KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
BERBICARA BERTIGA


__ADS_3

Setelah membaca surat tantangan tersebut, Lu Sun terlihat termenung seorang diri.


Baru setelah Peter Ho mendekatinya sambil memapah Aliu, Lu Sun pun tersadar dari lamunannya.


"Peter baringkan Aliu biar saya memeriksa lukanya."


Ucap Lu Sun cepat saat melihat kondisi Aliu yang kembali terluka.


Baru 2 hari kerja sudah kembali terluka, Lu Sun sedikit tidak enak hati dengan keluarga Aliu.


Peter membaringkan Aliu di atas rumput dengan hati-hati.


Lu Sun berlutut di samping Aliu dan memeriksa kondisinya dengan teliti.


"Aliu apa yang kamu rasakan ? dan bagian mana yang terasa nyeri..?"


tanya Lu Sun sambil terus memeriksa Aliu.


"Tuan bos.. tidak perlu..khawatir..cuma keseleo saja.."


"Dua hari juga sembuh.."


Lu Sun menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Aliu kalau ada keluhan harus beritahukan pada ku, jadi aku bisa mengobatinya secepatnya."


"Sebelum luka itu nanti menjadi serius dan semakin sulit di obati."


Aliu mengangguk, kemudian dengan patuh dia memberitahu Lu Sun, beberapa bagian tubuhnya yang terasa nyeri.


Aliu adalah orang pertama kali memergoki kemunculan Tan Kee Lok yang sedang mengawasi kedua istri Lu Sun secara diam-diam dengan penuh *****.


Aliu langsung meneriaki dan menghampiri Tan Kee Lok, tapi dia bukan lawan Tan Kee Lok, sehingga menjadi bulan-bulanan Tan Kee Lok hingga babak belur.


Peter yang berada tidak jauh dari sana mendengar teriakkan Alok dia buru-buru bergegas datang mengamankan kedua nyonya mudanya.


Baru dia pergi menghadapi Tan Kee Lok yang sedang menyiksa Aliu, karena telah merusak acara baiknya.


Dengan tenaga Ih kin Cin Keng, tidak sulit bagi Lu Sun mengobati luka luka yang di alami oleh Aliu hingga pulih .


Untungnya tidak ada organ penting Aliu yang cedera, hanya otot dan urat saja yang terluka dan bergeser posisi.


Kelihatannya Tan Kee Lok hanya ingin menyiksa Aliu,. tidak ada keinginan membuatnya mati.


Sehingga Aliu berhasil Lu Sun pulihkan dalam waktu singkat.


Setelah menyembuhkan Aliu, Lu Sun pun masuk ke dalam rumah menuju ruang rahasia menemui istri dan anaknya.


Setelah mengeluarkan mereka dari ruang rahasia, mereka bertiga duduk ngobrol di ruang tamu.


Sedangkan Dan er dan Fei er di bawa dua orang pengasuh ke kamar mereka.


"Sun ke ke tadi aku melihat Afei tubuhnya seperti merah terbakar dan di kelilingi oleh 10 matahari apa anak itu tidak apa-apa ?"

__ADS_1


tanya Giok Lan sedikit cemas.


Lu Sun tersenyum dan berkata,


"Biarkan saja dia tidak akan apa-apa,.anak itu ternyata memiliki bakat di luar dugaan ku.."


"Dia bahkan bisa melatih 9 matahari hingga level 10 dalam waktu sesingkat ini, kelak dia pasti akan melampaui ku.."


ucap Lu Sun kagum dan senang.


Gimana keadaan di luar ? kamu tidak apa-apa kan ?"


tanya Xue Yen sambil memperhatikan keadaan suaminya.


Lu Sun tersenyum dan berkata,


"Aku tidak apa-apa, kalian tenang saja..."


"Penyusupnya sudah berhasil ku bereskan.."


"Hanya saja aku mendapat surat tantangan ini.."


ucap Lu Sun sambil memberikan surat itu ke Xue Yen.


Xue Yen buru-buru menerima dan membaca isi surat tantangan tersebut.


Selesai membacanya, Xue Yen menyerahkannya ke Giok Lan surat tersebut.


"Sayang sebaiknya kamu tidak meladeni tantangan orang gila ini, kita kan tidak tahu jebakan apa yang akan dia siapkan untuk mu.."


"Aku agak takut sayang.."


ucap Xue Yen cemas.


Lu Sun menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Sayang lokasi yang dia tentukan adalah sebuah lokasi yang sangat tepat.."


"Di kaki gunung Altai hanya ada hamparan rumput dan Padang gurun yang luas, tempat itu tidak ada penghuninya.."


"Di sana kami bisa bertempur dengan tenang tanpa khawatir, akibat pertandingan kami malah mencelakai orang biasa.'


'Bila aku tidak pergi, lalu dia datang kemari."


""Itu akan membawa konsekwensi dan dampak yang sangat buruk buat kalian dan semua orang di kota Nan Jing ini."


"Aku tidak boleh bersikap egois, tanpa memperdulikan keselamatan orang lain.."


"Terutama keselamatan kalian dan anak-anaknya bagi ku itu adalah nomor satu.."


"Jadi gak ada pilihan lain bagi ku, selain pergi kesana memenuhi tantangannya.


ucap Lu Sun menutup penjelasan sambil memperhatikan kedua istrinya.

__ADS_1


"Apa tidak ada cara lain..?"


tanya Giok Lan sambil menatap Lu Sun dengan sedih.


Dia juga sangat takut terjadi sesuatu dengan Lu Sun, dia tidak ingin secepat ini harus berpisah dari Lu Sun.


Lu Sun merentangkan sepasang tangannya membiarkan kedua istrinya masuk kedalam pelukannya kemudian berkata,


"Sayang kita semua tahu lahir tua sakit Mati semua adalah siklus kehidupan.."


"Ada pertemuan tentu juga ada perpisahan."


"Tidak ada orang yang bisa mencegahnya, termasuk orang yang mencapai keabadian seperti aku juga tidak terkecuali."


"Dalam hidup ku ini bisa bertemu, di cintai juga mencintai itu sudah lebih dari cukup.."


"Apalagi kita bertiga sudah pernah bersama di dua jaman, itu sudah lebih dari cukup.."


"Kalau bisa tentu aku ingin membalas semua perasaan kalian dengan menjaga kalian hingga hari itu tiba.."


"Tapi aku berjanji pada kalian, aku akan berusaha sekuat tenaga untuk kembali menemui kalian."


Xue Yen dan Giok Lan berusaha menahan suara tangis mereka agar tidak terdengar keluar.


Tapi mereka tidak sanggup menahan airmata mereka berdua yang bercucuran membasahi dada Lu Sun.


Mereka memeluk Lu Sun dengan erat-erat, seakan-akan takut Lu Sun benar-benar akan pergi meninggalkan mereka untuk selama-lamanya.


Lu Sun sendiri hanya bisa membelai rambut kedua istrinya dengan lembut sambil memejamkan matanya yang tanpa bisa di cegah.


Dua butir airmata mengalir keluar dari sudut matanya.


Dengan suara gemetar Lu Sun berkata,


"Sayang... terimakasih telah mendampingi ku selama ini.."


"Maafkan aku,.. bila selama ini,... aku tidak menjadi suami,... yang baik buat kalian berdua."


"Tapi percayalah aku sungguh mencintai dan menyayangi kalian.."


Giok Lan dan Xue Yen tidak bisa berkata apa-apa, mereka hanya bisa menganggukkan kepala mereka sambil menahan Isak, sambil memeluk Lu Sun.


Meski di dalam hati mereka, ada banyak hal yang ingin mereka sampaikan pada Lu Sun, tapi pada akhirnya mereka tidak sanggup berkata apa apa.


Hanya bisa menangis dalam diam sambil terus memeluk Lu Sun.


Menjelang pagi setelah Giok Lan dan Xue Yen tertidur pulas, Lu Sun kembali ke kamar Ying Ying.


Dia duduk ditepi kasur memperhatikan foto Ying Ying bersama dirinya, sesaat kemudian sambil tersenyum lembut dia berkata,


"Sayang aku pergi dulu, semoga masih bisa kembali untuk melihat dan berbicara dengan mu di sini."


.

__ADS_1


__ADS_2