KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
KEDATANGAN YANG TERLAMBAT


__ADS_3

Dengan perasaan galau Giok Lan berjalan kembali ke bangku penonton pertandingan di mana dia dan Lu Sun tadi duduk.


Meski pikirannya sedang kacau dan tidak bersemangat menonton pertandingan lagi.


Giok Lan tetap berusaha memberikan dukungan dan menonton pertandingan tersebut hingga dua babak usai.


Lu San dan teamnya akhirnya berhasil memenangkan pertandingan tersebut dengan skor 3-1.


Tapi saat sedang melihat mereka merayakan kemenangan, tiba-tiba HP Giok Lan berbunyi.


Saat di lihatnya telpon berasal dari Lu Sun, Giok Lan buru-buru mengangkatnya.


"Sayang datang lah..ke RS Zhong Da..."


ucap Lu Sun dengan nada sedih dan lemas.


"Apa-apa yang terjadi sayang ? gimana keadaan Ying Ying ?"


tanya Giok Lan cemas sambil berjalan menjauhi Lu San dan kawan-kawannya yang sedang merayakan kemenangan mereka.


"Kamu datang saja kemari sekarang.."


ucap Lu Sun menahan Isak lalu HP pun di matikan.


Dari nada bicara Lu Sun Giok Lan dapat menangkap ada sesuatu yang tidak beres.


Dengan wajah pucat dan jantung berdebar kencang menahan cemas, Giok Lan buru-buru berjalan menghampiri Lu San dan berkata,


"San er ikut dengan ibu ke RS Zhong Da sekarang.."


Lu San terlihat bingung, tapi dia tidak membantah.


Setelah berpamitan dengan teman-temannya, Lu San segera berlari menyusul Giok Lan yang terlihat terburu-buru meninggalkan stadion.


Sampai di dalam mobil Lu San baru bertanya,


"Ibu Giok apa yang terjadi ? kenapa ibu terlihat cemas dan terburu-buru ?"


Giok Lan menyalakan mobil, membantu Lu San mengenakan sabuk pengaman, baru dia sendiri memakainya.


Dia lalu mengendarai mobil meninggalkan stadion sambil berkata,


"Ayah mu sekarang di rumah sakit Zhong Da, ibu juga tidak tahu apa yang terjadi."


"Ayah mu hanya berpesan kita segera kesana.."

__ADS_1


Lu San mengangguk dan tidak banyak bertanya lagi, dia menatap kearah luar jendela.


Membiarkan ibu Giok menyetir dengan tenang menuju RS.


Beberapa saat yang lalu di tebing Gunung Qi Xia, mobil Ying Ying yang terjatuh dari atas lereng tebing meluncur deras jatuh ke dalam jurang.


Kemudian tercebur ke dalam sebuah danau yang berwarna hijau dengan air yang sangat jernih.


Mobil Ying Ying langsung tenggelam ke dasar danau, Ying Ying yang berada di dalam mobil sangat panik dia berusaha membuka jendela mobil dan pintu mobil yang macet tidak bisa terbuka.


Air mulai masuk memenuhi mobil, Ying Ying terus berusaha memecahkan kaca jendela dengan besi yang ada di sandaran kepala kursi mobilnya.


Tapi kaca sangat keras ditambah dengan tekanan air dari luar membuat kaca tidak bisa di pecahkan.


Di tambah dengan air yang mulai memenuhi mobil, Ying Ying semakin tidak leluasa bergerak.


Akhirnya Ying Ying terduduk lemas dan pasrah membiarkan air terus naik menenggelamkan diri nya.


"Sun ke ke..sampai jumpa...jaga anak kita baik-baik.."


Setelah itu Ying Ying pun memejamkan matanya membiarkan sisa gelembung udara di paru-paru nya keluar dari mulut dan hidung nya.


Tubuhnya mengalami kejang beberapa kali sebelum seluruh paru-paru dipenuhi oleh air sehingga mati kehabisan nafas.


Perlahan-lahan tubuhnya terlihat mengambang di dalam mobil seperti orang sedang tertidur dalam air.


Dua orang berpakaian jas hitam berambut cepak, turun dari dalam mobil mereka.


Mereka berdua berjalan ke tepi tebing melongok ke bawah jurang saat melihat mobil Ying Ying tenggelam ke dasar danau.


Kedua orang itu saling pandang dan tersenyum puas, kemudian berjalan kembali kearah mobil mereka.


Saat mobil mereka hendak meninggalkan lokasi saat itulah mobil polisi yang tadi memutar arah dan melakukan pengejaran tiba di lokasi.


Dua orang polisi segera turun dari mobil mereka, mencabut senjata mereka menodongkan pistol mereka ke arah mobil hitam itu.


"Berhenti jangan bergerak...!"


"Cepat turun dari mobil...!!"


teriak salah satu polisi itu.


Kedua polisi mengepung mobil tersebut dari arah kiri kanan sambil menodongkan pistol mereka kearah kaca mobil bagian depan.


Kedua orang di dalam mobil tidak terlihat takut sambil tersenyum mengejek mereka berdua turun dari mobil mereka.

__ADS_1


"Berhenti...! angkat tangan..!"


teriak salah satu polisi memberi peringatan.


Kedua orang itu tidak menghiraukan ancaman polisi, sambil tersenyum dingin mereka malah mencabut pistol di pinggang mereka.


"Dor..dor...dor...dor...dor...dor...!"


tembakan langsung di lepaskan oleh kedua polisi kearah kedua orang itu.


Tapi polisi sangat terkejut, saat melihat kedua orang itu tidak mempan ditembak.


"Dor..dor...dor...dor...dor...!"


tembakan balasan di lepaskan oleh kedua orang itu kearah kedua polisi itu.


Kedua polisi itu langsung terpental jatuh keatas tanah dengan dada berlubang darah mengucur deras dari dada mereka yang berlubang, asap tipis juga mengepul dari lubang di mana mereka tertembak.


Tanpa menghiraukan rintihan dan tanda menyerah dari kedua polisi itu.


Kedua orang itu dengan wajah dingin tanpa ekspresi melepaskan masing-masing dua kali tembakan kearah kepala kedua orang polisi bernasib naas itu.


Topi kedua polisi itu terlepas dari kepala mereka yang berlubang diterjang peluru.


Kedua polisi itu langsung terkapar tidak bergerak dengan tubuh bersimbah darah.


Kedua orang berjas dari berkacamata hitam itu, dengan sikap tenang seolah olah tidak pernah terjadi apa-apa, mereka masuk kedalam mobil mereka lalu langsung meninggalkan lokasi.


Tak lama kemudian mobil polisi lain tiba di lokasi di susul oleh sebuah mobil ambulance.


Polisi yang baru datang langsung menutup area yang menjadi tragedi berdarah dan segera melakukan olah TKP guna penyelidikan mereka.


Beberapa polisi detektip kriminal yang baru saja tiba terlihat sibuk melakukan pemeriksaan dan menyita alat bukti di sana.


Mereka juga terlihat sedang memeriksa bekas roda ban mobil Ying Ying yang membekas di sana sebelum terjatuh kedalam jurang.


Saat mereka sedang sibuk memeriksa itulah mereka terkejut dengan kehadiran Lu Sun yang turun dari langit di pinggir tebing berjongkok melakukan pemeriksaan.


Sebelum mereka sempat berteriak menegur Lu Sun, Lu Sun sudah terbang menuju dasar jurang langsung menceburkan dirinya kedasar danau yang terletak di dasar jurang.


Lu Sun yang bermata tajam, dari atas tebing pun dia sudah melihat bangkai mobil Ying Ying yang tenggelam di dasar danau.


Makanya tanpa menghiraukan para petugas kepolisian dia langsung terjun kedasar danau.


Lu Sun berenang dengan cepat menuju bangkai mobil yang tenggelam.

__ADS_1


Setelah tiba di dekat mobil Lu Sun terbelalak melihat mayat istri tercintanya yang mengapung di dalam mobil dalam keadaan tak bernyawa lagi.


Dengan sekali pukulan bangkai mobil langsung terbelah dua, lalu Lu Sun memeluk tubuh Ying Ying yang lunglai.


__ADS_2