
Lu Sun gelagapan ingin menjauhkan HP nya dari ibu Viona yang kurang waras.
Tapi wajahnya sudah terlanjur muncul di layar HP Lu Sun, Viona terlambat mencegahnya, saat Viona datang menarik ibunya, wajah cantik nya pun ikut muncul di layar HP Lu Sun.
Sehingga Giok Lan di seberang sana bisa melihat semuanya dengan jelas.
"Mantu ku siapa wanita di HP mu itu..?! cepat katakan ?! kamu selingkuh ya dari anakku ?!..
Kamu bajingan..!? kamu tidak bertanggung jawab !!"
Viona berusaha menarik ibunya menjauhi Lu Sun,tapi ibunya meronta dan semakin marah.
"Viona suami mu berselingkuh dengan perempuan lain di depan mata mu, kamu bukannya menghentikannya malah menarik ibu mu untuk apa? jangan hentikan ibu, ayo lepaskan..! lepaskan tangan mu !"
Giok Lan bisa mendengar semuanya dengan jelas.
Viona menatap Lu Sun dengan tidak enak hati.
Lu Sun tersenyum pahit kemudian mengajak Ervan yang ketakutan mengikutinya ke kamar.
Setelah itu sambil menggendong Ervan dia berkata,
"Ayo Ervan kenalkan ini istri paman, ayo panggil bibi.."
Ervan sambil tersenyum lucu berkata,
"Hallo kakak cantik nama ku Ervan.."
Mendengar kata-kata Ervan yang memanggilnya kakak cantik, membuat hati Giok Lan yang tadinya sedikit jengkel dengan insiden barusan, kini menjadi agak terhibur dan berkurang jengkelnya.
"Sun ke ke siapa bocah cakep ini ? dan siapa pula ibu-ibu tadi dan gadis cantik yang menariknya tadi ?"
"Jangan bilang ini adiknya Lu San dengan istri ke 4 mu !?"
tanya Giok Lan cemberut dan masih ada sisa rasa jengkel dan curiga dengan Lu Sun yang genit dan gampang menabur cinta di mana-mana.
Lu Sun tersenyum pahit dan berkata,
"Kamu jangan salah faham, Ervan bukan anak ku."
"Yang teriak-teriak itu ibunya Viona, Viona adalah gadis yang tadi menahan ibu-ibu itu, Viona juga ibu kandung Ervan."
"Tapi ayah Ervan bukan aku, ayahnya adalah David, kalau ingin tahu lebih jelas kamu bisa bicara dengan David atau Viktor."
Tiba-tiba Ervan ikut berkata,
"Benar kakak cantik, nenek ku sedikit terganggu pikirannya."
"Papa ku adalah David bukan Paman Sun ini.."
Mendengar ucapan anak-anak yang tidak mungkin bisa berbohong itu, hati Giok Lan pun menjadi lebih tenang.
"Apa yang sebenarnya terjadi ?"
__ADS_1
Lu Sun menceritakan secara singkat permasalahan David dan Viona.
"Sayang bisa kah kamu membantu mengatur satu pekerjaan untuknya, karena dia saat ini belum bersedia bertemu David."
Giok Lan mengangguk dan berkata,
"Mudah saja, besok kamu antar dia temui George di bandara, selanjutnya biar George yang mengaturnya."
"Dia bisa tinggal di Miami, aku punya Hotel dan Restoran di sana yang memerlukan pengurusnya."
"Tapi Viona bisa berbahasa asing kan ? atau jangan bilang dia sama seperti kamu.."
ucap Giok Lan sambil tertawa.
Melihat Giok Lan sudah bisa kembali tertawa Lu Sun pun merasa lebih tenang sekarang.
"Hal itu, nanti ku tanyakan lagi padanya, nanti baru aku hubungin lagi, udahan dulu ya sayang."
"Aku mau lihat keadaan nenek Ervan dulu."
Giok Lan tersenyum dan berkata,
"Pergilah bye...love u.."
Lu Sun mengangguk sambil tersenyum kemudian mematikan HP nya.
Lu Sun keluar dari kamar bersama Ervan menuju kamar nenek Ervan.
Ibu Viona masih berteriak-teriak memaki-maki Lu Sun.
Lu Sun akhirnya menggandeng tangan Ervan menuju kamarnya dan menemani Ervan berusaha menidurkan anak tersebut.
Tak lama setelah Ervan tidur, dengan wajah lelah dan stress Viona membuka pintu kamar Ervan.
Saat di lihatnya anaknya sudah tertidur pulas di samping Lu Sun, dia tersenyum lega dan sangat berterima kasih terhadap Lu Sun.
Lu Sun yang melihat Viona merasa kasihan dengan nya, dia segera bangun dari kasur Ervan.
Memberi kode agar mereka berbicara di luar saja, agar tidak mengganggu Ervan yang baru saja tertidur.
Viona dan Lu Sun duduk berhadapan di ruang tamu yang merangkap sebagai ruang keluarga.
"Vi aku sudah mendapatkan tempat tinggal dan pekerjaan yang cocok dengan mu, tapi apa kamu bisa berbahasa Inggris atau menguasai bahasa lain selain bahasa China. ?"
tanya Lu Sun memulai percakapan nya.
Viona mengangguk dan berkata,
"Bisa aku bisa Inggris juga bahasa Prancis dan Jerman, aku pernah belajar di sekolah ku dulu."
Lu Sun mengangguk senang dan berkata,
"Kalau begitu semua akan menjadi mudah, Vi di Miami Amerika serikat, istri ku mempunyai restoran dan hotel untuk diurus."
__ADS_1
"Kamu bisa memulai hidup baru mu di sana, kamu juga tidak perlu khawatir lagi soal keluarga Chu."
"Keluarga tersebut mulai besok dan kedepannya kemungkinan besar akan segera tamat."
"Vicky saat ini jadi buronan, karena telah menembak mati adik kandungnya Samuel Chu dan istrinya Amanda Sun."
"Baik dari kepolisian maupun dari keluarga Sun, pasti tidak akan mengampuninya."
"Sedangkan Michael Chu sebentar lagi terancam bangkrut dan masuk penjara."
"Ba..ba.. bagaimana mungkin mereka itu kan sangat kuat dan kaya raya ?"
Lu Sun tersenyum dan berkata,
"Vi segala sesuatu bisa saja terjadi, besok kamu juga bisa melihat dan mendengarnya dari berita."
"Sebaiknya malam ini juga kamu bersiap-siap, besok pagi aku akan mengantar kalian ke bandara."
"Nanti di sana ada bawahan istri ku yang bernama George, dia akan mengatur segala sesuatu nya untuk kalian agar bisa tinggal di Miami."
"Nah sekarang kamu boleh kembali ke kamar mu untuk bersiap-siap dan tidur."
ucap Lu Sun sambil tersenyum dan berdiri dari duduknya dan ingin melangkah kembali ke kamar.
"Kakak Sun tunggu..!"
cegah Viona sambil ikut berdiri.
"Kakak Sun aku ingin minta maaf soal kejadian tadi.."
ucap Viona dengan canggung dan merasa tidak enak hati, dengan Lu Sun yang telah banyak sekali membantu dirinya ibunya dan anaknya.
Lu Sun tersenyum dan berkata,
"Lupakan saja itu bukan masalah..jangan terlalu di pikirkan dan diambil hati."
Lu Sun lalu melangkah meninggalkan Viona yang masih berdiri termenung di tempat seorang diri.
Keesokan paginya Lu Sun menggunakan taksi mengantar Viona, Ervan dan ibunya Viona berangkat menuju bandara.
"Mantu ku kita mau kemana ? kamu tidak sedang berencana membuang kami kan ? setelah ketahuan berselingkuh dari anak ku.?"
ucap ibu Viona tiba-tiba.
Supir taksi melirik Lu Sun dengan curiga, Lu Sun tersenyum pahit tak berdaya.
Viona kembali merah wajahnya tidak enak hati dengan Lu Sun.
Lu Sun mencoba memberi penjelasan untuk menenangkannya.
"Ibu tidak perlu khawatir, aku tentu tidak akan membuang ibu Viona dan Ervan."
"Aku hanya ingin mengajak kalian berwisata keluar negeri, melihat-lihat dunia luar yang indah."
__ADS_1