KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
LU SUN VS TAN SIM HOUW


__ADS_3

Baru saja Lu Sun melangkah menuju balkon ingin melesat pergi meninggalkan kediaman nya.


Terdengar suara dari arah bawah balkon,


"Sayang kamu gak ngajak kami lagi,? lupa ya sama kami berdua ?"


"Kalian.."


Ucap Lu Sun terkejut..


Lu Sun melihat kedua istrinya yang tadinya tertidur pulas, kini sudah siap dengan pakaian ringkas ketat membalut tubuh mereka yang Sexy.


"Sayang kami akan mengantar mu menggunakan helikopter langsung menuju lokasi.."


ucap Giok Lan sambil tersenyum.


"Tapi tempat itu sangat berbahaya, efek pertarungan bisa berbahaya untuk orang biasa seperti kalian.."


"Cukup Sun ke ke, kami akan tetap ikut menemani mu, hidup ataupun mati, kami akan bersama mu.."


ucap Xue Yen tegas.


Lu Sun menghela nafas dan berkata,


"Aku tidak tahu keputusan ini benar atau salah, tapi kalau sudah seperti ini, aku tidak berdaya menolak kalian.."


"Tapi sebelum kita berangkat aku ada satu syarat, kalian hanya boleh mengantar ku sampai lokasi, setelah itu harus menunggu ku di bandara Mongolia."


Xue Yen terlihat tidak puas dan ingin membantah, tapi dia ditahan oleh Giok Lan yang menggelengkan kepalanya.


Lalu Giok Lan pun menjawab,


"Baiklah kami setuju.."


Giok Lan kemudian berbisik di telinga Xue Yen, sesaat kemudian Xue Yen pun menganggukkan kepalanya tanda setuju.


"Ya sudah, kalau begitu ayo kita berangkat bersama sekarang.."


ucap Lu Sun melayang kebawah.


Kemudian sambil merangkul pinggang kedua istrinya, mereka bertiga melayang ke Roof top bagian atap Kediaman nya.


Di mana heli canggih milik Xue Yen sudah siap menunggu mereka di sana.


Mereka bertiga berjalan beriringan menuju heli yang terparkir di atas atap kediaman Lu Sun.


Giok Lan langsung menempati tempat duduk pilot, Xue Yen duduk disebelahnya sebagai ko pilot.

__ADS_1


Lu Sun duduk di bagian belakang kedua istrinya.


Dia meski tidak ingin mereka ikut, tapi dia tidak bisa menolak permintaan mereka.


Lagipula Xue Yen sudah berkata begitu, meski dia menolak keras, dengan sifat Xue Yen yang keras dia malah akan berangkat sendirian.


Ini malah akan semakin berbahaya, dan akan membuat dia semakin cemas.


Melihat kelincahan Giok Lan mengendalikan pesawat, Lu Sun jadi teringat kenangan saat mereka menempuh perjalanan bersama dulu.


Lu Sun memandang kagum istrinya yang serba bisa ini, di dalam hati dia sangat bersyukur bisa bertemu dan kemudian hidup bersama dengan nya.


Setelah kepergian Ying Ying, bila bukan karena ada Giok Lan tentu dia akan sangat repot mengurus ketiga anaknya itu.


Xue Yen sendiri terlalu banyak menghabiskan waktu nya di dapur, lagipula dia tidak biasa menemani anak-anak bermain.


Bila di paksakan pasti stress, San er juga tidak dekat dengan nya, begitu pula dengan Dan er dan Fei er mereka malah lebih dekat dengan Giok Lan dan kedua pengasuh mereka.


Tapi Lu Sun tidak menyalahkan Xue Yen, justru dengan kehadiran Xue Yen lah mereka semua setiap hari bisa makan masakan lezat.


San er Dan er dan Fei er makan juga sangat rewel, mereka juga sangat tergantung dengan masakan Xue Yen.


Hanya masakan Xue Yen lah yang mereka bertiga suka, masakan beli direstoran mereka juga milih-milih.


Memikirkan kelebihan kedua istrinya ini, membuat Lu Sun tersenyum sendiri menatap mereka berdua dengan penuh kebahagiaan.


Lu Sun yang bermata tajam dari atas pesawat sudah melihat di mana keberadaan Tan Sim Houw.


Dia memberitahu Giok Lan, sehingga helikopter tersebut bisa langsung mendarat tidak jauh dari keberadaan Tan Sim Houw.


Hanya Lu Sun yang turun dari helikopter, dia memberi kode agar Giok Lan segera meninggalkan lokasi tersebut.


Giok Lan mengangguk mengerti, dia.langsung membawa helikopternya menjauh dari arena pertempuran.


Sesuai dengan perjanjian awal mereka sebelum datang, yaitu hanya mengantar Lu Sun sampai lokasi, setelah itu mereka harus menunggu Lu Sun di bandara Mongolia.


Letak bandara cukup jauh dari lokasi ini, jadi Lu Sun merasa hatinya jauh lebih tenang.


Baik Xue Yen dan Giok Lan mereka sempat melihat Tan Sim Houw yang sedang duduk tenang bermeditasi diatas sebuah batu datar.


Penampilannya sedikit mirip dengan Lu Sun, karena rambut mereka di biarkan panjang terurai dan berwarna putih..


Hanya saja wajahnya lebih halus dan tampan, bentuk badannya lebih proporsional tidak tinggi besar seperti Lu Sun.


Setelah helikopter yang membawa Giok Lan dan Xue Yen sudah jauh meninggalkan tempat tersebut.


Tan Sim Houw baru perlahan lahan membuka matanya, tubuhnya melayang keudara, kemudian mendarat dengan ringan diatas tanah.

__ADS_1


"Selamat datang Jendral, senang bertemu dengan anda.."


"Anda sudah tiba, tapi utusan ku belum kembali.. kelihatannya kamu sudah mengirim nya mendahului ku.."


ucap Tan Sim Houw tenang.


Lu Sun memberi hormat dengan sedikit membungkukkan badannya kearah Tan Sim Houw sambil berkata,


"Saya juga senang bisa bertemu dengan senior, di tempat ini."


"Maaf soal utusan mu, aku tidak mempercayainya."


"Untuk menghindari hal hal tidak perlu di kemudian hari, dengan terpaksa saya melenyapkannya.."


ucap Lu Sun bersikap tenang.


Tan Sim Houw mengangguk sambil tersenyum tenang, menyimpan amarahnya.


"Baiklah,... mari kita mulai saja.."


Tan Sim Houw langsung melepaskan kekuatan Pei Ming Sen Kung miliknya.


Sebuah cahaya biru mengelilingi tubuhnya, dengan langkah santai dia menghampiri Lu Sun yang berdiri tidak jauh dari nya.


Lu Sun juga tidak berani memandang rendah musuh di hadapannya.


Dia segera mengerahkan Im Yang Sen Kung melapisi tubuhnya, kemudian bergerak maju menyambut serangan yang mulia di lancarkan oleh Tan Sim Houw dengan sepasang jarinya.


sepasang jari telunjuk dan jari tengah Tan Sim Houw membentuk ribuan bayangan jari berwarna biru melesat kearah Lu Sun.


Lu Sun menghentikan langkahnya menghimpun hawa sakti di sekitarnya membentuk seekor naga yang terbentuk dari pasir.


Melesat menyambut serangan awal dari Tan Sim Houw.


Terjadi benturan energi diudara, naga tanah terpental boleh tusukan jari Tan Sim Houw dari berbagai arah


Tapi Naga pasir yang terpental, berputaran kemudian membalik dengan daya serang dua kali lipat kearah Tan Sim Houw langsung.


Cahaya jari Tan Sim Houw yang bebas bergerak, melesat cepat menghantam kearah Lu Sun.


Lu Sun melepaskan tapak Api dan es menyambut serangan yang datang kearah nya.


Tapak api dan es berhasil membekukan dan membakar, cahaya jari biru yang sedang menyerang Lu Sun.


Sebagian bayangan jari biru membeku diudara kemudian meledak hancur berkeping-keping.


Sebagian lagi terbakar hangus diudara tak bersisa.

__ADS_1


__ADS_2