KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
KEMARAHAN LU SUN


__ADS_3

Di Halaman Parkir pasar tradisional yang besar, setelah memarkirkan mobilnya.


Xue Yen Giok Lan dan Lu Sun bertiga turun dari kendaraan mereka.


Mereka bertiga terlihat bergandengan mesra, berjalan masuk ke pasar tradisional.


Begitu mereka tiba ditempat langganan belanja mereka.


Beberapa pedagang di sana langsung melambaikan tangan mereka kearah Lu Sun.


Salah satu di antara mereka yang berjualan daging kodok berkata,


"Apa kabar si takut istri..! Minggu kemaren kemana ? kok gak kelihatan..!"


Lu Sun tersenyum, dia tidak marah sudah biasa dia di panggil seperti itu, oleh para pedagang kenalan nya.


Selama 3 tahun ini, datang kepasar menemani Xue Yen belanja.


Dia sudah mendapatkan julukan baru dari para pedagang, mereka memberinya julukan si takut istri.


Hal ini karena setiap kali datang, Lu Sun selalu menuruti apapun permintaan kedua istrinya.


Dia selalu berjalan di belakang mereka sambil membawa setumpuk kantong belanjaan.


Tak jarang saat melewati tempat becek, dia harus menggendong satu persatu istrinya, melewati tempat becek tersebut.


Makanya dia di juluki si takut istri, tapi ada juga yang menjulukinya si tua takut istri, ini karena rambutnya yang sudah putih semua.


"Aku Minggu kemaren pergi mengambil rapor anak ku, acaranya terlalu lama sehingga tidak bisa kemari.."


ucap Lu Sun menjelaskan.


"Ahh untung kamu tidak datang, kalau kamu datang tentu kamu yang babak belur menggantikan Aliu.."


"Apa maksud mu..A sam.."


tanya Lu Sun heran.


Xue Yen buru-buru menggelengkan kepalanya dan mengedip A Sam agar tidak meneruskan ceritanya.


Melihat kode dari Xue Yen, A Sam pun bungkam berpura-pura sibuk memotong ayam dengan kepala tertunduk.


Melihat gelagat yang tidak beres Lu Sun yang cerdik, langsung mencium ada rahasia yang sengaja Xue Yen dan Giok Lan simpan darinya.


Lu Sun langsung mengeluarkan HP menelpon Peter Ho.


Peter Ho yang sedang dalam perjalanan ke kantor buru-buru mengakar telpon begitu melihat panggilan datang dari bosnya.


"Ya guru ada apa ?"


tanya Peter Ho sambil nyetir.


"Peter apa yang terjadi saat Minggu kemaren aku menyuruh mu mengawal kedua istri ku kepasar ?"

__ADS_1


tanya Lu Sun serius.


"Ini..ini..kemarin itu...aduh gimana ya.. nyonya melarang ku bercerita..aku.."


ucap Peter Ho gugup.


Dia tidak tahu mau berkata apa ke Lu Sun, di samping gugup dia juga takut akan di amuk oleh gurunya karena lalai.


"Ceritakan dengan jelas.aku tidak mengajari mu bersikap plintat plintut begitu.."


tegur Lu Sun.


Xue Yen dan Giok Lan sudah saling pandang dengan wajah cemas.


Seluruh pedagang di sana agak terkejut dengan reaksi Lu Sun yang biasanya selama ini selalu ramah sopan dan sabar.


Peter Ho menelan ludahnya sendiri, dia masih teringat dengan jelas bagaimana bentuk gurunya saat membantai keluarga Ching.


Dengan wajah pucat dan punggung basah keringat, Peter Ho berkata,


"Maaf guru be..begini ceritanya, hari itu karena belum sempat sarapan pagi.."


"perut ku yang bunyi-bunyi terdengar oleh nyonya Lan, lalu nyonya Lan menyuruh ku pergi sarapan.."


"Awalnya aku menolak, tapi nyonya Yen mengatakan, di sana aman, karena dia sudah sering kemari berbelanja.."


"Dia mengenal hampir semua pedagang di sana, tidak akan ada apa-apa tidak perlu di kawal.."


"karena kedua nyonya sudah menyuruh ku pergi sarapan, aku pun akhirnya pergi beli dua buah roti agar bisa sarapan sambil jalan.."


"Siapa sangka penjual roti kehabisan uang kembalian, jadi dia membawa uang ku mencari kembalian."


"Akibatnya aku sedikit terlambat menyusul kedua nyonya."


"Saat aku menyusul kedua nyonya, ternyata peristiwa itu sudah terjadi, dan A Liu pedagang daging di larikan ke rumah sakit akibat insiden tersebut."


"Apa yang sebenarnya terjadi ?"


tanya Lu Sun ke Peter sambil melirik kearah kedua istrinya yang berdiri diam, sedang menatapnya dengan wajah sedikit pucat.


"Menurut cerita yang nyonya berikan ke pihak kepolisian dan pihak manajemen pasar.."


"Awal mulanya ada segerombolan preman pasar yang menganggu nyonya Lan.."


"Apa maksud mu dengan kata menggangu jelaskan.."


ucap Lu Sun berusaha menahan sabar.


"Itu mereka meremas paha pinggul dan ingin menyentuh dada Nyonya Lan."


"Tapi tangan itu berhasil ditepis oleh nyonya Lan."


"Lalu nyonya Lan berteriak marah, dan memaki-maki mereka."

__ADS_1


"Maka terjadilah pertengkaran adu mulut antara nyonya Yen nyonya Lan dengan mereka."


"Preman preman itu yang tidak terima di maki-maki oleh kedua nyonya, mereka hendak menangkap dan membawa secara paksa kedua nyonya pergi mengikuti mereka."


"Aliu mencoba mencegah dan berbicara dengan mereka, tapi mereka malah mengeroyok dan menghajar Aliu hingga terluka parah.."


"Selesai menghajar Aliu dan ingin melanjutkan aksi mereka, menculik kedua nyonya yang berlindung di tempat A Sam."


"Aksi mereka keburu di gagalkan oleh dua orang polisi yang kebetulan sedang patroli di pasar."


"Melihat ada polisi bersenjata api, mereka pun melarikan diri.."


"Begitulah ceritanya guru, maaf aku telah lalai.."


Lu Sun menghela nafas panjang kemudian berkata,


"Peter..kamu sungguh membuat ku kecewa.."


Kemudian dia langsung mematikan teleponnya.


Peter Ho di seberang sana sangat terkejut dan merasa tidak enak.


Dia ingin menghubungi Lu Sun kembali meminta maaf, tapi dia takut membuat Lu Sun semakin marah.


Dalam paniknya, Peter buru-buru memarkirkan mobilnya ke pinggir jalan, lalu dia menelpon David.


"Ya halo ada apa pet ?


tanya David saat mengangkat telpon.


Mendengar suara David, Peter buru-buru menceritakan semua pada David dan meminta tolong pada David agar membantunya meminta maaf pada Lu Sun yang kelihatannya sangat marah.


Mendengar cerita Peter, david hanya menghela nafas panjang dan berkata,


"Ini memang salah mu, kamu kan tahu bagaimana pentingnya kedua nyonya setelah bos kehilangan nyonya Ying Ying."


"Tapi kamu malah..aihh..kamu benar-benar kelewatan, rasanya aku juga ingin menampar kepala mu bolak balik.."


ucap David kesal.


"Ya vid aku tahu salah, apapun hukumannya aku akan terima, asal bos tidak mengusir ku dari sisinya, tolonglah aku vid.."


"Hais!.. kamu ini.. sudahlah nanti biar saya bicara sama bos bila dia sudah tenang.."


ucap David lalu mematikan HP nya.


David berpikir keras bagaimana cara bicara dengan Lu Sun agar memaafkan Peter.


David tahu dengan jelas kenapa Lu Sun menaruh harapan besar pada Peter, sehingga menurunkan hampir semua ilmunya pada anak itu.


Lu Sun tentu berharap bila dia berhalangan, Peter bisa membantunya menjaga kedua istrinya dengan ilmu yang dia dapatkan.


Tapi kini terjadi hal seperti ini, wajar Lu Sun marah dan kecewa dengan Peter.

__ADS_1


__ADS_2