
Terlihat Pavliuchenko bergerak menyusul di belakang Lu Sun sambil mengangkat tangannya kearah para penonton, yang disambut dengan sorak Sorai dari para pendukungnya di bangku penonton.
Lu Sun tidak terlalu ambil pusing dengan dukungan dari para penonton, dia hanya mengikuti petunjuk dan arahan dari wasit pertandingan.
Begitu wasit meniupkan peluit tanda pertandingan di mulai, si orang Rusia yang selalu berwajah dingin.
Kini wajahnya merah seperti kepiting rebus, akibat dia berusaha menarik tangan Lu Sun kebawah dengan mengerahkan seluruh kekuatannya.
Tapi sialnya tangan yang dia tarik seperti sebuah tonggak besi yang menyatu dengan meja pertandingan.
Bagaimana pun dia berusaha dengan segala cara dan gaya, tangan Lu Sun tetap tidak bergeming.
Hingga saat terlihat nafas nya mulai memburu, Lu Sun baru perlahan-lahan menarik tangan Si pria Rusia yang kehabisan tenaga.
Tangan pria Rusia itu dengan mudah terjatuh kebawah tanpa perlawanan sama sekali.
Jennifer bersorak kegirangan sambil bertepuk tangan, sedangkan paman Hogan menanggapinya dengan tersenyum lebar.
Setelah di nyatakan menang dari peserta Rusia, Lu Sun dinyatakan lolos ke babak ketiga.
Kemudian dia kembali ketempat duduknya di samping paman Hogan dan Jennifer.
Pertandingan berikutnya terus berlanjut, untuk memperebutkan tiket menuju babak ketiga.
Yang mana nantinya hanya akan menyisakan 10 petarung yang akan bertarung di babak ke 3.
Lu Sun sedikit mengerut kan alisnya, saat melihat cara petarung dari Korea Utara dan Jepang dalam meraih tiket kemenangan mereka.
Yang membuat dia heran, adalah cara mereka mengolah pernapasan, seolah-olah menarik udara disekitar untuk di jadikan kekuatan.
Kelihatannya kedua orang tersebut menguasai tehnik pernapasan dan tenaga sakti.
Lu Sun tentu tidak takut, dia hanya merasa heran di jaman modern ini masih ada yang menguasai tehnik langka ini.
Lu Sun akhirnya bosan menonton pertandingan babak kedua, dia kembali ingin berjalan'-jalan melihat-lihat. dan mengelilingi tempat yang mereka datangi saat ini.
Lu Sun melihat sebentar di arena orang bermain biliar, Lu Sun mengamati permainan tersebut.
Dan dia menarik kesimpulan, pemain harus memasukkan semua bola kedalam lubang dengan bola putih yang tersedia.
Setelah paham dia pun berjalan meninggalkan tempat tersebut.
__ADS_1
Menuju ketempat lain, di mana terlihat beberapa orang sedang melempar sebuah anak panah kecil Kearah sebuah tempat sasaran yang berbentuk bundar dan tergantung di dinding.
Lu Sun tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya menanggapi permainan orang-orang itu.
Yang menurut pemikiran nya, itu Permainan yang sangat konyol.
Salah seorang pemain itu melihat senyum dan gelengan kepala Lu Sun yang sepertinya meremehkan Permainan yang sedang mereka mainkan.
Dia segera berbisik-bisik dengan temannya, teman-temannya langsung terlihat marah dan menatap Lu Sun dengan pandangan mata tidak bersahabat.
Salah satu diantara mereka yang berambut pirang dipotong gaya ala Tin Tin, dengan sepasang pipi sedikit cuby, dipenuhi bintik-bintik hitam kecil-kecil menghiasi wajahnya.
Dia langsung berteriak memanggil Lu Sun yang terlihat hendak meninggalkan tempat tersebut, menghindari keributan tak perlu.
"Hai... Lee Tunggu...!! wa...Chiat...!! Hu..ha...hu..haaaa..!"
Dia berteriak sambil melakukan gerakan Bruce Lee, yang lebih bersifat menghina dan mengejek.
Hal ini memancing gelak tawa dari teman-temannya dan orang-orang yang duduk di sekitar sana sedang minum melepaskan penat sepulang bekerja.
Di antaranya juga terlihat ada beberapa kelompok gadis cantik, ada yang mengenakan seragam kerja.
Ada juga yang menggenakan pakaian resmi kantoran, hanya tidak seragam, berbeda-beda corak.
Lu Sun menatap mereka dan bertanya dengan nada kaku, dia meniru gaya ucapan Jennifer,
"What the **** Do you want..?"
Lu Sun tidak menyadari ucapan nya, itu adalah makian dan tantangan.
Wajah ke 5 orang itu langsung berubah, terutama di rambut Tin Tin.
Dia dengan gaya seorang petinju meloncat-loncat di depan Lu Sun.
Lu Sun tersenyum santai melihat gayanya, dan tidak memperdulikannya.
Si rambut Tin Tin sangat marah, dia segera melepaskan Jab-jab kearah wajah Lu Sun dengan tangan kirinya.
Saat Lu Sun menghindari Jab-jab nya dengan mengerahkan Kepalanya kekiri dan ke kanan, si rambut Tin Tin bergerak maju mengejar memberikan pukulan upper cut kearah rahang Lu Sun dari sisi bawah dengan tangan kanannya.
Lu Sun menggeser sedikit kakinya kesamping sehingga tinju kanan si rambut Tin Tin lewat disisinya.
__ADS_1
Lu Sun berjongkok dan menyapu kaki sirambut Tin Tin yang melompat-lompat, sapuan kaki Lu Sun membuat si rambut Tin Tin jatuh dengan kepala dan leher mendarat duluan diatas lantai yang keras.
Terdengar bunyi "kreek..!"
Kelihatannya si rambut Tin Tin mengalami cedera leher terkilir atau patah.
Si rambut Tin Tin langsung kehilangan kesadarannya.
Keempat temannya menjadi marah, mereka menyambar botol minuman di dekat mereka, memecahkan nya, kemudian maju mengepung Lu Sun dengan pecahan botol ditangan mereka.
Lu Sun menanggapinya dengan santai, melihat gaya Lu Sun mereka berempat semakin marah, mereka serentak menyerang Lu Sun dari berbagai arah.
Tapi serangan mereka berempat menemui tempat kosong, sebaliknya wajah mereka berempat terkena tendangan putar dari Lu Sun.
Yang merupakan salah satu dari jurus 18 Tapak Penahluk Naga jurus ke 10 Naga Sakti mengibaskan ekor,
Keempat orang itu langsung terpental jatuh mencium lantai dengan wajah mendarat terlebih dulu.
Mereka mengaduh-aduh terlihat sulit bangun, dengan hidung patah, gigi tanggal dan bibir sobek.
Lu Sun memungut sebatang anak panah dart di lantai, kemudian berjalan pergi meninggalkan ke lima orang itu.
Dari tempat yang agak jauh tanpa melihat maupun menoleh Lu Sun melemparkan Abah panah yang terbang secepat kilat.
Menghantam bagian tengah papan dart, Sampai terbelah dua papan tersebut.
Anak panah itu masih terus melaju dan menancap di tembok seperti dipaku, tembok yang keras tertembus oleh anak panah itu yang menancap sampai ke ganggangnya yang di hiasi bulu plastik.
Kini semua orang baru memandang dengan melongo dan terkejut, ke empat orang yang sedang merintih kesakitan sampai berhenti merintih.
Menatap dengan tatapan tak percaya Kearah anak panah yang tertancap didinding.
Lu Sun sudah pergi meninggalkan tempat itu, kembali ke arena adu panco.
Lu Sun yang belum menyelesaikan pertandingan nya, sehingga tidak berani pergi jauh-jauh.
Takut namanya dipanggil dia tidak mendengarnya.
Untungnya dia kembali tepat waktu, karena saat itu kebetulan namanya sedang di panggil.
Lu Sun akan menghadapi petarung asal Jepang yang bernama Kenji Takamura.
__ADS_1
Kenji Takamura sudah terlihat berdiri diatas podium pertandingan menunggu Lu Sun, sambil tersenyum mengejek.