
Kearah tangan yang memegang belati beracun itu.
Begitu tangan tersebut putus, Fei Lung menjerit kaget.
"Arggghh..!!"
Fei Lung melompat mundur menjauh, menotok beberapa aliran darah di sekitar lengannya yang putus.
Lalu menaburkan obat luka di tangannya dengan cepat.
Sementara Lu San yang memanfaatkan kesempatan Fei Lung sedang merawat luka nya.
Lu San menggunakan jurus naga mengibaskan ekornya.
Menendang tangan berikut pisau belati beracun yang tergeletak di atas tanah itu hingga terpental jauh.
Bagian tubuh Lu San yang lain, tidak masalah menerima serangan ke empat tinju cahaya hijau dan satu tusukan pedang sinar matahari.
Yang dilepaskan oleh Fei Lung sebelum tangannya di putus Lu San.
Karena terlindungi Cing Kang Pu Huai Ce Sen,.dan di lapisi Im Yang Sen Kung.
Tujuan utama Lu San adalah belati racun bunga lima warna itu yang paling berbahaya.
Dengan tersingkirnya belati itu, luka di sekujur tubuh Lu Fan perlahan lahan menutup kembali.
Meski masih sibuk menghadapi 5 tangan,.tapi Lu San kini bisa bertarung dengan tenang.
Berbalik mendesak Fei Lung, mengajak Fei Lung adu jotos secara kasar.
Tentu Fei Lung tidak bersedia, sehingga dia terpaksa berulangkali harus menarik kembali serangan nya.
karena bila dia melayani Lu San, yang babak belur jelas dirinya.
Karena dia tidak memiliki ilmu kebal seperti Lu San.
Perlahan lahan Lu San mulai berbalik mendesak Fei Lung, beberapa kali saat Fei Lung berhasil menyarangkan pukulan nya ketubuh Lu San.
Di saat bersamaan Lu San juga melepaskan pukulan yang membuat Fei Lung terpental jatuh menimpa tanah dan terseret hingga puluhan meter.
Lu San tidak memberi Fei Lung kesempatan bernafas, dia langsung mengejar dan muncul di hadapan Fei Lung.
Melepaskan pukulan ke wajah Fei Lung secara beruntun tanpa henti.
Fei Lung berusaha menangkis sambil menendang tubuh Lu San agar menjauhinya.
__ADS_1
Tapi Lu San tidak perduli dia terus menghajar wajah Fei Lung hingga babak belur.
Setelah puas Lu San baru bergerak mundur menjauh sambil tertawa dia berkata,
"Bagaimana tampan,..? riasan bedah plastik yang ku berikan cukup menarik kan..?"
"Mau di teruskan boleh...asal kamu tahan sakit saja..?!"
"KK...kau...!!"
teriak Fei Lung kurang jelas..dan menunjuk Lu San dengan penuh emosi.
Wajahnya yang tadinya sangat tampan halus seperti wanita, kini lebam lebam bengkak bengkak.
Kedua pelipisnya robek, matanya lebam bengkak hingga sulit di buka, bibirnya yang merah tipis kini jadi tebal bengkak dan dower , seperti bibir keledai.
Gigi depannya ada beberapa yang tanggal.
Hidungnya juga bengkok patah, kedua pipinya juga jadi tembem dan gemuk seperti apem mutung.
Untungnya Fei Lung tidak melihat wajahnya di cermin, bila tidak dia pasti akan menangis.
Ini adalah perkelahian brutal yang lebih parah dari MMA, MMA setidaknya masih pake aturan, sedangkan ini benar-benar tarung sebebas-bebasnya.
Lu San sambil tertawa berkata,
"Ku jamin kamu pasti puas..! ha..ha..ha.ha...!"
Meski yang bicara dan tertawa adalah Lu San, tapi ini jelas bukan karakter Lu San.
Ini murni kelakuan Lu Fan,. Lu San mengikuti arahan nya, dengan pertimbangan bisa memancing emosi Fei Lung.
Sehingga dia bisa lebih mudah menghabisi Fei Lung yang terbawa emosi.
Terbukti Fei Lung sangat emosi,. dengan seluruh tubuh gemetar menahan emosi.
Tubuh Fei Lung yang di selimuti oleh lingkaran api, melayang ke udara.
Dan mulai menyedot hawa inti langit dan bumi.
Melihat hal itu, Lu Fan pun sama, dia mulai mengerahkan jurus kedua dari 3 jurus pamungkas yang di ajarkan oleh guru Sun pada Lu Fan.
Tubuhnya juga ikut terbang melayang keatas, di sekelilingnya terbentuk cahaya merah biru membungkus seluruh tubuhnya.
Sebuah bayangan Pat Kwa raksasa mulai muncul di atas kepala dan di bawah kaki Lu San.
__ADS_1
Kekuatan Alam semesta semua tersedot kedalam tubuh Lu San,.sebelum dia melepaskan jurus keduanya itu.
Awan gelap petir hujan es mulai menyelimuti daerah tersebut.
Bencana alam di kepulauan Jepang yang belum juga selesai di tangani.
Kini kembali muncul, ilmu yang Lu San mainkan ini memang sangat mengerikan dan selalu membawa bencana alam besar setiap kali di kerahkan.
Karena ilmu ini di ciptakan oleh gurunya, dalam kondisi penuh kebencian amarah dan ketidakpuasan atas hukuman tertindih di bawah batu selama 500 tahun.
Semua kumpulan perasaan penuh dendam itu dilepaskan lewat ilmu ini, sehingga ilmu ini setiap di lepaskan seolah olah bila alam semesta tidak di hancurkan dia belum puas.
Langit dan bumi berguncang hebat, bahkan raja neraka pun bisa merasakan guncangan tersebut di istana nya.
Tapi dia tidak berani protes, karena dia mengenali dan sangat familiar dengan pemilik ilmu ini.
Bila membuatnya marah maka neraka tidak akan punya hari tenang, Dia bisa kembali datang mengacak acak neraka.
Kedua belah pihak terus meningkat kekuatan mereka tanpa menghiraukan gunung meletus tanah merekah tebing longsor banjir di mana mana.
Mereka terus berlomba-lomba menghimpun kekuatan mereka.
Bahkan Lu San yang berkali kali tubuhnya di sambar petir dia terus menerima dan menyerap nya tanpa sisa.
Fei Lung yang sudah mencapai puncaknya, dia akhirnya membentuk jutaan mata tombak.di sekitar tubuhnya.
Lalu dia mendorongnya kearah Lu San bagaikan gelombang laut yang datang menyapu kearah Lu San.
Semua mata tombak yang bersinar merah keemasan di kelilingi oleh Arus listrik yang berseliweran, melesat kearah Lu San.
Lalu di susul dengan tebasan pedang cahaya matahari, yang membentuk bayangan pedang raksasa yang meluncur deras kearah Lu San.
Lu San tidak membalas juga tidak bergeming masih terus menyedot semua kekuatan alam ketubuhnya.
Yang seolah-olah tidak ada puasnya, begitu serangan gelombang mata tombak tiba bagaikan air laut datang menghantam.
Semua di terima Lu San dengan sepasang tangan terbuka, semua kekuatan serangan itu di serapnya sampai habis.
Tubuh Lu Sun mulai keluar sisik kehijauan sepasang matanya mengeluarkan cahaya merah, rambutnya beruban menjadi warna hijau.
Di dahinya juga mulai tumbuh sepasang tanduk kecil, taringnya juga mulai muncul dari kedua sudut bibirnya.
Saat tebasan cahaya pedang raksasa' Fei Lung tiba, Lu San hanya mengulurkan tangannya membentuk cakar kedepan.
Sebuah cakar Naga hijau besar terbentuk menyambut dan mencengkram cahaya pedang raksasa' itu hingga tidak berkutik.
__ADS_1
Seluruh energi pedang tersebut di serapnya semua, hingga akhirnya hanya terlihat pedang cahaya mentari badan pedang nya, berada dalam cengkraman tangan Lu San.
Lu San mengerahkan seluruh kekuatan yang di serap nya dengan sekali tebasan pedang cahaya inti matahari kearah Pedang Fei Lung.