
Sudah memasuki hitungan ke 20 Lu Sun masih belum terlihat mau berhenti, akhirnya masuk hitungan ke 30 Lu Sun baru meletakkan beban itu dengan ringan di penyangganya.
Semua orang yang hadir ditempat itu terlihat bengong menatap apa yang Lu Sun lakukan barusan.
Stallone sendiri beberapa kali mengucek matanya, memastikan dia tidak sedang bermimpi.
Lu Sun dengan santai bangun dari pembaringan dan tersenyum kearah Cindy.
Cindy dengan bibir cemberut di penuhi penasaran berkata,
"Pertaruhan kita belum selesai, babak pertama kamu kalah babak kedua kamu menang jadi posisi kita 1;1 ."
"Aku menantang mu ke babak ke 3 gimana berani ?"
Lu Sun mengangguk dan berkata,
"Boleh saja tidak apa-apa, kamu ingin bertaruh apa ?"
"Aku ingin bertaruh kalau aku menang pertaruhan kita di babak kedua tadi lunas."
"Bagaimana bila kamu yang kalah ?'
tanya Lu Sun sambil tertawa.
Cindy sambil tersenyum manis berkata,
"Maka aku akan berhutang 6 permintaan dari mu.."
Cindy mengira Lu Sun akan menolaknya, tapi ternyata Lu Sun dengan santai mengangguk dan berkata,
"Baiklah tidak masalah.."
"Kamu ingin bertanding apa ?"
Kini tidak ada yang latihan lagi termasuk seluruh karyawan dan pelatih tempat fitnes tersebut.
Mereka semua berkumpul mengelilingi Lu Sun dan Cindy yang sedang bertaruh.
Mereka tidak mau melewatkan menonton keramaian yang langka ini.
Cindy terlihat berpikir sebentar dan berkata,
"Aku menantang mu meniru gerakan instruktur senam aerobic bagaimana ?"
"Maksudnya ? tolong jelaskan..?"
tanya Lu Sun.
"Begini instruktur senam aerobic akan menunjukkan sekali gerakannya, sampai satu lagu habis."
"Setelah itu kita akan bergantian menirunya."
"Bila lupa gerakan atau salah gerakan akan di anggap kalah.."
"Bagaimana ? setuju ? deal ?"
ucap Cindy sambil mengulurkan tangannya kearah Lu Sun.
Lu Sun sambil tersenyum mengangguk dan menyalami Cindy.
__ADS_1
Cindy bersorak kegirangan dan langsung berkata,
"Maya tolong bantu jadi instruktur senam aerobic kami, bisa kan ?"
Wanita cantik berkulit putih keturunan Uighur yang memiliki kecantikan khas timur tengah itu pun mengangguk dan berkata,
"Baik Nona Cindy.."
Lu Sun diam-diam mengagumi kecantikan instruktur senam aerobic bernama Maya yang baru berusia 19 tahun itu.
Menurut pikiran Lu Sun mungkin hanya Giok Lan yang dapat menandingi kecantikan khas gadis bernama Maya ini.
Melihat Maya, Lu Sun jadi teringat dan kangen dengan Giok Lan istrinya yang lain yang masih sibuk di Amerika.
Lu Sun memberi kode agar Cindy dan Maya memulai duluan, dia dengan santai berjalan keluar dari ruangan fitness menuju tempat terbuka di samping ruang fitness.
Sambil mengeluarkan ponsel dari saku celananya.
Dia kemudian melakukan panggilan video call ke Giok Lan.
Tidak butuh waktu lama terlihat senyum gembira wajah Giok Lan di layar HP Lu Sun.
Meski terlihat capek, Giok Lan masih berusaha tersenyum gembira mendapat panggilan telepon dari suaminya.
"Sayang wajah mu kelihatan capek sekali, kamu sangat sibuk ya ? apa telpon ku menganggu kesibukan mu.?"
Giok Lan tersenyum lembut dan berkata,
"Ya, akhir-akhir ini sangat sibuk, banyak laporan yang belum di urus dan ditandatangani oleh ayah."
"Sehingga aku harus mengurus semuanya.."
"Gimana keadaan di sana, ? Sun ke ke sedang sibuk apa sekarang ?"
Lu Sun sangat terharu mendengar jawaban lembut dan mesra dari Giok Lan.
"Keadaan di sini semua baik-baik saja, aku sekarang sedang sibuk meletakkan dasar-dasar sebelum kerajaan bisnis groups Lu di bangkitkan kembali."
"Aku harus menekan dan menyingkirkan saingan berat ku dulu sebelum mendirikan Kembali groups Lu."
"Sekarang di sana jam berapa ? kamu ada di mana sekarang ?"
tanya Lu Sun sedikit cemas dan tidak tega melihat wajah Giok Lan yang capek.
Giok Lan sambil tersenyum berusaha menenangkan Lu Sun,
"Sekarang di sini jam 5 pagi, Sun ke ke jangan khawatir, aku sekarang sedang di kamar baring-baring."
"Ahh..! telpon ku menganggu waktu tidur mu maaf sayang aku tidak tahu."
ucap Lu Sun merasa tidak enak.
"Sayang ... aku sudah bangun kok cuma malas bangun dari kasur aja, karena di luar masih gelap gulita."
"Nanti jam 8 kalau sudah agak terang aku baru pergi mandi dan bersiap-siap ke kantor.."
Lu Sun tersenyum lega dan berkata,
"Kalau masih ngantuk tidur lagi aja kan masih ada 3 jam."
__ADS_1
"Sayang kamu ada kesulitan, atau ada tanda-tanda bahaya yang mengancam mu tidak di sana.?"
Giok Lan menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Tidak ada sayang kamu tenang saja, aku di sini baik-baik saja kok."
"Baguslah kalau begitu, aku cuma sedang sangat merindukanmu sayang, entah kapan bisa kumpul bersama lagi ?"
Giok Lan tersenyum senang dan berkata,
"Aku juga sama, secepatnya begitu masalah ku beres aku pasti akan menyusul mu kesana."
"Sayang kira-kira bulan depan kamu sudah bisa ada di sini gak ya ? kalau bisa jadi pesta pernikahan kita bisa diselenggarakan sekaligus."
tanya Lu Sun.
Giok Lan mengangguk dan berkata,
"Akan ku usahakan, cuma gak bisa janji, mudah-mudahan semua berjalan lancar."
"jadi aku bisa ikut ambil bagian dalam acara itu."
Lu Sun mengangguk dan berkata,
"Bila tidak sempat aku yang akan menyusul kesana, lalu adakan acara susulan bersama mu di sana."
Giok Lan tersenyum bahagia dan berkata,
"Makasih banyak Sun ke ke, aku sangat mencintaimu.."
Lu Sun tersenyum genit dan berkata,
"Sayang aku sangat merindukanmu, boleh tidak aku melihat.."
Giok Lan tertawa sambil menutupi mulutnya melihat suaminya yang genit ini. dia pun tak berdaya menolaknya.
Sesaat kemudian Lu Sun terbelalak melihat HP nya, Tongkatnya langsung bereaksi.
"Udah ya sayang, aku mau mandi dulu.."
ucap Giok Lan kemudian HP Lu Sun pun mati dan menjadi gelap.
Giok Lan sengaja mempermainkan Lu Sun yang akhir-akhir ini menjadi sangat genit, sejak mereka melewatkan beberapa malam tidur bersama.
Giok Lan terlihat bernyanyi kecil dengan hati riang menuju kamar mandi.
Sedangkan Lu Sun yang terpotong ditengah-tengah terlihat uring-uringan berjalan kembali kedalam ruangan sambil mendumel sendiri.
Kebetulan saat Lu Sun kembali keruangan, Cindy baru menyelesaikan senamnya dengan nilai sempurna.
Sebenarnya sangat wajar bila Cindy bisa meniru dengan sempurna, karena ini memang gerakan senam yang sangat di hapalnya.
Hampir seminggu 3 kali dia melakukan senam ini, gimana dia bisa tidak hapal, ini hanya
akal-akalannya, untuk memenangkan pertaruhan ini.
Lu Sun juga tidak bodoh, dia juga menyadari hal itu tapi dia sengaja tetap menerima tantangan ini agar Cindy kalah dengan hati puas.
Lu Sun sudah mempersiapkan rencana buat Cindy.
__ADS_1