KEMBALINYA SANG LEGENDA

KEMBALINYA SANG LEGENDA
MENARGET CLUB PRIBADI XIE DING FENG


__ADS_3

Gadis bank itu buru-buru menerima ke 6 rekening itu melihat nya dengan tangan gemetar.


Kemudian dia menjelaskan persyaratan dan beberapa lembar kertas yang harus ditandatangani oleh kakek Xie.


Setelah itu kakek Xie di minta menunjukkan kartu identitas dan kartu ATM miliknya, setelah ATM nya, digesekkan kesebuah mesin.


Gadis itu meminta kakek Xie memasukkan PIN nya di mesin tersebut.


Dengan sangat buru-buru dia menstranfer semua saldo di buku tabungan kakek Xie satu persatu ke 6 rekening di depan nya.


Tak lama kemudian dia tersenyum lega, akhirnya tugasnya beres.


Kedepannya dia tidak perlu bertemu lagi dengan kakek brengsek ini, itu adalah suatu berkat buat dirinya.


Makanya tadi dia tanpa banyak tanya lagi buru-buru memindahkan semua saldo ke 6 rekening yang diberikan oleh kakek Xie.


Kini gadis memasang wajah dingin menatap kakek Xie dan berkata,


"Semua permintaan mu sudah di penuhi, ada lagi yang bisa saya bantu.?"


Lu Sun paham kenapa gadis tersebut bersikap begitu, dia pasti sangat tertekan selama ini dengan ulah kakek tua itu.


Lu Sun sambil tersenyum mengulurkan tangannya menyalami gadis itu, tapi karena gadis itu tidak menanggapinya.


Dia pun menarik tangannya kembali dan berkata,


"Terimakasih banyak, permisi.."


Lalu Lu Sun berjalan dengan santai keluar dari ruangan tersebut.


Beberapa waktu kemudian terlihat Lu Sun sudah berada di Rumah kediaman kakek Sie.


Tidak ada yang curiga, karena dia menggunakan penampilan luar kakek Xie.


Dengan santai dia pergi ke kamar kerja kakek Sie, dia langsung berjalan menuju lampu hias di meja kerja tersebut.


Lalu memutar nya ke kanan, lukisan di dinding pun bergeser otomatis, kini terlihat sebuah brangkas besar di balik lukisan.


Lu Sun berjalan menghampiri brangkas tersebut kemudian memasukkan kode seperti yang pernah lihat, saat kakek Xie membuka brangkas tersebut.


Dengan sekali kibas semua benda yang ada didalam brangkas kini pindah kedalam gelangnya.


Lu Sun lalu menutup kembali brangkas itu dan lukisannya pun di kembalikan ke posisi semula.


Sebelum meninggalkan tempat itu, Lu Sun melempar sebatang pulpen yang dia curi dari kantong baju tetua ke 7 Xie Lung saat dia berada dalam satu lift bersama nya.


Lu Sun meninggalkan kediaman keluarga Xie dengan santai.


Lu Sun meninggalkan kediaman kakek Xie menggunakan taksi, saat duduk santai di dalam taksi dia mengeluarkan ponselnya melihat data di dalam nya sebentar.

__ADS_1


Kemudian dia menyimpannya kembali sambil menepuk bahu supir taksi dan berkata,


"Club' Royal Palace.."


Sipir mengangguk tak lama kemudian mereka telah sampai di tempat yang Lu Sun tuju.


Lu Sun membayar biaya taksi, setelah itu dengan gaya santai dia berjalan memasuki klub itu.


Dia masuk dengan mudah semua pengawal yang bertemu dengan nya, membungkukkan badan menyambutnya dengan sangat hormat.


"Pengurus Ma mana suruh dia datang ke ruangan ku sekarang juga.."


Pengawal itu mengangguk hormat kemudian dengan terburu-buru dia berlari pergi mencari pengurus Ma.


Lu Sun sendiri terus berjalan santai menuju sebuah ruangan luas, yang memiliki ruang kerja dan ruang kamar disebelahnya.


Lu Sun duduk santai di kursi kebesaran Kake Xie yang mewah.


Tak lama kemudian terdengar pintu di ketuk dari luar,


"Tok..Tok..Tok..!"


"Masuk..!"


teriak Lu Sun dari tempat duduknya.


Seorang pria berusia 40 an sambil tersenyum ramah membuka pintu kemudian berjalan memasuki ruangan tersebut dengan tubuh sedikit membungkuk.


"Santai saja.. tidak perlu takut."


"Kedatangan ku hanya ingin mengecek laporan keuangan Club' dan tolong dibawa kemari semua dana cash, cek, giro, surat-surat berharga dan lain-lain yang menyangkut asset kita."


"Sekalian bawa semua data dan gadis-gadis yang ada di klub kita."


Pengurus Ma dengan ragu-ragu berkata,


"Tapi beberapa saat ini sedang menerima tamu."


"Tetap kumpulkan bawa kemari, tamunya suruh pergi, besok baru kemari lagi dan akan mendapat potongan harga 25%."


Pengurus Ma tidak berani menolak keputusan kakek Sie jelmaan Lu Sun.


Tak lama kemudian ruangan yang luas itu, kini dipenuhi dengan gadis-gadis cantik.


Mereka di bagi dalam 3 kelompok penghuni baru penghuni lama, dan gadis bersegel alias masih perawan.


Total mencapai 100 orang lebih, melihat wajah-wajah penghuni baru dan gadis bersegel yang ketakutan.


Lu Sun benar-benar merasa kasihan dengan mereka, Lu Sun juga menerima beberapa tas uang cash dan satu tas berisi surat hutang, Cek, dan giro .

__ADS_1


Selain itu ada satu tas yang berisi bukti surat gadai diri secara sukarela yang ditandangani oleh semua gadis yang ada di ruangan tersebut.


Lu Sun melihat-lihat sekilas, kemudian dia berkata,


"Kumpulkan semua pengawal kemari."


Pengurus Ma dengan gugup mengeluarkan ponselnya memanggil semua pengawalnya yang berjumlah 50 orang.


Sesaat kemudian 50 pengawal yang memakai pakaian jas hitam bertubuh tinggi besar masing-masing menenteng senjata di tangan mereka datang menghadap.


"Kumpulkan dan letakkan semua senjata kalian di sini..!"


perintah Lu Sun.


Mereka semua buru-buru maju meletakkan senjata mereka ditumpuk ditempat yang Lu Sun tunjuk.


Lu Sun kemudian berdiri dari tempat duduknya dan berkata,


"Hari ini aku akan menguji kemampuan bela diri kalian semua."


"Ayo kalian semua majulah jangan ragu, tunjukkan kemampuan kalian serang aku."


Mereka semua langsung bergerak menyerang kakek Xie, dengan tenang kakek Xie jelmaan Lu Sun menggeser langkah kakinya.


Kemudian satu persatu mereka di jatuhkan dalam keadaan tertotok tidak bisa bergerak dan bersuara.


Setelah menjatuhkan semua pengawal penjaga,


Lu Sun menghampiri pengurus Ma yang terlihat pucat sulit mempercayai apa yang dilihatnya barusan.


Lu mencengkram bahu dan kerah baju di lehernya kemudian menyerahkannya.


Pengurus Ma yang tubuhnya diguncang-guncang dalam keadaan terbalik sangat ketakutan dan berteriak-teriak minta ampun.


Semua barang di saku celana dan jasnya terjatuh keluar berserakan di lantai termasuk dua pucuk pistol dan dua buah belati bergerigi yang tajam juga ikut terjatuh keluar.


Setelah memastikan tubuhnya bersih, Lu Sun melemparnya duduk diatas lantai.


Lu Sun kemudian menendang ponsel yang tergeletak dekat kakinya kearah pengurus Ma dan berkata,


"Hubungi kantor polisi sekarang, katakan dengan jujur apa bisnis kalian di sini."


"Tu..Tu..tuan Xie apa anda tidak salah ? ini..ini..bisnis mu..bisa hancur bila polisi datang kemari."


ucap pengurus Ma ragu sambil menatap Kakek Xie dengan heran.


Sambil tertawa Lu Sun berkata,


"Ha..Ha..ha..ha..! lihat saya baik-baik, apakah saya perlu cemas dengan bisnis ini ?"

__ADS_1


Wajah Lu Sun tiba-tiba berubah menjadi wajah Xie Lung sedang tersenyum licik menatap pengurus Ma.


__ADS_2