KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
LU SAN YANG BANYAK AKAL


__ADS_3

Sambil tersenyum Lu Sun menarik kursi kosong disebelahnya kemudian duduk di sebelah Ying Ying Lu Sun meraih telapak tangan Ying Ying yang lembut dan berkata dengan suara pelan.


"Jangankan cuma beberapa jam ini menunggu, biar harus menunggu seumur hidup aku juga rela dan tidak akan mengeluh."


Gombal ahh..


ucap Ying Ying sambil tertawa menutupi mulutnya.


Lu Sun menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak sayang aku serius.."


"Kamu pernah menunggu ku selama 3 tahun, jadi aku akan menukarnya dengan seumur hidup ku.."


Ying Ying menatap terbelalak ke suaminya, dia tidak menyangka Lu Sun masih mengingat nya.


Sambil tersenyum lembut Ying Ying membelai wajah Lu Sun dan berkata,


"Menikah dengan mu adalah kebahagiaan terbesar dalam hidupku.."


Melihat kemesraan Ying Ying dan Lu Sun, si pegawai salon, buru-buru pergi dari sana setelah menyelesaikan pekerjaannya.


"Mereka ada di atas, kamu mau pergi lihat-lihat keatas.?"


tanya Ying Ying sambil bercermin memeriksa hasil kerja pegawai salon yang melayaninya barusan.


Lu Sun menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Biarkan saja, lebih baik kita turun kebawah temani Lu San bermain.."


Ying Ying mengangguk kemudian dia menuruni tangga sambil berpelukan mesra dengan suaminya.


"Ibu ayah kalian telah tiba.."


panggil Lu San begitu melihat ayah ibunya datang.


Lu Sun dan Ying Ying tersenyum lembut menatap anak mereka.


Lu Sun melepaskan rangkulannya dari pinggang Ying Ying.


Dia maju membungkukkan badannya mengangkat Lu San kedalam pelukannya dan kembali mencium pipi anaknya yang lembut.


Membuat Lu San tertawa cekikikan menahan geli.


Sedangkan kedua pengasuh Lu San dengan sigap membereskan mainan Lu San yang berserakan di sofa ruang tunggu.


"Ayah kita pulang yuk, San er bosan.."


ucap Lu San merengek-rengek.


"San er anak baik tidak boleh begitu, nenek dan kedua bibi belum selesai kita tunggu sebentar lagi ya.."


ucap Ying Ying berusaha menenangkan anaknya.


"Ayah...! "


teriak Lu San manja dengan bibir cemberut tidak senang.


Lu Sun tersenyum dan berkata,


"Baiklah kita pulang dulu saja.."

__ADS_1


Lu Sun mengeluarkan HP nya mengirim pesan ke Giok Lan dan Xue Xue,


"Sayang kalian santai saja bermainnya.."


"Aku pulang dulu dengan Ying Ying dan San er, San er sudah tidak betah menunggu dan mulai rewel, mungkin dia sudah ngantuk.."


Setelah mengirim pesan ke kedua istrinya yang lain, Lu Sun pun melangkah keluar dari salon sambil menggendong anaknya dengan tangan kanan.


Dan merangkul pinggang Istrinya dengan tangan kiri nya, mereka bertiga terlihat sangat kompak dan bahagia.


"San er mau lihat mainan di toko sana atau mau langsung pulang..?"


"Sun ke ke jangan tadi kan sudah beli mainan nya..kita langsung pulang aja.."


ucap Ying Ying melarang.


"Huhh..! Mami pelit..."


"Ayah jangan pedulikan mami, San er mau kesana.."


Lu Sun tersenyum sambil menatap istrinya dan berkata,


"Sudahlah sayang kita mampir sebentar ke sana ok, sebentar aja..ok.."


Ying Ying menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Sun ke ke jangan terlalu memanjakan nya, tidak baik itu ."


Lu Sun mengangguk dan berkata,


"Ya...ya.. baiklah sayang aku akan berusaha.."


"Sehingga aku benar-benar sulit mau menolaknya.."


Ying Ying menggelengkan kepalanya sambil tersenyum berkat,


"Kamu paling bisa aja mencari alasan.."


Mereka bertiga pun mampir ke toko mainan yang tidak jauh dari sana, Lu Sun mengajak Ying Ying duduk santai menunggu anak mereka berkeliling dan memilih mainan kesukaan nya.


Melihat gaya Lu San memilih mainan, Lu Sun dan Ying Ying saling pandang kemudian mereka pun tertawa.


"Lihat gayanya mirip banget dengan mu saat memilih belanjaan kebutuhan rumah tangga.."


ucap Lu Sun sambil tertawa.


Ying Ying mencubit suaminya dengan gemas karena menertawainya.


Lu San berbelanja ditemani kedua pengasuhnya, yang kini disulap jadi pelayan pembawa mainan yang di pilihnya.


Lu Sun tidak terlalu ambil pusing dengan mainan yang di pilih oleh anaknya.


Dia memilih merangkul Ying Ying yang Sexy kedalam pelukannya dan mereka mengobrol dengan mesra sambil berbisik-bisik dan tertawa berdua.


Mereka berdua baru tersadar begitu anaknya berteriak dari arah kasir..


"Ayah..,!! mami ...! Sini...!!"


Mereka berdua saling pandang sejenak, kemudian mereka berdiri dan berjalan kearah anak mereka yang sedang menanti mereka dengan tidak sabar.


Setelah sampai di kasir Ying Ying terkejut melihat belanjaan anaknya, yang seperti hendak merampok toko mainan.

__ADS_1


"San er kalau kamu seperti ini, ibu akan marah..!"


"Kamu hanya boleh pilih satu saja, sisanya kembalikan lagi ketempatnya..!"


"Ibu please..."


ucap San er sambil memasang wajah memelas dan merangkapkan kedua tangannya didepan dada memohon.


Ying Ying menggelengkan kepalanya dengan tegas dan berkata,


"Pilih satu atau tidak sama sekali.."


San er melirik kearah ayahnya memohon bantuan.


Lu Sun memeluk bahu istrinya dan berbisik,


"Udahlah kasihan San er, kita belikan saja lah ok.."


Di luar dugaan Ying Ying mengibaskan tangan Lu Sun dan berkata,


"Kamu kalau ikut campur malam ni tidur nya jangan di kamar ku.."


Lu Sun meleletkan lidahnya melihat kearah anaknya dan menggelengkan kepala tak berdaya.


San er belum putus asa dia memilih-milih cukup lama kemudian dia menunjukkan 5 mainan pilihan nya ke ayahnya.


"Sayang kasihan San er dia sudah milih lama, yang 5 itu saja lah ok.."


Ying Ying memberi kode dengan jarinya di goyang-goyang kan tanda tidak setuju dan berkata,


"3 saja tidak boleh runding lagi.."


Lu San mengangguk dengan gembira dia memberi kode jempol ke ayahnya.


Lalu dia menaruh 3 macam mainan kesukaannya di depan kasir, setelah itu dia pun pergi mengembalikan se kereta mainan ketempatnya semula.


Lu Sun sambil tersenyum membayar semua tagihan lalu mengajak istri anaknya menuju basement di mana mobil mereka diparkir.


Setelah masuk kedalam mobil di mana Lu San memaksa ayahnya harus duduk di sebelahnya.


Akhirnya salah satu pengasuh pun terpaksa pindah duduk kedepan menemani Ying Ying.


"Ayah lain kali kalau mau pergi beli mainan jangan ajak mami..."


"Tapi ajak mama giok saja...ayah.."


ucap Lu San setengah berbisik ke ayahnya.


"Tidak boleh..! selain sama mami San er tidak diijinkan pergi ketoko mainan sama ayah apalagi sama Mama Giok Lan.."


ucap Ying Ying sambil nyetir.


Sebagai ibunya tentu dia paham benar dengan akal-akalan anaknya.


"Sayang emangnya kenapa kalau dia pergi dengan Giok Lan di larang..?"


tanya Lu Sun heran .


Ying Ying menghela nafas panjang dan berkata,


"Kamu tidak tahu, dia pernah pergi sama adik Giok Lan, perginya naik mobil adik Giok, pulang nya dia naik mobil Box barang."

__ADS_1


__ADS_2