
Lu Sun tidak diam saja, sambil berjalan menuju pasukan pengawal pangeran Ahmed Husein yang sedang menembaki dirinya.
Lu Sun juga melepaskan Wu Xiang Cien Fa kearah kearah mereka sebagai balasan.
Puluhan pasukan mulai bertumbangan tanpa diketahui sebabnya, hanya tahu-tahu mereka sudah terkapar dalam kondisi luka parah tak sanggup mengangkat senjata lagi.
Melihat hal itu, komandan pasukan memberikan perintah menembakkan senjata kelas berat kearah Lu Sun.
Senapan mesin anti tank mulai ditembakkan kearah Lu Sun, peluru-peluru besar dan panjang itu mulai berdesingan di udara.
Tubuh Lu Sun kini mulai di kelilingi oleh cahaya biru dan merah yang membentuk sebuah kubah perisai.
Melihat senjata berat dari kendaraan lapis baja juga tidak berhasil menghentikan pergerakan Lu Sun.
Kini baik dan helikopter Apache mulai menembakkan rudal-rudal mereka kearah Lu Sun.
Tapi sebelum rudal-rudal itu tiba di dekat Lu Sun, rudal-rudal tersebut telah meledak diudara.
Bertepatan dengan rudal yang meledak di udara, dua helikopter Apache juga ikut meledak di Udara.
Di susul dengan terpental nya tank yang menembaki Lu Sun bergulingan diudara, sebelum jatuh keatas tanah dalam posisi ringsek berantakan.
Kini hanya tersisa 16 kendaraan lapis baja yang bergerak menghadang langkah Lu Sun dengan tembakan peluru yang tidak berhenti.
Tapi percuma saja, peluru-peluru itu tidak ada yang berhasil mendekati Lu Sun.
Sebaliknya kendaraan lapis baja yang menghadang langkah Lu Sun satu persatu terbelah menjadi dua terkena tebasan Wu Xiang Cien Fa.
Perlahan-lahan pasukan pengawal mulai bergerak mundur tidak sanggup menahan gerak langkah Lu Sun yang mulai memasuki halaman di balik pagar.
Pasukan terus menerus melepaskan tembakan sambil bergerak mundur mencari tempat perlindungan seperti pohon batu-batu besar penghias taman, tepian kolam air mancur dan patung-patung penghias taman.
Tapi tidak ada yang bisa menahan serangan Wu Xiang Cien Fa Lu Sun yang dahsyat, apapun yang di lalui energi tersebut pasti terbelah.
Karena merasa putus asa, akhirnya para pasukan pengawal itu melempar senjata mereka, lalu pada kabur melarikan diri.
Dalam sekejap mata halaman depan gedung kediaman pangeran Ahmed Husein menjadi kosong.
Tapi saat Lu Sun berjalan mendekati kediaman rumah gedung besar dan mewah tersebut.
__ADS_1
Dari dalam gedung berlompatan keluar ratusan orang membawa pedang panjang yang sedikit bengkok.
Mereka semua berseragam hitam dan mengenakan penutup wajah hanya menyisakan sepasang mata mereka saja yang bersinar tajam.
Gerakan mereka sangat lincah dan gesit sepertinya mereka semua adalah ahli beladiri kelas satu yang sangat terlatih.
Melihat gerakan mereka Lu Sun mencoba mendeteksi energi ditubuh mereka.
Ternyata mereka hanya terlatih menggunakan tenaga luar dan kelenturan tubuh, tidak menggunakan tenaga sakti apalagi Chi.
Hal ini membuat tehnik pengendalian energi Lu Sun tidak bisa di mainkan.
Lu Sun terpaksa melayani serangan mereka dengan langkah ajaib dan pukulan 18 Tapak Penahluk Naga, diselingi dengan cakar tulang putih.
Cahaya pedang yang datang bagai kilat berseliweran di dekat tubuh Lu Sun, tapi tidak ada yang berhasil mengenainya satu pun.
Sebaliknya setiap Lu Sun melepaskan jurusnya puluhan orang pasti tumbang tak bisa bergerak memberikan perlawanan lagi.
Tapi orang-orang itu seperti tidak takut mati, sebelum tumbang hingga tidak sanggup bergerak memberikan perlawanan mereka akan terus bergerak menyerang Lu Sun.
Kini Lu Sun pun sadar, mengapa raja Salman menjadi was-was dan khawatir terhadap pangeran Ahmed Husein ini.
Setelah Lu Sun hampir menyapu bersih sekelompok orang berpakaian hitam dan membawa pedang panjang.
Kini kelompok kedua yang lagi-lagi berjumlah hampir ratusan orang dengan kedua tangan memegang belati.
Langsung melompat menerkam kearah Lu Sun dengan cecaran sepasang belati ditangan mereka.
Kemampuan orang-orang ini lebih dahsyat dan kuat, mereka tidak takut mati karena mereka bukan tercipta dari darah dan daging.
Mereka adalah robot berbentuk manusia, yang tahan di tebas dipotong di tendang di pukul, selama sumber daya yang menggerakkan anggota tubuh mereka tidak di matikan mereka akan terus bergerak menyerang.
Lagi-lagi di sini tehnik pengendalian energi miliknya tidak. berfungsi, kembali harus menggunakan tehnik keras lawan keras.
Sumberdaya penggerak robot itu, disembunyikan ditempat-tempat tersembunyi yang sulit ditemukan, bahkan setiap robot memiliki tempat penyimpanan yang berbeda-beda.
Karena sulit untuk mematikan robot yang menjadi musuhnya, akhirnya Lu Sun memutuskan membelah mereka menjadi dua seperti membelah kayu.
Tapi setelah beberapa manusia robot itu terbelah sekalipun mereka tetap masih melompat lompat dengan kaki sebelah dan tangan sebelah masih mencoba menyerang Lu Sun.
__ADS_1
Lu Sun sudah tidak terlalu berpengaruh lagi karena mereka pergerakannya sudah tidak stabil.
Dia tinggal bergerak membelah para manusia robot utuh yang masih terus berusaha menyerangnya dengan sepasang belati ditangan mereka.
Karena perbedaan kecepatan gerak dan pengalaman bertarung, apalagi Lu Sun membagi dirinya menjadi 16 bergerak cepat membelah manusia robot itu.
Tidak butuh waktu lama manusia robot itu pun, juga ikut hancur berantakan.
Lu Sun mulai melangkah memasuki kediaman pangeran Ahmed Husein dan mengerahkan Chi nya berkata,
"Pangeran Ahmed menyerahlah tidak perlu memperumit masalah...!"
Suara Lu Sun menggema di seluruh kediaman pangeran tersebut.
"Pangeran Ahmed Husein bila kamu tidak menyerah jangan salahkan aku meratakan gedung mu ini.!"
Tiba-tiba di hadapan Lu Sun berkelebat muncul 8 orang berdiri gagah menghadang jalannya.
Diantara ke 8 orang itu terlihat dua orang pengawal pangeran Ahmed yang kemarin dia lempar ke tengah kolam renang.
"Jangan halangi jalan ku..!"
"Kalian bukan tandingan ku minggir lah..!"
ucap Lu Sun dingin.
Tapi ke 8 orang itu tidak bergeming sama sekali, tidak tahu mereka ini tidak mengerti bahasa ku, atau mereka memang sangat setia dengan pimpinan mereka, pikir Lu Sun dalam hati nya.
Mereka ber 8 mulai mengepung Lu Sun dari 8 arah mata angin.
Lu Sun berdiri tenang dan langsung melepaskan ilmu pengendalian energi ke 8 orang itu.
Mereka ber 8 semua sudah mengetahui hal itu dari rekan mereka, Lu Sun punya kemampuan aneh.
Mereka ingin menggabungkan kekuatan mereka mencoba melawan dan mengontrol energi mereka.
Agar tidak di kendalikan oleh Lu Sun.
Tapi antara pikiran dan kenyataan tidak sesuai , begitu bertemu Lu Sun semua energi yang mereka dapatkan dari botol serum bergolak hebat tak terkendali.
__ADS_1
Sebelum mereka sempat memberikan perlawanan tubuh mereka telah meledak oleh energi di dalam tubuh mereka sendiri.