KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
BERMAIN DI MALL PENGXIN AQUA CITY


__ADS_3

Mereka bertiga mengangguk dan Edison Chen berkata,


"Nona Ying Ying jangan khawatir, urusan di sini serahkan saja kepada kami."


"Baiklah kalau begitu saya permisi dulu, terima kasih banyak semuanya."


ucap Ying Ying sambil tersenyum.


Ying Ying kemudian kembali ke balkon menemui Xue Yen dan berkata,


"Kakak Yen mau ikut pulang bersama ku ?"


Xue Yen menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak lebih baik kalian bicara berdua saja, aku disini melihat perkembangan di sini, kalau ada apa-apa aku akan menghubungi mu"


Ying Ying mengangguk dan berkata,


"Baiklah kalau begitu aku pulang dulu makasih kakak Yen."


Xue Yen tersenyum dan melambaikan tangannya, memberi kode agar Ying Ying cepat pergi.


Ying Ying mengangguk kemudian dia buru-buru pulang, sampai dirumah Ying Ying melihat rumah sepi tidak terlihat siapa-siapa.


Ying Ying langsung naik kelantai dua menuju kamarnya, tapi dia mendapati kamarnya kosong.


Ying Ying buru-buru mengecek lemari pakaian, saat dilihatnya semua pakaian dan perlengkapan Lu Sun masih lengkap dan tertata dengan rapi.


Ying Ying sedikit bernafas lega, Ying Ying mengedarkan pandangannya, dia melihat ruangan kamarnya sepi kosong dan lenggang.


Ying Ying mengeluarkan HP nya dan kembali coba menelpon Lu Sun.


Tapi malah terdengar bunyi HP Lu Sun yang tertinggal diatas kasur.


Ying Ying mengambil HP itu dan melihat nya, Hp itu hanya di hiasi berita panggilan darinya.


Ying Ying meletakkan HP tersebut di meja nakas samping kasur, kemudian dia berjalan keluar dari kamar nya.


Dia mencoba melihat kamar anaknya juga kosong.


Ying Ying kemudian pergi ke dapur bagian belakang di mana kamar pembantu berjejer di sana.


4orang pembantu yang duduk di lantai sambil ngerumpi terkejut melihat kedatangan Ying Ying.


Tidak biasanya bos mereka pulang jam segini, biasanya paling cepat pun jam 5 Ying Ying Sampai kerumah.


"Tina apa kamu ada lihat tuan ?"


"Kalian berdua kenapa ada di sini ? mana Lu San ?"


tanya Ying Ying cemas.


"Tuan dan tuan muda Lu San keluar jalan-jalan, Tuan besar yang membawanya pergi menggunakan mobilnya."

__ADS_1


ucap Tina memberi penjelasan.


"Tuan ada bilang dia mau pergi kemana tidak ?"


tanya Ying Ying masih cemas


"Tadi kalau gak salah tuan . menawarkan San San main dan jalan-jalan ke Mall Pengxin Aqua City."


ucap Salah satu suster yang biasa menjaga Lu San.


"Baiklah makasih.."


ucap Ying Ying kemudian bergegas pergi menyusul ke Mall Pengxin


Setengah jam kemudian Ying Ying terlihat sudah berada di lantai satu Mall dia mengedarkan pandangannya mencari-cari, dia berjalan menghampiri beberapa toko yang menjual mainan anak dan toko pakaian anak.


Karena tidak menemukan mereka berdua, Ying Ying terus naik kelantai dua, Ying Ying mencari-cari selantai demi selantai dengan sedikit panik.


Akhirnya di lantai 4 Ying Ying baru bisa bernafas lega, dia melihat Lu Sun sedang menemani San San bermain Komedi putar.


Lu Sun menemani Lu San yang sedang duduk diatas seekor kuda mainan, mereka berdua terlihat sedang tertawa gembira sambil makan es krim.


Ying Ying menghapus keringat di dahinya dan tersenyum bahagia, melihat kedekatan ayah dan anak itu.


Perlahan-lahan dia berjalan menghampiri mereka dan memanggil mereka berdua sambil melambaikan tangannya,


"Sun ke ke...! San er..!" Sun ke ke.!" San er..!"


Senyum ceria Lu Sun langsung hilang..


Hatinya terasa sakit menyesal sedih marah pada diri sendiri, yang tidak bisa menjaga istrinya dan membiayai semua kebutuhan nya dengan baik.


Sehingga istrinya harus pontang panting kerja di luar sendirian, dan tidak tahu sudah berapa banyak pelanggan berwatak bejad yang melecehkan tubuhnya.


Lu Sun merasa harga dirinya sebagai pria hancur, tapi ketika Lu Sun melihat tatapan mata Ying Ying yang sedih dan memelas.


Lu Sun terpaksa berusaha tersenyum, tapi senyuman yang keluar tetap adalah sebuah senyum getir.


Bertepatan kedatangan Ying Ying komedi putar pun mulai melambat dan akhirnya berhenti.


"Ibu...! Ibu...! Ibu...!"


terdengar teriakan suara Lu San yang sangat gembira melihat kedatangan ibunya.


"Ayah lihat ibu datang, San er mau turun ayah..!"


ucap San San sambil menatap ayahnya minta bantuan diturunkan.


Lu Sun mengangguk sambil membelai kepala putranya, dia lalu mengangkat Lu San turun dari atas kuda-kudaan.


Begitu diturunkan Lu San langsung berlari menuju pelukan ibunya.


Lu Sun berjalan menghampiri Ying Ying dan berkata,

__ADS_1


"Kenapa kamu jam segini kemari ? bagaimana dengan pekerjaan mu di kantor ?"


Sambil berusaha tetap terlihat wajar, Ying Ying berkata,


"Kantor hari ini tidak terlalu sibuk jadi aku pulang lebih awal."


"Sampai dirumah aku mendengar dari suster Lim kamu mengajak San er main kesini, jadi aku pun menyusul kalian kemari."


Lu Sun membungkuk menggendong Lu San kedalam gendongannya dan berkata,


"Kalau masih banyak pelanggan yang menunggu mu pergilah, tidak perlu khawatirkan kami."


"Aku bisa menjaganya hari ini.."


Lalu Lu Sun berjalan meninggalkan Ying Ying yang membuntutinya dari belakang.


Ying Ying seperti ingin mengatakan sesuatu tapi akhirnya dia berjalan dengan kepala tertunduk tidak tahu mau bicara apa.


Lu Sun juga tidak buka suara lagi, dia menggendong Lu San menuju sebuah toko mainan anak kemudian berkata,


"Nah sebagai janji ayah, hari ini kamu boleh memilih 3 macam mainan kesukaan mu."


"Pergilah memilih sendiri.."


"Hore..! makasih ayah..!"


ucap Lu San gembira dia memeluk dan mencium pipi Lu Sun, lalu berlari pergi melihat-lihat dan memilih mainan kesukaan nya.


Lu Sun duduk di sebuah sofa yang khusus di sediakan untuk orang tua anak, yang sedang menunggu anaknya memilih mainan.


Ying Ying ikut duduk disebelahnya tanpa banyak bicara.


Dari sikap Lu Sun Ying Ying semakin yakin, yang menolong dan telah menyaksikan langsung pelecehan yang dilakukan Nagato kepadanya, pasti adalah Lu Sun suaminya.


Ying Ying tidak tahu mau mulai bicara dari mana, apalagi ini tempat umum sangat tidak tepat membahas hal memalukan seperti itu.


Apalagi di sana ada San er, Ying Ying akhirnya memilih diam.


Lu Sun juga diam tidak berkata apa-apa, dia hanya terus menatap pergerakan putranya yang berlari kesana-kemari dengan gembira.


Setelah memilih beberapa macam mainan, Lu San dengan gembira membawa beberapa macam mainan kehadapan Lu Sun dan berkata,


"Ayah San San bingung memilihnya, semuanya sama bagusnya."


"Tolong ayah saja yang pilih buat San er.."


Lu Sun tersenyum mengelus kepala putranya, kemudian dia mengambil semua mainan itu dari tangan anaknya dan berkata,


"Ya sudah kita beli semua nya saja.."


Hore...! Hore...! makasih ayah..!"


teriak Lu San gembira.

__ADS_1


__ADS_2