KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
KEDATANGAN ALIU


__ADS_3

Setelah menghabiskan sebotol arak sambil berdiri menatap wajah istrinya dengan mesra.


Lu Sun melemparkan guci arak di tangannya, kearah tumpukan botol arak kosong.


Botol arak mendarat ringan dengan rapi ditumpukkan botol arak kosong yang berjejer rapi.


Meski sedang bersedih, Lu Sun tidak mau mengotori taman dengan pecahan botol berserakan di mana-mana.


"Afei berdirilah, ayo ikut dengan ku."


Afei dengan patuh berdiri dari posisi berlutut nya, setelah sekali lagi memberikan hormat ke ibu angkatnya.


Afei langsung menyusul dibelakang Lu Sun, mengikuti Lu Sun, yang membawa Afei menuju sebuah kolam ikan.


"Afei ikan-ikan di kolam ini memiliki khasiat meningkatkan tenaga dalam mu.."


"Inti dari ilmu beladiri terletak pada kekuatan tenaga dalam ini.."


"Nah sekarang kamu duduk bersila, ikuti petunjuk latihan dari ku.."


Afei mengangguk patuh, dia segera duduk bersila di depan Lu Sun.


Lu Sun memulainya dengan menjelaskan tentang aliran darah, otot, syaraf dan titik Meridian ditubuh manusia.


Selain itu Lu Sun juga menjelaskan, organ penting dan organ berbahaya dan titik mematikan di tubuh manusia.


Afei ternyata sangat berbakat dan cerdas, dengan hanya sekali penjelasan, dia langsung mengerti.


Lu Sun sangat gembira melihat kecerdasan anak angkatnya ini.


Dia pun perlahan-lahan mulai menurunkan ilmu 9 matahari nya kepada Afei.


Lu Sun mengajari Afei cara menangkap ikan lele putih raksasa, dan mengolahnya untuk membantu Afei meningkatkan ilmu 9 mataharinya.


"Afei selain ikan lele putih di sini, apa pun buah yang tumbuh ditaman ini, kamu tidak boleh memakannya."


"Bila ilmu 9 matahari mu sudah menembus level 10, aku baru akan menunjukkan buah yang boleh kamu konsumsi."


ucap Lu Sun sambil menikmati ikan lele putih yang sudah dia olah menjadi ikan bakar.


"Baik ayah.."


jawab Afei patuh sambil ikut makan lele putih di hadapannya.


Mereka bertiga makan sambil ngobrol santai.


"Guru apakah aku boleh minta petunjuk dari nenek bila guru sedang tidak berada ditempat..?"


Lu Sun buru-buru menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak nak, kalau ada yang tidak paham kamu temui ayah nanti ayah akan jelaskan."


"Kamu jangan ganggu nenek, ilmu yang dilatih nenek berbeda dengan mu.."


"Nenek berlatih tenaga dalam yang hanya cocok dilatih wanita, sedangkan kamu berlatih tenaga dalam yang hanya cocok buat pria."


"Untuk bisa melatih kedua nya, secara serentak tunggu kamu sudah menembus level 10."


"Ayah baru akan memberikan petunjuk lebih lanjut."

__ADS_1


"Sekarang makan dan habiskan ikan mu, setelah itu kembali berlatih."


"Gunakan tehnik 9 matahari mu, menyerap tenaga panas yang bergerak liar di dalam tubuh mu ."


"Terus lakukan berulang-ulang setiap hari, jangan pernah berhenti."


ucap Lu Sun memberi penjelasan.


Afei mengangguk patuh, dia tidak banyak bertanya lagi, juga tidak ambil pusing dengan obrolan Lu Sun dan nenek.


Dia hanya fokus makan ikan di hadapannya hingga selesai lalu bermeditasi melatih ilmu 9 mataharinya.


Hampir 3 hari Lu Sun menemani Afei berlatih di taman rahasia, di bawah pengawasan Lu Sun Afei lebih cepat dalam membuka semua jalan darahnya.


Dalam 3 hari itu Afei berhasil menembus level 5 ilmu 9 matahari nya.


Melihat hal in,i Lu Sun pun memutuskan membiarkan Afei berlatih sendiri disana.


Sebelum keluar dari taman rahasia Lu Sun memberi pesan,


"Afei sebelum menembus level 10 jangan keluar dari taman ini, bila berhasil langsung segera temui ayah.."


Afei mengangguk kemudian kembali memejamkan matanya melanjutkan berlatih.


Melihat hal ini Lu Sun tersenyum dan berkata di dalam hati,


"Penuh semangat...sangat mirip..sangat mirip.."


Lalu Lu Sun berjalan keluar dari taman rahasia.


Keluar dari taman rahasia, Lu Sun langsung menemui Xue Yen di dapur.


Panggil Lu Sun sambil memeluk dan mencium tengkuk istrinya dari belakang.


Xue Yen sedikit terkejut, tapi saat menyadari yang melakukan adalah Lu Sun.


Dengan manja dia berkata,


"Ku kira kamu sudah melupakan kita, terlalu asyik di taman rahasia.."


Lu Sun tersenyum dan memperat rangkulannya dan berkata,


"Mana mungkin, kalian adalah bagian terpenting dalam hidup ku, mana mungkin aku melupakan kalian."


"Beberapa hari ini aku fokus melatih Afei, makanya tidak keluar menemui kalian."


"Kalian baik-baik saja kan, selama beberapa hari ini ?"


tanya Lu Sun.


Xue Yen mematikan kompor, kemudian membalikkan badannya merangkul leher Lu Sun dan berkata,


"Semua berjalan lancar dan baik, hanya satu yang kurang baik, kami bosan di rumah.."


"Tapi mau keluar gak ada ijin dari mu, kami gak berani.."


"Itu Peter Ho dan David dua hari ini selalu kemari setiap sore, ingin bertemu dengan mu.."


"Tapi mereka berdua harus pulang dengan kecewa, karena kamu belum keluar dari ruang rahasia."

__ADS_1


"Aku sempat mengusulkan untuk menelpon mu, tapi Peter melarang ku, dia bilang biar dia nanti datang lagi aja.."


"Sayang sebenarnya kejadian kemarin, tidak sepenuhnya salah Peter, kamu jangan terlalu menyalahkannya.."


Lu Sun mengangguk dan berkata,


"Aku tahu..kemarin aku tidak marah hanya cemas dan kecewa saja "


"nanti sore aku akan temui mereka berdua, kamu tenang saja.."


Xue Yen tersenyum menatap Lu Sun, dengan lembut dan penuh kasih sayang, dia membelai pipi Lu Sun dan berkata,


"Gimana Afei perkembangan nya..?"


Lu Sun tersenyum dan berkata,


"Sesuai perkiraan ku, anak itu sangat berbakat dan cerdas, aku yakin kelak dia akan menjadi orang yang luar biasa.."


"Bila suatu hari aku pergi, dia akan bisa menggantikan ku melindungi keluarga Lu."


"Kamu ngomong apa..? jangan bicara sembarangan..!"


ucap Xue Yen cemberut.


"Aku tidak akan ijinkan kamu meninggalkan ku, sebelum aku pergi..dengar itu..!"


ucap Xue Yen sambil menatap Lu Sun dengan serius.


Lu Sun tersenyum dan berkata,


"Baik..baik..aku janji ..ok..jangan marah lagi.."


"Pak ada tamu bernama A Liu ingin bertemu dengan bapak.."


ucap pembantu Lu Sun takut-takut.


Dia serba salah, kalau tidak beritahu salah karena Lu Sun sudah pernah berpesan.


Tapi memberitahu berarti menganggu kemesraan tuan dan nyonya nya.


Xue Yen buru-buru melepaskan pelukan suaminya dengan wajah merah padam dia berkata,


"Baik Ina, kamu buatkan minum sebentar.."


"Aku dan tuan mau kedepan menemui tamu.."


ucap Xue Yen menutupi rasa malunya.


"Baik nyonya.."


ucap pembantu tersebut sambil menundukkan kepalanya.


Lu Sun hanya tersenyum menanggapi sikap Xue Yen, lalu berkata.


"Ayo kita lihat kedepan.."


Mereka berdua berangkulan mesra berjalan menuju ruang tamu..


Lu Sun melihat seorang Pemuda tinggi besar dengan wajah polos berdiri di temani satpam nya.

__ADS_1


Dia sudah bisa menebak itu tentu Aliu, pemuda pemberani, yang menyelamatkan Xue Yen dan Giok Lan dari para preman.


__ADS_2