
"Tuan Sun bisa kita mulai..?"
ucap Maya sambil tersenyum manis.
Lu Sun tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
Lu Sun juga tahu dengan jelas, Maya adalah orang nya Cindy.
Jadi meski dia bersikap hormat ramah sambil tersenyum manis memikat.
Dia tidak akan berada di pihaknya, bahkan dia sebaliknya akan berusaha mempersulitnya, agar tidak bisa memenangkan pertaruhan ini.
Mereka sedang menunggu lelucon dari kesalahan-kesalahan yang dia lakukan.
Ibu kandung Lu Sun juga terhitung wanita tercantik di jamannya, juga sangat pintar dan cerdik dalam menipu dan menjatuhkan pria dengan kecantikannya.
Lu Sun juga sejak kecil sudah di pesan oleh ibunya agar berhati-hati terhadap wanita cantik, semakin cantik wanita itu akan semakin pandai menyembunyikan kebohongannya dari mu.
Hal ini tak pernah Lu Sun lupakan, meski kenyataan nya justru dia selalu di kelilingi oleh wanita cantik di sisinya.
"Maya mulai menari dengan enerjik lincah dan sangat cepat, mengikuti irama musik yang penuh semangat.
Pinggul nya bergoyang-goyang dengan indah, seluruh tubuhnya sangat luwes seperti tak bertulang.
Tapi bukan itu yang Lu Sun perhatikan, yang Lu Sun perhatikan adalah langkah kaki dan gerakan tangannya.
Dengan menguasai 72 langkah dengan sempurna, gerakan secepat apapun, tidak akan bisa mengelabui pandangan mata Lu Sun.
Beberapa saat kemudian musik pun berhenti, begitu juga Maya melakukan gerakan penutup yang sangat indah.
Setelah itu Maya pun berdiri dan berkata,
"Siap-siap tuan Sun..1 2 3..mulai..!"
Maya menyalakan musiknya, Lu Sun pun mulai menari dengan luwes mengikuti irama, dengan Wu Xiang Sen Kung gerakan Lu Sun bahkan sedikit lebih indah dari Maya.
Maya menatap nya dengan takjub sepasang matanya yang indah sampai terbuka lebar-lebar menatap kearah Lu Sun.
Cindy juga berdiri mematung, menutup mulutnya yang sedikit terbuka.
Sampai lagu nya berakhir Lu Sun melakukan gerakan penutup yang sama dengan Maya, diakhiri dengan sedikit variasi yaitu dengan ujung jari telunjuk sebagai tumpuan, tubuh Lu Sun berputar seperti gasing dengan kaki diatas.
Gerakan ini mengundang tepuk tangan yang sangat meriah dari para penonton termasuk Maya sendiri.
Maya menatap Lu Sun dengan penuh kagum, tidak dapat lagi tertutupi, Maya mulai sangat tertarik dengan Lu Sun.
Sambil tersenyum manis kepada Lu Sun Maya berkata,
"Berhubung baik gerakan Cindy maupun Tuan Sun sama-sama tidak ada kesalahan."
__ADS_1
"Maka saya terpaksa memberikan contoh lain, sampai salah satu dari mereka tidak bisa mengikuti gerakan dari ku, baru bisa diputuskan siapa kalah siapa menang."
Setelah menyelesaikan penjelasannya, Maya langsung menyalakan musik dan mulai bergerak dengan lincah.
Lu Sun dan Cindy terus bersaing tarian demi tarian, hingga akhirnya Cindy harus menyerah dengan sekujur tubuh penuh keringat.
Begitupula dengan Maya yang sudah basah kuyup oleh keringat nya sendiri yang berbau wangi.
Rambutnya juga terlihat basah seperti habis keramas, nafasnya tidak teratur.
Lu Sun sendiri terlihat biasa saja, kaos olahraganya tetap kering nafasnya teratur senyum simpatik tidak pernah meninggalkan wajahnya.
Lu Sun mengambilkan dua gelas air dari dispenser, memberikan kepada Cindy dan Maya masing-masing satu gelas.
Kemudian mereka bertiga duduk di lantai dan mengobrol dengan seru sambil tertawa tawa.
Cindy melihat jam sebentar dan berkata,
"Kita berenang yuk ?"
Lu Sun mengangguk menyetujuinya, tapi Maya mengangkat tangannya dan berkata,
"Kalian saja, aku tidak bawa pakaian renang, aku mau mandi saja, next time baru aku ikut."
Maka berpisahlah mereka bertiga, Cindy dan Lu Sun menuju kolam renang sedangkan Maya menuju kamar mandi.
Semua biaya di cas kedalam tagihan Lu Sun, tapi saat selesai makan mau di lakukan pembayaran.
Kasir menolak pembayaran dari Lu Sun, semua tagihan sudah ditanggung oleh Cindy.
Dari penjelasan kasir Lu Sun pun tahu ternyata gedung ini milik pribadi Cindy.
Lu Sun kembali ke meja di mana Cindy sedang duduk santai menunggunya.
"Terimakasih banyak Cindy, atas semua fasilitas free di sini..."
ucap Lu Sun sambil tersenyum tidak enak hati.
Indy tertawa dan berkata,
"Santai saja aku jarang ketemu temen yang cocok, kamu termasuk teman yang cocok dan sangat menarik jadi santai saja."
"Tapi jangan lupa temani aku nonton bioskop, ini tiketnya sudah aku booking loh secara online barusan."
Lu Sun tersenyum dan berkata,
"Tentu saja, aku tidak akan ingkar janji."
"Bagaimana dengan kamu sendiri ? kamu hutang 6 permintaan loh dari ku."
__ADS_1
Cindy tersenyum dan berkata,
"Tenang saja aku ingat kok katakan saja kamu mau apa dari ku ?"
"Aku ingin kamu menerima bantuan dari ku menyingkirkan ke 7 tetua groups Xie, mengembalikan groups Xie ke usaha yang legal."
"Bagaimana ?"
Cindy terkejut mendengar permintaan Lu Sun, dia menatap Lu Sun lekat-lekat dan berkata,
"Kamu sadar apa yang kamu katakan barusan ? apa kamu tahu resikonya ?"
Lu Sun tersenyum dan mengangguk sambil berkata,
"Kamu tidak perlu khawatir, aku akan bergerak sendiri, kamu tidak perlu terlibat langsung."
"Cukup berikan data-data internal yang aku perlukan sudah cukup.."
Cindy menutup bibir Lu Sun yang ingin berbicara lebih banyak dengan jari tangannya yang lentik dan halus kemudian berkata,
"Aku setuju dan percaya pada mu."
"Untuk pembicaraan detilnya, nanti kita bahas di rumah ku saja."
Lu Sun paham, Cindy tidak ingin pembicaraan mereka terdengar oleh mata-mata yang disebarkan oleh ke 7 tetua itu untuk mengawasi semua pergerakan Cindy.
Lu Sun mengangguk setuju, kemudian berkata,
"Ayo kita pergi ke bioskop saja sekarang, pakai mobil ku saja gimana ?"
Cindy menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Mobil mu biar di bawa sama teman mu saja, kita pakai mobil ku saja."
Lu Sun mengangguk kemudian dia bersama Cindy turun ke lobby ternyata Victor masih betah di sana, bahkan kini dia ngobrol seru bersama 4 orang gadis cantik resepsionis Gym.
Dua diantaranya adalah resepsionis Shift pagi yang harus nya jam 5 tadi sudah boleh pulang.
Tapi karena terlalu asyik mendengarkan bualan si buaya Victor, mereka tidak jadi pulang dan ikut bergabung dengan dua orang resepsionis pengganti Shift kedua.
Begitu melihat kedatangan Cindy ke 4 resepsionis itu langsung ketakutan dan salah tingkah.
Mereka serentak berdiri dari sofa ruang tunggu di lobby, lalu membungkuk kan badan mereka memberi hormat kepada Cindy sambil berkata,
"Selamat malam Nona Cindy.."
Lu Sun melemparkan kunci mobilnya kepada Victor dan berkata,
"Tolong bawa pulang, aku akan ikut mobil dia."
__ADS_1