
Lu San membuka matanya pelan pelan kemudian bangun untuk duduk dia merasa kepalanya sangat pusing dan sakit.
Saat matanya terbuka dia melihat banyak bintang menari nari di depan nya, Sesaat matanya berkunang-kunang kepalanya semakin pusing.
Lu San menutup kembali matanya, satu persatu kenangannya muncul di hadapannya mulai dari jaman dulu dulu sekali sebelum kelahiran di jaman ini.
Satu persatu muncul dengan jelas di depan matanya, hingga akhirnya ditutup dengan kematian nya, akibat konsumsi buah dewa yang tidak sanggup ditahan oleh tubuh biasanya.
Lu San kembali membuka matanya, kini rasa pusing di kepala nya sudah hilang, Lu San memperhatikan kaki tangannya yang mulai bisa di gerakkan dengan bebas.
Dia juga merasakan ada tenaga tak terbatas mengalir di dalam tubuhnya, berbagai ilmu yang dulu dia latih dan sudah anggap sempurna.
Ternyata di dalam ingatan barunya, semua gerakannya masih mentah, dan tidak ada apa-apa nya, di bandingkan dengan ingatannya saat ini.
Lu San melihat Cherry masih asik tidur, dia pun mencoba bangun dari mulai berlatih.
Awalnya pelan dengan angin menderu deru dan bergulung gulung mengitari tubuhnya.
lalu semakin lama semakin cepat bahkan tubuhnya bisa hilang muncul ditempat lain sesuka hati, dia juga bisa terbang di udara seperti ayahnya.
Memanggil Jin Tou Yun menaikinya, sesuka hati, bahkan dia kini juga menguasai 72 perubahan, bisa merubah dirinya menjadi apapun sesuka hati.
Lu San tentu sangat girang dengan kekuatan barunya saat ini, setelah puas berlatih.
Lu San yang merasa sedikit haus melihat sisa buah Bodhi mas yang baru di makan sedikit olehnya tadi
Lu San tanpa ragu menghabiskan semua nya, Lu San merasakan ada ledakan energi tidak terbatas di dalam dirinya.
Dia segera duduk bersila menetralisir dan mengendalikan tenaga baru itu dengan Im Yang Sen Kung.
Setelah berhasil mengendalikannya, Lu San menggabungkan nya dengan kekuatan sebelum nya.
Lu Sun merasakan ledakan level kekuatan di dalam tubuhnya, levelnya terus meningkat secara bertahap.
Lu San tersenyum puas, sambil membuka kembali matanya.
Lu San mengedarkan pandangannya dia melihat Cherry yang masih asyik tidur di sana, dia segera berjongkok di depan nya.
Dengan nakal Lu San menggunakan robekan bajunya untuk bermain-main di lubang hidung Cherry dan lubang telinga nya secara bergantian.
Cherry yang merasa terganggu beberapa kali menepuk kupingnya sendiri dan berbangkis karena hidungnya terasa geli.
__ADS_1
Akhirnya Cherry pun terbangun dari mimpi indah nya, sambil mengomel panjang pendek dia perlahan-lahan membuka matanya saat melihat sosok asing di depan nya.
"Aihhh...!!"
teriak Cherry kaget dan buru-buru mundur menjauh ketakutan.
Tiba-tiba dia semakin ketakutan, saat melihat pria asing yang berjongkok di depan nya dalam keadaan setengah telanjang.
Cherry secara reflek memeriksa keadaan pakaiannya sendiri, akhirnya dia sedikit bernafas lega, ternyata dirinya dalam keadaan baik-baik saja.
Cherry mengangkat kepalanya menatap wajah pria asing itu sambil menunjuk nya dan berkata,
"Siapa kamu...!! kenapa kamu bisa ada di sini..?"
Cherry sedikit was was, dia masih trauma dengan perbuatan Dr Toni padanya dulu.
Dia sangat takut kejadian buruk itu akan berulang.
Secara reflek dia melihat kearah tubuh pria asing itu yang begitu berotot dan kekar hingga ke arah bagian bawah perutnya.
"Ihhh..!!"
Jerit Cherry ketakutan, dan dia buru-buru mundur menjauh dalam posisi masih duduk.
Dia bisa mampus di buatnya, pria ini jelas 100x lipat lebih kuat dan perkasa dari Dr Toni yang cuma ***** saja yang besar tapi ularnya kecil.
Kalau pria ini jelas berbeda, ularnya meski masih tertutup celana yang sobek, bisa terlihat begitu menonjol dan besar.
Punya mantan suaminya sekalipun masih kalah jauh, sekali ini aku benar-benar mampus pikirnya, semakin ketakutan.
Lu San yang tidak mengerti jalan pikiran Cherry dia malah bergerak maju dan berkata,
"Kak Cherry kamu kenapa ? ini aku Lu San, kenapa kamu jadi ketakutan begitu..?"
"Bukan,..bukan ..kamu bohong .. Lu San sudah meninggal,..! kamu cepat mundur menjauh dari ku..jangan coba-coba mendekat...!"
teriak Cherry semakin ketakutan.
Lu San akhirnya mulai menyadari apa yang Cherry takutkan dari nya, Lu San yang melihat Cherry terus menatap ketakutan kearah bagian bawah perutnya.
Dia pun sadar dan buru buru berkata,
__ADS_1
"Kak Cherry ini berpikir kemana ? aku benar-benar Lu San.."
"Ya sudahlah, kak Cherry tenangkan dulu pikiran kak Cherry yang ngelantur "
"Aku mau cari barang barang pusaka simpanan ku.."
"Aku tidak ada waktu mengurus hal hal seperti itu.."
ucap Lu San kemudian berdiri dari posisinya, berjalan meninggalkan Cherry menuju ke arah
Kolam ikan lele putih.
"Hai Siau Yu mengapa kamu meringkuk ketakutan gitu, kamu jangan khawatir perut'ku masih kenyang, aku gak akan memakan mu.."
"Aku hanya mau numpang mengambil benda milik ku, yang dititipkan di dasar kolam."
ucap Lu San sambil tertawa.
Siau Yu bukan nya bertambah lega, dia malah semakin ketakutan dan gemetaran di posisinya tidak berani banyak bergerak.
Lu San tidak memperdulikan reaksi Siau Yu, yang mungkin ketakutan dengan aura naga siluman semesta nya, yang tercium oleh insting Siau Yu yang peka.
Padahal Lu San sudah menyimpan nya dengan sangat baik, agar tidak sampai menakuti orang di sekitarnya.
Tanpa memperdulikan Siau Yu, Lu San melompat kedalam kolam ikan tersebut, lalu berenang masuk kedalam dasar kolam.
Lu San menyelam terus ke bawah, mencari cari sesuatu di dasar kolam yang banyak tertutup oleh lumut dan lumpur.
Setelah mencari-cari,, akhirnya Lu San memutar sebuah batu persegi delapan yang menonjol dari dalam tanah
Sesaat kemudian kolam ikan mulai berdetak, lalu di dasar kolam muncul sebuah lubang.
Lu San segera berenang masuk kedalam lubang tersebut, tak lama kemudian Lu San pun keluar dari dalam lubang sambil membawa sebatang pedang yang terus mengeluarkan cahaya menyilaukan.
Padahal pedang itu belum tercabut dari sarungnya, selain itu di tangan Lu San juga terlihat melingkar sebuah gelang antik dan kuno.
Pedang yang dipegang oleh Lu San adalah pedang Cahaya Tanpa Batas. pedang itu adalah pedang pusaka Dewa matahari.
Lu Fan memperoleh pedang tersebut dari Dewa matahari, atas jasanya membantu Dewa matahari menahlukkan pembelot di dalam keluarganya.
Di jaman Lu Fan suatu hari muncul sebuah Fenomena di mana matahari tiba tiba jadi ada tiga.
__ADS_1
Hal ini tentu sangat menganggu dan membuat umat manusia di bumi kepanasan.