
"Ibu Giok hati hati, dia bukan ayah lagi, dia bisa mencelakai ibu dengan mudah...!"
teriak Lu San khawatir saat ibu Giok ikut maju menangkis serangan Lu Sun.
"Bagus bagus, pedang dan gelang mu ok juga, ini menjadi makin menarik.."
ucap Lu Sun dengan gaya menjijikkan.
"Bangsat banci berani mengotori tubuh suami ku..! rasakan ini..!"
teriak Giok Lan sambil melepaskan tapak cahaya masnya menyerang Lu Sun.
Selain itu pedang Xuan Yuan juga berputaran di sekitar tubuhnya, lalu membelah diri menjadi ratusan Pedang bergerak menyerang Lu Sun sesuai arahan pikiran Giok Lan.
Lu Sun menanggapi serangan itu dengan sambil tersenyum mengejek.
Dengan satu Tebasan Golok biru yang memunculkan ratusan golok biru yang bergerak menyongsong serangan pedang Xuan Yuan.
Dalam sekejap ratusan Pedang Xuan Yuan hancur terkena serangan tersebut.
Ini adalah jurus kedua dari Ilmu Golok Wu Ming.
Ratusan golok biru itu tidak berhenti masih terus meluncur kearah Giok Lan.
Sepasang tapak cahaya emas Giok Lan juga di hancurkan tanpa bekas.
Melihat hal ini Giok Lan melepaskan kedua gelangnya yang berubah menjadi 10 gelang emas, dengan mengeluarkan cahaya emas dan bunyi berdengung.
Kesepuluh gelang itu menyerap semua kekuatan ratusan golok biru kemudian meledakkan nya kearah Lu Sun kembali.
Lu Sun memutar mutar goloknya seperti baling baling didepan dada, ini lah jurus ketiganya.
Sebuah pusaran tercipta menyedot kesepuluh gelang itu kedalam pusaran, lalu di lontarkan kembali kearah Giok Lan.
Tenaga return-nya sangat cepat hingga Giok Lan tidak punya kesempatan menghindar.
Dia hanya bisa mengangkat pedang Xuan Yuan yang sudah kembali ke dirinya untuk menahan dan mengerahkan energi inti sari langit menciptakan sebuah perisai cahaya berwarna lembayung.
Gelang yang di lemparkan kembali berkekuatan jauh lebih kuat dari Giok Lan.
Perisai pelindung nya hancur tidak kuat menerima serangan gelang emas itu.
Tiba-tiba dari samping Giok Lan muncul seekor Naga Hijau menggulung gelang gelang tersebut membawanya berpusaran
naik keudara.
Baru menjatuhkan lagi gelang gelang, yang telah kehilangan daya serang itu kehadapan Giok Lan.
Tapi pergerakan Naga hijau itu, harus di bayar dengan sebutan tebasan Golok sinar biru yang muncul dari 8 arah mata angin.
Yang membuat Naga hijau itu terpental jauh sebelum kemudian jatuh kedalam lautan.
Menimbulkan ledakan yang membuat air muncrat keatas dengan tinggi.
Tubuh Naga itu sudah kembali ke asalnya, yaitu tubuh Lu San yang terlihat pingsan tenggelam kedalam dasar lautan..
"San er....!!"
teriak Giok Lan dan Ying Ying kompak.
Kedua wanita itu wajahnya terlihat pucat dan cemas.
"Keparat...aku akan adu nyawa dengan mu...!!"
teriak Giok Lan marah.
Tubuhnya melesat menjadi sebuah cahaya emas, bagaikan anak panah meluncur kearah Lu Sun.
Lu Sun sambil tersenyum dingin, dia melepaskan pusaran golok yang menggulung Giok Lan kedalam pusaran.
Kemudian goloknya berseliweran melukai seluruh tubuh Giok Lan, sebelum akhirnya sebuah tikaman golok masuk menebus bahu Giok Lan hingga kepunggung.
Tubuh Giok Lan tersate.dan diangkat menggantung di udara.
Darahnya muncrat membasahi wajah Lu Sun.
Giok Lan mengulurkan sepasang tangannya memegang tangan Lu Sun yang memegang ganggang golok dengan lembut, dan berkata dengan suara terbata bata..
"Sayang,.. bila kematian ku..bisa membuat mu kembali sadar..aku rela..."
Giok Lan selesai berucap menyemburkan darah segar kearah Wajah Lu Sun.
Airmata nya jatuh tepat membasahi wajah Lu Sun yang sedang menengadah.
Wajah Lu Sun mengeluarkan cahaya emas gemilang.
Sesaat kemudian Lu Sun seperti tersadar dari pengaruh Wu Sin.
Dia dengan tatapan mata terkejut melihat kondisi Giok Lan yang tergantung di udara oleh golok di tangannya.
"Sayang apa yang terjadi ...?!"
tanya Lu Sun kaget'.
Tapi sebelum dia sempat menurunkan tubuh Giok Lan, Wu Sin sudah kembali menguasai pikirannya.
Sambil tersenyum sadis Wu Sin, tanpa perasaan Wu Sin memberikan sebuah tendangan yang membuat tubuh Giok Lan terpental jatuh kedalam laut.
"Perempuan hina, hampir saja mengacaukan hal baik ku.
Ditempat lain tubuh Lu San yang sedang tenggelam mengalami kejang bereaksi sesaat kemudian sepasang matanya terbuka kembali.
Seluruh tubuhnya muncul sisik hijau dan tumbuh tanduk naga di kepalanya.
rambutnya pun berubah warna menjadi hijau kemerahan.
Lu San melesat keluar dari kedalaman lautan terbang ke angkasa.
Lalu dia bersilat memainkan ke 15 jurus pedang naga semesta dengan 15 bayangan dirinya.
Satu persatu kembali bergabung dengan dirinya, sedangkan tubuh aslinya terus menyedot kekuatan alam semesta memenuhi tubuhnya.
Menanggapi yang di lakukan Lu San, Lu Sun sendiri juga melesat keatas langit merentangkan tangannya lebar lebar dengan sepasang kaki terpentang lebar, wajahnya dengan sepasang mata tertutup menengadah kearah langit.
Tubuhnya menyerap kekuatan alam semesta, sambil tubuhnya melayang dan berputaran pelan di udara.
Perlahan lahan goloknya terangkat keatas kepala nya, di pegang dengan kedua telapak tangan.
Seluruh kekuatan alam semesta yang dia tampung di tubuhnya, kini semuanya dia salurkan ke ujung Golok Wu Ming.
Di saat bersamaan dengan datangnya serangan Lu San yang berbentuk Seekor Naga Hijau raksasa menerjang kearah nya.
Lu Sun juga melepaskan tebasan nya yang membentuk sebuah bola setengah lingkaran berwarna biru.
Meluncur bagaikan meteor raksasa menyambut serangan puncak Lu San.
Kedua energi dahsyat bertemu di udara menimbulkan ledakan dahsyat.
__ADS_1
Seperti.ledakan bom nuklir yang mengguncang langit dan lautan
Membuat lautan ikut meledak berulang kali di bawah.
Naga siluman semesta lenyap tanpa bekas saat berbenturan dengan Meteor raksasa cahaya biru yang di lepaskan oleh Lu Sun.
Meteor itu menghantam tubuh Lu San, tubuh Lu San terpental jauh tak berdaya.
Kembali terhempas kedalam lautan menimbulkan ledakan dahsyat di permukaan laut, saat permukaan laut berbenturan dengan tubuh Lu San.
Di saat antara setengah sadar, tubuh Lu Sun sedang melayang kedalam dasar lautan.
Tiba-tiba Lu Sun muncul di hadapannya mencekik leher Lu San, dengan tangan kirinya.
Lalu membawanya keluar dari dalam lautan, melayang di tengah udara.
Tubuh Lu San terangkat keatas oleh lengan Lu Sun yang sedang tersenyum sadis menatap Lu San.
Lu San hanya bisa meronta ringan tak berdaya, karena lehernya tercekik erat hingga sulit bernafas.
Lu Sun perlahan lahan mengarahkan golok birunya kedada kanan Lu San, di mana jantungnya bisa terlihat jelas di mata langit Lu Sun.
Jantung merah segar itu sedang berdenyut lemah di sana.
Saat mata golok Wu Ming menyentuh kulit dada Lu San, Lu San pun hanya bisa tersenyum kemudian memejamkan matanya pasrah.
Tapi gerakan Lu Sun terhenti di udara, tangannya di tahan oleh sepasang tangan halus Giok Lan.
"Sun ke ke,.. tolong sadarlah..jangan ke dia,..ke aku saja..aku rela menggantikannya.."
ucap Giok Lan sambil tersenyum sedih.
Dua tangan halus lainnya muncul memegang tangan Lu Sun yang mencekik leher Lu San.
"Sun ke ke ku mohon jangan, dia anak satu satunya yang ku kandung, sambil merawat mu yang sedang terluka.."
"Apa kamu sudah lupa semua itu.."
ucap Ying Ying yang juga ikut muncul di sana sambil tersenyum penuh linangan air mata.
Lu Sun terpaku sejenak di tempat melihat kearah Giok Lan dan Ying Ying.
Dari sepasang mata nya yang dingin tiba-tiba mengalirkan air mata.
Lu Sun perlahan-lahan mengendorkan cengkraman tangannya dan berkata,
"Maafkan aku yang ceroboh.."
"Lan Mei cepat gunakan gelang mu mengikat ku.."
"Waktu ku tidak banyak sebelum dia kembali..."
ucap Lu Sun serius
Giok Lan mengangguk cepat, lalu dia melepaskan dua gelang ditangannya, untuk mengikat lengan dan tubuh Lu Sun.
Sehingga tidak bisa bergerak sama sekali., sepuluh gelang melingkari seluruh tubuhnya mulai dari leher hingga kepergelangan kaki.
"San Er terimalah golok ini, arahkan ke kening ayah jangan ada ragu..."
"Bantu lepaskan ayah, sebelum mencelakai Dunia..."
Lu San menerima pedang Lu Sun sambil bercucuran air mata dan terus menggelengkan kepalanya.
Dia terlihat tidak sanggup melakukan nya.
"Aku tidak sanggup ayah..."
ucap Lu San sedih dengan airmata bercucuran membasahi pipinya.
"Cepat lah San er, jangan bantah lagi.. sudah tidak ada waktu.."
"Kamu dengarkan ayah sekali ini saja.."
"Ayo lakukan nak.. cepat..!"
Lu San terlihat ragu-ragu masih terus menatap kearah golok di tangannya.
Tiba-tiba tubuh Lu Sun bergetar hebat, dia berusaha meronta mencoba mematahkan gelang yang membelenggu tubuhnya.
Tapi gelang semesta adalah gelang ajaib yang tidak mudah di patahkan oleh kekuatan apapun.
Saat tubuh Lu Sun membesar dia ikut membesar, saat mengecil hingga jadi lalat buah, gelang itu pun akan mengikutinya menyusut.
Tapi saat Lu Sun mulai mengerahkan Wu Ming Sen Kung, sedikit demi sedikit gelang gelang itu mulai retak.
Ying Ying dan Giok Lan saling pandang kemudian mereka berdua mengangguk dengan airmata bercucuran mereka serempak berkata,
"San er.. penuhilah permintaan terakhir ayah mu.."
"Jangan ragu lagi.."
Lu San memejamkan sepasang matanya sambil berteriak keras melepaskan kesedihan dan beban di hatinya.
"Arggghhh...!!"
Lu San akhirnya menusukkan golok Wu Ming di kening Lu Sun hingga tembus ke belakang kepala nya.
Kepala Lu Sun pun terkulai lemah kebawah dengan wajah tersenyum tenang dan puas.
Setelah kepala Lu Sun terkulai ke bawah.
Butiran cahaya pelangi halus keluar dari ke 7 lubang inderanya.
Giok Lan dengan sigap mengeluarkan sebuah labu kecil dari dalam gelangnya.
Labu ini juga adalah labu ajaib Thai Sang Lao Cin, yang bisa menyedot roh halus iblis dan siluman, lalu mengurungnya di dalam sana.
Setelah 49 hari apapun yang tersedot kedalam sana akan musnah lenyap tanpa sisa, selamanya tidak bisa reinkarnasi kembali.
Giok Lan membuka tutup botol labu itu, untuk menyedot butiran cahaya pelangi yang keluar dari lubang Indra suaminya hingga habis tak bersisa.
Baru dia menutup botol tersebut, dari tubuh labu itu keluar wujud wajah Wu Sin yang berteriak minta ampun dan terlihat sangat menderita.
Di saat mereka bertiga sedang menatap sedih kearah tubuh Lu Sun yang masih terbelenggu oleh gelang semesta dan melayang di udara.
Perlahan lahan tubuh Lu Sun pun ikut lenyap berubah menjadi butiran cahaya yang perlahan lahan naik keangkasa.
Sebuah gelang melayang di udara kemudian bergerak sendiri menghampiri dan menempel di lengan Lu San
"Lan Mei kini tibalah saatnya kamu memenuhi janji mu kembali ke sisi orang tua mu.."
"Jangan takut Kausar langit tidak akan menghukum mu.."
"Aku sudah mengalihkan semua dosa mu sebagai bentuk tanggung jawab ku pada mu.."
"Kamu bisa kembali menjadi Dewi yang suci..di langit.."
__ADS_1
"San er kamu sudah melakukan hal paling tepat, ayah bangga pada mu nak.."
"Ayah sayang padamu,.. jagalah dirimu baik-baik.."
"Ying Mei,.. sayangnya tali jodoh kita hanya bisa sampai di sini saja.."
"bila di kehidupan berikutnya masih ada jodoh, aku masih berharap kita bisa bersama."
"Agar aku bisa membayar lunas hutang ku pada mu.."
"Selamat tinggal semuanya..."
ucap suara Lu Sun berkumandang sebelum butiran cahaya ke buruan menghilang di angkasa.
Baik Ying Ying maupun Giok Lan sama sama menangis sedih sambil saling berpelukan.
Harga yang harus mereka bayar untuk akhir pertempuran ini sangatlah mahal.
Mereka harus kehilangan orang yang paling mencintai dan menyayangi mereka di dunia ini..
Dengan wajah sedih dan berduka mereka bertiga kembali ke kapal super canggih milik Giok Lan.
Beberapa saat kemudian di dalam pesawat super canggih yang sedang berangkat menuju New York Amerika.
Terlihat Giok Lan Ying Ying dan Lu San sedang duduk sambil mengobrol.
"Lan Mei, apa rencana mu selanjutnya,..? kamu akan kembali bersama kami ke Nanjing, atau tetap tinggal di Amerika mengurus bisnis ayah mu..?"
tanya Ying Ying memulai pembicaraan.
Giok Lan menggelengkan kepalanya dengan sedih berkata,
"Tidak keduanya,.aku memang akan mampir di Amerika sejenak, mengurus pemindah alihan warisan ayah ku ke John dan Nicole."
"Setelah itu aku akan melaksanakan permintaan Sun ke ke, kembali ke sisi kedua orang tua ku di sana..'
"Kak Ying Ying sendiri dan San er gimana rencananya.."
ucap Giok Lan sambil menatap kedua orang yang duduk di hadapannya.
"Aku tidak akan pulang ke Nan Jing, aku akan kembali ke London, kemungkinan aku akan melanjutkan sekolah ku di sana saja.."
ucap Lu San sambil menatap kedua ibunya.
Ying Ying mengangguk sambil tersenyum sedih berkata,
"Tidak apa-apa nak, apapun pilihan mu ibu akan mendukungnya.."
Ying Ying menoleh kearah Giok Lan kemudian berkata,
"Aku akan kembali ke Nanjing sendirian bila gitu, Dan er dan Fei er masih kecil kasihan bila tidak ada yang mengurusnya.."
"Makasih ya kak, maaf jadi merepotkan mu harus mengurus Dan er.."
ucap Giok Lan merasa tidak enak hati.
Ying Ying tersenyum dan berkata,
"Kamu ini bicara apa, anak mu adalah anak ku juga begitu pula anaknya Xue Yen.."
"Kini Sun ke ke telah pergi, tentu saja tanggung jawab keluarga Lu jatuh pada ku.."
"Aku akan berusaha mengurusnya hingga waktu itu tiba.."
Ying Ying membuka mulutnya, sebuah mutiara kecil keluar dari mulutnya, berpindah masuk ke kening putranya.
Beberapa garis keriput mulai muncul di wajahnya.
"Ibu apa yang kamu lakukan..?"
tanya Lu San kaget.
Ying Ying tersenyum tenang dan berkata,
"Lahir berpisah dan mati itu adalah suatu kewajaran, hanya dengan cara ini, ibu mu mungkin baru bisa kembali bertemu dengan ayah mu.."
"Jadi tolong kabulkan impian terakhir ibu ini.."
Lu San menatap ibunya dengan penuh haru dan menganggukkan kepalanya.
Setelah obrolan singkat tersebut beberapa hari kemudian ketiga orang itu pun berpisah jalan dan menjalankan kehidupan mereka masing-masing.
Seminggu kemudian di tepi sungai Thames terlihat seorang pemuda tinggi besar berdiri menghadap ke arah sungai Thames.
Di dalam pelukannya ada seorang gadis cantik yang bersandar di sana.
Menemaninya menikmati udara sore sambil melihat matahari sore hari yang mulai terbenam.
"Sayang bila kelak aku hanya menjadi seorang pria sederhana tanpa ambisi.."
"Hanya akan menemani mu lari pagi, lihat matahari terbit , lalu pergi kerja..pulang kerja kembali menemani mu kemari, melihat matahari terbenam seperti saat ini.."
"Apa kamu akan merasa jenuh dan kecewa pada ku ..?"
tanya pria bertubuh tinggi besar itu lembut.
Gadis itu menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Tidak sayang,..asal bisa selalu bersama mu selamanya,.. itulah kebahagiaan terbesar ku.."
"Justru aku takut bila suatu hari aku tua jelek dan sakit sakitan, aku justru akan jadi beban mu.."
ucap gadis cantik itu dengan suara lembut dan manja.
Pria itu menunduk dan mencium kepala gadis itu dengan lembut dan berkata,
"Tiada yang abadi di dunia ini, segala hal di masa depan tidak ada yang tahu, bila ada hari di mana bisa menjaga mu hingga hari itu tiba tentu itu adalah hal terbaik dalam hidup ku.."
"Lihat ayah ku, Sang legenda, apa yang kurang dari nya coba..tapi pada akhirnya dia tetap pergi juga.."
"Jangan berpikir terlalu banyak mari kita nikmati dan jalani saja.."
ucap pria itu sambil mengeratkan pelukannya.
Mereka berdua kemudian berjalan beriringan perlahan-lahan meninggalkan tepi sungai tersebut.
Sampai di sini teman teman cerita ini pun TAMAT.
Silahkan ikuti cerita ku yang Lainnya AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU yang sudah berjalan 200 bab lebih.
Atau silahkan ikutin karya baru ku, PENDEKAR API DAN ES
Sampai di sini saya ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya kepada seluruh pembaca setia ku, maupun yang hanya membaca sekilas saja.
Mohon di maafkan bila cerita ku belum bisa memenuhi harapan kalian semua.
Terimakasih..
__ADS_1