
Lu Sun menuangkan air mata Siau Yu perlahan-lahan di mulai dari wajah Ying Ying perlahan-lahan menurun ke bawah hingga ke ujung kaki.
Setelah itu Lu Sun dan Giok Lan menunggu nunggu dengan penuh harap.
Tapi 15 menit telah berlalu, tetap tidak terlihat ada perubahan atau reaksi apapun.
Lu Sun mulai merasa cemas, jangan jangan karena sudah terlalu lama meninggalnya, sehingga khasiat airmata Siau Yu tidak efektif lagi.
"Sayang apa mungkin karena mutiara es abadi yang kamu tanamkan di dalam mulut Ying Ying, menjadi penghalang proses air itu membangkitkan Kak Ying Ying.?"
"Bisa ya bisa tidak, kalau tidak."
"Resikonya adalah jasad Ying Ying akan musnah selamanya, dan aku tidak pernah akan bisa melihatnya kembali.."
ucap Lu Sun ragu..
Setelah berpikir pikir akhirnya Lu Sun berkata,
"Mungkin inilah saatnya untuk merelakan nya pergi dari dunia ini."
"Baiklah mari kita lakukan saja pertaruhan ini.."
ucap Lu Sun sambil mengulurkan tangannya mengeluarkan sebutir mutiara dari dalam mulut Ying Ying.
Lalu dia kembali menyiram wajah hingga ke ujung kaki dengan air di tangannya.
Setelah itu dia kembali mundur ke sisi Giok Lan, merangkul Giok Lan dengan perasaan harap harap cemas.
Jasad Ying Ying tidak bereaksi, tapi setelah mutiara es abadi di keluarkan dari mulutnya.
Jasadnya tetap utuh dan tidak berubah sama sekali.
Lu Sun dan Giok Lan hanya bisa menunggu dengan sabar reaksi khasiat dari airmata Siau Yu.
Sementara itu di Dunia lain di jaman yang berbeda, di kompleks istana kerajaan Song yang megah.
Di istana bagian belakang yang merupakan kompleks kediaman para putra putri kaisar dinasti Song Zhao Kuang Yin.
Terdapat sebuah Taman indah yang luas, di hiasi tanaman berbagai jenis bunga yang tumbuh indah, di bagian lantainya terhampar rumput hijau tebal pendek yang lembut menghiasi seluruh area taman.
Terlihat seorang gadis cilik yang sangat cantik dan lucu berusia sekitar 6 tahun.
Sedang bermain di temani oleh para dayang nya.
__ADS_1
Putri itu berlari di depan, sedangkan para dayang nya berlari mengejar di belakangnya sambil berteriak-teriak agar putri itu berhati hati dan jangan berlari.
Tapi putri itu tidak memperdulikan mereka dia terus berlari sambil tertawa riang.
Tiba-tiba tubuhnya oleng kedepan kehilangan keseimbangan lalu jatuh terjerambab keatas rumput yang halus tebal dan lembut.
Tapi herannya begitu terjatuh putri itu diam tidak bergerak juga tidak bersuara.
Melihat hal itu para dayang nya langsung berteriak panik dan menghambur cepat menghampirinya.
Salah satu dayang yang sampai duluan sambil berteriak panik memanggil manggil nama Putri tersebut.
Dia langsung membalikkan badan putri yang dia tak bergerak itu, lalu memeluk nya dalam pangkuannya.
Dayang itu semakin pucat pasi, airmata mulai bercucuran melihat kondisi putri cilik itu yang wajah terlihat pucat pasi, nafasnya juga sudah berhenti.
Para dayang yang lain langsung mengerubunginya dan mereka mulai pada menangis ketakutan.
Salah satu dayang itu langsung berlari pergi melapor pada pengawal istana.
Setelah itu dia segera pergi mencari tabib istana.
Saat tabib istana tiba di kediaman sang putri, dimana sang putri sudah di pindahkan oleh para dayang dan di baringkan di tempat tidurnya yang mewah dan cantik.
Mereka juga telah berada di sana, duduk didekat Putri nya dengan wajah sedih.
Permaisuri bahkan menangis tersedu-sedu sambil terus memangil manggil nama putrinya.
Tabib istana segera maju untuk memeriksa keadaan putri cilik itu.
Tapi sesaat kemudian dia menghela nafas panjang dan berkata,
"Maaf Baginda hamba tidak bisa berbuat sesuatu , putri telah pergi meninggalkan kita.."
Mendengar ucapan tabib itu kaisar langsung menengadahkan kepalanya keatas sambil memejamkan matanya, menahan sedu sedan di dadanya.
Sedangkan permaisuri tersebut langsung menangis histeris, sesaat kemudian dia pun jatuh pingsan di sisi putrinya yang terbaring tak bergerak.
Sementara roh putri tersebut yang berdiri tidak jauh dari sana, dia terlihat kebingungan dengan semua orang yang sedang mengerubunginya dan menangis sedih di dekat tubuhnya yang terbaring di atas kasur.
Saat roh gadis cilik itu ingin kembali masuk kedalam tubuhnya, dia baru kaget.
ternyata tubuhnya kini menolak diri nya untuk masuk.
__ADS_1
Saat dia sedang terduduk kebingungan, di bagian langit langit diatas kepala nya.
Tiba-tiba muncul sebuah pusaran yang menyedotnya keatas.
Tanpa bisa melawan roh gadis itu tersedot masuk kedalam pusaran tersebut.
gadis itu melewati lorong dimensi yang gelap gulita.
Disana perlahan-lahan semua ingatan tentang masa lalunya pulih satu persatu muncul dalam pikirannya dengan jelas.
Lalu keadaan menjadi terang benderang dan dia terjatuh tepat di atas tubuh Ying Ying yang sedang terbaring tanpa busana.
Begitu roh gadis cilik itu menyatu kedalam tubuh Ying Ying, roh yang berada di dalam kalung yang Ying Ying kenakan langsung menampakkan diri, kemudian ikut menyatu kedalam tubuh Ying Ying.
Sesaat kemudian Ying Ying yang terbaring kaku, jarinya mulai bisa bergerak gerak kecil.
Melihat hal itu Lu Sun dan Giok Lan saling pandang, mereka kemudian buru buru menghampiri Jasad Ying Ying.
"Ying Ying....! Ying Ying...! bangun sayang...kami di sini sayang... bangunlah.."
ucap Lu Sun dengan suara gemetar menahan rasa haru dan bahagia yang menyesakkan dadanya.
Sepasang matanya yang menyorot tajam, kini basah oleh airmata.
"Kak bangunlah kak..San er sangat membutuhkan kakak, begitu pula dengan kami.."
ucap Giok Lan yang di penuhi rasa haru dan bahagia.
Ying Ying yang merasa seperti ada suara yang sedang memanggilnya dan tubuhnya terasa kedinginan.
Di samping itu berbagai kehidupan di masa lalunya di mulai dari dia lahir sebagai manusia siluman ular.
Hingga gadis dan bertemu seorang pria tampan yang kemudian menjadi suaminya, lalu dia terlahir lagi dan menikah dengan seorang pria gemuk yang kemudian berubah menjadi pria tampan.
Wajah pria itu sama dengan wajah suaminya di jaman sebelumnya, hingga akhirnya dia meninggal tenggelam di dasar danau.
Lau kembali lahir sebagai putri cilik berumur pendek, semua muncul di depan matanya seperti sedang menonton siaran ulang.
Sangat jelas sekali, pelan pelan pelupuk mata Ying Ying mulai bergerak gerak.
Dia merasa ada sinar menyilaukan masuk kedalam matanya.
Sehingga dia harus menutup matanya kembali, lalu dia kembali membuka nya sedikit demi sedikit, hingga akhirnya dia bisa mulai melihat dengan lebih jelas dua sosok bayangan yang berada di hadapannya.
__ADS_1
Melihat Ying Ying sudah mulai sadar, Lu Sun buru-buru mengeluarkan selimut kulit harimaunya, lalu dia menutupi seluruh tubuh Ying Ying yang polos dengan hati-hati.