KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
KERIBUTAN KECIL DI BANK


__ADS_3

Mundur 3 hari yang lalu, ditempat kediaman kakek Xie, kakek Xie malam itu terlihat duduk termenung di kursi mewah miliknya, yang terletak di ruangan kerja.


Kakek Xie baru saja menerima telpon soal misi ke 5 pembunuh bayaran miliknya yang gagal menjalankan misi.


Kini ke 5 orang itu telah ditahan polisi dan mendekam di dalam penjara, bila di antara mereka ada yang membuka mulut menunjuknya maka habislah dia.


Kakek Xie sedang gundah memikirkan jalan agar dirinya tidak terseret.


Selain itu dia juga sedikit risau dengan penalti ganti rugi yang harus ditanggungnya kepada para pengguna jasanya.


Kakek Xie duduk termenung, tidak ada yang berani memasuki ruangan kerjanya tanpa di panggil.


Kakek Xie terus duduk termenung seorang diri selama berjam-jam.


Tanpa di sadari sinar matahari pagi mulai muncul, bunyi suara burung yang berkicau didepan jendela kakek Xie mulai terdengar.


Kakek Xie menghela nafas panjang, kemudian hendak bangkit dari duduknya, tapi bunyi dering telpon pagi-pagi membuat nya terpaksa membatalkan niatnya untuk berdiri meninggalkan meja kerjanya.


Tapi saat mendengar laporan dari telpon diseberang, wajah kakek Xie menjadi pusat, telpon yang sedang di pegang nya terlepas.


Dia terduduk lemas sambil memegang dada kirinya yang terasa nyeri bagai ditusuk ribuan jarum.


Kakek Xie dengan tangan gemetar cepat-cepat membuka laci meja, mengambil sebuah botol plastik yang berisi pil obat.


Kakek Xie membuka penutup botol plastik tersebut menuang beberapa butir pil berwarna putih, kedalam telapak tangannya.


Kemudian dia memasukkan semua pil yang berada di telapak tangannya kedalam mulut, kemudian mengambil gelas di meja, membuka penutupnya.


Kemudian dia langsung minum air dalam gelas tersebut, untuk membantu mendorong pil putih yang ada di dalam mulutnya masuk kedalam perut.


Beberapa saat kemudian Kakek Xie baru bisa bernafas dengan tenang kembali.


Kakek Xie kemudian mulai terlihat menelpon kesana kemari dengan sibuk.


Setelah selesai dia buru-buru pergi meninggalkan rumahnya langsung berangkat ke kantor.


Hari ini dia langsung pergi ke kantor karena tidak punya mood untuk maraton pagi lagi, setelah sejak semalam semua bisnis besarnya terus mengalami masalah.


Kakek Xie langsung masuk kedalam ruangan kantornya menutup pintu dan menguncinya.

__ADS_1


Dia tidak memperdulikan tatapan heran dari sekretaris nya, karena kepalanya sedang terlalu pusing dan banyak masalah.


Dia tidak menyadari di ruang kerjanya telah terjadi ketidakberesan, seandainya dia tadi bertanya kepada sekretaris yang menatapnya dengan heran.


Dia pasti akan langsung menemukan ketidak beresan yang terjadi di ruang kantornya.


Sayang nya dia sedang terlalu banyak pikiran dan sangat sibuk, sehingga tidak tertarik mengurus hal kecil seperti itu.


Kakek Xie terlihat sangat sibuk menelpon kesana kemari, membakar-bakar beberapa berkas lama.


Hingga jam menunjukkan pukul 10 , dia baru menghentikan aktivitasnya, membuka laci mengambil tas pribadinya.


Lalu bergegas meninggalkan kantor pergi kesemua kantor cabangnya menarik setoran sebelum akhirnya dia membawanya ke bank untuk di setorkan.


Sopir pribadi kakek Xie telah bersiap menunggunya di depan kantor seperti biasanya.


Begitu Kakek Xie masuk kedalam mobil tanpa di perintah sopir langsung mengantarnya pergi keseluruh cabangnya satu persatu.


Tapi alangkah terkejutnya kakek Xie saat tiba di cabang pertamanya, di mana dia bukan hanya tidak mendapatkan setoran.


Bahkan menurut manager cabangnya dia baru saja datang dan menarik semua setoran bahkan semua dana cash cadangan buat cabang pun ditarik semua dengan alasan sedang ada audit dadakan.


Tapi hasilnya ternyata sama kakek Xie tetap telat, semua uang di cabang usahanya telah habis ditarik semua.


Kakek Xie kembali ke mobil dengan tubuh lemas dan wajah pucat, dia memerintahkan sopirnya untuk pergi ke bank.


Melihat ekspresi dan sikap atasannya, sopir tidak berani banyak tanya, dia langsung tancap gas menuju bank yang jadi langganan bosnya.


Begitu sampai di bank dengan terburu-buru setengah berlari kakek Xie langsung menuju ruangan khusus di mana pegawai bank bernama ViVi berada.


Melihat kedatangan kakek Xie kembali, ViVi menatapnya dengan heran dan bertanya,


"Kakak Xie ada apa kenapa kamu kembali lagi ?"


"Apa maksud mu ?"


tanya kakek Xie bingung sambil mengerutkan alisnya.


ViVi yang merasa ada yang tidak beres, tidak mau menanggung resiko berhadapan dengan kakek cabul dan suka marah-marah ini seorang diri.

__ADS_1


Dia diam-diam memencet tombol permintaan bantuan pihak keamanan ke satpam penjaga.


Saat ViVi sedang memberi penjelasan kepada Kakek Xie, 2 orang satpam bank memasuki ruangan mereka memberi hormat kearah ViVi dan Kakek Xie, kemudian mereka berdiri bersiaga di belakang ViVi.


Kakek Xie tetap mendengarkan penjelasan ViVi dengan alis semakin berkerut dan wajah merah padam.


Kakek Xie tidak terlalu memperdulikan kehadiran kedua satpam itu.


Selesai ViVi memberi penjelasan, Kakek Xie kemudian berkata,


"Itu bukan saya ada orang yang memalsukan saya, sebagai pegawai bank yang baik."


"Ada hal aneh yang tidak biasanya seharusnya anda menelpon saya untuk memastikannya, data nomor telpon saya kan ada di kamu."


"Sekarang terjadi kesalahan fatal seperti ini siapa yang mau tanggung jawab..!"


nada suara kakek Xie semakin lama semakin tinggi dan setengah membentak.


ViVi terlihat semakin ketakutan, dia mulai mundur memberi kode kepada kedua satpam yang berdiri dibelakangnya.


Kedua Satpam itu maju melindungi ViVi mencoba menenangkan kakek Xie dengan sopan.


Tapi Kakek Xie yang sedang galau cemas menjadi tidak bisa mengontrol emosinya, dia memaki-maki ViVi dan kedua satpam itu.


Kakek Xie menuduh mereka bertiga bekerja sama ingin melepaskan diri dari tanggung jawab.


Saat hampir terjadi adu fisik antara kakek Xie melawan kedua satpam yang juga mulai terpancing emosinya dengan tingkah laku dan kata-kata kasar dari kakek Xie.


Kepala Cabang Bank tersebut masuk kedalam ruangan tersebut dan melerai Kedua belah pihak.


Setelah meminta maaf dan menyuruh kedua satpam nya keluar, manajer bank memarahi ViVi dan meminta maaf kepada kakek Xie.


Kemudian secara pribadi dia melakukan pengecekan pengaduan dari kakek Xie dan mendengarkan penjelasan dari ViVi.


Setelah mendengar duduk perkaranya dengan detil, manager pun sempat bingung.


Tapi karena dia sudah berpengalaman, dengan tenang dia memerintahkan ViVi membawa hasil rekaman CCTV saat kakek Xie datang pertama kali


lalu dia melakukan pengecekan buku rekening yang di bawa kakek Xie sekarang, setelah dilakukan pengecekan setumpuk buku rekening itu Manajer cabang tersenyum dingin.

__ADS_1


Dia meminta kakek Xie bersabar duduk sebentar, tak lama kemudian yang datang masuk kedalam ruangan tersebut bukan hanya ViVi yang membawa rekaman CCTV.


__ADS_2