KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
MENGIKUTI 10 PREMAN


__ADS_3

Akhirnya Lu Sun mendengar pergerakan di ujung sebelah Utara, ada suara tertawa dan Isak tangis wanita di sana.


Tanpa buang waktu Lu Sun langsung melesat kearah tersebut.


Sampai di sana, Lu Sun melihat seorang gadis SMA yang ketakutan sedang dipegangi tangan dan kakinya oleh para preman itu.


Gadis itu berada dalam posisi terlentang dengan pakaian berantakan.


Dia hanya bisa meronta sambil menangis, tidak berdaya menghadapi para preman itu.


Bau alkohol memenuhi udara di sekitar tempat tersebut.


Dengan marah Lu Sun menunjuk kearah mereka dan berkata,


"Lepaskan gadis itu..!"


"Ehh orang tua, cepat pergi dari sini jangan ganggu kesenangan kami..!"


teriak salah satu preman yang sedang berdiri di sana menonton aksi teman temannya itu.


Lu Sun tersenyum dingin dan berkata,


"Hari ini bila tidak memberi kalian pelajaran, kalian tidak akan pernah tahu tingginya langit tebalnya bumi.."


Melihat Lu Sun tidak juga beranjak, preman itu sangat marah, dia segera mencabut golok hitamnya dengan sikap penuh ancaman.


Dia berjalan mendekati Lu Sun kemudian mengayunkan goloknya kearah kepala Lu Sun.


Lu Sun menanggapinya dengan senyum dingin, dengan hanya sedikit menggeser langkah kakinya serangan preman itu menemui tempat kosong.


Tiba-tiba preman itu, merasa perutnya mules terkena tendangan Lu Sun, tangannya yang memegang golok terasa kesemutan tidak kuat mempertahankan golok dalam genggamannya.


Goloknya jatuh berkerontangan di atas lantai, sebelum dia menyadari apa yang terjadi.


Kembali sebuah tendangan mendatar di dagunya, sehingga dia terpental kearah temannya yang sedang berusaha memperkosa gadis SMA yang sedang menangis itu.


Aktivis 10 orang itu pun terhenti, mereka memandang Lu Sun dengan agak terkejut.


Tadinya mereka tidak terlalu ambil perduli dengan kedatangan Lu Sun.


Mereka yakin, rekan mereka si brewok bisa menghadapi Lu Sun.


Tapi saat melihat rekan mereka si brewok di tahlukkan dengan mudah oleh Lu Sun.


Kini dalam kondisi babak belur dalam satu gebrakan, mereka pun menyadari Lu Sun bukan orang sembarangan.

__ADS_1


Mereka langsung kehilangan selera, mereka melepaskan gadis itu, membiarkan gadis itu berlari pergi dari tempat tersebut.


Sebelum pergi gadis itu sempat menoleh kearah Lu Sun dengan tatapan cemas dan penuh terimakasih.


Lu Sun hanya mengangguk kecil menanggapinya.


Dia lalu mengalihkan perhatian nya pada ke 9 orang preman itu.


Mereka tinggal ber 9 karena rekan mereka yang pertama kali menyerang Lu Sun masih tertelungkup diatas lantai tidak sanggup berdiri.


Ke 9 preman itu, kini bersiaga dengan golok hitam di tangan sambil melakukan pengepungan mengurung Lu Sun di tengah-tengah.


Tanpa basa-basi mereka dengan ganas mengayunkan golok mereka dari berbagai arah menuju punggung dada leher dan perut Lu Sun.


Lu Sun menggeser kakinya, kesana kemari dengan langkah ajaib.


Sehingga tebasan golok berseliweran di sekitarnya.


Lalu dengan satu tendangan memutar 360 derajat, di mana Lu Sun menjadikan tangannya sebagai poros menekan lantai.


Kakinya berputar-putar menghajar wajah ke 9 orang itu, hingga mereka semua terlempar ke segala arah, dengan pipi membengkak besar.


Mereka belum menyerah, dengan marah mereka langsung bangun berdiri, lalu kembali menerjang menyerang Lu Sun dengan golok mereka.


Tapi di hadapan Lu Sun mereka hanya sekumpulan orang konyol yang menjadi alat buat Lu Sun melemaskan otot-otot nya saja.


"Ku ingatkan pada kalian ini adalah pelajaran bagi kalian semua, bila masih berani berbuat onar di sini, selanjutnya aku akan mencabut nyawa kalian.."


ucap Lu Sun mengancam mereka yang sedang merintih-rintih di atas lantai.


Lu Sun kemudian memutar tubuhnya berjalan meninggalkan tempat tersebut.


Tapi saat ke 10 orang preman itu tidak terlihat lagi, Lu Sun merubah dirinya menjadi seekor lalat kecil, menempel di dinding mengamati pergerakan ke 10 preman itu.


Lu Sun tidak berniat melepaskan mereka, dia membiarkan mereka hidup semata-mata hanya ingin mengintai dan mengamati mereka.


Lu Sun yakin mereka akan membawanya menuju markas besar mereka untuk melapor ke pimpinan mereka.


Bila hanya membereskan mereka itu sangat mudah, tapi bukan itu tujuan Lu Sun, dia memiliki rencana lain.


Dia ingin menghancurkan kelompok itu hingga ke akarnya.


Sesuai dugaan Lu Sun, mereka tak lama kemudian dengan menahan sakit saling papah, meninggalkan tempat tersebut menuju jalan di belakang pasar.


Dengan mengikuti mereka secara diam-diam, akhirnya mereka membawa Lu Sun tiba di markas besar mereka.

__ADS_1


Ternyata kelompok tersebut mempunyai markas yang berada di sebuah bangunan yang cukup besar dan mewah.


Dengan pagar tembok setinggi 3 meter mengelilingi halaman rumah tersebut yang luas.


Di dalam tempat tersebut ternyata ada banyak anggota Genk tersebut sedang berlatih ilmu beladiri dengan sebilah golok hitam di tangan mereka.


Dari pengamatan Lu Sun, kelompok tersebut anggotanya yang berkumpul ada kemungkinan hampir mencapai 1000 orang.


Jumlah ini adalah jumlah yang cukup besar untuk membuat kerusuhan di Nan Jing.


Pantas saja polisi takut dengan mereka.


Kalaupun di proses secara hukum penjara akan penuh, satu-satunya cara adalah hukuman mati untuk kriminal-kriminal seperti mereka ini.


Agar tidak terus mengganggu ketenangan orang lain.


Lu Sun yang berubah menjadi seekor lalat dengan mudah mengikuti mereka sampai ke hadapan ketua Genk mereka.


Lu Sun melihat ke 10 orang itu menjatuhkan diri berlutut di depan seorang pria berusia 30 an, yang berwajah bengis dengan bekas luka memanjang dari dahi kiri sampai bawah mata sebelah kiri.


"Kalian kenapa..? apa yang terjadi ?"


ucap orang itu dengan nada dingin.


"Maaf bos barusan kami di serang oleh seorang pria berambut panjang dan berwarna putih."


"Bodoh, dasar tolol...! menghadapi seorang kakek kakek yang hampir mampus saja kalian tidak sanggup..!"


"Percuma kalian ber 10 dan memiliki tubuh besar-besar dasar gentong nasi tak berguna..!!"


maki pria itu dengan wajah merah.


Dia tentu sangat marah, saat mengetahui 10 orang anak buahnya, di kalahkan oleh seorang kakek tak di kenal.


"Maaf bos meski orang itu berambut putih, tapi wajahnya masih muda bos.."


jawab salah satu dari ke 10 orang itu dengan kepala tertunduk.


Pelindung kiri dan kanan, kalian berdua ikut dengan mereka, cari dan seret kakek itu kemari, baik mati ataupun hidup."


"Sebelum membawanya kemari jangan pernah kembali menemui ku.."


ucap pria itu kepada dua orang yang berdiri di belakangnya.


"Siap Bos.."

__ADS_1


"Tidak perlu mencari ku, aku ada di sini.."


ucap Lu Sun tiba-tiba sambil menunjukkan dirinya di hadapan mereka.


__ADS_2