
Jemmy Tan mengeluarkan sebuah kantong plastik transparan dengan corak love kecil kecil bertebaran di seputar bungkusan plastik transparan yang diikat dengan tali pita merah.
Sambil tersenyum dia menghampiri Lu Sun dan berkata,
"Sun ke ke..ini ada sedikit oleh-oleh yang mewakili ketulusan ku, menyambut bergabungnya Sun ke ke di sini.."
Lu Sun berusaha menahan tawa melihat sikap Jemmy Tan, Lu Sun jadi teringat dengan Dong Feng.
"Terimakasih banyak Jemmy,.tapi aku punya penyakit alergi coklat."
"Guru Lin sebaiknya ini buat kamu saja.."
ucap Lu Sun sambil memberikan bungkusan tersebut ke guru Lin.
"Tapi pak Lu, ini kan dari Jemmy untuk mu, aku..aku..kurang enak menerimanya."
ucap guru Lin ragu.
Lu Sun tersenyum dan berkata,
"Aku sudah menerimanya, kemudian ku berikan pada mu."
"Jadi tidak masalah, terima saja.."
ucap Lu Sun mendorong bungkusan tersebut kedalam pangkuan guru Lin.
"Baiklah kalau begitu, terimakasih pak lu.."
ucap guru Lin menerimanya kembali.
Tapi saat dia menoleh kearah Jemmy guru Lin menjadi ragu.
Karena wajah Jemmy terlihat cemberut dan tidak senang.
Dengan ragu-ragu guru Lin berkata,
"Kak Jemmy aku..aku kembalikan saja pada mu.."
Jemmy membanting kaki sebelahnya, kemudian berkata dengan kesal,
"Gak perlu, habisin saja semuanya, biar sakit gigi dan buncit sekalian.."
Lalu dia membalikkan badannya dengan kesal pergi ke mejanya.
"Ha..ha...ha...makan coklat mana bisa buncit, pak Jemmy."
"Anda guru reproduksi apa sudah lupa yang bisa bikin buncit guru Lin itu kalau di patuk burung bukan coklat..."
ucap guru Wang yang baru saja datang sambil tertawa.
Guru Wang memang terkenal kalau bicara sangat mesum, wajah nya yang gemuk putih dengan perutnya yang buncit, karena bertubuh pendek.
Membuatnya terlihat seperti tokoh Buddha Maitreya.
Guru Wang memang sangat tertarik dengan guru Lin yang muda cantik dan Sexy.
Dia paling suka menggoda guru Lin setiap ada kesempatan.
Karena dia guru senior di sana, guru Lin tidak berani melawannya, dia hanya bisa menahan diri agar selalu sabar.
"Hi...hi...hi..Anda benar setengah pak Wang, "
ucap guru Yip yang baru saja datang.
Guru Yip adalah seorang janda cantik beranak satu, dia adalah guru kesenian.
Karakter nya sedikit mirip dengan pak Wang terbuka dan agak genit.
"Maksudnya ?"
__ADS_1
tanya Pak Wang sambil tersenyum mesum, menatap guru Yip.
"Maksudku tentu saja gak semua burung bisa, contohnya burung pak Jemmy pasti tidak bisa..hi...hi..hi..!"
ucap guru Yip sambil tertawa.
Mendengar ucapan guru Yip, meledak lah suara tertawa seisi ruangan tersebut yang mulai ramai. Karena guru lain mulai berdatangan.
Lu Sun pun tidak bisa menahan diri ikut tersenyum lebar.
Hanya guru Lin yang tertunduk dengan wajah merah padam, pura-pura tidak dengar dan sibuk mempersiapkan bahan-bahan untuk mengajar.
Jemmy Tan yang sudah kesal, semakin kesal karena di jadikan obyek oleh guru Wang dan guru Yip.
Dengan kesal dia berkata membalas,
"Hei guru Wang sebaiknya anda pergi kencing dan ngaca sana.."
"Lihat perut' mu sendiri, jangan-jangan di rumah mu yang punya burung adalah istri mu.."
"Kamu juga guru Yip, udah tua masih cabul dan bicara sembarangan, mau ku buktikan biar status mu naik.."
"Jadi janda anak dua.."
ucap Jemmy Tan sambil tersenyum puas.
Guru Wang milih pura-pura gak denger, dia gak mau ladeni Jemmy yang mulutnya setajam silet itu.
Sedangkan guru Yip malah tertawa dan berkata,
"Jangan besar mulut Jemmy, kalau berani buktikan.."
"Bicara tanpa fakta, itu sama dengan omong kosong.."
ucap guru Yip, sambil mengeluarkan cermin kecil dan lipstiknya.
Lalu dia terlihat sibuk berias, tidak memperdulikan ekspresi Jemmy Tan yang membeku karena kesal.
"Ada apa ini ? pagi-pagi sudah berisik.."
Pak Ma melangkah masuk kedalam ruangan, yang mendadak jadi sunyi.
Tidak ada yang berani menjawab pertanyaan pak Ma, semuanya memilih diam dengan kepala tertunduk.
Hanya Lu Sun yang bersikap tenang, seolah-olah semua ini bukan urusannya.
Pak Ma menyapukan tatapan nya keseluruh ruangan dan berkata,
"Kalian harus ingat status kalian, kalian adalah guru yang menjadi contoh suri teladan murid."
"Bila sikap kalian seperti ini, bagaimana dengan murid-murid kalian ?"
"Pak Jemmy pak Wang Bu Yip, kalian bertiga datang ke kantor ku sekarang juga.."
Setelah berucap pak Ma langsung berjalan meninggalkan ruangan tersebut.
Jenny Tan pak Wang dan guru Yip buru-buru menyusul di belakang Pak Ma dengan kepala tertunduk.
Lu Sun sendiri setelah mereka pergi dia langsung membawa bukunya meninggalkan ruang kantor guru, menuju kelas murid 1 SMA.
"Selamat pagi anak anak...!"
ucap Lu Sun setelah masuk kedalam kelas yang menjadi jadwal mengajar hari pertamanya.
"Selamat pagi pak guru.."
ucap anak-anak bangkit berdiri dari tempat duduknya dan membungkukkan badan mereka memberi hormat pada Lu Sun.
Lu Sun melihat di bagian belakang ada 5 anak laki laki dan 3 orang anak perempuan, tidak melakukan salam hormat padanya.
__ADS_1
Mereka terlihat sibuk dengan pembicaraan mereka sendiri, tidak memperdulikan kehadiran Lu Sun di sana.
Lu Sun tidak terlalu ambil pusing dengan sikap mereka.
"Anak anak aku adalah guru olahraga kalian yang baru, aku bernama Lu Sun."
ucap Lu Sun sambil menulis namanya di papan tulis.
"Kalian boleh panggil aku guru lu atau guru Sun, terserah tak masalah."
"Pak bagaimana kami memanggil mu Asun, agar lebih mudah mengingatnya.."
ucap salah satu murid yang tidak memberi hormat pada Lu Sun.
Lu Sun tersenyum dan berkata,
"Tidak masalah senyaman kalian saja.."
"Kalian berdelapan tolong perkenalkan diri kalian satu persatu."
Dengan sikap malas kedelapan orang itu satu persatu memperkenalkan nama mereka.
"Aku Alan Tam."
ucap orang pertama cuek.
"Aku Eric Mo."
ucap orang kedua.
"Aku Lolanto Chen.
ucap orang ketiga.
"Aku Stephen Chow."
ucap orang keempat.
"Aku Richard Wu.."
ucap orang ke 5
"Aku Barbie Su.."
ucap orang ke 6 (murid wanita).
"Aku Vivian.."
ucap orang k 7 (murid wanita)
"Aku Rosa.."
ucap orang ke 8 (murid wanita)
"Baik terimakasih."
ucap Lu Sun.
"Anak anak sebelum aku memulai mengajar kalian aku akan bertanya pada kalian semua"
"Apa itu olah raga..?"
Seorang murid yang duduk di hadapan Lu Sun mengenakan kacamata tebal, menunjuk tangan nya dengan cepat.
"Ya kamu.. siapa nama mu ?"
"Aku Thomas pak.."
"Baik Thomas tolong sebutkan apa itu olah raga ?"
__ADS_1
"Olah raga adalah gerakan aktivitas fisik untuk menyehatkan tubuh pak...."