
Lu Sun tersenyum dan berkata,
"Belum mungkin bentar lagi."
"Selamat menikmati tuan, kami permisi dulu."
ucap pelayan tersebut.
Lalu dia bersama kedua rekannya meninggalkan ruangan sambil menutup kembali pintu ruangan tersebut.
Lu Sun mengeluarkan HP nya yang ada foto Ying Ying, lalu dia meletakkan nya di sebelah nya.
Lu Sun mulai mengisi piring kosong di sebelahnya dengan nasi dan lauk di meja.
"Sayang aku tahu, kamu tidak bisa lagi hadir menemani ku makan.."
"Tidak apa-apa, biar foto mu saja yang menemani ku makan.."
"Mari kita makan.."
ucap Lu Sun pelan.
Lalu dia pun mulai makan dengan lahap, sambil minum arak Hang Zhou.
Sebelum makannya selesai, arak Hang Zhou sudah habis, Lu Sun memencet bell memanggil pelayan.
Tak lama kemudian pelayan cantik itu kembali datang keruangan Lu Sun.
"Ada yang bisa saya bantu tuan ?"
ucap nya sambil tersenyum.
"Tambah arak nya 5 botol lagi."
ucap Lu Sun begitu pelayan itu tiba di hadapannya.
"Tuan maaf, aku sedikit banyak mulut, arak minum terlalu banyak bisa merusak kesehatan."
"Arak tidak bisa menghilangkan kesedihan, arak hanya akan membuat orang semakin larut dalam kesedihan."
ucap gadis itu menatap Lu Sun penuh simpati.
Lu Sun tersenyum lembut dan berkata,
"Terimakasih nona nasehatnya, aku juga tahu hal itu, tapi selain arak ini ku rasa tidak akan ada teman ngobrol yang lebih baik selain dia."
"Tuan apakah teman yang tuan tunggu tidak jadi datang ? kalau tuan tidak keberatan biar aku yang menggantikannya menemani tuan ngobrol.."
ucap gadis itu nekad.
Kepalang tanggung, pikir gadis itu.
Dia benar-benar penasaran dengan Lu Sun dan ingin mengenalnya lebih dekat.
"Bukan kah kamu sedang bekerja ? bila ketahuan manager mu, kamu menemani ku di sini, kamu pasti akan dalam masalah besar."
ucap Lu Sun menolak secara halus.
Meski dia sedikit mabuk, tapi dia masih sadar betul, gadis ini bukan siapa-siapa tidak ada hubungannya dengan dirinya.
Yang dia inginkan saat ini adalah Ying Ying, bukan siapa siapa, bila cuma wanita cantik, dirumah pun ada dua.
__ADS_1
Tinggal di telpon mereka pasti akan datang menemaninya, tapi tidak,.. Lu Sun saat ini tidak ingin ditemani siapa pun selain Ying Ying.
Gadis itu menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Tuan tidak perlu khawatir, aku saat ini sedang free jam kerja ku sudah selesai."
Mendengar Jawaban gadis nekad itu Lu Sun sedikit terkejut.
Tapi Lu Sun menyimpan rasa terkejutnya rapat-rapat.
"Nona anda salah paham, teman ku sebenarnya sudah datang dari tadi, sekarang dia sedang duduk di sebelah ku."
"Dan perlu nona ketahui, dia sebenarnya bukan teman ku, tapi istri ku."
Mendengar ucapan Lu Sun, gadis itu tiba-tiba merinding, apalagi saat dia memperhatikan di meja sebelah Lu Sun.
Di sana hanya ada HP Lu Sun yang sedang menyala menampilkan foto seorang wanita yang sangat cantik.
Dia yakin itu pasti foto istri Lu Sun yang mungkin sudah meninggal.
Saat ada angin dingin yang berhembus seperti sedang membelai tengkuknya.
Dia semakin ketakutan menatap ke tempat kosong di sebelah Lu Sun.
Dengan suara gemetar dia berkata,
"Ba..Ba..baik..tuan sa..sa..saya akan pergi..ambil pesanan tuan..."
Lalu dia buru-buru berdiri meninggalkan ruangan tersebut.
Bahkan saking buru-buru dia sampai lupa menutup pintu.
Tapi Lu Sun tidak memperdulikannya, dia melanjutkan makannya seorang diri.
Tak lama kemudian, pelayan Lain yang datang membawakan 5 botol arak Hang Zhou buat Lu Sun.
Pelayan cantik itu, tidak berani datang lagi pikir Lu Sun sambil tersenyum dalam hati.
Kelihatannya dia benar-benar termakan trik kecil ku tadi, sehingga kabur ketakutan.
Lu Sun tadi menggunakan Wu Xiang Cien Chi diam- diam melewati tengkuk gadis itu.
Sehingga memberi kesan ada hawa dingin yang sedang menyentuh tengkuknya.
Karena tingkah gadis itu tadi, Lu Sun jadi teringat dia masih harus menjemput anaknya pulang sekolah.
Setelah pelayan yang mengantar arak pergi, Lu Sun memasukkan ke 5 botol arak kedalam gelangnya.
"Sayang maaf kan aku, aku terlalu egois hampir melupakan anak kita."
ucap Lu Sun sambil menatap foto Ying Ying.
Lu Sun menghabiskan sisa makanan di meja, setelah itu dia pun keluar dari ruangan tersebut, menuju kasir yang terletak di lantai bawah.
Setelah melakukan pembayaran, Lu Sun pun pergi dari restoran tersebut dengan mobilnya, menuju sekolah Kuang Ming.
Saat tiba di parkiran sekolah, Lu Sun melihat sudah banyak mobil yang datang untuk menjemput anak mereka pulang sekolah.
Lu Sun memarkirkan mobilnya di bawah sebuah pohon besar yang rindang.
Dia malas turun dari mobil.
__ADS_1
Karena pengalaman sebelumnya, dimana dia turun dari mobil, banyak ibu-ibu genit yang memperhatikan dan menggosipkan dirinya dengan teman-teman nya.
Meski jarak mereka cukup jauh, dan mereka bicara sambil bisik-bisik.
Tapi Lu Sun dapat mendengar dengan jelas pembicaraan mereka yang mesum dan cabul.
Sejak saat itu, Lu Sun memilih menunggu dalam mobil, anak-anak nya juga sudah tahu dan terbiasa dengan cara jemput ayah mereka.
Setelah menunggu beberapa waktu, terlihat Ketiga anaknya datang bergandengan tangan dengan gembira menghampiri mobilnya.
Lu Sun membuka pintu mobil, lalu turun membantu membawakan tas mereka menyimpan nya di bagasi.
Baru dia masuk kedalam mobilnya, dan membawa mereka pulang kerumah.
"Gimana pelajaran sekolah kalian hari ini, ada masalah tidak ?"
tanya Lu Sun sambil nyetir
"Gak ada ayah, semua baik-baik saja.."
"Ohh ya, ayah.."
"Tadi mama Gina kembali menitip salam, dan memberikan ini buat ayah.."
ucap Lu San sambil senyum-senyum.
Lu Sun melirik sekilas, ke tangan Lu San kemudian berkata,
"San er tolong sampaikan rasa terimakasih ayah ke mama Gina."
"Habiskan saja coklat coklat itu, bagi-bagi dengan Afei dan Dan er.."
"Kotaknya buang saja.."
"Tapi kotaknya berbentuk hati sangat cantik, sayang kalau di buang.."
ucap Dan er polos.
"Buang aja, ingat jangan cerita sama mama Xue Yen ya.."
"Yang cerita gak bakalan dapat es krim sebulan dari ayah.."
"Baik ayah.."
"Kalau mama Giok boleh ?"
tanya Lu San sambil tersenyum nakal.
"Gak papa, tapi ingat mulai besok-besok jangan Terima apapun dari mama Gina."
"Atau kamu harus lari keliling lapangan 50 putaran.."
"Baik ayah.."
ucap Lu San lesu.
"Tapi kalau mama Gina maksa gimana ayah ?"
tanya Lu San beralasan.
"Kalau maksa berikan saja ke Pak A Sin satpam sekolah mu.."
__ADS_1
ucap Lu Sun sambil tersenyum.