KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
MENUJU BEIJING


__ADS_3

Lu Sun sebelum pergi berbisik pada George,


"George kamu hati-hati wanita tua itu sedikit terganggu otaknya, dia menganggap aku mantunya dan bos mu selingkuhan ku."


"Kamu abaikan saja otaknya kurang beres, biar tidak heboh di dalam pesawat,aku menipunya suaminya ada di Amerika, aslinya suaminya dah mati kamu bantu atur-atur sedikit."


"Makasih banyak, aku pergi dulu bye.."


Pesan Lu Sun sebelum turun dari pesawat.


Mendengar bisikan dari Lu Sun, George hanya bisa menggelengkan kepalanya tak berdaya.


Perintah sudah turun dari nona besar, biar yang di kawal gila semua dia juga tetap harus kerja kan mau gimana lagi.


Lu Sun buru-buru meninggalkan pesawat, bahkan menoleh pun malas, sudah cukup dia di bully wanita gila itu.


Kini giliran George yang nikmati, bila bukan karena kakek Huang Fei Nan sedang sibuk mengurus lelang barang antik titipan Nya.


Dia pasti akan menyuruh nya, pergi temani wanita itu berpura-pura jadi suaminya.


Biar wanita itu gak reseh lagi.


pikir Lu Sun sambil tersenyum sendiri.


Lu Sun menyuruh supir taksi mengantarnya ke bandara umum.


Lu Sun sendiri sudah beli tiket pesawat online, dia pun ikut barisan antrian Cek in dengan tujuan Nan Jing.


Urusan nya dengan keluarga Chu sudah beres, kini saatnya pulang ke Nan Jing membuat perhitungan dengan keluarga Sun.


Sedangkan keluarga Liu dia masih ragu bagaimana cara membalasnya, karena itu masih ayahnya Ying Ying.


Selama dia tidak bertindak kelewatan Lu Sun juga tidak berniat mengganggunya.


Lu Sun sempat berpikir untuk mengerjai rubah kecil milik mertuanya, tapi bila mertuanya stress jantungan atau berbuat kriminal.


Ying Ying pasti sedih dan cemas, dengan pertimbangan ini Lu Sun tidak berani bertindak sembarangan.


Lu Sun duduk diruang tunggu penumpang sambil menonton berita heboh penangkapan Michael Chu dan Chu Di.


Juga penggerebekan secara nasional di berbagai kota, secara serentak.


Tembak menembak korban jiwa berjatuhan baik di pihak aparat maupun pihak Genk Golok hitam sempat terjadi di berbagai tempat.


Tapi karena penggerebekan yang di lakukan secara rapi dan terencana, Aparat pemerintah akhirnya berhasil membekuk para penjahat tersebut.

__ADS_1


Bentrokan kebanyakan terjadi di lokasi perdagangan senjata gelap, tempat penampungan perdagangan manusia dan gudang persediaan perdagangan organ manusia dan klinik-klinik yang membantu dan mendukung aksi perdagangan organ tubuh manusia.


Bagi para penjahat yang melakukan perlawan tanpa ampun aparat menghabisi mereka ditempat.


Lu Sun tersenyum puas dengan taktiknya meminjam golok pemerintah menebas lawannya.


Sehingga dia tidak perlu repot-repot berkeliaran sendiri membuang waktu.


Lu Sun sudah punya rencana setelah menyelesaikan masalah dengan keluarga Sun, dia akan berangkat bersama Ketiga Istrinya, jalan-jalan ke Dubai mengunjungi pameran barang antik miliknya.


Tiba-tiba saat mengedarkan pandangannya Lu Sun melihat ada seorang yang duduk dengan topi di rendahkan.


Lu Sun sekali lihat langsung tahu inilah Vicky yang jadi incaran yang sedang di cari-cari oleh polisi.


Lu Sun berjalan santai kearah kepolisian keamanan bandara,


"Pak dipojok kanan orang yang bertopi itu sepertinya adalah buronan kepolisian yang pernah tayang di TV."


Mendengar ucapan Lu Sun Ketiga polisi bandara yang sedang asyik ngobrol dengan rekan mereka sempat terkejut.


Tapi mereka bersikap tenang pura-pura tidak melihat kearah Vicky, diam-diam salah satu petugas menelpon ke pihak berwajib meminta bantuan.


Sedangkan Lu Sun dengan tenang berjalan melewati ketiga petugas seakan-akan hendak pergi ke toilet.


Vicky yang melihat pergerakan polisi di sekitar sana, dia mulai tidak tenang.


Saat 3 orang polisi yang membawa pistol di pinggang berjalan menghampirinya, Vicky secay reflek menarik seorang gadis muda kedalam pelukannya Gadis naas itu secara kebetulan duduk tidak jauh darinya.


"Ahhhh...!!"


teriak gadis muda itu terkejut, karena Vicky tiba-tiba menariknya ke dalam dekapan.


Gadis itu semakin terkejut dan pucat, saat melihat Vicky ternyata memiliki pistol yang kini sedang ditodongkan kearah kepala nya.


"Jangan bergerak dan melawan atau ku ledakan kepala mu."


ucap Vicky dengan dingin.


Gadis itu ketakutan hanya bisa menahan tangis, tidak berani banyak bergerak.


Vicky berteriak sambil menunjuk Ketiga polisi yang berdiri didepannya


"Jangan mendekat...! kalian cepat mundur menjauh, ! letakkan pistol kalian tendang kemari."


"Atau aku akan meledakkan kepala gadis ini,"

__ADS_1


Ucap Vicky sambil menarik pelatuk pistol di dalam genggamannya.


Polisi tidak berani maju, mereka bergerak mundur menjauh kebelakang sambil berkata,


"Kamu jangan gegabah... tenanglah...mari kita bicarakan dengan baik-baik."


"Cepat ikutin perintah ku..! lemparkan senjata kalian dan mundur menjauhi..!"


teriak Vicky panik.


Ketiga polisi itu terpaksa mencabut pistol mereka dari pinggang masing-masing.


Mengunci senjata mereka meletakkan senjata mereka diatas lantai, lalu menendangnya kearah Vicky.


Vicky melihat kearah Ketiga pistol itu dengan gembira.


Sesaat perhatiannya sedikit teralihkan, Waktu Beberapa detik itu di gunakan oleh Lu Sun melepaskan Totokan energi tak berwujud.


Yang langsung membuat tangan Vicky kesemutan, sehingga pistol yang dipegang ditangannya terjatuh keatas lantai.


Melihat kesempatan ini, Ketiga polisi itu dengan sigap bergerak maju menarik tangan Vicky kebelakang punggung dan memborgolnya.


Vicky tertelungkup di atas lantai dengan kedua tangan terborgol kebelakang, dia tidak tahu kenapa tangannya bisa kesemutan dan kehilangan tenaga.


Hingga pistol yang dipegangnya bisa terlepas dari pegangannya, tanpa dia sadari.


Ditempat lain di depan toilet Lu Sun sambil tersenyum mengeluarkan HP nya mengambil foto Vicky yang sedang tertelungkup tak berdaya di atas lantai.


Kemudian dia mengirimnya ke HP Viona dan ke HP David.


Setelah itu dengan santai di masuk ke toilet untuk buang air kecil, cuci tangan dan cuci muka.


Lu Sun keluar dari toilet dengan wajah segar dan ceria, dia kembali duduk ditempat sebelumnya.


Menunggu panggilan untuk masuk ke pesawat yang akan di tumpangi nya.


Tak berapa lama Lu Sun duduk menunggu panggilan untuk naik ke pesawat pun terdengar jelas oleh seluruh penumpang.


Lu Sun pun berdiri dan berjalan langsung ke depan, tanpa mengikuti antrian dia langsung berjalan menuju kedalam pesawat. Kursi yang Lu Sun beli adalah kelas bisnis, sehingga Lu Sun tidak perlu mengantri.


Begitu masuk kedalam pesawat, Lu Sun langsung di sambut dengan ramah oleh dua orang pramugari, yang berdiri di depan pintu pesawat.


Salah satu pramugari yang sangat cantik dan muda berdiri dengan sepasang mata terbelalak kaget menatap Lu Sun.


Lu Sun sendiri juga sangat terkejut, dia benar-benar tidak menyangka bisa bertemu kembali dengan gadis cantik dan imut ini.

__ADS_1


__ADS_2