahkan seluruh kekuatan yang dia peroleh dari pengaturan pernafasannya.
Lembing melesat dengan kecepatan luar biasa sampai mengeluarkan suara berdesing.
Tommy Lee sendiri sedikit terkejut dengan hasil yang dia lakukan.
Lu Sun dari jauh tersenyum melihat hasil lemparan Tommy yang melesat dua kali lipat lebih jauh dari sebelumnya.
__ADS_1
Anak anak itu tidak menyadari, ilmu pernafasan yang mereka lakukan mengikuti petunjuk Lu Sun, adalah tehnik pernafasan ilmu mukjizat 9 matahari yang tidak semua orang bisa mempelajarinya .
Tentu saja hasilnya pun luar biasa mengejutkan buat mereka semua.
Satu persatu ke 4 murid itu secara berurutan maju untuk melakukan pelemparan.
Setelah hasil mereka di ukur dan di catat oleh Lu Sun.
Lu Sun pun berkata,
Tommy dan Sudha, kalian berdua lebih cocok sebagai atlit lempar cakram, sedang kan Antony dan Susi kalian berdua lebih cocok menjadi atlit pelempar lembing."
"Ilmu pernafasan yang ku ajarkan barusan, harus terus kalian latih siang dan malam,
Lebih baik lagi kalau kalian berhasil melatihnya, hingga tehnik itu mendarah daging seperti kalian bernafas sehari-hari."
"Tenaga yang terkumpul simpan di bawah pusar kalian, hingga saat ada perlombaan baru kalian lepaskan semua tenaga kalian.'
"Kalian harus fokus dan percaya diri.."
"Bila semua itu kalian lakukan dengan baik, aku jamin kalian akan memperoleh hasil yang memuaskan.."
ucap Lu Sun memberikan nasehat dan petunjuk.
"Baik pak.."
jawab keempat murid itu dengan penuh semangat.
Karena mereka sudah merasakan dan membuktikan sendiri, manfaat yang di peroleh dari tehnik pernafasan tersebut.
Jadi tidak ada keraguan lagi di hati mereka masing-masing.
"Baiklah kalau begitu rasanya cukup sekian, pelajaran kita hari ini."
"Ayo kita berkumpul dengan anak anak yang lain.."
Mereka berempat mengikuti Lu Sun menuju pinggir lapangan.
Di mana sebagian besar teman mereka sedang asyik duduk bercanda dan ngobrol di sana.
Melihat Lu Sun sudah datang, ketua kelas dengan sigap bergerak mengumpulkan semua teman-temannya, agar membentuk barisan yang rapi di hadapan Lu Sun.
Lu Sun melihat jam tangannya dan berkata,
"Masih ada waktu 15 menit lagi sebelum jam istirahat siang.."
"Kalian bila ingin makan minum bersantai di kantin silahkan tapi jangan bikin onar dan ganggu kelas lain yang sedang belajar."
"Tapi bagi yang tidak ingin ke kantin, boleh langsung kembali ke kelas dengan tertib jangan bikin keributan.."
"Kalian semua mengerti !?"
ucap Lu Sun sambil menatap muridnya.
"Mengerti pak.."
__ADS_1
jawab murid-murid itu dengan gembira.