KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
MENEMUI NICOLE


__ADS_3

Kemudian Lu Sun menelpon, Xue Yen, begitu tersambung terdengar suara lembut Xue Yen di seberang,


"Sayang kenapa nelpon pagi-pagi, ? gimana tidurnya semalam nyenyak tidak ?"


Lu Sun mengerti arah pertanyaan Xue Yen yang sedikit cemburu.


Lu Sun pun langsung menjawab,


"Tentu tidak senyenyak tidur sambil memeluk mu sayang.."


Terdengar suara terkekeh senang diseberang sana tapi kalimat yang dikatakannya kemudian adalah,


"Cihh..! gombal...! lain di mulut lain di hati...hantu yang mempercayai mu."


Lu Sun tahu suasana hati Xue Yen sudah pulih, dia pun berkata,


"Mau percaya atau tidak itu adalah hak mu, yang jelas itu ucapan tulus dari hati ku.."


"Ya...ya... percaya.. bawel..!"


ucap Xue Yen sambil tertawa.


Kemudian Xue Yen bertanya,


"Kapan mau pulang ? ini saya sudah bikinkan sarapan kesukaan mu .."


"Sayang di bekal saja, nanti kita makan di jalan, kamu siap-siap ya."


"Memangnya kita mau kemana sayang ? kok terlihat buru-buru.?"


tanya Xue Yen heran.


Lu Sun memberi penjelasan singkat,


"Sebentar lagi kita bertiga kerumah sakit, jenguk saudara sepupu Giok Lan yang masuk rumah sakit."


"Sekalian mencari informasi tentang mahluk di Rocky mountain, yang ada hubungannya dengan Jack."


"Sepupu Giok Lan adalah saksi kunci, penyerangan mahluk itu."


ucap Lu Sun menutup penjelasannya.


"Baiklah 5 menit lagi kita ketemu di depan kamar."


ucap Xue Yen kemudian sambungan pun terputus.


Lu Sun memperkirakan Xue Yen pasti sudah siap dari pagi-pagi, sehingga bisa bersiap-siap lebih cepat.


Tak lama kemudian Giok Lan sudah keluar dari kamar dengan tampilan sederhana.


Celana jeans pendek yang menampilkan sepasang paha dan betis yang panjang sangat putih dan mulus.


Dengan atasan kemeja putih lengan panjang, yang di bagian bawahnya di beri sedikit simpul.


Memberikan kesan sederhana tapi elegan, rambutnya yang panjang lurus berwarna coklat di biarkan tergerai.


Terlihat sangat cantik dan seksi, Lu Sun sampai terpesona.

__ADS_1


Bila tidak sedang buru-buru Lu Sun pasti akan menariknya kembali ke kamar dan mengupasnya sampai habis.


Giok Lan menyadari tatapan suaminya yang genit dan penuh nafsu.


Sambil tertawa dia bertanya,


"Apa... dasar genit...semakin lama semakin nakal.. ya ?"


Lu Sun pun maju memeluknya dan ingin mencium Giok Lan, tapi Giok Lan menahannya dan berkata,


"Jangan sayang kita sedang buru-buru,! kamu sudah kabarin Xue Yen belum ?"


Lu Sun tersenyum dan mengangguk,


"Sudah Xue Yen menunggu kita di depan kamar."


Giok Lan memberikan ciuman pelan ke Lu Sun untuk menghiburnya, lalu berkata,


"Ayo kita jalani sekarang..!"


Lu Sun hanya bisa mengangguk dan mengikuti Giok Lan keluar dari kamar.


Begitu pintu terbuka, benar saja Xue Yen sudah menunggu mereka sambil menenteng sebuah bekal.


Begitu juga Lu Sun, mereka berdua pun tersenyum melihat bekal yang mereka bawa masing-masing.


Lalu mereka bertiga berjalan beriringan masuk kedalam lift menuju lapangan parkir.


Tapi lift mereka tidak bergerak ke bawah malah naik keatas, Xue Yen sedikit heran tapi dia tidak bertanya.


Seperti biasa nya, dia lebih suka mengamati dari pada banyak bicara.


Dan bisa lebih cepat sampai kerumah sakit, juga mereka tidak akan terhambat oleh kerumunan para pencari berita.


Yang kini pasti memenuhi rumah sakit.


Sesuai dugaan Lu Sun, mereka bertiga naik helikopter menuju rumah sakit.


Xue Yen memandang kagum akan kelincahan Giok Lan mengoperasikan helikopter.


Di mana di bagian depan atas dan bawah begitu banyak tombol yang harus di operasikan.


Tapi Giok Lan terlihat santai mengoperasikan nya, jari tangan nya yang lentik bergerak kesana-kemari dengan lincah.


Lu Sun yang sudah biasa membiarkan Giok Lan mengoperasikan nya, setelah mengudara dia baru bertanya,


"Lan Mei kamu mau sarapan apa, ?


tanya Lu Sun sambil membuka tutup bekal yang di bawanya."


Giok Lan melirik sekilas dan berkata,


"Aku ingin nasi goreng, tapi tangan ku sedang nyetir."


Lu Sun tersenyum dan berkata,


"Tenang saja akan ku suapi..."

__ADS_1


"Ini minum dulu jus nya.."


Lu Sun menoleh ke belakang dan berkata,


"Yen Mei kamu mau apa di sini aku bawa beberapa macam bekal ?"


Xue Yen Bergerak maju melihat isi bekal dan berkata,


"omlet mu terlihat enak aku itu saja "


Lu Sun memberikan kotak bekal omlet dan telur mata sapi ke Xue Yen.


Kemudian dia mulai membantu menyuapi Giok Lan makan, sedang kan Xue Yen sambil makan dia menyuapi Lu Sun makan bakpao isi daging cincang buatan nya.


Mereka bertiga makan sambil tertawa, dan menikmati perjalanan mereka.


Giok Lan beberapa kali melirik kearah Lu Sun dan tersenyum bahagia.


Di dalam hati dia sangat bersyukur dan berpikir, sungguh tidak pernah nyangka di kehidupan ini.


Dia bisa ikut menikmati kasih sayang dan cinta dari Lu Sun, bersama kedua istri dari jaman sebelumnya dulu.


Boleh di bilang perjuangan nya, melarikan diri dari istana langit adalah suatu keputusan tepat.


Yang tidak sia-sia.


Dia juga merasa pilihan nya jatuh cinta terhadap Lu Sun adalah sangat tepat, karena bila sudah mendapatkan cintanya.


Lu Sun akan berusaha sepenuh hati memberikan perhatian dan selalu berusaha membahagiakan pasangannya.


Kini terbukti, Lu Sun sudah menyiapkan sarapan buatnya selagi dia masih tidur, meskipun Lu Sun ada pekerjaan yang perlu di selesaikan.


Dia tidak melupakan dirinya yang belum sempat makan, menyiapkan bekal untuknya, dan bahkan dengan penuh perhatian menyuapinya.


Tak lama kemudian helikopter mendarat mulus di lapangan parkir di atap gedung rumah sakit, yang memang di sediakan tempat parkir buat helikopter.


Mereka bertiga pun berjalan menuju Pintu tangga yang membawa mereka menuju lift.


Giok Lan berjalan sambil makan bakpao buatan Xue Yen yang ternyata sangat lezat.


Giok Lan beberapa kali melontarkan pujian, bakpao buatan Xue Yen yang sangat lezat.


Xue Yen tersenyum senang, hubungan keduanya mulai terlihat akrab.


Melihat Xue Yen yang mulai bisa tersenyum, Lu Sun sangat gembira, ini menunjukkan Xue Yen psikologis nya sedikit demi sedikit mengalami pemulihan.


Saat pintu lift menuju lantai dimana Nicole dan John berada terbuka.


Ternyata pintu lift di jaga beberapa orang bodyguard dan petugas rumah sakit.


Yang langsung bertanya tujuan kedatangan Lu Sun Giok Lan dan Xue Yen dengan curiga.


Giok Lan segera maju dan berkata,


"Aku sepupu Nicole, aku ingin menjenguknya.."


Mereka masih terlihat ragu.

__ADS_1


Giok Lan segera mengeluarkan ponselnya dan menelpon Nicole.


Tak lama kemudian terlihat Nicole datang berlarian dan langsung memeluk Giok Lan.


__ADS_2