KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
PERTANDINGAN SEPAK BOLA LU SAN


__ADS_3

Tak lama setelah Ying Ying berangkat Lu Sun juga berangkat mengantar Lu San ke sekolah bersama Giok Lan.


Semalam Ying Ying sudah berpesan pada Lu Sun agar pagi ini menemani putra mereka ke sekolah karena Lu San hari ini ada acara pertandingan sepak bola di sekolah nya.


Ying Ying sendiri tidak bisa ikut, karena ada acara perayaan ulang tahun yayasannya.


Giok Lan yang tahu tentang hal ini, sewaktu mereka sarapan pagi, dia memutuskan mewakili Ying Ying menemani Lu San ke sekolah nya.


Lu San sendiri tidak masalah karena dia memang sejak kecil lebih akrab dengan Giok Lan ketimbang Ying Ying ibu kandungnya.


Maka setelah Ying Ying berangkat, Lu Sun Giok Lan dan Lu San pun menyusul berangkat menuju sekolah anaknya.


Ketika mereka sampai di sekolah Lu San, keadaan sekolah sudah sangat ramai, banyak orang tua murid yang datang ke sekolah.


Ada yang datang menemani anak mereka menonton pertandingan.


Ada juga yang hadir memberi dukungan kepada putranya yang akan bertanding, sama seperti yang di lakukan oleh Lu Sun dan Giok Lan.


Begitu turun dari mobil Lu San langsung berlari bergabung bersama beberapa teman satu teamnya untuk pergi ke ruang ganti, berganti pakaian olahraga.


Sedangkan Lu Sun dan Giok Lan setelah mendapatkan tempat parkir, memarkir mobil mereka.


Mereka berdua baru turun dari mobil bergandengan tangan mesra berjalan menuju bangku penonton di pinggir lapangan stadion sepakbola yang akan segera berlangsung.


Baik Giok Lan maupun Lu Sun jarang datang ke sekolah, sehingga para orang tua murid tidak ada yang mengenal mereka.


Sebagian besar para ibu-ibu wali murid hanya menatap kagum kearah Lu Sun yang ganteng dan gagah.


Sedangkan para bapak-bapak sebaliknya menatap wajah Giok Lan tanpa berkedip.


Giok Lan memang sangat cantik, hal ini tidak bisa di pungkiri, bahkan Lu Sun sendiri harus akui diantara ketiga istrinya Giok Lan lah yang paling cantik dan menarik.


Berbeda dengan Lu Sun yang bersikap dingin dan tidak mau menanggapi tatapan dan godaan dari para ibu ibu.


Giok Lan sebaliknya bersikap ramah, dia selalu tersenyum dan menganggukkan kepalanya kearah para bapak-bapak yang sedang memperhatikan nya.


Setelah menemukan tempat duduk yang cocok , mereka berdua pun duduk berdampingan sambil menunggu pertandingan sepak bola di mulai.

__ADS_1


Tak lama kemudian kedua team yang akan bertanding, mulai berjalan menuju lapangan hijau.


Giok Lan segera berdiri dan berteriak memberikan dukungan kepada Lu San, begitu dia melihat Lu San mulai berjalan masuk kedalam lapangan.


Lu Sun sendiri tetap duduk di tempat dan tersenyum melihat kegembiraan Istrinya yang penuh semangat.


Lu San yang samar-samar mendengar teriakkan dari bangku penonton, dia segera menoleh melihat kearah bangku penonton.


Setelah mencari-cari beberapa saat akhirnya dia menemukan mama Giok Lan sedang berteriak dan melambaikan tangan kearahnya.


Dengan bangga Lu Dan juga membalas memberikan lambaian tangan kearah Giok Lan.


Baru dia berlari ketengah lapangan menempati posisinya di garis depan.


Begitu peluit pertandingan di tiup oleh wasit. permainan pun di mulai.


Lu San yang mendapat bola dari temannya, tidak langsung membawanya maju kedepan.


Dia menendangnya kembali ke teman di belakangnya, setelah itu dia baru berlari kedepan.


Tapi dalam perjalanan sebelum bola sempat di oper ke dirinya, bola yang di kuasai temannya, telah di rebut oleh lawannya.


Sehingga Lu San terpaksa berlari mundur membantu pertahanan, sambil menunggu kesempatan serangan balasan.


Musuh yang menjadi lawan pertandingan Lu San cukup kompak dan gesit, kerjasama mereka juga cukup apik.


Berkat kerjasama yang rapi mereka beberapa kali berhasil melepaskan tembakan berbahaya ke gawang yang di jaga oleh teman Lu San.


Berkat teman Lu San yang menjadi penjaga gawang yang bersedia pontang-panting jatuh bangun menyelamatkan gawang.


Akhirnya gawang yang di jaganya dengan mati-matian berhasil di selamatkan.


Begitu berhasil di tahan, kiper langsung memberikan bola di tangannya kepada bek disebelah kanan nya.


Bek itu memainkan bola nya sebentar memperhatikan posisi teman-teman nya yang di depan.


Bek itu kemudian sekuat tenaga menendang bola ke depan kearah Lu San yang sedang bergerak bebas tak terkawal.

__ADS_1


Bola melambung tinggi kearah depan Lu San, Lu San berlari dengan cepat melewati dua orang bek lawan yang berusaha mengawal dan menghalangi langkahnya.


Tapi Lu San gerakan nya terlalu cepat dan sulit di kejar, bahkan usaha salah' satu bek yang berusaha menarik bajunya pun hanya meraih tempat kosong.


Lu San dengan cepat menggiring bola berlari meninggalkan kedua orang bek lawan yang mengejarnya di belakang.


Saat berhadapan satu lawan satu dengan penjaga gawang yang berusaha menutup pergerakan Lu San.


Lu San tidak menembakkan bola di kakinya ke gawang, melainkan dia mengoper bola nya kearah temannya yang baru saja datang dari sisi lain.


Yang bila di tarik garis dari posisi bek musuh. teman Lu San masih berada di depan bek lawan yang sedang mengejar kearah Lu San.


Begitu melihat bola datang kearah nya, tanpa berpikir lagi, teman Lu San yang baru datang langsung menendang melesakkan bola tersebut ke sudut lain yang tidak terjaga oleh penjaga gawang.


Penjaga gawang yang mati langkah, hanya bisa melihat bola masuk dan bersarang di dalam gawangnya.


Sorak Sorai gegap gempita terdengar memenuhi seluruh stadion.


Teman-teman Lu San langsung berlari menghampirinya mengangkat tubuhnya di lempar keudara, lalu menyambut dan mengulanginya hingga dua kali.


Untuk merayakan gol yang berhasil mereka lesakkan lewat kerjasama yang apik.


Sedangkan teman Lu San yang berhasil memasukkan bola ke gawang lawan,. dia sudah berlari kedalam gawang memungut bola.


Sambil tertawa gembira dia berlari ke tengah lapangan meletakkan bola di sana, menunggu kode priwit yang ditiupkan oleh wasit, untuk melakukan tendangan pembuka, dan kembali melanjutkan pertandingan.


Di bangku penonton Giok Lan dan Lu Sun juga berdiri dari tempat duduk mereka bersorak merayakan gol pertama tadi.


Giok Lan berlompatan gembira, kemudian dia melompat kedalam pelukan suaminya yang menyambut nya sambil tersenyum lembut.


Di tempat lain mobil merah yang di kendarai oleh Ying Ying sedang melaju kencang menghindari kejaran 3 mobil yang sedang membuntuti mobilnya.


Kejar-kejaran pun berlangsung menegangkan, Giok Lan demi menghindari kejaran tersebut beberapa kali harus membunyikan klakson dan menyalip mobil di depan nya secara Zig Zag.


Tapi Ketiga mobil itu tidak berhenti mengejarnya, mereka masih terus membuntuti mobil Ying Ying dari belakang.


Mereka bahkan menabrak mobil Ying Ying dari belakang dengan sangat keras.

__ADS_1


__ADS_2