KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
MENGAWASI VICKY


__ADS_3

Lu Sun menatap Viona, sesaat kemudian berkata,


"Untuk hal itu kamu tidak perlu khawatir, yang paling penting kamu harus jujur padanya."


"Setidaknya berilah dia kesempatan memilih, apapun hasil yang di pilihnya nanti itu urusan nanti."


Viona terlihat termenung tidak tahu harus bagaimana, selama hampir 1/2 tahun ini.


Sejak dia di bawa Vicky.


Vicky selalu melakukan hal itu dengan nya, hampir setiap hari.


Meski dia rutin minum obat pencegah kehamilan.


Tapi dia tidak bisa berbohong pada dirinya sendiri dan David, dirinya kini bukan Viona yang polos seperti sewaktu bersama David lagi.


Dia kini benar-benar sangat rendah tidak sebanding dengan David, yang dia tahu David adalah pria yang belum pernah menikah dan bersama wanita manapun.


Vicky memang memperlakukannya layaknya seorang istri, tapi dia hanya tubuhnya bersama Vicky, sedangkan jiwa dan perasaannya sepenuhnya melekat pada David.


Viona merasa dirinya bagai pelacur yang tidak layak lagi hidup bersama David, meski dipaksakan dan David bersedia menerimanya sekalipun.


Dia seumur hidup akan hidup dalam perasaan rendah diri dan penyesalan.


Kini keinginan hidupnya cuma satu menjaga ibunya, dan membesarkan Ervan, hal lainnya dia tidak berani memikirkan nya.


"Kakak Sun ada yang kamu tidak tahu,


Selama 1/2 tahun ini, bagaimana aku melewati hidup ku bersama binatang itu."


"Aku adalah pelacur yang tidak layak lagi hidup bersamanya, biarlah aku membayar dan mengobati luka cintanya di kehidupan mendatang."


"Ku mohon kakak Sun, setelah semua ini berakhir biarkan aku hidup menjauh darinya."


"Anggap saja Viona telah mati, dan tidak pernah ada lagi di dunia ini."


"Biarlah dia melupakan aku, biar waktu yang akan mengobati luka yang ku tinggalkan untuk nya."


ucap Viona bercucuran airmata.


Lu Sun memalingkan wajahnya sambil menghela nafas berat.


Lu Sun tidak berani menatap wajah Viona yang menyedihkan, bila melihatnya hatinya pasti tidak kuat.


"Baiklah Vi aku akan biarkan kamu pergi, tapi kamu tidak boleh pergi sendirian begitu saja hidup Luntang Lantung tanpa arah dan tujuan.


"Istri ku Giok Lan di negara yang jauh sana banyak usaha, aku akan meminta dia mengatur satu usaha nya untuk kamu urus."

__ADS_1


"Itu akan cukup bagi mu membesarkan Ervan dan merawat ibu mu."


Viona mendengar hal ini, langsung menjatuhkan diri berlutut memegang kaki Lu Sun sambil menangis berkata,


"Terimakasih banyak tuan Sun, Budi baik mu ini seumur hidup Viona tidak akan pernah bisa melupakannya."


"Budi baik tuan biar Viona balas di kehidupan mendatang."


Lu Sun membungkuk membangunkan Viona dan berkata,


"Bangunlah ini bukan apa-apa, kamu tidak perlu seperti itu."


Viona bangun berdiri menghapus airmatanya dan berkata,


"Tidak tuan bagi tuan ini mungkin bukan apa-apa tapi bagi Viona ini adalah Budi yang sangat besar."


Lu Sun tersenyum menggoda Viona,


"Kamu jangan sedikit-sedikit melimpahkan hutang Budi mu ke kehidupan mendatang."


"Bagaimana bila di kehidupan berikutnya aku dan David adalah musuh cinta mu, saat itu bagaimana kamu akan memilihnya ?"


ucap Lu Sun sambil tersenyum menggoda.


Viona wajahnya langsung merah, kepalanya tertunduk malu.


"Aku...aku..Aku hanya bisa memberikan cinta ku ke David seorang, sedangkan hal lainnya apapun yang bisa ku lakukan akan ku lakukan untuk membayar Budi tuan."


Viona menatap Lu Sun dengan tatapan mata penuh tekad.


Lu Sun tertawa dan berkata,


""Vi aku bercanda, kamu dan David mana punya kuasa untuk mengingat semua hal yang terjadi di kehidupan ini, dan menyambungnya di kehidupan berikutnya."


"Sudahlah lupakan saja soal hutang piutang tentang Budi atau apapun namanya."


"Aku membantumu karena menganggap mu sebagai seorang teman yang layak ku bantu, itu saja aku tidak mengharapkan apapun sebagai balasan."


"Bila kamu ngotot tetap ingin membalasnya, cukup hidup dengan baik, urus ibu mu dan besar kan Ervan dengan baik itu sudah cukup menurut ku."


"Tapi ada satu hal yang harus aku katakan pada mu dengan terus terang, aku tidak akan pernah bisa membohongi David."


"Bila dia menanyakan nya pada ku, aku pasti akan memberitahunya, apakah dia akan pergi mencari mu atau tidak aku tidak ikut campur."


"Sebaiknya kalian selesaikan sendiri, kalian berdua adalah dua orang dewasa bukan anak kecil lagi."


"Aku yakin kalian berdua bisa menyelesaikan semuanya dengan baik."

__ADS_1


Viona mengigit bibir bawahnya, kemudian menghela nafas dan berkata,


"Baiklah terimakasih banyak tuan."


Lu Sun tersenyum dan berkata,


"Pertemuan berikutnya tolong rubah panggilan mu, panggil saja aku kakak Sun.."


"Aku pergi dulu.. sampai jumpa.."


Lu Sun tiba-tiba menghilang dari hadapan Viona, melesat pergi melalui pintu balkon.


Lu Sun kini terbang diudara menjadi seekor burung menuju kantor gedung milik groups Chu.


Lu Sun kemudian masuk kedalam gedung merubah dirinya menjadi seekor lalat. Lu Sun terpaksa berterbangan mencari informasi menuju ke kantor Vicky.


Lewat obrolan beberapa orang karyawan Lu Sun akhirnya tahu di mana letak kantor Vicky, Lu Sun langsung menuju ke kantor tersebut.


Tanpa kesulitan Lu Sun berhasil masuk ke dalam kantor Vicky begitu pintu kantornya terbuka.


Lu Sun merubah dirinya menjadi serangga yang sangat halus bentuknya hinggap di bahu Vicky, tanpa dia sadari sama sekali.


Di sana Lu Sun memerhatikan semua gerak gerik Vicky.


Seharian penuh Lu Sun, mengikuti Vicky, dia mengumpulkan cukup banyak informasi tentang orang itu.


Juga berbagai rahasia usaha mereka yang dirahasiakan dari umum.


Ternyata di balik beberapa usaha mereka yang bersifat terang-terangan, mereka cukup banyak menguasai bidang usaha illegal


Lu Sun mencatat semua nya, dia nanti akan bereskan satu persatu sekarang yang utama adalah kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya.


Ketika pulang ke rumah Vicky tidak menemukan Viona, dia sangat marah, dia segera menghubungi berbagai relasinya.


Membantunya memantau kemana Viona dan anaknya pergi, Vicky mencari informasi keberangkatan dari bandar udara.


Dia juga mencari informasi dari beberapa terminal bus.


Tapi setelah di lakukan pengecekan, baik pihak bandara dan terminal bus menghubungi Vicky.


Mereka memberi penjelasan mereka tidak menemukan gadis bernama viona yang sedang di cari oleh Vicky tersebut.


Vicky buru-buru menghubungi rumah sakit Jiwa di mana Ibu mertuanya Vinna di rawat, hasilnya membuat Vicky semakin terkejut dan marah.


Dia menyapu semua barang diatas mejanya hingga jatuh berserakan di atas lantai.


Vicky menelpon semua rumah sakit di Bei Jing satu persatu menanyakan keberadaan pasien bernama Vinna dan Viona.

__ADS_1


Tapi Vicky tetap tidak menemukan petunjuk apapun, dia terduduk lemas sambil bersandar di kursi Boss miliknya.


__ADS_2