
Pedang belum ditarik keluar dari sarungnya, tapi aura ganas dan mematikan telah menekan seluruh wilayah di sekitar tempat tersebut.
Insting mahluk itu membisikan padanya, pedang yang di tangan Lu Sun sangatlah berbahaya.
Bila tercabut dan diarahkan padanya, jiwanya pasti tidak akan tertolong lagi.
Mahluk itu terlihat bersiap-siap akan melarikan diri dari area tersebut.
Lu Sun yang tidak ingin memberi kesempatan mahluk itu kembali melarikan diri, tanpa menunda waktu lagi, Lu Sun mencabut keluar pedang tersebut dari sarungnya.
Aura pekat mematikan, langsung menyeruak keluar, terdengar suara geraman dahsyat saat pedang tercabut.
Mirip geraman naga Hitam milik Lu Sun dulu, hanya saja geraman yang tidak kasat mata ini bahkan menunjukkan kekuatan 10 kali lipat lebih dahsyat dari Naga Hitam miliknya dulu.
Aura dari pedang itu langsung mengunci mahluk tersebut sehingga tidak dapat bergerak sama sekali.
Bagaimana pun usaha dia meronta, tubuhnya tetap tidak bisa di gerakkan.
Saat Lu Sun ingin menebaskan pedangnya kearah mahluk itu, tiba-tiba semua mahluk dan tumbuhan, termasuk air danau pun berhenti bergerak.
Yang tetap bisa bergerak hanya Lu Sun seorang diri, Lu Sun menyadari ini adalah pergerakan waktu yang berhenti.
Di dalam hati Lu Sun bertanya-tanya siapa yang punya kemampuan sebesar itu, bahkan sanggup menghentikan dimensi waktu.
Tak perlu menunggu lama atas jawaban tersebut,.dari langit seberkas cahaya emas bersinar dengan gemilang menyorot turun.
Diiringi oleh sesosok manusia misterius yang mengeluarkan cahaya keagungan sedang tersenyum kearah Lu Sun.
Dia terlihat berdiri mengambang di udara, dengan telapak tangan terbuka di angkat didepan bahu menghadap kearah depan.
Di depan sosok itu, entah kenapa Lu Sun merasa dirinya sangat kecil.
Seperti manusia biasa yang berada di hamparan samudera luas, yang memiliki kekuatan tak terbatas.
Lu Sun pernah bertemu Kaisar langit, Dewi Kwan Im juga Buddha Ju Lai, perasaan ini hanya muncul saat dia bertemu Buddha Ju Lai.
Lu Sun segera merangkapkan sepasang tangannya, didepan dada dan berkata,
"Wahai Dewa Yang Agung ada gerangan apa yang membuat anda muncul menemui hamba. ?"
__ADS_1
Sosok misterius itu sambil tersenyum berkata,
"Wahai anak manusia, anda bisa mengembangkan diri sampai tahap seperti ini adalah hal tidak mudah."
"Sebenarnya pedang berbahaya ini telah saya segel, tapi kamu tetap bisa mencabutnya."
" Itu menunjukkan kamu memiliki kekuatan yang tidak biasa, karena tujuan kamu bersifat mulia, ingin melenyapkan mahluk jahat ini."
"Maka aku memberi ijin kepada mu untuk menggunakannya, aku juga akan membantumu mengatasi efek samping yang mungkin terjadi akibat penggunaan Pedang ini."
Lu Sun menundukkan kepalanya dan berkata,
"Terimakasih Dewa yang agung."
Sosok itu kemudian menyatu dengan tubuh Lu Sun, waktu yang tadinya terhenti kini kembali bergerak normal.
Tubuh Lu Sun sambil melayang keatas diselimuti oleh cahaya berwarna emas, energi alam semesta terus mengalir masuk kedalam tubuhnya.
Mahluk itu semakin ketakutan, dia terlihat terbelalak tak berdaya.
Terlihat bayangan tubuh Lu Sun terbelah menjadi 9 orang masing-masing memainkan satu jurus dari kitab Siluman Naga Semesta.
Saat ke 9 bayangan bergabung menjadi satu dengan tubuh Lu Sun.
Dalam satu ayunan tebasan pedang dengan mata tertutup dan bibir tersenyum lembut memancarkan aura cinta kasih.
Seperti sosok misterius yang kini bayangan nya , menyelimuti seluruh tubuh Lu Sun.
Seekor Naga Siluman hijau melesat kearah mahluk itu, melahap mahluk itu, sampai tak berbekas.
Kemudian kembali menyatukan dirinya ke pedang di tangan Lu Sun, yang kini bergetar hebat.
Seakan-akan ingin menyedot habis seluruh energi kehidupan Lu Sun, Pedang itu ingin menguasai Lu Sun.
Tubuh Lu Sun bergetar hebat, tapi saat bayangan yang menyatu dengan tubuh Lu Sun, membuka matanya, yang memancarkan cahaya lembut.
Pedang tersebut berhenti bergerak, sehingga Lu Sun berhasil menyarungkan Pedang itu kembali ke sarungnya.
Sosok itu kemudian memisahkan diri dari tubuh Lu Sun dan kembali melayang menembus langit dan lenyap seiring lenyap nya cahaya emas yang berasal dari langit.
__ADS_1
Lu Sun seperti baru tersadar dari mimpinya, selain merasa lelah dengan wajah dan tubuh basah keringat.
Lu Sun tidak merasakan kekurangan apapun di tubuhnya, bahkan Lu Sun merasa kekuatan nya, kini naik dua tingkat lagi.
Selain itu Lu Sun juga mendapatkan pencerahan cara merapalkan kitab Naga Semesta level 10.
Tapi Lu Sun tidak akan pernah berani menggunakan pedang tersebut kembali, Lu Sun dapat merasakan bila tidak di bantu oleh sosok misterius tadi.
Kini dia pasti sudah berada di bawah kendali pedang tersebut, kehilangan kesadarannya dan selamanya akan menjadi budak dari pedang tersebut.
Pantas saja Couw Su Guru Bodhi melarang dia menggunakan pedang tersebut, karena Guru Bodhi sudah mengetahui efek jelek dari penggunaan Pedang tersebut.
Lu Sun menjatuhkan diri berlutut di tepi danau dan kembali mengucapkan terimakasih sambil merangkapkan sepasang tangannya didepan dada.
Setelah itu Lu Sun baru melesat Kembali ke resort tempat dia Xue Yen dan Giok Lan menginap.
Tapi sampai di sana, Lu Sun hanya melihat hotel yang sepi, hanya terlihat karyawan dan pengurus hotel, yang bersembunyi ketakutan di dalam hotel tidak berani keluar.
Melihat lapangan parkir yang kosong, hanya tersisa beberapa mobil, Lu Sun yakin Giok Lan pasti sudah membawa Xue Yen kembali ke tempat tinggalnya di Toronto.
Melihat yang di carinya sudah tidak ada di sana, Lu Sun pun melesat ke udara terbang meninggalkan tempat tersebut.
Lu Sun tidak ingin membuang Chi nya dengan terbang ke Toronto dari Alberta, yang jaraknya masih cukup jauh.
Jadi Lu Sun berdiri di pinggir jalan raya, mencari tumpangan untuk kembali ke Toronto.
Ada beberapa mobil yang berhenti, tapi karena berbeda tujuan mereka pun kembali melaju meninggalkan Lu Sun.
Menjelang malam sebuah Truk besar dan panjang yang membawa kontainer panjang, memberikan lampu Dim kearah Lu Sun, dan membunyikan klakson panjangnya.
Sebelum akhirnya berhenti di depan Lu Sun dan dari atas melongok keluar kepala seorang gadis yang memakai topi koboi.
Gadis itu masih muda dan cantik, rambutnya putih kekuningan matanya biru hidungnya mancung bibirnya Sexy.
Dia hanya mengenakan kaos singlet ketat, yang membuat sepasang bukitnya yang menonjol, seakan mau meledak keluar dari balik kaos singlet berwarna hitam nya.
Gadis itu dengan santai berkata kepada Lu Sun dengan bahasa yang Lu Sun tidak mengerti.
Lu Sun hanya bisa berkata "To Lun to..!" sambil menunjuk kedepan.
__ADS_1
Gadis itu sepertinya paham, dia pun membuka pintu mobil dan memberi kode agar Lu Sun naik ke mobilnya.