
"Ayo bangun kalian jangan seperti ini.."
ucap Lu Sun cepat.
Xue Yen juga terlihat bingung kurang mengerti, hanya Giok Lan yang terlihat tersenyum tenang dan berkata,
"Sun ke ke kenapa kamu tidak coba telpon Jimmy Huang mencari tahu alasan di balik insiden ini."
Mendengar ucapan Giok Lan kedua pelayan dan manajernya, wajah mereka semakin pias, mereka kini bahkan menundukkan kepala mereka kebawah tidak berani berkata apa-apa lagi.
Lu Sun dengan heran mengeluarkan HP nya, lalu menelpon Jimmy Huang anak buah kepercayaan nya.
"Halo Jimmy aku mau nanya.."
ucap Lu Sun begitu telponnya di angkat oleh Jimmy.
Di tempat lain Jimmy Huang yang sedang dinner bersama pacarnya yang seorang model dari Korea, sangat terkejut saat mendapat panggilan dari bosnya.
Yang sudah hampir 4 tahun ini gak pernah nelpon juga gak pernah ke kantor, seolah-olah lenyap di telan bumi tanpa kabar berita.
Dia pun di beri wewenang penuh mengurus groups Lu tanpa perlu memberikan laporan sama sekali.
Seolah olah Group Lu selama 4 tahun terakhir ini sudah menjadi milik nya.
Cuma meski dia di beri nyali naga, dia juga tidak berani sedikitpun mempunyai keinginan untuk menghianati dan mengkorupsi sepeserpun uang milik bosnya ini.
Dia tahu dengan jelas bagaimana runtuhnya 5 keluarga besar konglomerat, terkaya di seluruh daratan China.
Mereka saja yang sudah begitu power full turun temurun saja bisa jadi gembel di buat bos nya, apalagi dia kelas cecunguk pun bukan di mata bosnya.
Dia masih ingat dengan jelas nasib Peter Ho yang tadinya menjadi andalan kepercayaan bos, hanya karena satu kelalaian.
Kini bahkan posisinya jauh tertinggal di bawah Aliu seorang buta huruf yang cuma jadi tukang daging di pasar.
Jadi Jimmy Huang selama ini bekerja dengan sangat hati-hati, segala hal, dia selalu merundingkan baik-baik dengan David dan Viktor, yang meski secara jabatan organisasi masih di bawah dia.
Tapi secara kedekatan dan kepercayaan, mereka jelas jauh di atas dirinya di depan mata Lu Sun.
Dia tahu persis sifat bosnya yang berprinsip Yung Jen PU Yi, Yi Jen PU Yung. ( menggunakan orang tidak akan mencurigainya, bila mencurigai nya jangan menggunakan nya.).
Jimmy Huang buru-buru memberi kode agar pacarnya jangan bersuara.
Lalu dengan hati-hati dia bertanya,
"Ya ada apa bos.."
"Ini aku ada di Yi Hua restoran tapi manajernya bertingkah aneh, kata Giok Lan mungkin kamu tahu penyebab nya..?"
Mendengar ucapan Lu Sun Jimmy Huang diam-diam bernafas lega.
__ADS_1
Tadinya dia berpikir ada masalah besar apa, ternyata cuma masalah itu saja.
Tapi diluar Jimmy Huang tidak berani menunjukkan sikap meremehkan masalah itu, dengan cerdik dia berkata,
"Apa keanehan yang mereka lakukan bos..?"
"Aku tadinya cuma mau mengingatkan kenapa mereka tidak memberikan daftar menu ? dan mencatat daftar pesanan ku.?"
"Tapi sebelum menegurnya, mereka langsung pake berlutut dan menangis mohon agar gak di pecat, "
"Ini sungguh tidak masuk akal.."
ucap Lu Sun bingung
"Ohh itu boss, maaf ini salah ku, tidak beritahukan ke bos, kupikir Viktor dan David sudah beritahukan ke boss."
"Begini Boss dari 3 tahun yang lalu, sesuai usulan dari Viktor, restoran Yi Hua yang tadinya hampir bangkrut sudah kita ambil alih."
"Sekarang dia merupakan bagian dari perusahaan group kita.."
"Bos reservasi ke restoran pakai nama siapa,?" tanya Jimmy Huang.
"Aku pakai nama si gendut Lu Cin Bao lah tentunya, biar lebih leluasa."
jawab Lu Sun yang mulai mengerti perkara nya, setelah mendengar penjelasan Jimmy Huang.
"Nah itu dia bos, semua Asset perusahaan groups Lu, menggunakan nama itu, jadi semua karyawan perusahaan groups Lu, dari atas sampai bawah tahunya Lu Cin Bao lah bos besar mereka."
"Ohh ya sudah sampai ketemu besok sore di kantor, maaf ganggu waktu mu.."
ucap Lu Sun kemudian mematikan teleponnya.
Setelah itu dia kembali menatap kearah manajer dan kedua pelayan yang masih berlutut di sana.
"Kalian bertiga berdirilah, tenang saja, aku tidak akan memecat kalian, tapi cepat pergi siapkan makanan enak untuk ku jangan lupa arak Hang Zhou nya."
ucap Lu Sun cepat.
Ketiga orang itu tersenyum lega, mereka setelah memberikan hormat lalu cepat-cepat berlalu dari sana.
"Hei tunggu, pak manajer....!"
ucap Lu Sun tiba-tiba.
Si manajer yang hampir keluar dari pintu, dengan terpaksa buru-buru kembali menghampiri Lu Sun dan berkata,
"Ya tuan ada yang bisa saya bantu tuan ?"
Lu Sun memperhatikan name tag di dada manajer itu dan berkata,
__ADS_1
"Ferry tolong kamu cek, apakah ada pengunjung restoran, bernama Ciu Li Ting, dia adalah guru di sekolah Kuang Ming, bila ada tolong undang dia kemari.."
"Siap bos.."
ucap manajer itu cepat kemudian dia langsung bergegas pergi mencari pengunjung bernama Ciu Li Ting itu.
Xue Yen menatap Lu Sun tajam dan berkata,
"Apa maksud mu ? apa belum puas kucing-kucingan di sekolah ? sampai mau makan dengan tenang pun tidak bisa..?"
"Apa kamu sengaja ingin bikin aku mati kesal ?"
ucap Xue Yen mulai keki.
Melihat sikap Xue Yen Lu Sun hanya tersenyum saja.
Lalu dengan sabar dia menjelaskan.
"Sayang aku sengaja mengundangnya kemari, agar dia tahu, aku adalah pria yang sudah beristri.."
"Jadi hubungan kami tidak bisa lebih dari sekedar teman kerja saja."
"Lagipula setelah besok, sesuai janji ku pada mu, aku tidak akan pernah kesekolah Kuang Ming lagi."
"Dia tadinya ingin menjamu ku di sini sebagai ucapan terima kasih, tapi kini aku justru membawa kalian berdua untuk berkenalan dan menjamunya."
"Anggap saja ini perjamuan perpisahan bukan kah ini adalah suatu hal yang bagus."
Xue Yen seperti masih belum puas, ingin berkata sesuatu.
Tapi Giok Lan menahan bahunya, memberi kode padanya agar tidak melanjutkan kata-katanya.
Xue Yen pun batal berbicara, hanya mendengus kesal, lalu menatap ke arah danau.
Melihat sikap keras Istrinya ini, Lu Sun hanya bisa menghela nafas dalam hati.
Lalu Dia menatap kearah Giok Lan dengan tatapan penuh terimakasih.
Giok Lan membalasnya dengan tersenyum lembut penuh pengertian.
Melihat Giok Lan dan Xue Yen yang agak kedinginan oleh angin danau yang berhembus.
Lu Sun mengeluarkan selimut kulit harimau nya, lalu dia membantu menutupi tubuh kedua istrinya dengan selimut tersebut.
Merasakan perhatian Lu Sun, Xue Yen perlahan lahan hilang amarahnya.
Dia pun berkata,
"Terimakasih sayang..maaf aku tadi.."
__ADS_1
Lu Sun menyentuh tangannya dengan lembut dan berkata,
"Kita sudah begitu lama bersama, bagaimana mungkin aku tidak paham dengan sifat mu..tenanglah lupakan saja.."