
John mematung sampai tidak berani bernafas, sampai mahluk itu menghilang, dia baru berani' kembali bernafas dengan normal.
John tidak lagi melanjutkan memungut kayu kering, dia berlari pontang panting dengan nafas ngos-ngosan dan lutut gemetar.
John berusaha secepatnya Kembali untuk mengabari teman-temannya yang lain.
Meski dia tidak begitu suka dengan Charlie Kevin dan Anna.
Tapi di situ ada Nicole, yang meski cuma memanfaatkan dirinya, John tidak menyalahkan Nicole sama sekali.
Dia tetap tidak bisa membohongi perasaannya sendiri, yang sangat menyukai Nicole.
Sebaliknya di kolam pemandian air panas, baik Kevin maupun Charlie, mereka sudah membawa pasangan masing-masing memisahkan diri.
Mencari tempat sepi yang terlindung di balik bebatuan mulai bermesraan.
Kevin dan Anna melakukannya dengan penuh semangat, kedua orang hitam itu terlihat seperti jagoan film dewasa' yang sudah sangat mahir.
Suara mereka yang berisik mulai memenuhi area seputar kolam pemandian air panas alami.
Sedangkan Charlie harus lebih berusaha keras membangkitkan nafsu pasangannya yang sedikit canggung dan pasif.
Mungkin ini adalah first time, bagi Nicole dalam melakukan kegiatan yang melewati batas ini.
Dia biasanya hanya sampai sebatas berpelukan dan saling berciuman ringan seperti saling mengecup saja.
Tidak seperti saat ini, dimana Charlie mencium bibir nya dengan nafsu menggebu-gebu, bahkan Charlie juga menyelingi dengan menghisap lehernya yang putih jenjang.
Sambil membisikkan kata-kata I Love U Charlie menghembuskan nafas panas dan menciumi telinga dan belakang telinganya.
Membuat Nicole yang kaku, tidak kuasa menahan diri untuk mendesah dan menggelinjang hebat, didalam dekapan Charlie.
Hal ini membuat Charlie semakin semangat meneruskan gerakan mengeksploitasi bagian dada Nicole yang tertutup bra.
Di mana akibat eksploitasi tersebut bra Nicole seperti kekecilan tidak bisa memuat dua bola daging kenyal nya yang memegang dan membesar.
Charlie yang melihat hal ini, semakin bersemangat, akhirnya dia mulai, menurunkan ciumannya kearah bukit Nicole yang membesar.
Nicole semakin mendesah dan menggelinjang dengan hebat, akibat aksi yang dimainkan oleh Charlie.
Nicole wajahnya menjadi merah padam, saat merasakan bagian sensitif nya, mulai basah oleh cairan yang keluar dengan sendirinya.
Tanpa Nicole sadari kini bra yang dikenakan nya, untuk menutupi sepasang bukit rahasia nya yang belum pernah tereksploitasi oleh siapapun, telah terlepas dan jatuh diatas tanah.
__ADS_1
Ternyata Charlie lah pria beruntung yang mendapatkan kesempatan menjadi penjelajah pertama.
Charlie tidak cukup puas sampai di sana, dia mulai menggunakan Jari tangannya menyentuh bagian sensitif Nicole yang sudah basah.
Tapi masih tertutup dengan rapi di lindungi oleh selembar kain tipis.
Nicole terus mendesah hebat dengan tubuh gemetaran menahan gelora di dalam dirinya.
Tangan Charlie semakin liar kini dia mencoba masuk kedalam penghalang kain tipis, untuk bersentuhan langsung.
Tapi Nicole matanya kembali terbuka, dia bagai tersengat listrik saat tangan Charlie menyentuh bagian paling sensitif ditubuhnya.
Nicole sekuat tenaga menggigit bibir Charlie dan mendorong tubuh Charlie yang tinggi besar untuk menjauh darinya.
Charlie sedikit terkejut, dan melepaskan ciumannya.
Tapi nafsu sudah menutupi akal sehat Charlie, Dia bukannya menjauh, malah sebaliknya maju menindih tubuh Nicole yang kecil dan sedang menjerit-jerit minta tolong dan minta ampun.
Tanpa memperdulikan teriakan Nicole, Charlie yang seperti sedang kerasukan, dengan kasar membalikkan dan mendorong tubuh Nicole yang kecil mepet menghadap tembok.
Lalu dengan sangat kasar dia menarik kain penghalang itu sampai lepas, melihat pemandangan didepannya.
Dimana dua bola daging bulat putih kenyal dan besar bergoyang-goyang akibat rontaan Nicole, yang berusaha melepaskan diri.
Kemudian memposisikan nya tepat di antara dua bola daging putih mulus dibagian agak bawah, di mana gerbang sensitif Nicole berada.
Nicole tubuhnya sedikit menegang dan dia menjerit sejadi-jadinya penuh ketakutan.
Di tempat lain Kevin dan Anna yang sedang bertempur hebat hanya menanggapinya dengan tertawa lebar.
Dan melanjutkan pertempuran mereka lebih semangat lagi.
Di saat kritis itu, tiba-tiba tubuh Charlie terkulai jatuh, karena John yang datang dari belakang.
Menggunakan sepotong kayu menghantam bagian tengkuk dan kepala belakang nya dengan sangat keras.
Sehingga Charlie terjatuh tidak sadarkan diri.
Nicole yang lupa dengan keadaan dirinya, langsung menghambur kedalam pelukan John dan menangis tersedu-sedu, penuh rasa syukur.
John melepaskan jaketnya, menyelimuti tubuh Nicole, lalu diam-diam dia membawa Nicole melarikan diri.
Meninggalkan tempat tersebut, John takut bila Charlie siuman dan menyadari aksinya, Charlie pasti akan menyiksanya tanpa ampun.
__ADS_1
Nicole kini tidak menolak berpegangan tangan dengan John, yang membawanya lari meninggalkan teman-temannya yang lain.
Mereka terus berlari di dalam hutan Pinus menuruni lereng gunung yang terjal dan curam itu.
John dengan penuh perhatian, selalu membantu memegangi Nicole menuruni medan-medan sulit didepan mereka.
Nicole di dalam hati sangat merasa terharu dengan kebaikan dan perhatian tulus yang diberikan oleh John kepadanya.
Nicole diam-diam mulai menyesali sikapnya dulu terhadap John.
Nicole diam-diam menatap bayangan punggung John yang kurus kerempeng dengan mesra.
Tanpa disadari oleh John yang terus melangkah kedepan, gadis yang di gandeng nya mulai tertarik dan jatuh cinta kepada nya.
John yang mendengar suara nafas Nicole yang semakin lama semakin berat, dia tahu meski Nicole tidak bicara.
Dia menyadari Nicole sudah mencapai batas dan sangat keletihan, tapi John tidak bisa sembarangan berhenti.
Sebelum mereka menemukan tempat berlindung dan tersembunyi.
John sedikit berjongkok dan memberi kode, agar Nicole naik ke punggung nya.
Nicole mengigit bibir bawahnya dia sedikit merasa sungkan dan agak malu.
Tapi saat melihat tatapan mata John yang teduh dan tulus, Nicole membuang rasa malunya.
Dengan jantung berdebar kencang, dia nemplok, di punggung John, melingkarkan sepasang tangannya didepan leher John.
Sementara sepasang kaki nya juga melingkar di punggung John.
Nicole wajahnya merah jengah, saat dia bukit kenyalnya bersentuhan dengan punggung John.
John sendiri tidak memikirkan apapun,selain fokus mencari tempat berlindung yang aman sambil menuruni lereng gunung Rocky mountain.
Akhirnya tuhan tidak mengecewakan harapan dari usaha dan kerja keras yang dilakukan oleh John.
John berhasil menemukan sebuah gua yang tersembunyi di bawah sebuah cekungan batu tebing.
John segera membawa Nicole menuju kesana, mereka kemudian beristirahat di sana, melepas lelah.
Karena tadi terus bergerak, hawa dingin tidak terlalu terasa, kini setelah mereka berhenti dan beristirahat.
Perlahan-lahan hawa dingin mulai menyerang mereka, John tidak berani menyalakan api, yang selain bisa menarik perhatian Kevin dan Charlie, juga bisa mengundang kehadiran mahluk mengerikan itu.
__ADS_1