KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
CENTRAL PARK


__ADS_3

Setelah berada dalam kereta api bawah tanah, Willy terus berjalan mencari gerbong kereta yang sepi.


Akhirnya dia menemukan sebuah pojok yang sepi, Willy pun melangkah ke tempat itu.


Tempat itu terletak di pojok gerbong, kiri kanan dan depan kosong.


Jadi memang terlihat sangat privasi, Willy duduk di pojok itu.


Sambil menyandarkan punggungnya di sandaran kursi yang mepet dengan dinding gerbong.


Willy mengeluarkan HP dari sakunya, kemudian melakukan panggilan ke nomer tanpa nama.


Karena memang tidak di safe di dalam ponselnya, tapi nomor itu ada di dalam keningnya.


Begitu nomor tersambung terdengar suara dari seberang sana.


"Halo siapa ini..?"


"Ini aku boss Willy.."


jawab Willy singkat.


"Willy kamu telpon aku darimana ? kamu jangan mengacaukan rencana ku..!"


tegur orang di seberangnya kaget, panik, dan sedikit emosi.


"Bos tenang saja, aku mau cuma mau ucapin terimakasih.."


"Aku kini sedang ada di kereta bawah tanah, pengacara yang boss kirim sudah menjamin kebebasan ku.."


Lawan bicara Willy terdiam cukup lama, dia tadinya spontan ingin membantah, dia mengirim pengacara untuk bebasin Willy.


Tapi dia menelan kembali ucapan nya, karena bila dia berkata begitu.


Tentu Willy akan curiga, dia hanya memanfaatkan Willy dan sama sekali tidak perduli dengan nasib Willy.


Bila hal itu terjadi, tidak ada untungnya bagi dia, karena Willy memegang peranan besar dan mengetahui terlalu banyak rahasia dirinya.


Sesaat termenung dia lalu dengan cepat berkata,


"Willy kamu posisi di mana, ? aku akan kirim orang menjemput mu.."


"Aku sudah siapkan semua imbalan dari bonus mu, tiket pun sudah baku siapkan untuk mu.."


"Begitu kamu tiba di Hanoi, kamu akan di antar menemui keluarga mu yang menunggu di sana.."


ucap lawan bicara Willy cepat.


Willy yang mendengarnya langsung tersenyum lebar dan berkata,


"Terimakasih bos, ternyata aku memang tidak salah pilih mengikuti bos.."


"Bos Alberto adalah yang paling bisa di andalkan.."


Lawan bicara Willy sangat kaget saat namanya di sebut sebut oleh Willy.


Dia buru buru berkata,

__ADS_1


"Willy kamu dengar aku, sekali lagi kamu bicara sembarangan.."


"Percaya tidak aku akan memotong jari tangan istri mu.."


ucap Suara di seberang sana dingin penuh ancaman..


"Jangan...jangan...jangan... bis..maaf aku kelepasan..maaf aku janji tidak akan mengulanginya lagi."


ucap Willy gugup dan panik.


"Sekarang katakan kamu ada di mana..?"


"Cepat..sebelum aku berubah pikiran..!"


ucap lawan bicaranya kesal.


Lu Sun meski dari awal tidak mengerti pembicaraan kedua orang itu yang menggunakan bahasa alien, tapi dia tetap bisa menebak sedikit sedikit apalagi setelah Willy menyebut nama Alberto.


"Baik..baik..bos sebentar.."


ucap Willy panik, dia buru-buru melihat kearah papan elektronik otomatis yang menunjukkan posisi kereta lewat peta GPS di setiap gerbong.


Setelah itu Billy buru buru berkata,


"Aku saat ini ada di 86 St tidak jauh dari Central Park, sebentar lagi aku akan turun di 81 ST dekat museum Nasional, aku akan tunggu di sana.."


"Baik aku akan kirim orang kesana menjemput mu, "


ucap lawan bicara Willy sedikit mereda emosinya.


"Ciri ciri mereka apa bos, biar gak salah orang.."


"Yang satu rambut merah yang satu lagi rambut biru, kamu tunggu saja mereka yang akan menghampirimu.."


"Baik bos.."


ucap Willy cepat.


Dia langsung mematikan ponselnya, mengganti kartu, kemudian kartu tadi dia simpan kesakunya.


Setelah itu Willy baru duduk tenang di posisi nya, sambil terus memperhatikan layar monitor elektronik di kereta.


Agar jangan kelewatan stasiun pemberhentian.


Saat kereta berhenti di St 86, Willy pun buru-buru berdiri dari bergerak meninggalkan kereta yang di tumpangi nya


Bersama penumpang lainnya Willy dengan tenang turun dari kereta.


Lalu dia berjalan menuju tangga eskalator yang membawanya naik keatas menuju pintu keluar St 86.


Setelah keluar dari gerbang St 86, Willy berdiri celingukan melihat kesekitarnya.


Mencari cari orang berambut merah dan biru sesuai arahan Alberto tadi.


Willy tidak melihat orang yang di cari nya, dia mengeluarkan HP nya dari saku.


Saat dia baru mau mengganti kartu untuk melakukan panggilan telepon.

__ADS_1


Tiba-tiba bahunya di tepuk orang dari belakang.


Dengan terkejut Willy secara reflek menoleh kebelakang, ternyata yang menepuk pundaknya adalah dua orang pemuda bermata sipit mirip aktor Korea.


Rambut mereka di cat merah dan biru, mereka mengenakan jaket Yankees yang sedikit kebesaran di bandingkan tubuh mereka.


Dengan wajah dingin pria yang berambut biru berkata.


"Willy kan,..? ayo ikut dengan kami.."


Lalu pemuda berambut biru dan merah itu melangkah cepat menyeberangi jalan yang ramai orang berlalu lalang menuju taman Central Park yang terletak di ujung seberang jalan sana.


Willy berlari kecil menyusul mereka, tubuh Willy yang pendek langkah kakinya pun pendek.


Untuk menyusul dua pemuda yang bertubuh jangkung dan memiliki langkah kaki panjang.


Willy terpaksa harus berlari kecil baru dia busa mengimbangi langkah mereka.


Di tempat lain, di lokasi yang tidak jauh, terlihat Sarah dan Henry diam diam sedang melakukan pemantauan secara terpisah.


Mereka saling berkomunikasi dengan alat kecil yang terpasang di telinga mereka masing-masing.


Mereka berdua diam diam melakukan pemantauan dan jarak jauh


Kedua pemuda itu membawa Willy melewati taman luas, menuju pinggiran sebuah danau buatan yang sepi.


Setelah tiba di lokasi mereka berdua berdiri di pinggiran danau menunggu kedatangan Willy dengan wajah dingin.


Willy meski merasa heran dia tetap berjalan mendekati mereka berdua.


Setelah dekat Willy pun bertanya dengan heran.


"Mana tuan Alberto,? mengapa kalian membawa ku kemari ?"


tanya Willy curiga.


Kedua pemuda itu saling pandang, mereka berdua kemudian sambil tersenyum mengejek, kembali menatap kearah Willy dengan wajah dingin berkata,


"Bos bilang serahkan dulu bukti rekamannya, baru kami boleh memberikan imbalan yang di janjikan.."


Willy mengerutkan alisnya t berkata,


"Aku tidak membawanya bersama ku, aku akan berikan bila sudah bertemu anak istri ku.."


Si rambut biru sambil tertawa dingin melempar sebuah kotak kecil kedalam pelukan Willy.


Willy dengan tangan gemetar dia membuka kotak kecil itu.


Dia terkejut sekali hingga kotak itu terlepas dari pegangan nya, jatuh di atas rumput hingga isinya melompat keluar.


Ternyata isinya adalah sepasang kuping Manusia satu besar satu kecil.


Sesaat kemudian Willy langsung terjatuh berlutut di sana sambil menangis sedih dan tangan gemetaran dia mencoba memunguti kedua daun telinga.


Yang dari anting-anting yang di kenakan, dia mengenali itu adalah daun telinga istri dan putrinya.


"Ka..kalian..kalian ..sungguh biadab , bukan manusia..!!"

__ADS_1


teriak Willy emosi sambil bercucuran air mata.


__ADS_2