KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
KEKACAUAN DI NAGASAKI DI MULAI


__ADS_3

"Lu San mengangguk karena mulutnya masih penuh, setelah menggunakan tisue menghapus minyak di bibirnya.


Lu San mencoba pakaian baru yang di bawakan oleh Debby untuk nya.


Hasilnya cukup memuaskan, semua ukuran cocok dengan badannya.


Debby tersenyum puas, kemudian berkata,


"San ke ke buruan mandi, berganti bentar lagi kita temui papa mama yang sedang santai minum teh di taman belakang.."


Lu San mengangguk patuh, lalu bergegas ke kamar mandi Debby yang semua peralatan mandinya serba pink.


Lu San tersenyum dan menggelengkan kepalanya, tapi dia tetap menyatu air shower yang segar membasahi seluruh tubuhnya.


Setelah puas mandi berganti rapi, Lu San pun menemani Debby pergi menemui kedua orang tua Debby.


Melihat kedatangan Lu San bersama putri mereka tentu saja kedua orang tua Debby sangat terkejut.


Terutama Mama Debby dia melihat Lu San sampai bengong.


Setelah mendengarkan penjelasan Lu San yang sulit di percaya dan kurang masuk akal, mereka mau gak mau harus percaya.


Karena Lu San memang termasuk orang tidak biasa, bila harus menggunakan logika, tidak bakalan ketemu.


Tapi kenyataannya di depan mata, pria yang di sukai putrinya memang bukan orang biasa, meski mereka sedikit khawatir dengan kehidupan putrinya kedepannya.


Tapi mereka juga tidak berdaya mencegahnya, mereka hanya bisa melihat perjalanan perjodohan putrinya dan Lu San akan sampai kemana.


Semua tergantung takdir, mereka hanya bisa berpasrah, lagipula menurut mereka Lu San dan Deborah usia nya masih muda perjalanan mereka masih panjang.


Mereka tidak perlu terlalu cemas berlebihan, cukup menunggu dan melihat saja perkembangannya menuju kearah mana.


Selesai ngobrol basa basi menghabiskan waktu 3 hari tinggal di rumah Debby, Lu San akhirnya berangkat menuju Jepang dengan tujuan Nagasaki langsung.


Lu San melarang Debby mengantarnya ke bandara, dia hanya berangkat sambil membawa bekal Coy Pan yang di siapkan Debby untuk nya.


Lu San tidak ingin melihat Debby bersedih melepas kepergian dirinya, jadi akan lebih mudah baginya bila tidak diantar


Setelah berbicara panjang lebar akhirnya Lu San berhasil membujuk Debby untuk menurut padanya.


Setelah menempuh perjalanan selama hampir 16 jam Lu San akhirnya tiba di bandara Nagasaki.


Lu San setelah keluar dari bandara dia langsung mencari taksi untuk mengantarkan dirinya ke markas besar Klan Yamaguchi, kelompok Yakuza terkuat di Jepang saat ini.

__ADS_1


Beberapa supir taksi yang mendengar tujuan Lu San tidak ada satupun yang bersedia mengantar dirinya ke sana.


Karena keterbatasan bahasa, Lu San semakin kesulitan untuk pergi ke markas Yamaguchi.


Karena tidak berhasil menemukan taksi yang bersedia mengantarnya ke tempat tersebut.


Tiada pilihan lain.


Lu San akhirnya meminta supir taksi mengantarnya menuju klub malam terbesar di kota Nagasaki.


Lu San yakin di sini dia akan bisa menelusuri informasi mengenai letak markas Takeshi Yamaguchi yang sedang menjadi incaran nya.


Lu San berbeda dengan ayahnya yang bila bertindak selalu pakai perhitungan dan berhati-hati.


Lu San bukan tipe seperti itu, dia tidak punya waktu untuk bermain permainan kucing menangkap tikus.


Begitu tiba di depan klub malam terbesar di Nagasaki itu, Lu San yang melihat begitu banyak gadis muda di sana yang di jadikan PSK


Terkadang ada yang di paksa diseret di pukuli di jalan, emosi Lu San pun naik tak terkendali.


Sambil mengenakan sebuah topeng iblis di wajahnya, Lu San langsung berjalan menghampiri 4 orang bodyguard bertubuh tinggi besar berwajah menyeramkan dan sadis.


Mereka berempat ngobrol dan tertawa berjaga di depan pintu masuk klab malam yang besar dan mewah itu.


Setelah itu baru dengan logat bahasa yang kaku Lu San berkata,


"Di mana pimpinan kalian..?"


Keempat orang itu dari awal melihat gerak gerik Lu San yang bertubuh tinggi besar tidak kalah dari mereka dengan wajah tertutup topeng iblis.


Berjalan langsung menuju kearah mereka, mereka langsung menaruh perhatian khusu dan curiga terhadap Lu San.


Tapi yang tidak di sangka oleh mereka gerakan Lu San begitu cepat, tanpa terlihat mencabut senjata.


Tahu tahu dua kepala teman mereka sudah menggelinding di dekat kaki mereka.


Sedangkan tubuhnya yang memancarkan darah dari lehernya di biarkan tumbang begitu saja oleh Lu San.


Suara jeritan histeris para wanita PSK yang ketakutan langsung mewarnai tempat tersebut.


Orang orang berlarian berhamburan dengan panik dalam sekejab tempat itu pun sepi.


Kedua Bodyguard itu yang tersadar dari kekagetan mereka, tanpa menjawab pertanyaan Lu San.

__ADS_1


Langsung mencabut pedang katana pendek menyerang Lu San dengan Tebasan dan tusukan.


Tapi mereka yang menyerang, mereka pula lah yang berteriak.


"Arrghhh...!!!"


Tangan mereka yang masih memegang pedang katana kini tergeletak di depan mereka.


Kedua Bodyguard tersebut yang kehilangan tangan sebatas siku berteriak kesakitan sambil menggunakan tangan yang lain memegang bekas luka ditangan mereka yang bercucuran darah.


Lu San yang kembali menggunakan Wu Xiang Cien Chi memotong tangan mereka, dengan suara tanpa ekspresi berkata sekali lagi,


"Di mana pimpinan kalian."


Kedua Bodyguard itu saling pandang sejenak, kemudian sambil mengatupkan bibir mereka rapat rapat,. mereka kembali mencabut pedang mereka,


Lalu kembali bergerak menyerang Lu San, Lu San menjenguk dingin dan berkata,


"Cari mati..!"


Belum selesai ucapan nya dua kepala kembali menggelinding di atas lantai tidak jauh darinya.


Tanpa melihat kebelakang Lu San mengibaskan pelan kedua tangannya ke kiri kekanan, dua tubuh tanpa kepala dengan darah muncrat muncrat dari lehernya terbang ke kiri kanan tumbang berkelonjotan di atas tanah.


Lu San masuk kedalam klub malam yang remang remang dan penuh sesak wanita pria yang sedang menari berdansa dengan heboh.


di bagian pinggir banyak orang yang sedang minum merokok dan sebagian teler karena narkoba.


Juga ada beberapa gadis muda yang sedang menangis di cekokoki secara paksa dengan minuman keras.


Ada juga yang dipaksa mengkonsumsi narkoba, bahkan ada yang sedang di paksa melayani ***** binatang mereka di sana.


Melihat hal itu Lu San langsung berjalan kearah itu, tanpa berkata-kata sekali tangan Lu San terayun.


Tubuh pria yang sedang beraktivitas di belakang wanita muda yang dipaksa itu, langsung terpotong secara diagonal.


Tubuh bagian atas nya langsung jatuh melotot kesamping.


Pria itu mati tanpa tahu apa sebabnya.


Sedangkan wanita muda itu yang merasakan ada percikan hangat lengket di bagian punggung dan bokong nya yang terbuka.


Secara reflek dia menoleh kearah belakang, tapi begitu melihat apa yang terjadi di belakangnya.

__ADS_1


__ADS_2