
Mobil Limousine yang di tumpangi Lu Sun akhirnya berhenti di halaman sebuah gedung.
Lu Sun terkejut melihat bangunan gedung di depan nya, apa yang terjadi kenapa mobil ini berhenti di sini pikir Lu Sun dalam hati dengan agak cemas.
Sekilas lihat saja Lu Sun sudah dapat menebak ini adalah rumah duka, dengan jantung berdebar kencang Lu Sun turun dari mobil.
Dan berjalan menaiki undakan tangga, berjalan masuk kedalam gedung beriringan dengan si botak yang terlihat sedang menelpon seseorang.
Lu Sun melihat di sana banyak sekali orang berbadan tinggi besar memakai pakaian hitam dan kaca mata hitam.
Si botak membawa Lu Sun masuk kesebuah ruangan yang sangat luas terletak di agak tengah.
Lu Sun melihat sebuah bingkai foto besar yang di pajang di ruangan tengah tersebut, Lu Sun merasa tidak mengenali .
Pria di dalam foto yang berusia 50 tahunan itu.
Lu Sun terus memperhatikan sekitarnya Tapi tidak ada yang dia kenal.
Sampai seorang gadis yang berpakaian serba hitam dan mengenakan kacamata hitam, berjalan mendekatinya.
Gadis itu berusaha tersenyum melihat kedatangan nya tapi yang ada adalah airmata yang bercucuran membasahi pipinya yang halus.
Lu Sun tentu mengenalnya, dia adalah Giok Lan, gadis yang selalu mengisi pikiran nya, sejak dia sadar dari tidurnya hingga saat ini.
Lu Sun pun melangkah mendekati nya, dan memeluknya sambil berkata,
"Apa yang terjadi Lan Mei ?"
Giok Lan menangis pilu dalam pelukan Lu Sun dan berkata,
"Ayahku...ayah ku...ayah ku... Sun ke ke ayah ku ..telah meninggal.. Hu..hu..hu.hu...!"
Lu Sun cepat membenamkan kepala Giok Lan di dadanya yang lebar dan bidang, sambil terus membelai rambutnya dan berkata,
"Apa yang terjadi sebenarnya ? kenapa begitu mendadak ? apakah ayah mu ada sakit sebelumnya ?"
Giok Lan sambil menangis tersedu-sedu dalam pelukan Lu Sun, menggeleng kecil dan menjawab dengan suara kecil.
"Ayah ku... di bunuh oleh pembunuh bayaran,... atas suruhan... si bangsat itu."
"Dia tidak terima... aku menyelamatkan mu..."
"Dia mengenaliku.. karena dia masih termasuk... mitra bisnis ayah ku.."
"Dia tidak berhasil menemukan kita...jadi dia menjadikan ayah ku... sasarannya...Hu...hu..hu..hu..!"
ucap Giok Lan terbata-bata menjelaskan sambil menangis.
Lu Sun seluruh tubuhnya bagaikan terbakar api.
Mendengar penjelasan Giok Lan dia sangat emosi dan marah.
Aura menyeramkan nya menyebar membiat seluruh isi gedung sampai halaman gedung merasakan efeknya.
__ADS_1
Semua orang merasa tertekan dan kesulitan bernafas.
Giok Lan yang di dalam pelukan Lu Sun pun merasakannya, dia mencengkram lengan Lu Sun dengan erat dan berkata,
"Sun ke ke...kendali.. kendalikan...emosi mu."
ucap Giok Lan terbata-bata karena dia pun merasa kesulitan bernafas.
Lu Sun segera tersadar melihat reaksi Giok Lan, dia cepat-cepat menarik kembali auranya.
"Maaf..maaf .. maafkan aku sayang aku tidak sengaja...kamu tidak apa-apa kan ?
ucap Lu Sun panik sehingga dia langsung mengungkapkan perasaan nya kepada Giok Lan.
Giok Lan sedikit terkejut, mendengar kata-kata Lu Sun, dia menatap Lu Sun lekat-lekat seakan-akan tidak percaya apa yang barusan dia dengar.
Lu Sun tersenyum lembut, dia tidak ingin menutupi perasaannya lagi.
Lu Sun menundukkan kepalanya, mencium kening Giok Lan dan berkata,
"Setelah semua yang terjadi diantara kita, kata sayang rasanya masih belum cukup mewakili perasaan ku."
"Bagaimana kalau aku ganti jadi istri ku..?"
Giok Lan langsung memeluk Lu Sun dengan erat sambil menangis terharu.
Lu Sun membelai rambut Giok Lan dan berbisik, "cukup sayang keluarga mu, mulai memperhatikan kita."
ucap Lu Sun bercanda untuk mencairkan suasana.
Giok Lan buru-buru menghentikan tangisannya dan melepaskan pelukannya.
Celingak-celinguk melihat ke kiri dan ke kanan, memastikan kebenaran ucapan Lu Sun.
Dia akhirnya sadar Lu Sun mempermainkan nya, dengan gemas dia mencubit lengan Lu Sun.
Lu Sun meringis dan berkata,
"Ampun-ampun sayang.. banyak yang melihatnya, nanti malam di kamar saja ok ?"
Giok Lan menjebikan bibirnya yang indah dan berkata "tidak mau.."
Giok Lan pura-pura memunggungi Lu Sun dengan pura-pura merajuk manja.
Lu Sun sambil tersenyum memeluk Giok Lan dari belakang, sengaja menempelkan Tongkat nya dipunggung Giok Lan yang mengenakan gaun tipis.
Giok Lan sedikit terkejut dengan gerakan Lu Sun yang liar.
Lu Sun berbisik ditelinga Giok Lan,
"Kalau tidak mau di kamar, berarti mau di sini ya.?"
"Issh..! gila...!"
__ADS_1
ucap Giok Lan dengan wajah merah dan berusaha meronta kecil.
Tapi Lu Sun tidak melepaskan pelukannya, dia membiarkan Giok Lan meronta kecil dalam pelukannya.
Giok Lan cuma pura-pura saja, padahal dia sangat bahagia dan menikmati pelukan hangat dari kekasih yang sudah sangat lama dia impikan.
Giok Lan tidak meronta lagi, dia memberikan cubitan gemas di lengan Lu Sun.
Tapi kenyataannya itu bukan cubitan itu lebih mirip sentuhan lembut dan mesra.
Lu Sun tersenyum nakal, dan dia tetap memeluk Giok Lan.
"Sun ke ke jangan begini, ini lagi suasana duka, tidak enak di lihat orang.."
ucap Giok Lan sesaat kemudian memberikan teguran halus ke Lu Sun.
Lu Sun pun jadi menyadari tindakan ingin menghibur sudah sedikit kelewatan, dia cepat melepaskan pelukannya dari belakang.
Kemudian bergeser kesamping Giok Lan, membiarkan Giok Lan menggandeng tangan nya dari samping.
"Maaf.." bisik Lu Sun dengan suara pelan.
Giok Lan mengangguk kecil dan berkata,
"Tidak apa-apa.. terimakasih sudah menghiburku.. aku sangat bahagia.."
ucap Giok Lan sambil melirik mesra ke Lu Sun.
Lie Sun tersenyum lembut dan mengangguk.
Giok Lan kemudian menggandeng Lu Sun mendekati keluarga nya, dan memperkenalkan mereka satu persatu kepada Lu Sun.
Semua saudara-saudara perempuan Giok Lan yang masih muda, menatap Lu Sun dengan kagum.
Mereka rata-rata terpesona oleh wajah dan bentuk tubuh Lu Sun yang tinggi besar dan tegap.
Bahkan ada beberapa Tante muda Giok Lan ikut terpesona, dan memperhatikan tubuh Lu Sun dengan penuh nafsu.
Lu Sun menjadi agak risih, dia segera mengajak Giok Lan untuk duduk di depan.
Dekat peti jenazah ayah nya.
Lu Sun memang dasarnya genit, karena mewarisi gen ayahnya.
Tapi dia sangat setia, hanya mau menunjukkan kegenitan nya dan perasaannya pada wanita yang benar-benar dia suka dan cintai.
Di luar daripada itu, dia akan memilih menghindar menjauhi dan mendiamkan mereka.
Dengan hadirnya Lu Sun di sisinya, kesedihan Giok Lan jauh berkurang.
Tiba-tiba terdengar teriakan penyambut tamu,
"Perwakilan grup Xie datang memberikan penghormatan dan turut berdukacita....!!"
__ADS_1