KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
TOKO MIE PANGSIT


__ADS_3

Tan kee Lok yang merasa tangannya yang memegang golok, sedang menghadapi ancaman energi pedang yang tidak kasat mata.


Sambil menahan hantaman tombak kedadanya dengan tangan kirinya, Tan Kee Lok bergerak mundur sambil melepaskan goloknya.


Sehingga tebasan Lu Sun tidak menemui sasaran, Tapi di saat golok hitam terlepas dari pegangan tangan Tan Kee Lok.


Golok itu tidak jatuh ke lantai, tapi golok tersebut bergerak bagaikan kilat menebas leher Lu Sun.


Lu Sun yang terkejut buru-buru membuang diri kebelakang sambil bersalto 3 kali menjauhi arena pertarungan.


Tan kee Lok yang sedang bergerak mundur kembali mendapatkan bisikan,


"Tunggu apalagi..!? Tunggu mati ...!"


"Kamu bukan lawannya,, cepat kabur...! gunakan bola Iblis,. cepat...!"


Tan kee Lok buru-buru mengeluarkan tiga butir peledak sebesar telur angsa dari kantongnya, kemudian melempar kearah Lu Sun.


Begitu benda tersebut menyentuh tanah terdengar suara ledakan.


"Duaarr...!!!"


Asap hitam beracun memenuhi tempat Pertempuran tersebut, puluhan ribu jarum halus seperti rambut, melesat ke segala arah.


Baik asap beracun maupun jarum halus itu tidak ada yang bisa menyentuh Lu Sun.


Dengan hawa pukulan 18 Tapak Penahluk Naga dan energi Im Yang Sen Kung yang melindungi tubuhnya.


Asap beracun itu buyar terkena angin pukulan telapak tangan Lu Sun.


Sedangkan jarum-jarum halus itu sebagian runtuh terkena angin pukulan Tapak Lu Sun.


Sebagian lagi, tertahan oleh hawa pelindung Im Yang Sen Kung kemudian juga ikut runtuh.


Tapi saat kabut asap menghilang, Tan Kee Lok sudah tidak terlihat lagi batang hidungnya.


Lu Sun berdecak kesal, dia berusaha menggunakan pendengaran dan penglihatan nya, untuk mendeteksi keberadaan Tan Kee Lok.


Tapi hasilnya nihil, Tan Kee Lok sudah kabur jauh meninggalkan tempat tersebut.


Saat mengedarkan pandangannya, Lu Sun hanya melihat


Para anggota Genk golok hitam, yang tewas keracunan baik terkena asap beracun maupun tekena jarum beracun yang nyasar.


Setelah asap beracun tersebut hilang terbawa angin pukulan Lu Sun. Lu Sun berjalan melakukan pemeriksaan.


Ternyata seluruh anggota Genk Golok Hitam, baik yang cacat maupun yang hanya pingsan terkena efek aura yang Lu Sun lepaskan.


Mereka semua tewas tanpa sisa, Setelah memastikan bahwa tidak ada lagi yang hidup.


Lu Sun menghela nafas dan berkata,


"Senjata peledak yang sangat ganas dan mematikan.."

__ADS_1


"Dengan lepasnya bajingan itu, aku harus lebih waspada menjaga Xue Yen dan Giok Lan.."


gumam Lu Sun sebelum meninggalkan tempat tersebut.


Lu Sun buru-buru kembali ke pasar, sampai di pasar, Lu Sun sedikit panik dia mengedarkan pandangannya mencari-cari kedua istrinya.


Saat Lu Sun tidak menemukan keberadaan mereka berdua, dia dengan cemas berlari ketempat A Sam dan berkata,


"A Sam apa kamu tahu di mana kedua istri ku ?"


Sebelum A Sam menjawab, anak kecil yang menjual kantong segera berkata,


"Paman aku tahu di mana mereka, ayo aku antar kesana.."


Lu Sun mengangguk, lalu dia buru-buru mengikuti anak itu menelusuri bagian depan pasar.


Setelah melewati beberapa gang yang berkelok kelok, akhirnya Lu Sun menemukan Giok Lan dan Xue Yen, sedang asyik duduk di sana sambil makan mie pangsit.


Melihat mereka berdua baik-baik saja, Lu Sun pun tersenyum lega.


Lu Sun pun berjalan menghampiri mereka berdua, lalu duduk di sebelah mereka dan berkata,


"Maaf sayang membuat kalian menunggu lama.."


Giok Lan dan Xue Yen tersenyum senang melihat Lu Sun sudah kembali.


"Gak papa sayang,.."


ucap Xue Yen dan Giok Lan serentak sambil tersenyum lembut.


ucap Xue Yen antusias.


Lu Sun mengangguk sambil tersenyum.


"Sayang kok kamu tahu kami ada di sini ?"


tanya Giok Lan heran.


"Aku di antar anak kecil tukang jual kantong, yang ku suruh membantu kalian membawa barang belanjaan."


"Eh mana anak itu..?"


ucap Lu Sun baru menyadari anak itu tidak berada di dekatnya.


Tadi saat melihat kedua istrinya, dia terlalu gembira, sehingga sesaat melupakan anak itu, dia langsung duduk ngobrol dengan kedua istrinya.


Lu Sun mengedarkan pandangannya, dia melihat anak itu berdiri di luar tidak berani masuk kedalam toko mie pangsit tempat Giok Lan dan Xue Yen sedang makan.


Lu Sun pun berdiri dari kursinya, berjalan menghampiri anak itu dan berkata,


"Hei kamu masuklah kemari..ayo..!"


Pemilik toko Mie yang mengenali A Fei sebagai pengemis cilik, yang sering berdiri di depan tokonya memperhatikan dia masak mie.

__ADS_1


Dengan tatapan mata kelaparan, tapi tidak berani masuk makan karena tidak punya uang.


Hanya berdiri di sana menatap kearah mienya sambil menelan air liurnya sendiri.


Sangat menjijikkan dan menganggu bisnisnya.


Terkadang tak jarang si pemilik toko, memberikan mie sisa makan orang ke anak itu, terus menyuruhnya pergi menjauh dari toko nya.


Kini melihat Lu Sun malah mengundang anak itu masuk ke tokonya, secara reflek dia sedikit mengernyitkan alisnya.


Tapi melihat penampilan dan kharisma yang di pancarkan dari tubuh Lu Sun, dia pun tidak berani berkata apa-apa.


Apalagi dia tadi sempat melihat Lu Sun ngobrol dengan sangat akrab bersama kedua gadis cantik langganan barunya itu.


Dari pakaian dan penampilan kedua gadis tersebut, pemilik toko Mie yang cerdik itu bisa menebak, kedua gadis itu pasti berasal dari keluarga kaya raya.


Pemilik Toko mie itu kini hanya bisa pura-pura tidak melihat, dan meneruskan kesibukan nya merebus mie.


A Fei terkejut dia celingukan melihat ke sekitarnya, untuk memastikan Lu Sun benar memanggil dirinya untuk masuk kedalam.


"Hei...! Ya..kamu..! jangan celingukan lagi..ayo masuk..!"


ucap Lu Sun sambil tersenyum lebar dan melambaikan tangannya kearah A Fei.


Menyadari di situ cuma ada dirinya, A fei buru-buru menghampiri Lu Sun dan berkata,


"Ya Paman..paman..memanggil ku ? ada apa paman ?"


Lu Sun menyentuh kepala anak itu dengan lembut dan berkata,


"Anak kecil siapa nama mu ?"


"Nama ku Li Fei..paman.."


jawab anak kecil itu.


"Aku panggil kamu A fei boleh ?"


tanya Lu Sun sambil tersenyum lembut.


A Fei mengangguk cepat dan berkata,


"Terserah..paman saja.."


"Bagus..ayo A Fei kamu ikut dengan ku , kita makan mie bersama di sebelah sana."


ucap Lu Sun sambil merangkul bahu A Fei membawa nya untuk duduk bersama dia dan kedua istrinya.


Ketika tiba di dekat meja Giok Lan dan Xue Yen,


A Fei mengangguk kecil kearah mereka berdua.


Sambil tersenyum Canggung dia menatap Giok Lan dan Xue Yen lalu berkata,

__ADS_1


"Kakak cantik kita bertemu lagi, maaf bila kehadiran ku menganggu.."


__ADS_2