KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
ANCAMAN LU SUN


__ADS_3

Sehingga serangan Lu Sun lewat begitu saja melesat kearah perisai pelindung yang di buat oleh Kyoto dengan dukungan tenaga dari ketiga saudaranya.


Setelah melewati energi golok yang Lu Sun lepaskan, keempat potongan energi bumerang kembali bergabung dan melesat menyerang Lu Sun dengan kekuatan penuh.


Lu Sun sedikit terkejut, untungnya dia masih punya kekuatan cadangan, memanfaatkan kekuatan cadangan, Lu Sun dengan cepat mengisi kembali seluruh kekuatannya dengan energi intisari langit


Lalu membentuk perisai biru dan merah, 40 matahari dan bulan berputaran disekitar tubuh Lu Sun.


Ini menunjukkan Lu Sun telah mencapai level 40 sebuah pencapaian yang jauh melampaui batasan normal.


Bumerang cahaya biru menghantam Lu Sun dengan keras, dan menimbulkan ledakan dahsyat.


Begitu pula Golok biru yang Lu Sun lepaskan, juga menghujam deras menghantam perisa pelindung yang di ciptakan oleh keempat orang itu.


Terjadi ledakan dahsyat di dalam lubang yang terlindungi perisai biru, perisai biru tidak kuat menahan serangan Lu Sun.


Perisai itu mengalami retak-retak, keempat orang itu kembali jatuh bertekuk lutut, dari mulut mereka terdengar suara batuk batuk,


Kemudian mereka masing-masing memumtahkan seteguk darah hitam kental dari mulut mereka.


Kyoto berkata pelan,


Tinggalkan pertahanan.."


Lalu serentak keempat bayangan melesat keluar dari dalam perisai biru berpencar keempat arah.


Perisai biru langsung meledak, serangan Lu Sun menghantam lubang, menimbulkan sebuah lubang tebasan yang sangat dalam.


Air dan lumpur langsung menyembur keatas seperti pancuran.


Sedangkan Lu Sun sendiri setelah terhantam oleh bumerang biru, tubuhnya terdorong keatas, tapi lapisan cahaya biru dan merah berhasil meredam, kekuatan serangan bumerang.


Setelah cahaya bumerang biru sirna, Lu Sun sambil melayang di udara mengalihkan pandangannya keempat penjuru.


Saat dia merasa dari 4 arah ada yang sedang bergerak mendekatinya.


Dengan mengandalkan perisai Im Yang Sen Kung, Lu Sun diam menanti datangnya keempat serangan itu


Keempat pukulan dan tendangan yang di lontarkan oleh 4 orang itu, tepat mengenai energi pelindung Lu Sun.


Mereka berempat seperti memukul sebuah bola karet yang penuh terisi tenaga sakti tanpa batas.


Mereka terlempar ke empat arah oleh tenaga serangan mereka yang membalik.


Mereka berempat jatuh terduduk di atas tanah, tidak mampu berdiri.


Karena seluruh tenaga mereka kini telah habis terkuras dalam serangan terakhir mereka barusan.


Selain itu tenaga yang membalik, telah melukai organ penting dalam tubuh mereka, bila memaksakan diri mereka hanya akan menggali lubang kubur sendiri.


Lu Sun melayang di udara, tidak melakukan tebasan kedua, ataupun mengulangi tebasan nya.


"Bagaimana masih mau di lanjutkan ?"


"Bila kalian berkeras, jangan salahkan aku, bila di tahun depan di hari yang sama, akan menjadi hari peringatan kematian kalian untuk yang pertama kali nya..!"

__ADS_1


ucap Lu Sun memberikan peringatan dengan suara dingin.


Kini mereka berempat sadar, mereka bukan lawan Lu Sun, bila di lanjutkan mereka berempat hanya akan mati konyol di sini.


Bila mereka mati, sebenarnya bukan masalah.


Tapi bagaimana bila terjadi sesuatu dengan putri tunggal kakaknya ini, mau bagaimana mereka memberikan penjelasan pada kakak nya.


Bila hal ini sampai mempengaruhi kerjasama antara kakaknya dengan guru mereka.


Mereka pasti akan menuai kemarahan guru mereka yang tidak main-main.


Setelah saling pandang sejenak, Ikeda segera membantu Henshin berdiri, lalu mereka berempat berjalan dengan tubuh terhuyung-huyung berjalan kearah Michiko.


Kyoto langsung berkata pada Michiko,


"Nona urusan mu terpaksa di tangguhkan, kami berempat bukan lawan gurunya, ayo kita pergi dari sini."


Michiko melirik kearah Afei sejenak yang masih meringkuk di atas tanah, dia lalu mengangguk kecil dan melangkah pergi meninggalkan tempat tersebut.


Lu Sun sudah mendarat di samping Afei dengan khawatir Lu Sun menyentuh bahu Afei dan berkata,


"Afei kamu kenapa nak ?"


Afei hanya bisa bergumam kecil, tidak ada suara yang keluar, dia masih belum bisa bicara karena rasa nyeri yang di deritanya.


Sambil menahan tawa, Lu San dari belakang Afei berkata,


"Adik Fei anunya tadi di gigit oleh gadis Jepang itu.."


Mendengar kata-kata Lu San, Lu Sun bereaksi berbeda.


Dia langsung kembali berdiri dan berteriak,


"Tahan langkah kalian...!"


Kelima orang itu yang hampir pergi, sedikit terkejut mendengar teriakkan Lu Sun.


Keempat orang pria itu langsung membalikkan badan mereka dan menatap tajam kearah Lu Sun.


Kyoto berdehem kemudian berkata,


"Ada apa tuan..? apakah kamu berubah pikiran..?"


"Ingat meski kamu mampu membunuh kami, kondisi mu sendiri juga tidak akan berakhir jauh lebih baik dari kami..."


ucap Kyoto dengan nada dingin.


Dia menebarkan aura ancaman yang seolah olah ingin mengadu nyawa dengan Lu Sun.


Begitu pula dengan ketiga saudaranya yang lain.


Lu Sun tersenyum dingin dan berkata,


"Meski aku berniat menghabisi kalian sekalipun, kalian tidak bakal mendapatkan keuntungan apapun dari ku."

__ADS_1


"Tapi ucapan yang sudah keluar, aku tidak punya kebiasaan menarik kembali ataupun mengingkarinya, itu bukan sifat ku.."


"Lalu apa yang kamu inginkan.."


jengek Ryozo tersenyum sinis.


"Kalian berempat boleh pergi,..! tapi gadis itu harus tinggal mempertanggungjawabkan, perbuatannya pada murid ku.."


"Bila murid ku, sampai tidak bisa jadi pria sejati, kamu harus tinggal di sini menjadi istrinya.."


ucap Lu Sun sambil menunjuk wajah Michiko dengan wajah dingin.


"Aku...aku.. tidak mau... aku tidak Sudi...!"


teriak Michiko panik malu dan marah.


Keempat orang itu kini menatap Michiko dengan heran menuntut penjelasan.


"Kami...kami .. bertarung dia terluka, apa urusannya dengan ku ? ke.. kenapa aku..aku harus tanggung jawab...aku tidak mau... pokoknya aku tidak mau... sampai aku aku juga tidak mau...!!"


teriak Michiko gugup panik dan malu.


Lu Sun tersenyum dingin dan berkata,


"Kamu jangan coba-coba tidak mau terima arak kehormatan mencari arak hukuman.."


"Kamu pasti akan menyesali nya nanti.."


Ucapan Lu Sun yang bernada dingin, membuat nyali Michiko menjadi ciut.


Tapi dia masih tidak mau mengalah, dengan wajah pucat dia berkata,


"Kalau...kalau...aku tidak mau..kamu mau apa ?"


"Berani kamu menyentuh ku...ayah ku pasti tidak akan mengampuni mu..!"


ucap nya mencoba menggertak Lu Sun dengan nama ayahnya.


"Boleh,... aku jadi ingin lihat, apa yang bisa ayah mu lakukan pada ku..?"


ucap Lu Sun sambil tersenyum dingin.


Keempat paman Michiko langsung maju berdiri memunggungi Michiko dan Kyoto pun berbisik pada Michiko.


"Michiko apapun yang terjadi, jangan pernah menoleh kebelakang."


"Secepatnya tinggalkan negara ini.."


"Jangan mimpi..."


ucap Lu Sun yang berpendengaran tajam.


"Guru tahan,...! aku sudah tidak apa-apa "


"Biarkan lah mereka pergi.."

__ADS_1


ucap Afei tiba tiba.


__ADS_2