
Afei pura pura jatuh tertelungkup di atas meja, sedangkan dari ujung jari kelingkingnya, terus mengalirkan sake yang mengandung obat bius.
Setelah Sake keluar, Afei yang mulai curiga dengan Michiko sengaja pura pura mabuk ingin
melihat apa yang sedang di rencanakan Michiko padanya.
"Sayang...sayang...sayang bangun...ayo bangun .kamu kenapa..?"
panggil Michiko sambil menepuk nepuk pundak Afei dan menggoyang goyangkan pundak Afei.
Melihat Afei tetap diam di sana, Michiko kemudian memapah Afei.
Membaringkan Afei tidur di pangkuannya dan berkata,
"Maafkan aku sayang, aku terpaksa melakukan hal ini.."
"Ini semua demi keselamatan mu, aku sungguh-sungguh tidak bermaksud mencelakai mu.."
"Kamu tidak boleh ada di sana, kalau kamu di sana ke 4 paman ku pasti akan menghabisi mu.."
"Maaf aku tidak bisa menolong keluarga mu, lolos dari pembantaian ini."
ucap Michiko sambil berlinang air mata.
Afei yang hanya pura-pura pingsan, saat mendengar pengakuan Michiko hatinya tercekat sesaat.
Tapi sesaat kemudian dia buru buru melompat berdiri dan menunjuk ke arah Michiko dengan wajah merah penuh emosi..
"Michiko sadarkah perbuatan mu ini, akan melempar ku jatuh kedalam jurang ke hinaan.!"
"Seumur hidup akan hidup dalam penyesalan sebagai manusia tidak tahu balas Budi..!"
"Mulai hari ini hubungan kita sampai di sini saja selamat tinggal..!"
ucap Afei kemudian membalikkan badannya hendak meninggalkan ruangan tersebut.
Michiko yang sempat terkejut dan wajahnya memucat, tapi saat mendengar ucapan Afei yang ingin mengakhiri hubungan mereka.
Dia segera sadar dan melompat kearah Afei memeluknya dengan erat, sambil menggelengkan kepalanya dan bercucuran air mata dia berkata,
"Tidak...ku mohon..jangan pergi kesana..kamu tidak boleh kesana..!"
"Kamu boleh membenci ku..bahkan meninggalkan ku..tapi kamu benar-benar tidak boleh kesana..ku mohon sayang hu...hu...hu..hu..maafkan keegoisan ku.."
"Tapi percayalah,.. ini semua aku lakukan demi kebaikan mu.."
__ADS_1
"Michiko lepaskan tangan mu,.. jangan sampai aku berbuat kasar pada mu..!"
tegur Afei menahan emosi.
Michiko menggelengkan kepalanya dan mempererat pelukannya sambil menangis.
Afei memejamkan matanya menahan kepedihan hatinya, dan berusaha mengeraskan hati nya.
Dia melepaskan kedua tangan Michiko dari pinggangnya secara paksa kemudian mendorong Michiko mundur menjauh darinya.
Tanpa berkata-kata lagi Afei langsung melesat menghilang dari ruangan tersebut dengan Wu Ying 72 Pian PU.
Michiko yang terkejut Afei menghilang dari hadapan nya, dia juga segera melesat cepat meninggalkan restoran.
Melakukan pengejaran, tubuh mereka berdua menerobos hujan berkelebatan bagai dua bayangan.
Afei bahkan meninggalkan mobilnya di sana, karena dengan ilmu ringan tubuhnya, dia bisa lebih cepat sampai ketimbang menggunakan mobil.
Di kediaman Lu Sun sendiri, kini terlihat Ikeda dan Nenek sedang bertarung sengit.
Masing masing mengeluarkan jurus andalan mereka.
Nenek memainkan tapak inti es di kombinasi dengan cakar tulang putih yang di lapisi oleh tenaga sakti 9 bulan.
Nenek yang sudah berada di level 30 dan sangat matang ilmu cakar tulang putih nya tidak bisa di remehkan begitu saja.
Keduanya bertarung dengan seru, saling melepaskan pukulan dan bertukar serangan.
Cakar nenek mengeluarkan sinar putih kebiruan yang akan menghancurkan apapun yang di cengkram oleh cakarnya menjadi tepung.
Sedangkan pukulan Tapak es abadi nya, akan membekukan apapun yang dilewatinya, kemudian akan hancur pecah berkeping-keping menjadi pecahan es.
Ikeda dan ke 4 saudaranya diam diam sangat terkejut dengan kesaktian Nenek Lu yang terlihat tidak main main.
Perlahan-lahan Ikeda mulai tertekan oleh permainan cakar tulang putih nenek yang aneh., dia semakin terdesak saat nenek mengeluarkan sebatang pedang biru dari balik jubahnya .
Pedang ini di buat khusus dari bahan adamantium, yang di ciptakan khusus oleh team ahli pembuatan senjata, di laboratorium persenjataan kutub Utara atas perintah Giok Lan.
Kemudian pedang ini di hadiahkan oleh Giok Lan ke nenek Lu, agar bisa memainkan jurus tarian pedang badai salju.
Nenek memainkan ilmu tarian pedang yang di kombinasikan dengan tenaga Im 9 bulan yang super dingin.
Tubuhnya nenek berubah menjadi gulungan sinar biru yang terus menekan dan mendesak Ikeda yang mulai terdesak mundur
Berkali kali pedang nenek berhasil melukai tubuhnya, bahkan setelah Ikeda di tangannya juga menggenggam sebatang golok hitam
__ADS_1
Dia tetap tidak bisa mengimbangi ancaman permainan pedang nenek yang sangat banyak perubahan jebakan dan tipuan.
Di tambah dengan kecepatan nenek yang menggunakan ilmu ringan tubuh berjalan di udara.
Ikeda makin pusing, beberapa kali tubuhnya hampir terkena cengkraman tangan kiri nenek yang mengandung tenaga 9 I'm cakar tulang putih.
Melihat keadaan adik ke 4 nya, Kyoto pun buru-buru berkata,
"Henshin kamu maju membantunya..."
Henshin mengangguk kemudian dia juga melesat kedalam arena pertempuran dengan tebasan Golok birunya membantu Ikeda memukul mundur nenek Lu.
Tapi bukannya mundur nenek Lu malah bergerak semakin ganas dan cepat mengepung mereka berdua dalam lingkaran tarian pedang nya.
"Nenek Lu, meski kamu awet muda, sebenarnya usia mu tidak muda lagi..!"
Nenek Lu terkejut tiba-tiba tubuhnya merasa sangat lelah dan lemas, bahkan untuk berdiri pun sulit.
Tubuh Nenek Lu bergoyang goyang, dia buru-buru melompat mundur menjauh.
Melihat keadaan Nenek Lu, Henshin tersenyum gembira dan berkata,
"Setelah bertarung sekian lama, kamu pasti lelah dan mulai kehilangan tenaga..!"
"Pandangan mu pun pasti sudah kabur kan..!"
Nenek Lu mengerjakan matanya dengan kaget, matanya mulai terasa kabur dan buram lawannya perlahan-lahan mulai tidak jelas wajah nya,semakin lama semakin buram.
Nenek mencoba memukul mukul kepalanya sendiri untuk memulihkan penglihatannya, tapi bukannya pulih malah semakin parah.
Henshin kembali berkata,
"Sudahlah.. lepaskan pedang mu tenaga mu hampir habis.. menyerahlah.."
"Lihat kami sekarang ada 100 orang bagaimana kamu sanggup melawan kami...!"
Nenek Lu hampir tidak kuat mempertahan pedang biru, yang terasa begitu berat, musuhnya yang terlihat kabur pun kini terlihat sangat banyak bayangan yang sedang mengepungnya.
"Nenek tiba-tiba mengeluarkan suara teriakan Chi kung yang melengking tinggi , menyakitkan telinga semua orang.
Tenaga sihir Henshin berhasil dia punahkan sesaat, nenek kembali pulih, sambil berteriak nyaring, melesat kearah Henshin melakukan serangan dengan pedang berputar putar menimbulkan badai salju di sekitarnya.
"Ilmu setan rendahan, berani memperdaya ku rasakan mampus lah kamu.."
Serangan nenek tertahan dan tertangkis oleh golok hitam Ikeda, meski berhasil menahan serangan nenek golok Ikeda terpental lepas dari pegangannya, telapak tangannya lecet sobek dan berdarah.
__ADS_1
"Nenek keras kepala, tangan dan kaki mu lemas sudah tidak bertenaga, cepat berlutut..!"
ucap Henshin meningkatkan kekuatan magisnya.