KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
ILMU KUNO VS TAEKWONDO


__ADS_3

Kedua orang itu sedikit terkejut, mereka sudah mendapatkan laporan dari junior mereka.


Nenek itu sangat hebat, dan memiliki kemampuan yang aneh.


Kini mereka baru membuktikan sendiri, tendangan mereka yang jarang meleset kini malah menendang angin.


Sebaliknya seberkas cahaya berwarna putih kebiruan bergerak kearah kaki mereka dengan sangat cepat.


Menyadari ada bahaya yang sedang mengintai kaki mereka, kedua orang itu menarik mundur kaki mereka dengan cepat, sambil melompat mundur ke belakang.


Lalu dengan serentak mereka kembali mencelat kedepan dengan serangan sepasang tinju mereka yang bergerak cepat menyerang wajah dan bagian ulu hati nenek.


Di susul dengan tendangan beruntun ke seluruh tubuh nenek dengan gerak pancingan kaki kiri lalu dengan cepat melayangkan kaki kanan kearah perut bawah dada dan kepala.


Nenek hanya tersenyum dingin menanggapi serangan kedua orang itu, sebelum nenek bergerak terdengar teriakan Lu Sun.


"Kalau nenek menginginkan pak tua ini,!"


"nenek harus cepat, atau aku gak janji bisa berikan dia dalam bentuk utuh..!"


ucap Lu Sun menghindari serangan berantai dari Pak tua Choi itu.


Kedua orang itu tidak tahu bagaimana cara nya, tahu-tahu salah satu dari mereka pergelangan tangan dan kakinya tertangkap oleh nenek.


Lalu di lempar menghantam rekannya sendiri mereka jatuh tumpang tindih tidak karuan.


Semua serangan yang ingin mereka lancarkan menjadi gagal total.


"Kalian ini hanya menang gaya gak da isinya, Nih lihat baik-baik..!"


ucap Nenek mulai bergerak meniru pukulan dan tendangan mereka.


Angin berkesiur menderu-deru mengiringi setiap tendangan kaki dan sepasang tinju nenek saat bergerak menyerang di udara.


Cahaya biru putih juga bergerak mengiringi sepasang kaki dan tinju nenek yang sedang bergerak.


Kedua orang yang tumpang tindih itu menatap dengan melongo, begitu pula dengan pasukan pedang Jepang yang mereka bawa semua nya menatap dengan mata terbelalak lebar.


Kedua orang itu akhirnya bisa bangun berdiri, tapi mereka belum menyerah, dengan agak takut-takut mereka memberi kode agar semuanya maju mengeroyok Nenek.


"Tidak tahu diri..cari mampus...!"


Nenek langsung berkelebat diantara Sambaran pedang Jepang yang berseliweran di dekat tubuhnya.


Satu persatu pedang yang mereka pegang terlepas dari pegangan mereka.


Karena pergelangan tangan mereka telah remuk di cengkram oleh nenek.


Melihat hampir 3/4 orang yang mereka bawa berserakan berguling guling di lantai.


Sambil berteriak kesakitan.


Kedua orang itu tiba-tiba secara diam-diam mengeluarkan pistol mengarahkan kepunggung nenek.

__ADS_1


"Doorr...Door...Doorr..Door...!"


Letusan pistol mereka meledak memekakkan telinga.


"Aduhhhh...! Aduhhhh...!


terdengar suara teriakan kesakitan di arena pertarungan.


Tapi bukan nenek yang tumbang, tapi kedua orang itu yang tumbang sambil memegangi bahu mereka yang berdarah.


Mereka terkena peluru yang mereka tembakan barusan.


Saat mereka melepaskan tembakan, Lu Sun bergerak cepat menyentil dari jauh, sehingga peluru tersebut membalik mengenai bahu mereka sendiri.


Setelah kedua orang itu roboh nenek baru menyadari kelengahannya.


Bila tidak di tolong cucunya, tentu dia sudah roboh, kultivasinya, belum cukup kuat untuk menahan peluru.


Nenek berteriak marah mempercepat gerakannya mencengkram apapun yang berada di hadapannya.


Dalam sekejap mata 50 orang pria bersenjata kini terkapar bergulingan diatas lantai tidak sanggup berdiri.


Lu Sun menghadapi serangan berantai kakek Choi dengan salah satu jurus dari 18 Tapak Penahluk Naga, yaitu Naga mengibaskan ekor.


Di mana Lu Sun menggunakan kakinya untuk melakukan tendangan memutar menangkis tendangan kakek Choi.


"Deesss...!!"


Kakek Choi terpental ke belakang, seperti sedang ditabrak oleh sebuah bus tronton.


Sedangkan Lu Sun sambil tersenyum sudah menghilang dari posisinya tadi.


Lu Sun tiba-tiba muncul di dekat Si pria botak yang duduk di kursi roda, dengan sekali tendang supir yang berada di belakang kursi roda terpental menabrak mobil sedan mereka.


Sopir sial itu langsung pingsan tidak sadarkan diri, begitu tubuhnya menabrak badan mobil hingga penyok.


"Mau apa kamu ? menjauh dari saya...! kakek tolong .! Arrghhh...!!"


teriak si botak kesakitan.


Karena Lu Sun dengan gerakan cepat tak terlihat telah menggunakan Wu Xiang Cien Fa, memotong kedua tangan dan kakinya, termasuk burung perkututnya.


Darah berceceran membasahi baju dan celana si botak, si botak sudah pingsan tidak sadarkan diri.


"Kau...!!"


teriak Kakek Choi gusar, melihat nasib yang di alami cucu nya.


Kejadian tragis itu berlangsung dengan sangat cepat, di luar kemampuan nya untuk mencegahnya.


Sebelum kakek Choi sempat bereaksi, Lu Sun sudah melayang kembali kearah anak dan istrinya.


Di hadapan Kakek Choi kini berdiri nenek Lu yang sedang menatap tajam kearahnya sambil berkata,

__ADS_1


"Sekarang giliran mu temani aku bermain-main sejenak."


Nenek Choi melesat memberikan serangan pembukaan dengan sepasang cakarnya.


Kakek Choi orang berpengalaman, dia bergerak mundur mencari sela untuk memberikan serangan balasan.


Gerakan Nenek terlalu cepat, sehingga kakek Choi terlihat main mundur sambil menepis sepasang cakar Nenek Lu yang mengandung kekuatan mengerikan.


Terbukti pintu mobil dari bak truk bagian belakang ketika terkena cakar nenek Lu langsung hancur berlubang.


Kakek Choi tidak sempat berpikir banyak, dia harus mati-matian menghindari serangan nenek Lu.


Sambil sekali-kali melepaskan tendangan berbahaya dan penuh perhitungan, nenek Lu bila bukan memiliki ilmu Cou Shang Fei mungkin sudah terkena tendangan tersebut.


Tapi sampai hampir seratus jurus, belum terlihat nenek Lu berhasil menahlukkan jagoan ahli taekwondo ini.


"Cukup...! sekarang rasakan ini...!"


teriak Nenek Lu.


Melihat gerakan nenek Lu, Lu Sun buru-buru membentuk kubah pelindung melindungi keluarganya.


Kakek Choi berusaha mundur menghindar serangan tapak nenek Lu yang terbuka kearahnya.


Tapi hawa dingin menusuk tulang membuat nya sulit bergerak, tubuhnya menggigil kedinginan.


Sebelum menyadari apa yang Terjadi kakinya dari bawah hingga ke lutut, telah membeku.


Kakek Choi sangat terkejut dan berkata,


"Ilmu iblis apalagi ini. !?"


Bagaimana pun dia berusaha kakinya tetap tidak bisa di gerakan, perlahan-lahan bagian yang membeku merambat naik hingga ke pinggang dan terus merambat keatas.


Kakek Choi menatap dengan sepasang mata terbelalak kaget., baru sekali ini dia merasakan ketakutan yang amat sangat.


Nenek Lu kini tersenyum dingin berdiri di hadapan kakek Choi dan berkata,


"Bagaimana masih mau di lanjutkan ?"


Kakek Choi mendelik dan berkata,


"Kamu menggunakan ilmu iblis, ini tidak sah."


Nenek Lu tertawa dan berkata,


"Tidak tahu diri...cari mati kamu.."


Cakar Nenek Lu yang bersinar kebiruan hampir mendarat di pelipis kepala kakek Choi.


Tapi tangannya tertahan oleh energi 9 matahari Lu Sun.


"Nenek cukup main-main nya, nanti bermasalah dengan hukum negara..."

__ADS_1


Nenek Lu mendengus dingin, lalu membalikkan badannya meninggalkan tempat tersebut.


__ADS_2