KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
KEMBALI KE SEKOLAH


__ADS_3

Lu San bahkan tidak mendengar ucapan Lu Sun yang bagian belakang, dia bagaikan tersambar petir, saat mendengar ucapan ayahnya.


Yang artinya kedepannya nanti dia hanyalah seorang invalid dalam ilmu beladiri.


Dia tidak ada bedanya dengan orang cacat yang akan menjadi aib pertama bagi keluarga Lu.


Lu San tidak siap menerimanya, dia sudah berusaha keras.


Meski di anggap tidak berbakat, tapi dengan tekadnya akhirnya dia bisa menutupi kekurangan-kekurangan nya itu dengan tekad dan ketekunan.


Tapi kini setelah dia berhasil, dia malah di vonis invalid, tidak bisa lagi berlatih ilmu bela diri lagi.


Dia tidak habis pikir kenapa dia harus menghadapi cobaan seperti ini, ini sama saja dengan menghancurkan mimpi dan usaha serta kerja keras nya selama ini.


Lu San duduk termenung melongo seperti orang bodoh..


Seluruh pikirannya sesaat menjadi blank, tidak tahu apa yang harus dia lakukan kedepannya.


Tapi beberapa saat kemudian, dia akhirnya dapat menguasai diri dan berkata,


"Ayah benar, meski tidak bisa menjadi ahli bel diri masih banyak hal lain yang bisa di tekuni."


"Seperti bisnis, ilmu pengobatan dan Mash banyak hal lainnya,.."


ucap Lu San sambil tersenyum pahit.


Dia berusaha tampil baik baik saja, padahal sebenarnya dia sangat sedih dan kecewa.


Lu San kemudian bangkit dari tempat duduknya, memberi hormat kepada Lu Sun dan kedua ibunya.


Setelah itu dia langsung meninggalkan ruang makan, kembali ke kamarnya sendiri.


Saat tiba di dalam kamar, Lu San mengunci pintu kamar dan duduk seorang diri, di depan jendela kamarnya.


Dari sepasang mata nya yang tajam mengalir dua titik air bening yang jatuh bergulir di pipinya.


Lu San duduk termenung di sana hingga sore hari, menjelang matahari terbenam Lu San baru pergi mandi, kemudian kembali lagi ke dalam kamar rahasia.


Lu San membereskan semua peralatan dan perlengkapan nya, yang tertinggal di kamar rahasia, dia juga merapikan semua buku dan kitab silat, untuk di kembalikan ketempat penyimpanan nya masing-masing.


Lalu dengan lesu Lu San kembali lagi ke kamarnya mencoba untuk istirahat.


Mulai besok dia akan kembali kesekolah dan menata kembali rencana dan kehidupannya yang baru.


pikir Lu San berbaring dikasur sambil menatap langit-langit kamarnya.


Sesaat kemudian dia pun memejamkan kedua matanya mencoba untuk tidur.


Keesokan paginya, Lu San yang sudah melepaskan gipsnya di kakinya, pagi pagi sekali sudah berpakaian rapi dan siap pergi kesekolah.

__ADS_1


Lu San pagi-pagi sudah berdiri di depan halaman rumah, menanti kedatangan Debby untuk memberinya kejutan.


Lu San tidak perlu menunggu lama, beberapa saat kemudian terlihat sebuah mobil Lexus LM yang sedikit mirip dengan Toyota Alphard.


Tapi mobil ini jelas jauh lebih mewah, inilah mobil yang di kendarai oleh supir pribadi yang khusus mengantar Debby kesekolah.


Kini mobil itu seperti biasanya, dalam sebulan ini selalu datang ke kediaman Lu Sun pagi pagi sekali.


Untuk mengantar nona besar mereka datang menemui dan merawat Lu San.


Tapi pagi ini berbeda dari biasanya, begitu mobil berhenti di halaman depan rumah Lu Sun,dari dalam mobil seorang gadis muda.


Berlarian dengan wajah penuh kegembiraan, langsung memeluk Lu San dan berkata,


"Kakak San akhirnya kamu sembuh juga, dan hari ini kita akhirnya bisa bersama sama kembali kesekolah.."


Lu San membalas memeluk pinggang gadis muda itu dengan lembut dan berkata,


"Ini semua berkat kamu, bila tidak ada kamu aku tidak mungkin bisa secepat ini kembali kesekolah.."


"Ahh kak San bisa aja,..jadi malu.."


ucap Debby dengan wajah merah sambil melepaskan pelukannya dari Lu San.


Lu San tersenyum lembut menatap Debby dan berkata,


"Ayo kita berangkat sekarang,..."


tanya Debby basa basi.


Lu San tersenyum dan berkata,


"Gak usah, Afei dan Dan er ada Aliu yang antar, meski gak ada Aliu, Afei juga bisa bawa mobil sendiri."


"Ayo kita berangkat.."


ucap Lu San sambil menggandeng tangan Debby.


Debby tentu sangat gembira, mereka berdua berjalan bergandengan tangan masuk kedalam mobil Lexus hitam milik Debby.


Beberapa waktu kemudian terlihat Debby dan Lu San berjalan bergandengan tangan melewati halaman depan sekolah menuju kelas Debby.


Setelah mengantar Debby sampai di depan kelasnya.


Lu San baru berjalan menuju kelasnya yang berbeda gedung dengan kelas Debby.


Karena Lu San ada di kelas SMA, sedangkan Debby ada di kelas SMP sekelas dengan Afei Alicia.


Dalam perjalanan menuju kelasnya, secara kebetulan Lu San bertemu dengan Alicia di ujung lorong sekolah.

__ADS_1


"Kak San apa kabar ? kelihatannya kamu sudah sembuh ya ? selat ya.."


ucap Alicia sambil mengulurkan tangannya menyalami Lu San.


Lu San menyambut uluran tangan Alicia dan berkata dengan datar.


"Sama sama terimakasih banyak atas perhatiannya.."


"Hari masih pagi bagaimana bila kita ngobrol sambil sarapan di kantin ?"


tanya Alicia sambil tersenyum lembut.


Kalau dulu Lu San Pasti akan menerimanya dengan senang hati.


Tapi saat ini sudah berbeda, Lu San hanya tersenyum dan berkata,


"Terimakasih banyak, tapi aku tadi pagi sudah sarapan sebelum kesekolah.."


"Mungkin lain kali saja bye.."


ucap Lu San, lalu bergerak meninggalkan Alicia yang sedikit bengong menghadapi penolakan Lu San.


Alicia benar'benar tidak menyangka, setelah dirinya kini kehilangan Afei yang lebih memilih dekat dengan Michiko.


Kini Lu San pun sepertinya memilih menjauhi dirinya, apa yang sebenarnya terjadi pikir Alicia di dalam hati yang di penuhi tanda tanya besar.


Lu San sendiri setelah berpisah dari Alicia dia langsung berjalan menuju kelasnya.


Karena hari masih pagi, Lu San pun mengeluarkan buku pelajarannya dan membacanya.


Hari ini adalah pertama kalinya, dia membaca buku pelajaran.


Dahulu dia sangat malas, boleh di bilang bila tidak di suruh oleh gurunya, dia tidak akan pernah mau membaca buku pelajaran nya.


Saat Lu San sedang Asyik membaca buku pelajaran, beberapa teman satu kelompok dengan nya yang merupakan anak orang kaya yang suka bikin onar tiba.


Begitu melihat Lu San sudah kembali sambil tertawa lebar mereka menghampiri dan memeluk Lu San sambil berkata,


"Kak San akhirnya kamu kembali juga, syukurlah ..."


"Kak San kamu tahu tidak selama kamu tidak ada, di kelas ujung sana, kini ada yang keluar untuk menggantikan posisi mu."


"Mereka bahkan selalu mengatakan kak San Cemen, memalukan bisa kalah dengan gadis kecil."


"Billy jaga mulut mu, jangan bicara sembarangan.."


ucap teman Lu San lainnya, yang bernama Bayu.


Billy hanya meleletkan lidahnya, dan tidak berani berkata kata lagi, Tapi di.luar dugaan Lu San hanya menanggapinya dengan dingin, dia

__ADS_1


Sama sekali tidak tertarik.


__ADS_2