
"Sun ke ke apakah kamu ada terluka ?"
tanya Xue Yen sambil menatap Lu Sun dengan khawatir.
"Seperti yang kalian lihat aku baik-baik saja, kalian berdua tenang saja.."
"Xue Xue kamu hari ini masak apa ?"
"Aku tiba-tiba merasa lapar.."
"Aku hari ini tidak masak, aku tidak ada mood buat masak..maaf ya Sun ke ke.."
ucap Xue Yen dengan kepala tertunduk.
Lu Sun membelai rambutnya dengan lembut dan berkata,
"Tidak apa-apa sayang..aku mengerti kok perasaan mu hari ini."
"Begini kalian bersiap-siap lah kita sekeluarga keluar cari makan saja, ajak juga nenek sekalian.."
"Di dalam komplek perumahan dibawah tempat tinggal kita sini, kabarnya ada Restoran baru.."
"Kita coba kesana yuk.."
Giok Lan dan Xue Yen mengangguk cepat, lalu buru-buru ke kamar mereka masing-masing buat bersiap-siap.
Tapi ditengah jalan menghentikan langkahnya memutar badannya menatap Lu Sun dan berkata,
"Sun ke ke yakin baik-baik saja, tidak mau beristirahat dulu.."
Lu Sun tersenyum dan berkata,
"Pergilah ganti cepat, aku sudah lapar.. bila kelamaan justru cacing perut ini yang bikin sakit.."
Giok Lan tertawa mendengar ucapan Lu Sun, kemudian dia berlari ke kamarnya, untuk bersiap-siap.
"Ayah..! ayah sudah pulang ? San er hari ini gak kesekolah, kata mama Giok San er di suruh bersantai di rumah untuk hari ini.."
ucap Lu San sambil berlari kedalam pelukan Lu Sun.
Lu Sun langsung membungkuk menggendong anaknya dan berkata,
"Mama giok cuma jalankan perintah ayah saja.."
"Sebenarnya ayah lah yang melarang kamu kesekolah hari ini.."
"Kenapa ayah ?"
tanya Lu San heran.
"Ayah ingin mengajak kalian semua makan enak direstoran baru di bawah sana.."
"San er mau kan ?"
"Mau..San er mau ayah..ayo kita berangkat sekarang.."
Lu Sun tersenyum dan berkata,
"Tunggu sebentar mama giok mama Xue Yen dan nenek sedang berganti pakaian.."
"Setelah semua siap kita baru kesana.."
ucap Lu Sun mencoba memberi pengertian pada anaknya.
__ADS_1
Melihat wajah anaknya, Lu Sun kembali teringat dengan Ying Ying.
Lu Sun mencium kedua pipi anaknya dengan lembut, untuk melepaskan perasaan rindunya pada Ying Ying.
"San er ikut ayah pergi lihat ibu mau..?"
"Mau..mau..San er mau ayah.."
ucap Lu San antusias.
Lu Sun mengangguk kemudian menggendong Lu San pergi ke kamar rahasia.
Lu Sun dan Lu San berdiri di samping peti mati Ying Ying.
"Sayang aku kembali datang melihat mu.."
"San er anak kita juga ikut datang melihat mu.."
"Sayang sekarang kamu boleh tenang, orang yang mencelakai mu beserta dalangnya sudah aku musnahkan.."
"San er beri hormat pada ibu mu.."
Lu San mengangguk patuh.
Lalu berlutut dan memberi hormat tiga kali dengan menempelkan dahinya di lantai sebanyak 3 kali.
"San er cukup, sekarang bangunlah, bicara lah kalau kamu ingin menceritakan sesuatu pada ibu mu.."
ucap Lu Sun sambil duduk di samping peti istrinya.
Lu San dengan gembira berbicara dengan ibunya seolah-olah ibunya masih hidup dan bisa mendengar semua cerita nya.
Lu Sun ikut mendengarkan cerita anaknya sambil tersenyum.
"Sayang meski aku sudah menghabisi mereka, tapi aku sedikitpun tidak merasa bahagia.."
"Aku sangat merindukan mu sayang.."
"Aku sungguh tidak tahu bagaimana cara melewati hari-hari ku kedepannya tanpa kehadiran mu.."
Tiba-tiba HP Lu Sun bergetar di disaku celana nya.
Lu Sun melihat panggilan datang dari Giok Lan, dia pun mengangkatnya begitu terangkat langsung terdengar suara Giok Lan.
"Sayang kamu di mana ? apa San er bersama mu aku mencarinya ke mana-mana tapi gak ketemu.."
Dari nada suaranya Giok Lan terdengar sangat cemas.
"Sayang tenanglah..aku dan San er ada di kamar rahasia, sebentar lagi kami keluar.."
"Ohh baiklah kalau begitu.."
ucap Giok Lan tenang.
Setelah menyimpan ponselnya Lu Sun menatap kearah Ying Ying dan berkata,
"Sayang aku mau pergi dulu dengan mereka, kamu istirahat lah dengan tenang."
"Kapan kapan aku akan kembali lagi kemari menjenguk mu.."
"Ayo San er pamit dengan ibu, sebelum kita pergi.."
Ucap Lu Sun sambil membelai kepala putranya dengan lembut.
__ADS_1
"Ibu San er pergi dulu ya Bu.."
ucap Lu San sambil memberi hormat kepada peti mati ibunya.
Kemudian ayah dan anak itu berjalan keluar dari taman rahasia.
Menuju ruang tengah, di mana Giok Lan Xue Yen dan nenek sudah bersiap di sana menanti kedatangan mereka berdua.
"Ayo kita berangkat sekarang, pakai dua mobil saja.."
"Aku, San er Dan er Fei er dan kedua pengasuh satu mobil.."
"Kalian bertiga satu mobil.."
"Kita ketemu langsung di lokasi..ok.."
"Baiklah kita ketemu di sana saja, Lan er sudah booking tempat atas nama keluarga Lu di sana,.."
ucap nenek Lu ditujukan ke Lu Sun.
Lalu Nenek Lu menoleh kearah Giok Lan dan Xue Yen kemudian berkata,
"Ayo Lan er Xue er kita jalan.."
Giok Lan dan Xue Yen mengangguk kemudian berjalan mengikuti di belakang nenek.
"Ayo kit juga berangkat, "
ucap Lu Sun kepada dua pengasuhnya yang menjaga Dan er dan Fei er.
Lu Sun sendiri menggandeng Lu San berjalan di depan menuju mobil nya.
Mobil yang di kendarai Xue Yen tiba lebih dulu di lokasi, mereka pun langsung berjalan masuk kedalam restoran yang besar itu.
Ketika mobil Lu Sun sampai dia memarkir mobilnya persis di sebelah mobil Xue Yen.
Lalu mengajak anak dan pengasuhnya untuk masuk kedalam restoran yang besar dan mewah itu.
Begitu Lu Sun tiba seorang pelayan wanita cantik langsung menyambutnya.
"Selamat datang Tuan.. silahkan masuk.."
"Maaf apa tuan sudah reservasi sebelumnya ?"
tanya pelayan tersebut sopan setelah mempersilahkan Lu Sun untuk masuk.
"Istriku sudah reserve atas nama keluarga Lu.."
ucap Lu Sun sesuai pesan nenek.
"Ohh keluarga lu.. silahkan lewat sebelah sini tuan..mari saya antar.."
ucap pelayan tersebut kemudian menjadi penunjuk jalan bagi Lu Sun dan rombongannya.
Mereka di antar, menuju lantai dua, disebuah ruangan yang terpisah sendiri.
Setelah mengetuk pintu dan terdengar suara berkata, masuk dari dalam.
Pelayan tersebut baru membuka pintu dan mempersilahkan Lu Sun untuk masuk bersama rombongan nya.
Begitu mereka masuk aroma masakan yang wangi sudah memenuhi seisi ruangan.
Lu Sun langsung mengambil tempat duduk yang sudah di siapkan untuk nya, dia duduk diapit oleh Xue Yen dan Giok Lan.
__ADS_1
Lu San duduk di sebelah Giok Lan, karena anak itu sudah terbiasa makan di bantu oleh Giok Lan, terutama saat makan ikan.