
"Aihhh...!!"
teriak Ying Ying kaget saat mobilnya terguncang hebat, akibat ditabrak dari belakang.
Mobil Ying Ying sempat oleng dan kehilangan kendali.
Tapi dia masih berhasil menstabilkannya, dan terus melaju kedepan menjauhi mobil di belakangnya.
Kejar-kejaran kembali berlangsung, Ying Ying menancap gas mencoba meninggalkan para pengejarnya.
Tapi para penguntitnya juga tidak mau kalah mereka juga menambah kecepatan mobil mereka berusaha menyalip mobil Ying Ying.
Salah satu mobil itu berhasil merendengi mobil Ying Ying dari sisi kanan, mobil itu lalu membanting stir menabrak mobil Ying Ying.
"Brakkk...! Aihhh...!"
Ying Ying kembali menjerit kaget ketika mobil disebelahnya menabraknya.
Mobilnya sempat oleng, tapi dia masih bisa mempertahankan mobilnya tidak sampai menabrak pembatas jalan.
Tapi mobil itu terus menabrak nya dari samping berulangkali, ingin memaksa mobilnya terguling.
Ying Ying berusaha tetap tenang dan mempercepat laju kendaraannya.
Tai dari bagian belakang kembali menabraknya..
"Brakkkk..! Aihhh...!"
jerit Ying Ying kaget.
Kini muncul mobil dari sebelah kiri, mencoba menjepitnya ditengah-tengah.
Pintu mobil Ying Ying yang tadinya mulus kini sudah penyok berantakan.
Bahkan saat pinggiran mobil Ying Ying di jepit dari kiri dan kanan, kembang api bermuncratan karena pergesekan keras benda logam.
Situasi mulai kacau, Ying Ying juga mulai panik karena dia kini kehilangan kendali atas mobilnya yang dijepit dari kiri kanan.
Mobil Ying Ying mulai di giring keluar dari jalan bebas hambatan.
Dari arah berlawanan sebuah mobil patroli polisi melihat hal ini, mobil polisi itu langsung memasang sirene menghubungi markas meminta bantuan.
Lalu mobil polisi itu mencari tempat putaran yang letaknya cukup jauh, untuk memutar arah berusaha mengejar mobil Ying Ying yang sedang di paksa keluar dari jalan bebas hambatan.
Saat masuk ke jalan keluar dari jalan bebas hambatan yang agak sempit,
Kedua mobil yang menjepit mobil Ying Ying baru melepaskan jepitan mereka.
Memperlambat laju kendaraan mereka mengejar di belakang Ying Ying, mereka tidak mau menabrak pembatas jalan yang menyempit.
__ADS_1
Melihat kesempatan ini Yimg Ying mempercepat laju kendaraannya mencoba menjauhi mereka.
Kini kejar-kejaran memasuki jalan biasa yang menuju sebuah bukit curam yang berbelok-belok tajam.
Kejar-kejaran terus berlangsung meski di jalan sempit, para penguntit berkali-kali menabrak mobil Ying Ying dari belakang.
Sehingga bumper bagian mobil Ying Ying sudah tidak keruan, Ying Ying hanya bisa terus mempercepat laju mobilnya , sambil berusaha menstabilkan mobilnya.
Kini bunyi sirene mobil polisi semakin jauh tertinggal di belakang mereka.
Ying Ying berulang kali ingin menghubungi Lu Sun, meminta tolong.
Tapi dia harus selalu membatalkannya, karena tangannya sibuk mengendalikan stir mobilnya.
Dia juga tidak sempat memasang Hand freenya, bahkan sekedar memencet tombol untuk melakukan panggilan darurat pun tidak sempat.
Karena mobil di belakangnya terus menabrak nya dari belakang.
Ying Ying terpaksa fokus mengendalikan mobilnya dan mempercepat laju kendaraannya di jalan yang mulai berkelok-kelok tajam.
Di sebuah tingkungan tajam Ying Ying yang tidak bisa melihat datangnya sebuah truk dari arah berlawanan.
Sangat terkejut saat tiba-tiba di hadapannya muncul sebuah truk yang membunyikan klaksonnya agar dia menyingkir dari hadapan mobil itu.
Ying Ying dengan panik membuang setirnya kesebelah kiri, sambil melakukan rem mendadak untuk menahan laju mobilnya agar tidak terperosok ke jurang.
Meski roda depan dan belakang sebelah kiri Ying Ying sempat menggantung ditepi jurang, tapi akhirnya dia berhasil kembali ke jalur nya meneruskan laju kendaraannya meninggalkan debu dan pasir berterbangan di belakangnya.
Mobil kedua bertabrakan dengan mobil truk tersebut hingga ringsek masuk kedalam kolong truk tersebut.
Hanya mobil ketiga yang berhasil menghindar dan menyelamatkan diri, lalu meneruskan pengejaran nya.
Ying Ying yang akhirnya berhasil menjauhi para penguntitnya mulai bisa bernafas lega, Ying Ying segera meraih HP nya menghubungi Lu Sun.
Terdengar nada sambung tapi tidak di angkat-angkat, Ying Ying menunggu Lu Sun mengangkat telponnya dengan jantung berdebar-debar.
"Brakkk...!"
Mobil Ying Ying kembali ditabrak dari belakang.
Karena kaget HP ditangannya terlepas dari pegangannya dan jatuh kebawah kolong mobil.
Setelah jatuh kebawah kolong mobil baru terdengar suara Lu Sun dari seberang sana..
"Halloo...Halloo...Halloo...sayang kamu di mana ? apa yang terjadi ? kenapa begitu berisik ? Halloo...Hallo...Halloo..."
terdengar suara Lu Sun yang semakin lama semakin cemas.
"Tolong...tolong....Sun ke ke...tolong...aku...aku di bukit...Qi Xia...!!"
__ADS_1
teriak Ying Ying panik ketakutan di day mobil.
Karena kini penguntitnya bukan hanya terus menabrak belakang mobilnya tapi juga mendorong mobilnya menuju arah pinggir jurang..
Ying Ying berusaha sekuat tenaga menginjak rem menghentikan laju kendaraannya.
Tapi mobil di belakangnya terus memaksa mendorong mobilnya melaju kedepan.
"Aaaahhhhh....!"
akhirnya Ying Ying berteriak histeris ketakutan saat mobilnya terbang kearah jurang.
Lu Sun yang diseberang sana terlihat panik dan cemas saat mendengar suara teriakan Ying Ying.
Ying Ying...Ying Ying...kamu kenapa..? jangan menakuti ku..!"
teriak Lu Sun cemas sambil berlari keluar dari stadion diikuti oleh Giok Lan, yang juga terlihat panik dan cemas melihat respon suaminya yang tidak seperti biasanya.
Giok Lan bahkan tidak berani bertanya apapun menganggu Lu Sun, dia hanya bisa berlarian mengejar Lu Sun.
Saat mendengar suara jeritan Ying Ying telpon pun terputus sambungan nya.
Lu Sun sambil memegang HP ditangan dia menatap kearah Giok Lan dengan tatapan putus asa dan ketakutan.
Sambil berusaha tetap tenang dia berkata,
"Sayang..Ying Ying ... dalam bahaya...aku harus pergi menolongnya.."
"Kamu tolong jaga Lu San.. tinggu kabar dari ku.."
Selesai berkata tanpa menunggu jawaban dari Giok Lan.
Lu Sun langsung melesat ke udara menggunakan Jin Tou Yun menghilang dari sana..
Giok Lan hanya bisa berteriak..
"Sun ke ke hati hati....!!"
Orang-orang di sekitar halaman stadion terutama beberapa pedagang makanan dan minuman di sana.
Semuanya menatap dengan mata terbelalak, saat mereka mengucek mata dan melihat ulang.
Lu Sun sudah menghilang dari tempat tersebut, mereka saling pandang, tapi mereka masing-masing mendapat jawaban, bahwa yang mereka lihat memang nyata.
Ada manusia yang barusan terbang ke awan lalu menghilang dari tempat tersebut.
Giok Lan dengan langkah lesu kembali kearah stadion, hatinya merasa sangat tidak enak.
Seperti ada kejadian besar yang akan menimpa keterangan kehidupan keluarga mereka.
__ADS_1
Giok Lan hanya bisa berusaha tetap tenang, agar Tidak mengganggu konsentrasi Lu San yang masih sedang bertanding.
Bila terjadi sesuatu dengan Ying Ying entah bagaimana dia akan menjelaskan pada anak yang masih berusia 10 tahun itu.